Share

Bab 52

Author: Ayyliana
last update publish date: 2026-09-06 22:17:13

Alena masih menatap desain yang terpampang di layar komputernya. Semakin lama diperhatikan, semakin jelas baginya bahwa ada sesuatu yang tidak biasa.

Keira bukan desainer yang buruk. Justru sebaliknya. Ia memiliki kemampuan yang cukup baik untuk memahami bentuk, warna, dan karakter busana. Namun, desain ini terasa berbeda.

Ada beberapa keputusan yang menurut Alena terlalu dipaksakan. Detail yang seharusnya menjadi kekuatan justru membuat keseluruhan gaun kehilangan keseimbangan.

Alena membuka k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 52

    Alena masih menatap desain yang terpampang di layar komputernya. Semakin lama diperhatikan, semakin jelas baginya bahwa ada sesuatu yang tidak biasa.Keira bukan desainer yang buruk. Justru sebaliknya. Ia memiliki kemampuan yang cukup baik untuk memahami bentuk, warna, dan karakter busana. Namun, desain ini terasa berbeda.Ada beberapa keputusan yang menurut Alena terlalu dipaksakan. Detail yang seharusnya menjadi kekuatan justru membuat keseluruhan gaun kehilangan keseimbangan.Alena membuka kembali konsep awal yang diberikan klien. Kemudian berpindah pada desain final. Ia mulai membandingkan keduanya.Enam hari. Waktu yang sangat singkat untuk memperbaiki beberapa gaun pengantin yang akan tampil dalam acara mode besar.Namun, bukan berarti mustahil. Alena mulai membuat catatan. Bagian mana yang harus dipertahankan. Bagian mana yang harus dikembalikan. Dan bagian mana yang harus diperbaiki.Ia sedang berdiri mengambil beberapa dokumen ketika suara dari ruang rapat kecil di sebelah me

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 51

    Pertanyaan tentang cincin itu masih mengganggu pikiran Alena sepanjang pagi. Bagaimana mungkin cincin yang dirancangnya lima tahun lalu bisa muncul dalam sebuah pelelangan?Dan yang lebih membuatnya penasaran, mengapa cincin itu berada di acara yang diselenggarakan oleh Regantara? Alena bahkan belum sempat menanyakan hal tersebut kepada pria itu.Tangannya sudah meraih ponsel yang tergeletak di atas meja. Nama Regantara masih berada di daftar kontak terakhir yang dibukanya semalam. Jarinya berhenti di atas nama itu.Haruskah ia menelepon? Alena mengembuskan napas pelan.Pertemuan semalam saja masih terasa aneh baginya. Ia baru mengetahui bahwa pria yang selama ini membantunya ternyata adalah Regantara, seseorang yang sebenarnya sudah mengenalnya sejak lama.Belum lagi cara pria itu memandangnya. Seolah-olah ada begitu banyak hal yang diketahui Regantara tentang dirinya, sementara ia bahkan tidak mampu mengingat semuanya.Alena belum sempat menekan tombol panggil ketika suara langkah k

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 50

    Bab 50:Alres mengangkat wajahnya saat Alena baru saja memasuki kamar. Tatapannya langsung tertuju pada Alena dari ujung kepala sampai kaki.Beberapa detik berlalu tanpa suara. Alena baru menyadari gaun yang dikenakannya masih melekat di tubuhnya. Gaun itu memang sederhana, tetapi potongannya membuat penampilannya terlihat jauh berbeda dari biasanya."Kamu habis dari mana?" Nada suara Alres terdengar dingin.Alena tidak menutup pintu kamar, kemudian berjalan beberapa langkah menjauh darinya. "Aku menghadiri pesta ulang tahun temanku.""Siapa?"Alena menoleh. Biasanya Alres tidak akan pernah sepeduli itu menanyakan ke mana ia pergi. "Kamu tidak mengenalnya."Jawaban itu membuat rahang Alres mengeras. Selama lima tahun menikah, Alena hampir tidak pernah memberikan jawaban sesingkat itu kepadanya.Dulu, perempuan itu selalu berusaha menjelaskan banyak hal, bahkan untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ia jelaskan.Alres berdiri dari ranjang. "Ini untukmu." Sebuah paper bag yang sejak

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 49

    Bab 49:Malam itu terasa jauh lebih sunyi daripada biasanya. Alena duduk berhadapan dengan Regantara di sebuah restoran yang tidak terlalu ramai. Lampu-lampu kecil menggantung di atas setiap meja, menciptakan suasana hangat yang justru membuat kecanggungan di antara mereka terasa semakin jelas.Sejak meninggalkan acara lelang, Alena belum banyak bicara. Begitu pula Regantara.Pria itu hanya sesekali memastikan makanan di hadapannya disentuh, seolah khawatir Alena akan kembali kehilangan selera karena terlalu banyak memikirkan sesuatu."Kenapa kamu diam saja?" tanya Regantara akhirnya.Alena mengangkat wajah. "Aku hanya sedang memikirkan sesuatu."“Apa yang kamu pikirkan?” Regantara tersenyum tipis.Alena menunduk, memainkan sendok di tangannya sebelum akhirnya mengumpulkan keberanian. "Aku ingat waktu masih kecil, kamu salah satu anak asuh Ayah."Regantara tidak langsung menjawab."Kamu benar, Pak Adrian juga pasti sudah mengatakannya padamu."Alena mengangguk membenarkan, Pak Adrian

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 48

    Alena kembali ke ruang VIP dengan langkah yang tidak sepenuhnya ia sadari. Pikirannya masih tertinggal di lorong tadi.Suara Keira terus terngiang di kepalanya. Cincin itu karyaku. Kalimat sederhana itu justru membuat pikirannya semakin kacau.Selama ini Keira mengaku kepada Alres bahwa dirinya adalah Lovely. Dan Alres mempercayainya.Bahkan malam ini, pria itu rela mengeluarkan satu miliar untuk membeli cincin yang sebenarnya merupakan hasil karya Alena. Bagaimana semua itu bisa terjadi?Alena membuka pintu ruang VIP tanpa mengetuk. Ia bahkan tidak menyadari bahwa Pak Adrian sudah tidak berada di sana. Yang ia lihat hanya sebuah sofa kosong.Tanpa berpikir panjang, Alena langsung duduk di salah satu sisi sofa. Tatapannya kosong."Pak Adrian ...." Suaranya lirih. "Aku ingin pulang."Tidak ada jawaban. Alena menunggu beberapa detik. Namun, pikirannya yang masih dipenuhi berbagai pertanyaan membuatnya tidak menyadari bahwa orang yang duduk di hadapannya bukanlah Pak Adrian."Pak Adrian,

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 47

    Regantara akhirnya memasuki ruangan VIP yang sejak tadi menjadi tempat Pak Adrian menunggu bersama Alena.Begitu pintu terbuka, pandangannya langsung menyapu seluruh ruangan. Namun, sosok yang dicarinya tidak terlihat. Hanya ada Pak Adrian yang duduk di salah satu sofa.Regantara berhenti sejenak. Matanya kembali berkeliling, seolah berharap Alena tiba-tiba muncul dari sudut ruangan."Alena sedang ke toilet," ujar Pak Adrian, seolah memahami siapa yang sedang dicari pria itu. "Sejak tadi dia menunggumu dengan penasaran."Regantara hanya mengangguk. Ia berjalan mendekat lalu duduk di sofa yang menghadap langsung ke ballroom.Dari tempat itu, seluruh ruangan lelang terlihat jelas melalui dinding kaca. Para tamu masih sibuk berbincang setelah sesi lelang berakhir. Beberapa di antaranya bahkan masih membicarakan cincin pasangan yang baru saja dimenangkan Alres dengan harga fantastis.Regantara tidak terlalu memperhatikan mereka. Pikirannya justru tertuju pada satu orang. Alena."Jadi, kam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status