Share

Bab 573

Author: Finella Zakaria
Austin menghujani Nayla dengan rentetan pertanyaan, membuatnya termenung.

Ya, kenapa?

Dia ingat betul saat dia sangat kecewa pada Simon dan mengemasi barang-barangnya untuk pindah dari vila.

Simon memohon padanya untuk tidak pergi, mengatakan bahwa dirinyalah orang yang dia cintai.

Saat itu, dia tidak berani percaya.

Tapi, setelah segala yang terjadi, bahkan tanpa harus dikatakan lagi, dia perlahan mulai merasa bahwa kata-kata Simon itu benar.

Simon memang menyukainya.

"Sekarang sudah malam, aku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 576

    Nayla menggenggam tangan Simon dengan erat, menatapnya dalam diam selama beberapa saat. Senyuman lembut terlukis di sudut bibirnya, matanya lembut dan puas."Simon, kita jangan berpisah lagi ...."Jangan sampai saling kehilangan lagi.Hans berusaha menemui Yuna, tapi pengacara memberitahunya bahwa kunjungan dilarang selama masa interogasi.Tanpa pilihan lain, dia memohon kepada Kakek Markus.Tapi dia bahkan tidak bisa masuk gerbang rumah. Dia dihalangi di luar. Kakek menolak menemuinya.Karena tidak ada tempat lain yang bisa dituju, dia berlutut di depan pintu.Satpam pun terpaksa meminta instruksi kepada Kakek Markus.Sikap Kakek Markus masih tetap sama. "Biarkan dia berlutut kalau dia mau. Aku mau lihat berapa lama dia bisa bertahan!""Situasinya sudah begini, masih berani memohon untuk wanita itu? Apa yang terjadi dengan Keluarga Jatmiko? Sebagai putra kedua, apa dia nggak memikirkan konsekuensinya?""Anak itu sama saja dengan ibunya, nggak punya kehormatan Keluarga Jatmiko sedikit

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 575

    Tapi, pesan ini sama seperti semua pesan sebelumnya. Seolah menghilang tanpa jejak.Amanda tidak tahu berapa lama Nayla dan Simon akan menghabiskan waktu bersama, jadi dia kembali ke bangsal Nayla untuk menunggunya.Saat masuk ke dalam lift, dia melihat seorang wanita berjas putih. Wanita yang lembut, cantik, dan memiliki pembawaan yang elegan.Meski rambutnya diikat santai, setiap gerakannya memancarkan kepercayaan diri dan ketenangan.Amanda sampai meliriknya dua kali sebelum meminta perawatnya mendorongnya masuk ke lift.Dokter Sandra sedang menuju ke ruang perawat.Saat pintu lift hampir tertutup, Amanda samar-samar mendengar suara berkata, "Dokter Sandra, kamu ke sini mau ketemu Dokter Mario?"Hati Amanda seperti dicengkeram dan tangannya refleks mencengkeram pegangan kursi roda.Perawatnya juga seorang pengamat yang berpengalaman, menambahkan dengan penuh makna, "Zaman sekarang, mau laki-laki atau perempuan, pasangan yang baik itu sulit dicari."Amanda pura-pura tidak mengerti da

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 574

    Dia bukannya mengejek.Kesehatan Simon memang sangat baik, dan Mario dapat membenarkan hal ini.Selama tiga tahun di luar negeri, dia bekerja tanpa henti, sering kali bekerja lebih dari sepuluh jam sehari.Bersosialisasi membangun relasi, membahas kerja sama, dan minum-minum untuk urusan bisnis.Dia seperti tidak kenal lelah. Dalam waktu kurang dari enam bulan di luar negeri, dia telah berhasil membangun reputasi di dunia bisnis keuangan.Tiga tahun kemudian, dia menjadi bintang muda yang terkenal di bidang bisnis keuangan, baik di dalam negeri maupun internasional. Etos kerja yang tangguh, keterampilannya menilai investasi, dan kemampuannya dalam menilai tidak bisa disangkal."Nona Amanda, terima kasih atas pujiannya." Mata Simon tampak dalam sambil tetap menjaga sikap sopan.Amanda, sebagai orang yang cerdas, mengerti bahwa dia ingin berduaan dengan istrinya. Dia pun mengedipkan mata pada Mario.Mario mengerti.Saat berjalan melewati Amanda, dia tiba-tiba berhenti, meraih pegangan ku

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 573

    Austin menghujani Nayla dengan rentetan pertanyaan, membuatnya termenung.Ya, kenapa?Dia ingat betul saat dia sangat kecewa pada Simon dan mengemasi barang-barangnya untuk pindah dari vila.Simon memohon padanya untuk tidak pergi, mengatakan bahwa dirinyalah orang yang dia cintai.Saat itu, dia tidak berani percaya.Tapi, setelah segala yang terjadi, bahkan tanpa harus dikatakan lagi, dia perlahan mulai merasa bahwa kata-kata Simon itu benar.Simon memang menyukainya."Sekarang sudah malam, aku nggak mau bilang apa-apa lagi. Pikirkan sendiri baik-baik."Austin mengucapkan kata-kata terakhir itu dan meninggalkan rumah sakit.Nayla mengintip ke dalam bangsal dari luar, menatap Simon di tempat tidur untuk waktu yang lama sebelum kembali ke kamarnya sendiri.Tidur tak kunjung datang. Kata-kata Austin terus bergema di benaknya.Dia tidak tidur nyenyak malam itu.Keesokan paginya, Amanda datang lebih awal membawa sup. Dia sangat cemas begitu melihat wajah Nayla yang pucat."Kenapa kamu puca

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 572

    "Aku dengar dari Profesor Waluyo, dia sudah bisa bangun dalam waktu dekat. Tapi kamu malah bertindak gegabah. Sudah seharusnya kamu minta maaf kepada kakekmu."Nayla terkejut.Dia tidak menyangka Kakek Markus akan mengatakan hal itu.Keluarga Jatmiko saat ini kacau karena dirinya. Dia melihat tadi siang harga saham Grup Jatmiko jatuh.Sejak kemarin, meski Grup Jatmiko telah melakukan upaya humas darurat dan mengeluarkan pernyataan, hasilnya tidak terlalu signifikan.Berbeda dari insiden sebelumnya.Kali ini, kegaduhannya terlalu besar. Yuna terlibat dalam pembunuhan, sehingga dampaknya sangat luas. Tidak ada jaminan apakah Grup Jatmiko akan aman dari serangan orang-orang yang suka memanfaatkan situasi.Singkatnya, kerugian Grup Jatmiko kali ini sudah tak terukur. Dia tidak menyangka Kakek Markus tidak menyalahkannya sama sekali."Kakek, aku sudah mengacaukan Grup Jatmiko dan membuat harga sahamnya jatuh. Kakek nggak menyalahkanku?""Kenapa menyalahkanmu? Karena menyelidiki penyebab kem

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 571

    "Itu yang kamu pikirkan?"Bayangan gelap di mata Simon menghilang, suaranya terdengar lebih gembira.Setelah mendengar penjelasan Nayla, beban yang selama ini menekan dadanya langsung lenyap.Matanya tertunduk, jadi Nayla tidak menyadari perubahan dalam tatapannya. Dari nada suaranya saja, dia terdengar cukup bersemangat."Sejak awal penyelidikan, begitu aku memastikan kamu nggak terlibat, aku juga nggak ingin kamu ikut terlibat. Bagaimanapun juga, dia ibumu. Aku nggak ingin menempatkanmu di antara dua pilihan sulit."Nayla membagikan perasaannya yang sebenarnya, salah satu alasannya karena tidak ingin ada salah paham.Alasan lain adalah karena Simon benar-benar peduli padanya, dia tidak ingin mengecewakannya.Apa pun keputusan Simon selanjutnya, dia akan menghormatinya.Bibir Simon merekah menjadi senyuman lebar. Genggaman tangannya semakin erat."Kamu nggak boleh melakukannya lagi. Aku nggak suka kamu sembunyi-sembunyi dariku."Nayla terhenyak.Jadi, Simon tidak menyalahkannya?Dia t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status