Share

Kebangkitan Pendekar Amnesia
Kebangkitan Pendekar Amnesia
Author: Darrel Gilvano

Bab 1

Author: Darrel Gilvano
"Usiaku 28 tahun, kerja sebagai manajer di hotel berbintang dengan penghasilan tahunan sekitar 200 juta. Aku ingin pasanganku berusia di bawah 30 tahun, tinggi badan di atas 180 sentimeter, penghasilan minimal 1,6 miliar setahun, punya mobil seharga 1 miliar ke atas, dan setidaknya tiga properti di Bataram. Maskawin yang kuinginkan sebesar 1,36 miliar ...."

Di acara kencan buta luar ruangan, seorang wanita berpenampilan rata-rata memperkenalkan diri secara singkat, lalu dengan tidak sabar menyampaikan kriteria pasangan yang dicarinya.

Jimmy Nugroho mendengarkan dengan linglung. Selain tinggi badan dan usia, dia sama sekali jauh dari semua kriteria yang disebutkan wanita itu.

Setelah beberapa saat, Jimmy akhirnya tersadar dari lamunan dan berkata, "Nona, kalau kamu berniat kencan buta, kita bisa ngobrol baik-baik. Tapi, kalau kamu ingin membuat permohonan, aku bisa rekomendasikan sebuah kuil untukmu. Atau mungkin kamu lupa minum obat hari ini? Ada apotek besar di seberang alun-alun ...."

"Sakit jiwa! Pantasan jomblo!" maki wanita itu sebelum pergi meninggalkan Jimmy dengan marah.

"Memangnya kamu nggak jomblo!" cibir Jimmy.

Hanya Tuhan yang tahu orang-orang aneh macam apa yang datang ke acara kencan buta perusahaan ini. Jika Jimmy memiliki semua kriteria yang dilontarkan wanita tadi, apa dia masih perlu pergi kencan buta?

Sambil menggerutu, Jimmy berjalan menghampiri tamu wanita di meja lain. Dia tidak percaya dirinya tidak dapat menemukan satu pun teman kencan buta yang baik.

Melihat sikap serampangan Jimmy, dua pria tua yang berdiri tidak jauh darinya bertukar pandang sambil tersenyum kecil. Meski ingatannya masih tersegel, sifat flamboyan tuan muda mereka masih tidak berubah.

Tidak ada yang pernah menyangka bahwa tuan muda dari Sekte Bayangan yang agung, genius tak tertandingi yang pernah menundukkan banyak pendekar lima tahun lalu, akan berakhir seperti ini.

Pria tua bertubuh tinggi kurus menghela napas, lalu bertanya dengan suara rendah pada pria tua berjubah abu-abu di sampingnya, "Apa sebaiknya kita ikut campur diam-diam? Tuan Muda sudah ditunangkan dengan putri Keluarga Sutomo. Kalau dia benar-benar menikah dengan wanita lain, gimana jadinya dengan pertunangan itu?"

Lebih dari lima tahun lalu, tuan besar mereka, Zainal Nugroho, kebetulan menyelamatkan nyawa kepala Keluarga Sutomo yang sedang dalam perjalanan dinas.

Di tengah perbincangan hangat, rencana perjodohan antara kedua cucu mereka pun ditetapkan. Zainal bahkan memberikan selembar foto Jimmy pada Edgar, kepala Keluarga Sutomo itu.

Saat itu, Zainal sangat berhati-hati dan tidak mengungkapkan identitas aslinya. Dia hanya berkata dirinya adalah seorang pertapa.

Namun, tidak lama setelah pertunangan ditetapkan, sebuat kejadian tak terduga terjadi.

Kala itu, Jimmy sedang berlatih di luar negeri. Meski dia telah membunuh banyak pendekar asing, pertumpahan darah brutal yang berkepanjangan, serta kultivasi batin yang belum sepenuhnya matang hampir menjerumuskannya ke jalan kegelapan.

Guna menyelamatkan si genius langka itu, Zainal segera membawa mereka ke luar negeri. Dia mengorbankan nyawanya sendiri untuk menyegel ingatan dan basis kultivasi Jimmy selama lima tahun. Harapannya, Jimmy dapat hidup sebagai orang biasa selama periode itu dan menghilangkan naluri iblisnya.

Menjelang kematiannya, Zainal berpesan bahwa Jimmy baru diizinkan pergi ke Keluarga Sutomo untuk memenuhi janji pertunangan setelah naluri iblisnya hilang.

Kini, lima tahun hampir berlalu. Naluri iblis Jimmy pada dasarnya telah menghilang dan ingatannya pun mulai menunjukkan tanda akan pulih. Akan sangat merepotkan bila dia menikah dengan wanita lain di saat penting ini.

Pria tua berjubah abu-abu memikirkannya sejenak, lalu menggeleng pelan dan membalas, "Sebelum meninggal, Tuan Zainal sudah berpesan, selama Tuan Muda nggak berbuat jahat atau dalam bahaya maut, kita nggak boleh mengganggunya."

"Biarkan dia menjalani kehidupan sebagai orang biasa selama beberapa hari lagi supaya naluri iblis dalam tubuhnya benar-benar lenyap. Mengenai pertunangan, itu urusan pribadi Tuan Muda, bukan sesuatu yang bisa kita campuri," tambah pria tua berjubah abu-abu itu.

Pria tua tinggi kurus merenungkannya sebentar, lalu tidak berkata apa-apa lagi.

Tepat pada saat itu, sebuah mobil hitam tiba-tiba menepi di luar alun-alun tempat acara kencan buta.

Pintu mobil terbuka. Seorang wanita berseragam militer dengan aura heroik keluar terlebih dahulu, lalu segera membuka pintu belakang.

Segera setelahnya, seorang wanita dengan seragam jenderal keluar dari mobil. Paras wanita itu sangat elok dan tubuhnya berlekuk proporsional.

Namun, pada momen itu, tidak ada yang memperhatikan wajah dan bentuk tubuh wanita itu. Hampir semua mata tertuju pada dua bintang emas berkilauan pada epolet di bahunya. Ketika berjalan mendekat, aura mengintimidasi terpancar darinya.

"Astaga! Itu Jenderal Siluman, Yasmin Sutomo!"

"Iya, itu dia! Upacara penganugerahan gelarnya sebagai Jenderal Siluman beberapa hari lalu disiarkan langsung ke seluruh negeri lho!"

"Dengar-dengar dia baru 22 tahun. Diangkat sebagai jenderal di usia semuda itu, dia benar-benar jenderal tercemerlang di Nagarai!"

"Nggak kusangka bisa melihat Jenderal Yasmin! Aku ingin sekali minta tanda tangannya!"

"Dapat tanda tangan Jenderal Yasmin? Jangan mimpi!"

Kedatangan sosok heroik Yasmin menggemparkan semua orang di lokasi acara kencan buta. Tiap-tiap orang memandangnya dengan raut kagum. Ke mana pun dia melangkah, orang-orang mengikuti dan memberi salut. Yasmin tidak memedulikan mereka dan langsung melangkah lurus ke hadapan Jimmy.

Merasakan aura membunuh dari Yasmin, semua orang buru-buru mundur menjauhi Jimmy.

Pada saat yang sama, Yasmin mengeluarkan selembar foto dan membandingkannya dengan wajah Jimmy.

Itu adalah foto Jimmy saat berusia 15 tahun. Tampangnya masih sedikit kekanak-kanakan, tetapi kontur wajahnya sudah terbentuk dan pada dasarnya tidak banyak berbeda dari yang sekarang.

Sesaat kemudian, Yasmin mengalihkan tatapannya dari foto. Dia menatap Jimmy dan bertanya dengan angkuh, "Kamu Jimmy Nugroho?"

Yasmin sangat bangga pada dirinya sendiri, tetapi dia memang punya alasan untuk berbangga. Sebagai Jenderal Siluman di bawah komando Raja Perang Burung Vermilion, dia menduduki peringkat kedua di antara Tujuh Jenderal Selatan.

Yasmin baru berusia 22 tahun ketika dianugerahi gelar Jenderal Siluman, apalagi dia seorang wanita! Ini benar-benar sebuah pencapaian luar biasa di seluruh Nagarai.

Jimmy mengangguk, menatap wanita dengan aura dominan di depannya dengan bingung dan berkata, "Kamu ...."

"Jangan bicara apa pun, cukup dengarkan aku saja!" Yasmin mengangkat tangan untuk memotong ucapan Jimmy, lalu berucap dengan angkuh, "Hari ini aku datang untuk membatalkan pertunangan secara langsung!"

Yasmin meneruskan, "Aku adalah Jenderal Siluman, sedangkan kamu hanya satpam kecil di Grup Sucipto. Kita berasal dari dunia yang berbeda. Kalau kakekku menemuimu, katakan saja kalau kamu nggak layak untukku. Berani menambah satu kata pun, jangan salahkan aku kalau bertindak kejam!"

Usai berkata demikian, Yasmin mengentakkan kakinya. Duar! Retakan seperti jaring laba-laba segera menyebar di lantai beton.

Aksi Yasmin membuat semua orang terdiam ketakutan. Mereka bahkan tidak berani bernapas keras-keras.

Yasmin memang pantas mendapatkan gelar Jenderal Siluman. Satu entakan kakinya saja sudah begitu kuat dan mengerikan. Sungguh luar biasa!

Jimmy tertegun menatap retakan di lantai. Suatu sensasi familier yang tak bisa dijelaskan melandanya.

Melihat Jimmy hanya diam, Yasmin menggeleng pelan. Setelah pencarian yang sangat lama, beberapa hari lalu akhirnya dia menemukan keberadaan tunangan yang belum pernah ditemuinya ini.

Yasmin sengaja memilih saat ini untuk membatalkan pertunangan guna menilai keberanian Jimmy. Bila pria itu ternyata cukup jantan, demi menghormati kakeknya, dia mungkin akan memberinya kesempatan.

Namun, lihatlah, bahkan setelah Yasmin membatalkan pertunangan mereka di depan publik, Jimmy sama sekali tidak berani bereaksi. Mana mungkin pengecut seperti itu layak menjadi suaminya? Mereka memang berasal dari dunia yang berbeda!

"Namaku Yasmin Sutomo. Karena akulah yang membatalkan pertunangan, anggaplah aku berutang budi padamu. Kelak kalau butuh sesuatu, kamu bisa mengontakku. Aku akan membantumu satu kali," ujar Yasmin sambil merobek-robek foto yang dipegangnya di depan Jimmy.

Usai menyuruh pengawal untuk memberikan kartu namanya pada Jimmy, Yasmin segera pergi. Tidak ada artinya bicara berlama-lama dengan pengecut seperti Jimmy. Lebih baik dia bergegas pergi ke rumah sakit. Raja Perang Burung Vermilion seharusnya akan segera tiba.

Sambil memandangi mobil Yasmin yang melaju pergi, Jimmy termangu bingung tanpa bisa berkata-kata. Wanita itu pasti salah mengenali orang. Dia bahkan tidak mengenalnya, mengapa dia tiba-tiba datang membatalkan pertunangan?

"Anak Muda, apa kamu mengenal Jenderal Yasmin?"

"Ganteng, bisa kamu berikan nomor ponsel Jenderal Yasmin padaku?"

"Aku akan bayar 2 juta untuk nomor ponsel Jenderal Yasmin!"

"Aku bayar 4 juta ....!"

Selepas Yasmin pergi, orang-orang mulai mengerumuni Jimmy. Semua orang menginginkan nomor kontak wanita itu.

Situasi mulai ricuh, tampak seolah akan terjadi perkelahian. Para reporter yang menyiarkan siaran langsung pun ikut menghampiri Jimmy. Kamera mereka hampir saja menempel di wajahnya.

Di saat Jimmy mulai pusing dengan semua keributan itu, ponselnya tiba-tiba berdering. Kepala divisi keamanan perusahaan meneleponnya.

Begitu panggilan tersambung, lawan bicara langsung berkata dengan nada cemas, "Jimmy, cepat ke Rumah Sakit Diloam! Direktur ingin bertemu denganmu. Aku juga akan segera menyusul ...."

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (2)
goodnovel comment avatar
ng mukthar
baru baca dikit, nampaknya bagus.
goodnovel comment avatar
Jeff Jeff
lagi lagi cerita tentang diri sendiri membosankan......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 450

    Di rumah Zisel, Jimmy baru saja selesai memeriksa kondisi Yahya, ketika tiba-tiba menerima telepon dari Laura.Begitu mendengar penjelasan Laura, ekspresi Jimmy langsung berubah drastis."Ada apa?" Zisel melihat ekspresinya yang tidak beres dan segera bertanya dengan cemas."Ikut aku! Bibimu terluka!" jawab Jimmy dengan singkat, lalu menarik Zisel dan berlari keluar.Baru setelah mereka pergi dengan mobil, Marcus dan istrinya serta Yahya sadar, lalu segera menyusul menuju rumah Laura.Jarak kedua rumah tidak jauh. Hanya dalam beberapa menit, Jimmy dan Zisel sudah lebih dulu sampai.Melihat Ervina tergeletak dalam genangan darah, Zisel langsung menutup mulutnya."Jimmy, tolong selamatkan ibuku! Tolong ... selamatkan ibuku!" Begitu melihat Jimmy, Laura langsung menangis histeris, memohon tanpa arah."Aku cek dulu!" Situasi mendesak. Jimmy tidak sempat menanyakan apa yang terjadi, langsung maju memeriksa kondisi Ervina.Setelah pemeriksaan singkat, ekspresi Jimmy menjadi serius. Dia seger

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 449

    Jimmy memang harus pergi memeriksa kondisi Yahya. Orang tua itu malam ini benar-benar marah besar, jangan sampai terjadi apa-apa.Setelah mengantar mereka pergi, pandangan Andra kembali tertuju pada putrinya. Dengan penuh kekecewaan, dia menghela napas panjang. "Laura, aku nggak jadi cerai dengan ibumu. Kamu urus dirimu sendiri dengan baik."Tidak ada bentakan, bahkan tidak ada satu kata keras pun. Bukan berarti Andra tidak marah, bukan berarti dia tidak ingin meluapkan emosi. Namun, dia juga sadar apa yang dilakukan putrinya tidak lepas dari rencananya untuk bercerai.Anaknya salah. Sebagai ayah, dia juga salah. Yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah membatalkan niat cerai. Dia berharap Laura tidak lagi tertekan oleh hal ini dan bisa benar-benar mengintrospeksi diri. Soal apakah Yahya akan memaafkannya, itu tergantung Laura sendiri.Setelah berkata demikian, Andra keluar dengan hati yang berat. Entah sejak kapan, dia mulai merasa enggan berada di rumah ini.Laura masih berlutut di sa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 448

    Tamparan itu langsung membuat Laura terpaku. Andra dan Ervina juga terdiam.Sejak kecil, Laura sangat disayangi oleh Yahya. Sebelum ada masalah dengan Jimmy, Yahya bahkan tidak pernah berkata keras padanya. Hari ini, dia malah langsung menamparnya?Bahkan saat mengetahui perbuatan Laura yang tidak tahu balas budi, Yahya pun tidak pernah main tangan dengannya!Laura memegang pipinya dengan ekspresi kosong, menatap Yahya dengan bingung. "Kenapa?" Suara wanita itu bergetar, merasa sangat terzalimi."Kenapa? Kamu masih berani tanya kenapa?" Yahya benar-benar marah. Dia membentak, "Kamu pikir nggak ada yang tahu apa yang kamu lakukan?""Aku ... aku melakukan apa?" Laura menangis."Masih mau menyembunyikannya dariku?" Yahya semakin murka dan kembali mengangkat tangan hendak memukul.Jimmy sigap, segera menahan tangan Yahya."Ayah? Sebenarnya ada apa ini?" Andra panik. "Laura melakukan apa sampai membuatmu semarah ini?""Baiklah, aku beri tahu kalian apa yang dia lakukan!" Yahya gemetar karen

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 447

    Siapa sih yang sebodoh itu, menghabiskan 2 miliar hanya untuk pesan printer?"Bukan printer." Yaniel menjelaskan, "Ini alat yang bisa meniru tulisan tangan manusia, hasilnya sama persis. Yang beginian butuh teknologi juga."Begitu mendengar penjelasan Yaniel, ekspresi beberapa orang langsung berubah. Jimmy segera memberi isyarat dengan mata agar Yaniel berhenti berbicara.Yahya berdiri dengan napas berat, wajahnya pucat karena marah. "Wanita bermarga Sucipto yang menyuruh kalian membuat robot itu ... jangan-jangan namanya Laura?""Eh, kalian saling kenal?" Yaniel terkejut.Selesai sudah! Ternyata benar Laura!Jimmy hanya bisa tersenyum pahit dalam hati. Memang ada saja kebetulan seperti ini di dunia!"Kita pulang!" Yahya menggertakkan gigi dan berkata dengan marah, lalu langsung berjalan ke luar."Ini ... ini sebenarnya ada apa sih?" Zisel tersenyum pahit, lalu buru-buru menyusul.Melihat mereka pergi tanpa pamit, Yaniel dan Cheryl langsung panik."Ini bukan urusan kalian, lanjut makan

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 446

    Zisel tidak memahami maksud Jimmy, tetapi Yahya memahaminya dengan jelas.Dalam hati, Yahya terus merasa kagum pada kelapangan hati Jimmy. Laura dan ibunya sudah melakukan begitu banyak hal yang tidak tahu balas budi, tetapi Jimmy sama sekali tidak mempermasalahkannya.Kalau itu dirinya, jelas tidak akan bisa melupakan begitu saja. Mungkin, ini yang disebut perbedaan tingkatan. Atau mungkin juga, mereka memang belum pantas membuat Jimmy repot-repot memikirkan mereka.Meskipun begitu, Yahya tetap menyetujuinya.Jimmy sudah begitu memikirkan dirinya dan menghargainya. Kalau dia masih tidak menerima, itu benar-benar tidak pantas.Setelah Yahya setuju, Zisel pun kembali untuk menjemputnya. Sementara itu, Jimmy langsung membawa mereka berdua ke Resor Scene.Begitu Jimmy tiba, para karyawan langsung berlari menghampiri, memastikan dia baik-baik saja. Setelah itu, barulah mereka kembali bekerja.Lumayan. Masih punya hati nurani. Masih peduli pada bos mereka. Berarti uang yang dikeluarkan tida

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 445

    Jimmy menoleh, ternyata itu Yaniel dan Cheryl. Begitu melihat Jimmy, mereka berdua langsung berlari kecil mendekat."Kak Jimmy, ternyata benar-benar kamu!" Yaniel berkata dengan gembira, "Tadi Cheryl bilang punggung ini mirip kamu, aku masih ragu, ternyata memang benar kamu!"Jimmy tersenyum dan mengangguk, lalu bertanya, "Kalian ini ... jangan-jangan setelah dapat uang, langsung datang ke sini buat upgrade perlengkapan?""Bukan, bukan!" Yaniel buru-buru menggeleng. "Kami datang beli beberapa komponen, buat robot.""Robot?" Jimmy terkejut. "Kamu bisa bikin robot juga?"Datang ke sini buat beli komponen robot?Yaniel langsung menyadari bahwa Jimmy salah paham, lalu buru-buru menjelaskan. Robot yang dia maksud bukan seperti yang dibayangkan Jimmy, seperti Transformer. Yang dia buat itu robot kecil, bahkan tidak berbentuk manusia.Lebih ke mesin kecil yang cerdas. Digunakan untuk menggantikan pekerjaan manusia. Hanya saja, di kalangan mereka, semua hal seperti itu memang disebut robot.Se

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 81

    "Pura-pura saja terus!" Rafael mendengus sinis, lalu berkata, "Laura, menurutku hari ini dia memang nggak punya niat baik. Dia sengaja datang ke sini buat bikin keributan supaya menyeret Keluarga Sucipto!""Dia lagi balas dendam sama kamu! Sama seperti terakhir kali, waktu dia fitnah kamu selingkuh

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 80

    Jimmy!Secara pribadi, Jimmy sebenarnya tidak mencolok. Namun, transportasi yang dinaiki benar-benar mencolok!Di acara seperti ini, siapa yang tidak datang dengan mobil mewah? Dia malah naik skuter listrik butut. Mau tidak menarik perhatian pun sulit.Dalam sekejap, Jimmy langsung menarik perhatian

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 82

    Begitu semua orang sadar kembali, kerumunan langsung gempar."Tsk, tsk, sampai bisa bikin Pak Howard dari Grup Horizon keluar sendiri buat menyambutnya. Pamornya benar-benar besar!""Orang sehebat itu malah datang naik skuter listrik, rendah hati banget ya?""Kamu nggak ngerti! Itu namanya percaya d

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 85

    "Hmm ... boleh juga." Rubah Perak mengangguk, berkata dengan agak enggan. "Jenderal terlalu berbelas kasih pada Jimmy. Kalau menurutku, orang tak tahu malu seperti itu memang harus diberi pelajaran keras supaya kapok!""Selain memukulinya, memang kamu bisa menghukumnya bagaimana lagi?" Yasmin tersen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status