แชร์

Bab 571

ผู้เขียน: Finella Zakaria
"Itu yang kamu pikirkan?"

Bayangan gelap di mata Simon menghilang, suaranya terdengar lebih gembira.

Setelah mendengar penjelasan Nayla, beban yang selama ini menekan dadanya langsung lenyap.

Matanya tertunduk, jadi Nayla tidak menyadari perubahan dalam tatapannya. Dari nada suaranya saja, dia terdengar cukup bersemangat.

"Sejak awal penyelidikan, begitu aku memastikan kamu nggak terlibat, aku juga nggak ingin kamu ikut terlibat. Bagaimanapun juga, dia ibumu. Aku nggak ingin menempatkanmu di ant
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 572

    "Aku dengar dari Profesor Waluyo, dia sudah bisa bangun dalam waktu dekat. Tapi kamu malah bertindak gegabah. Sudah seharusnya kamu minta maaf kepada kakekmu."Nayla terkejut.Dia tidak menyangka Kakek Markus akan mengatakan hal itu.Keluarga Jatmiko saat ini kacau karena dirinya. Dia melihat tadi siang harga saham Grup Jatmiko jatuh.Sejak kemarin, meski Grup Jatmiko telah melakukan upaya humas darurat dan mengeluarkan pernyataan, hasilnya tidak terlalu signifikan.Berbeda dari insiden sebelumnya.Kali ini, kegaduhannya terlalu besar. Yuna terlibat dalam pembunuhan, sehingga dampaknya sangat luas. Tidak ada jaminan apakah Grup Jatmiko akan aman dari serangan orang-orang yang suka memanfaatkan situasi.Singkatnya, kerugian Grup Jatmiko kali ini sudah tak terukur. Dia tidak menyangka Kakek Markus tidak menyalahkannya sama sekali."Kakek, aku sudah mengacaukan Grup Jatmiko dan membuat harga sahamnya jatuh. Kakek nggak menyalahkanku?""Kenapa menyalahkanmu? Karena menyelidiki penyebab kem

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 571

    "Itu yang kamu pikirkan?"Bayangan gelap di mata Simon menghilang, suaranya terdengar lebih gembira.Setelah mendengar penjelasan Nayla, beban yang selama ini menekan dadanya langsung lenyap.Matanya tertunduk, jadi Nayla tidak menyadari perubahan dalam tatapannya. Dari nada suaranya saja, dia terdengar cukup bersemangat."Sejak awal penyelidikan, begitu aku memastikan kamu nggak terlibat, aku juga nggak ingin kamu ikut terlibat. Bagaimanapun juga, dia ibumu. Aku nggak ingin menempatkanmu di antara dua pilihan sulit."Nayla membagikan perasaannya yang sebenarnya, salah satu alasannya karena tidak ingin ada salah paham.Alasan lain adalah karena Simon benar-benar peduli padanya, dia tidak ingin mengecewakannya.Apa pun keputusan Simon selanjutnya, dia akan menghormatinya.Bibir Simon merekah menjadi senyuman lebar. Genggaman tangannya semakin erat."Kamu nggak boleh melakukannya lagi. Aku nggak suka kamu sembunyi-sembunyi dariku."Nayla terhenyak.Jadi, Simon tidak menyalahkannya?Dia t

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 570

    Setelah Kakek Markus pergi, Nayla bergegas ke sisi tempat tidur, matanya memeriksa tubuh Simon dengan teliti.Butuh waktu lama baginya untuk akhirnya berhasil mengeluarkan suara."Sakit, ya?"Sambil berbicara, air mata hampir tumpah dari matanya.Bibir Simon yang kering dan pucat sedikit bergetar. Dia mengulurkan tangan, dan Nayla segera menggenggamnya."Nggak sakit. Aku lega melihatmu baik-baik saja."Suara Simon pelan dan serak, penuh kasih sayang.Nayla merasa seperti ada duri ikan yang tersangkut di tenggorokannya.Kata-kata sederhana Simon membangkitkan emosi yang telah lama dia pendam. Air mata mengalir deras di wajahnya."Simon, kamu ingin membunuhku? Apa kamu sadar kalau kamu mati, aku akan dihantui rasa bersalah seumur hidup?"Nayla menangis sambil menuduhnya, menggigit bibirnya begitu keras hingga hampir berdarah."Jangan menangis ...."Simon menggenggam tangan kecilnya erat-erat, menatapnya dengan kesedihan yang menyayat hati sambil berusaha menenangkannya.Tapi, semakin dia

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 569

    Dia melayangkan pukulan itu dengan segenap tenaga yang dimilikinya.Tubuhnya masih lemah. Telapak tangannya jadi mati rasa dan dia hampir tidak bisa berdiri.Tapi dia memaksa diri untuk tetap tegak. Tatapannya tegas kepada Hans, membara dengan kebencian yang tak berujung."Aku ngak akan mempermasalahkan perbuatanmu kepadaku, tapi jangan berani lagi datang memohon untuk Yuna di hadapanku. Dia harus membayar dengan nyawanya!""Pergi dari sini. Jangan pernah muncul di depanku lagi."Kemarahan Nayla terasa nyata. Jarinya menuding ke arah pintu, tidak memberi Hans kesempatan untuk bicara lagi.Lima bekas jari jelas terlihat di wajah Hans. Melihat Nayla sangat marah, Hans tahu mengatakan apa pun lagi tidak akan ada gunanya. Dia hanya bisa menyerah untuk saat ini.Dia bangkit pergi, tapi tiba-tiba berhenti dan berbalik, menatapnya kembali dengan kening berkerut."Tubuhmu masih lemah. Jangan marah, aku pergi."Raut wajah Nayla tetap datar, tapi kebencian di dalam dirinya semakin menguat.Janga

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 568

    "Terima kasih, Kak Boby."Wajahnya masih pucat. Penampilannya yang lemah karena sakit membuatnya terlihat semakin rapuh.Boby menatapnya, menghela napas tak berdaya, lalu mengulurkan tangan untuk mengelus rambutnya.Dia menyempatkan diri untuk mengunjungi Nayla hari ini. Setelah insiden sebesar ini, dia tidak bisa tenang sebelum memeriksa keadaannya.Melihat Nayla aman, dia hanya mengobrol sebentar sebelum bergegas kembali ke perusahaan.Dia saat ini harus terus mengawasi perkembangan penelitian, tidak bisa bersantai sejenak pun.Setelah Boby pergi, Charlie memberi tahu Nayla tentang perkembangan penyelidikan polisi.Ketiganya membantah melakukan kejahatan, tapi semua bukti telah diserahkan kepada polisi. Andre dan orang yang disuruh membunuh Bibi Dila keduanya telah memberikan kesaksian di kantor polisi.Ditambah dengan pengakuan mereka secara langsung di siaran langsung, bantahan mereka sia-sia saja.Kini, tinggal menunggu polisi mengajukan tuntutan agar mereka dijatuhi hukuman.Nayl

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 567

    "Gipsnya bisa dilepas beberapa hari lagi. Apa kamu mau begini terus selamanya?"Amanda tiba-tiba menyadari.Ternyata, dia sedang membicarakan gipsnya."Nggak. Aku sudah mau melepasnya sejak lama. Aku akan datang menemuimu beberapa hari lagi untuk melepasnya.""Oke, silakan lanjut."Mario mengangguk, menarik pandangannya, dan pergi.Pintu lift tertutup kembali.Amanda memikirkan sikap Mario tadi, menghadapnya dengan sangat anggun dan menawan.Hatinya benar-benar tertawan.Terutama senyum di bibir dan matanya, sungguh sulit dilupakan, sangat memikat.Perawatnya berdiri di belakangnya, mengamati sebentar dan bergumam dengan senyum, "Dokter Mario memang keren, ya? Sudah tampan, lembut pula."Amanda tersenyum seperti orang yang mabuk kepayang. "Benar, dia tampan dan lembut.""Aku penasaran dia sudah punya pacar atau belum. Siapa pun yang bisa mendapatkan hati Dokter Mario pasti sangat beruntung. Ya 'kan, Nona Amanda?""Ya, dia masih lajang ...."Amanda tergagap, pipinya merona malu, menoleh

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status