LOGIN_o0o_
"Aku tidak bisa hidup seperti ini lagi!! Berani-beraninya Selir-Selir rendahan itu menghinaku. Dulu saja, saat semua harta yang kumiliki meli
_o0o_Semakin hari, suasana istana semakin suram. Sejak Xiao Lan menegur Lian Gu, hubungan mereka semakin renggang.Lian Gu menyibukkan dirinya dengan kumpulan dokumen istana dan rapat bersama menteri. Setiap kali Xiao Lan ingin bicara, Lian Gu langsung mencari alasan untuk menghindarinya.Kekhawatiran Xiao Lan semakin besar saat mengingat Festival Naga dua bulan lagi akan datang. Ia takut jika suaminya akan ditanyai lagi perihal pewaris takhta, dan pasti para menteri akan mencecar ia dan Xiu Meng yang belum bisa mengandung anak dari Kaisar.Xiao Lan sudah tahan akan semua hinaan yang secara langsung dan tidak langsung para menteri berikan padanya, tapi bagaimana dengan Xiu Meng?
Seorang pelayan senior datang dan menuntunnya untuk ke kediaman yang nantinya akan ia tinggali. Pelayan itu memperbaiki kerudung merah yang menjadi penutup wajahnya seraya mengatakan jika ia harus berusaha untuk menarik perhatian Kaisar.Xiu Meng mengiyakannya. Lama ia menunggu, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan Kaisar. Karena merasa bosan, Xiu Meng memilih untuk keluar menghirup udara guna menghilangkan rasa sesak yang dirasakannya.Xiu Meng berjalan mendekati kolam teratai di kediaman barunya dan menghirup dalam udara sejuk malam hari. Walau baru melihat sebagian kecil isi kediamannya, Xiu Meng sudah merasa tenang. Ia yakin ia akan menyukai kediamannya ini.Kolam teratai dengan pohon besar dan juga ayunan kecil, tentu beberapa bunga yang masih terlihat indah walau hari sudah malam.
_o0o_Bunyi tabuhan genderang menyambut sepasang manusia yang ingin mengikrarkan janji pernikahan. Pakaian merah menyala mereka seragam dengan hiasan istana yang terpasang rapi di semua sisi.Mempelai pria tersenyum lebar seakan-akan dialah manusia yang paling bahagia. Di sisi lain, wajah mempelai wanita terlihat sendu di balik kain yang menutupi wajahnya. Ia sangat bersyukur karena dengan kain merah ini semua orang tidak melihat ekspresi sedihnya sekarang.Kedua mempelai berjalan beriringan dengan tangan yang memegang kain merah penghubung mereka.
_o0o_"Apa yang kau lakukan padaku, hah?!" Fei Ning mengamuk saat menyadari dalang di balik penculikan dirinya adalah Liu Ri."Tidak mungkin kau tidak tahu apa yang kulakukan padamu, Selir Tang.""Wanita gila!! Kau sadar apa yang-""Ya!! Aku sadar!!" sentak Liu Ri seraya mencengkeram dagu Fei Ning."Lepaskan aku!!""Kalau aku tidak mau?""Brengsek, kau da
"Tentu, Ibu Suri. Awalnya saya bingung di mana Putri Lu Si berada karena saya sudah memeriksa hampir seluruh bagian Istana Kekaisaran, tapi tidak menemukan Putri Lu Si. Kemudian saya teringat akan ada salah satu tempat yang belum diperiksa dan mungkin tidak terpikirkan oleh kita semua, yaitu gerbang belakang istana. Saya menemukan Putri Lu Si di sana sedang duduk dan ada orang yang berpakaian serba hitam menghunuskan pedang pada Putri Lu Si. Saya menyerangnya dan kami bertarung sebentar di sana." Zhao Ling berusaha menjelaskan secara ringkas."Itu pasti salah satu penyerang yang menculik Selir Tang, Yang Mulia," ujar Zian Lin mengeluarkan pemikirannya."Kau benar, Zian Lin. Aku juga berpikir seperti itu." Huang Ji sependapat dengan pengawal pribadi kakaknya itu."Apa kau melihat Selir Tang di sana atau mungkin kau m
_o0o_Malam semakin larut: suara binatang bersahut-sahutan mengisi keheningan malam. Di malam itu juga terlihat dua orang berlari cukup cepat, dengan salah satu di antara mereka menggendong seseorang yang tidak sadarkan diri.Keduanya terus berlari dan berhenti di depan pintu belakang sebuah kediaman. Di sana ada seorang pelayan yang sudah berdiri menunggu keduanya datang."Menteri Xi sudah menunggu di dalam," ujar orang itu."Berikan dia upahnya," ucap pria yang sudah menjadi rekan Xia Yu malam ini, la







