Share

Bab 38

Author: Ayyliana
last update publish date: 2026-08-31 21:58:43

Pak Adrian mengeluarkan beberapa lembar dokumen. Alena masih memperhatikan dengan jantung yang berdetak lebih cepat.

"Ini salinan perjanjian pranikah yang dibuat lima tahun lalu."

Alena membeku. Perjanjian pranikah, ada hal seperti itu di antara dirinya dan Alres?

Selama lima tahun menikah, Alena sama sekali tidak mengetahui adanya dokumen tersebut. Baginya, pernikahan itu sudah terjadi dan ia tidak pernah berniat mempersoalkan harta ataupun perusahaan milik Alres.

Namun, melihat keseriusan Pak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 99

    Regan menatap Alena yang diam dengan tatapan kosong. “Alena, setiap designer pasti memiliki keunikan, dan terkadang mereka sering meninggalkan tanda pada karyanya, apakah kamu juga memiliki kebiasaan tersebut?” Mata Alena membola, “Kamu benar, aku memang selalu memiliki kebiasaan unik pada setiap karyaku, tetapi apakah itu bisa membuktikan jika aku ini Lovely?” Alena belum yakin.Regan berkata pelan, “Harusnya, jika ciri tersebut tidak ada yang mengetahui kecuali kamu, tetapi jika semua orang mengetahui, kamu harus menemukan bukti yang tidak bisa mereka bantah.”Alena tersenyum tipis. “Aku tak yakin ada yang sadar atau tidak. Yang jelas jika aku tahu buktinya ada di mana, sejak tadi aku sudah mencarinya.”Regan ikut tersenyum kecil. “Berarti kita harus mencari tahu.”Alena menatapnya. Ia terdiam sebentar sebelum akhirnya mengangguk. “Benar.”Suasana kembali hening. Namun, kali ini pikiran Alena sedikit lebih tenang. Setidaknya ia tidak harus menghadapi semuanya sendirian.

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 98

    Malam itu, Alena masih memikirkan semua kejadian yang berlangsung sejak pagi. Alena duduk di meja makan Villa Amarilis sambil menatap piring di hadapannya.Alena tidak menyangka Keira akan mengaku sebagai Lovely. Alena tidak mungkin hanya diam. Ia harus membicarakan masalah ini dengan Regan.Alena segera menghubungi Regantara, saat panggilan tersambung, Alena sedikit ragu karena masalah video lamanya yang belum mendapat penjelasan Regantara.Juga tentang kalimat yang terus terngiang di kepalanya sejak malam sebelumnya. Kamu benar-benar tidak mengingatku, Alena?Namun, setiap kali hendak membuka pembicaraan itu, Alena selalu mengurungkan niatnya. Ia belum siap mendengar jawabannya.Untuk saat ini, ada masalah lain yang jauh lebih mendesak. “Regan, ada yang ingin aku bicarakan.”“Boleh, kamu bisa datang ke rumahku.”Alena mengangguk meski tidak bisa dilihat Regan. “Baiklah, aku tidak mengganggumu, kan?” “Tidak Alena, aku tunggu kedatanganmu.” Alena menarik napasn

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 97

    Alena kembali menatap layar komputer di hadapannya. Data yang baru saja diberikan oleh bagian IT masih terbuka. Waktu akses ke situs My Lovely tercatat pukul 21.47, sama seperti yang ditemukan Regan sebelumnya.Namun, semakin lama Alena memperhatikan data tersebut, semakin ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. “Jam segini ada yang masuk ke divisi desain?” tanya Alena.Mira asisten baru yang di kirim Pak Adrian untuk mendampinginya berdiri tak jauh di seberang meja mengangguk. “Kalau berdasarkan catatan akses, iya. Setelah saya cek, malam itu ada rapat sampai cukup larut. Beberapa orang dari divisi lain memang sempat keluar-masuk.”Alena mengerutkan kening. “Rapat?”“Informasi yang kudapat, ada pembahasan proyek baru. Beberapa kepala divisi dan tim mereka ikut hadir.”Alena menyandarkan tubuhnya ke kursi. Berarti, catatan kartu akses pada pukul 21.47 tidak bisa dijadikan bukti untuk menentukan siapa yang menggunakan komputer Angel. Terlalu banyak orang yang keluar-masuk divisi desain

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 96

    Pagi berikutnya, Alena tiba di Arta Group lebih awal dari biasanya. Semalaman ia tidak bisa tidur karena memikirkan pertanyaan Regantara. Kenapa dia yang harus mengingat masa lalu mereka.Seketika pikiran Alena terbagi dua, antara masa lalunya dengan Regantara yang terlupakan, dan masa kini yang harus mulai ia rencanakan. Termasuk menjalani pekerjaan barunya menjadi wakil direktur utama.Sejak resmi menjadi wakil direktur, ia tahu cara orang-orang memandangnya sudah berubah. Kemarin, beberapa karyawan masih membicarakannya sebagai mantan istri Alres. Hari ini, ia adalah salah satu orang yang memiliki wewenang dalam perusahaan.Alena tidak ingin perubahan itu membuatnya terburu-buru. Ia justru ingin memulai dengan memahami kembali perusahaan dari dalam.Begitu sampai di ruang kerjanya, Alena meminta beberapa dokumen kepada sekretaris. “Bisa tolong siapkan struktur organisasi terbaru, daftar kepala divisi, dan laporan proyek yang sedang berjalan?”“Baik, Bu Alena.”“Termasuk prosedur ak

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 95

    Setelah Pak Adrian dan keluarganya pulang, suasana di Villa Amarilis kembali tenang.Alena membereskan beberapa piring yang masih berada di meja makan, sementara Regantara berdiri di teras sambil menerima telepon.Pria itu memang tidak langsung pulang. Setelah makan malam selesai, ia mengatakan masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.Alena tidak mempermasalahkannya. Malam itu sebenarnya cukup menyenangkan. Tidak ada pembicaraan tentang Keira, Alres, atau masalah perusahaan yang biasanya memenuhi pikirannya.Hanya makan malam sederhana dan percakapan ringan. Setelah dapur kembali rapi, Alena keluar membawa dua gelas air. Namun, Regan masih berbicara di telepon.Alena meletakkan salah satu gelas di meja teras. “Minum dulu kalau sudah selesai,” katanya.Regan mengangkat tangan sebagai tanda mengerti. Alena mengangguk lalu kembali masuk.Beberapa menit kemudian, ia mendengar suara pagar terbuka dan tertutup. Mungkin pria itu pulang terlebih dulu untuk mengambil sesuatu

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 94

    Sepulang dari Arta Group, Alena langsung menuju Villa Amarilis. Hari ini terasa jauh lebih melelahkan daripada yang ia bayangkan. Bukan karena rapatnya berlangsung terlalu lama, tetapi karena untuk pertama kalinya ia harus duduk di tengah para pemegang saham sebagai bagian dari jajaran manajemen perusahaan.Ia masih memikirkan banyak hal ketika melihat Regantara sedang duduk di teras rumahnya. Pria itu tampak santai dengan sebuah laptop di hadapannya. Begitu melihat Alena melewati rumahnya, Regan langsung melambaikan tangannya.Melihat lambaian tangan Regan, Alena pun menanggapi dengan lambaian tangannya. Alena berpikir ia harus mengucapkan terima kasih, ia pun menghampiri Regantara.“Sudah pulang?”Alena mengangguk. “Sudah.”Regan memperhatikan wajahnya beberapa saat. “Sepertinya kamu terlihat sangat lelah? Bagaimana Rapatnya, berjalan lancar?”Sebelum menjawab, Alena meletakkan tasnya di kursi terdekat sebelum duduk di hadapan Regan. “Sangat melelahkan ... tapi berkatmu, semuanya be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status