Share

Bab 266

Author: Darrel Gilvano
Andra tidak banyak bicara, hanya mengucapkan beberapa kata sederhana seperti "baik", lalu menutup telepon.

"Jangan-jangan ada masalah lagi?" Begitu Andra menutup telepon, Jimmy langsung bertanya.

Ekspresi Andra jelas terlihat tidak beres. Entah masalah apa lagi yang menimpa Keluarga Sucipto.

"Hais ...." Andra menghela napas panjang, lalu menatap Jimmy dengan ekspresi rumit. "Kakeknya Heston, Tommy, datang sendiri ke Bataram!"

"Tommy?" Jimmy sedikit mengernyit. "Barusan dia mengancammu?"

"Nggak s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 302

    Keesokan harinya, Jimmy dan Laura pagi-pagi sudah tiba di pengadilan negeri. Zaman sekarang, orang yang bercerai bahkan lebih banyak daripada yang menikah.Meskipun mereka datang cukup pagi, masih ada orang yang datang lebih awal dari mereka. Setelah antre sampai sekitar pukul 10 siang, akhirnya giliran mereka tiba."Kalian yakin ingin cerai?""Sepertinya kalian baru nikah belum lama. Kenapa sudah ingin cerai? Gimana kalau dipikirkan lagi? Jangan sampai karena emosi sesaat malah merusak pernikahan." Petugas menasihati dengan serius."Kami sudah memikirkannya dengan matang." Jimmy tersenyum."Benar." Laura juga mengangguk. "Kami memutuskan cerai setelah mempertimbangkannya dengan serius. Terima kasih atas niat baikmu, tapi nggak perlu membujuk kami lagi."Melihat tidak ada lagi yang bisa dibujuk, petugas itu akhirnya mulai memproses perceraian mereka.Setelah mengurusnya sampai sekitar pukul 10.30 siang, mereka akhirnya resmi mendapatkan akta cerai.Sambil memegang akta cerai itu, kedua

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 301

    Mendengar penjelasan Maruli, hati Laura langsung terasa dingin setengahnya.Namun, dia tahu betapa pentingnya mendapatkan kontrak ini bagi Keluarga Sucipto. Karena itu, dia kembali berusaha memperjuangkannya dan berharap bisa bertemu langsung dengan Maruli untuk membicarakannya secara lebih rinci."Aku juga hanya menyampaikan pesan. Mencariku pun nggak ada gunanya."Maruli menghela napas tak berdaya. "Kalau kamu masih ingin mencoba memperjuangkannya, kamu bisa datang ke perusahaan dan bicara dengan Pak Bisma. Mungkin masih ada kesempatan.""Baik, baik!" Laura segera menyetujuinya. "Kalau begitu, aku akan datang sore ini!"Selama masih ada sedikit peluang, dia tidak akan menyerah."Hari ini nggak bisa, sore ini kami ada rapat penting." Maruli berpikir sejenak, lalu berkata, "Begini saja, nanti aku tanyakan dulu kepada Pak Bisma kapan dia punya waktu. Kalau sudah ada kabar, aku akan kabari.""Baik, terima kasih, terima kasih banyak!" Laura sangat berterima kasih."Nggak perlu sungkan." M

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 300

    Selama dua hari berikutnya, Yunan cukup tenang. Bagaimanapun juga, sekarang Yasmin tidak lagi menghindarinya.Yunan hanya ingin segera menyembuhkan lukanya, lalu pergi mencari Yasmin untuk berduel. Hanya saja, Yunan masih sering mengomel di telinga Jimmy.Sedikit saja tidak cocok, dia langsung mengucapkan kalimat yang sama lagi, "Aku pasti akan membunuhmu." Sampai-sampai telinga Jimmy hampir kapalan mendengarnya.Selama waktu itu, Zisel juga setiap hari meneleponnya untuk mengingatkan agar dia tidak lupa tanggal mengurus akta cerai dengan Laura.Pada hari ketiga, Andra juga menelepon pagi-pagi, mengajaknya makan siang bersama sebagai makan perpisahan, sekaligus berterima kasih karena Jimmy telah meminta Mukhtar mengobati Yahya.Jimmy kebetulan tidak ada urusan, jadi dia langsung menyetujuinya.Siang hari, Jimmy hampir datang tepat waktu. Begitu masuk ke ruang VIP, dia baru sadar bahwa Laura dan Ervina juga ada di sana.Mata Ervina agak bengkak dan merah. Sepertinya beberapa hari ini di

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 299

    Saat mereka sedang asyik mengobrol, ponsel Bisma tiba-tiba berbunyi.Bisma mengangkat telepon itu. Setelah berbicara singkat beberapa kalimat, dia langsung menutupnya, lalu berkata dengan penuh perasaan, "Kekuasaan ini memang benar-benar sesuatu yang luar biasa. Pantas saja begitu banyak orang mati-matian ingin naik posisi.""Kenapa tiba-tiba jadi sentimental begitu?" tanya Jimmy sambil tersenyum.Bisma tersenyum dan menggeleng. "Sekarang perusahaan kami mau ganti perusahaan pengangkut material yang baru? Beberapa hari ini, banyak sekali orang mencariku lewat berbagai cara. Ada yang ajak aku makan, minum, bahkan bersenang-senang. Ada juga yang mau kasih hadiah. Bahkan ada yang langsung bicara soal komisi.""Tentu saja!" Jimmy tertawa keras, lalu mengingatkan, "Kalau sudah menerima pemberian orang, biasanya jadi nggak enak menolak. Jadi hati-hati saja."Meskipun dia tahu Bisma bukan orang seperti itu, tetap saja dia perlu mengingatkannya. Keinginan sering kali tumbuh seiring bertambahny

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 298

    Di dalam rumah, Jimmy baru saja selesai menelepon Bisma ketika Yunan mendorong pintu dan masuk."Lain kali ingat ketuk pintu dulu." Jimmy duduk tegak, lalu mengingatkan, "Kalau kamu masuk saat aku belum pakai celana, nanti bisa ....""Sudah pernah lihat kok!" Yunan mendengus dingin."Aku ...." Sudut mulut Jimmy berkedut. Wajahnya yang biasanya tebal pun sedikit memerah.Yunan duduk di kursi di dalam kamar, lalu mencibir "Kamu benar-benar membosankan!""Kamu berani bilang orang lain membosankan?" Jimmy menatap Yunan sambil tertawa. "Siapa yang bisa lebih membosankan daripada kamu?"Dia jelas tahu dirinya tidak punya kemampuan untuk membunuh Jimmy secara terang-terangan, tetapi setiap hari tetap berteriak ingin membunuhnya. Bukankah itu justru lebih membosankan? Benar-benar merasa diri sendiri hebat."Kamu sebaiknya bicara baik-baik denganku!" Yunan mengangkat alis dan mengancam, "Kalau nggak, aku akan kasih tahu rahasiamu kepada Yasmin!""Rahasia?" Jimmy bingung. "Rahasia apa?""Kamu se

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 297

    Jimmy mengurus makan dan tempat tinggalnya, merawat lukanya, bahkan membawakan makanan supaya dia mau makan! Siapa yang percaya kalau wanita ini mau membunuh dirinya?"Aku terluka!" Yunan menegaskan."Nggak usah bawa-bawa itu!" Jimmy mencebik. "Bahumu 'kan cuma satu yang terluka! Mau makan atau nggak, terserah!"Wanita ini benar-benar ingin disuap dirinya? Jangan mimpi!Meskipun Yunan terluka, kalau dia benar-benar ingin membunuh Jimmy, dia tetap bisa meloncat sambil membawa pedang. Sifat ini tidak boleh dituruti!Kalau tidak, wanita ini akan semakin menjadi-jadi. Saat itu, yang menderita tetap Jimmy sendiri.Yunan menatap Jimmy dengan kesal untuk sesaat, lalu mengambil sendok dengan enggan. Baru beberapa suap, terdengar bel pintu dari luar."Yasmin kembali memohon bertemu dengan Tuan. Mohon Tuan keluar sebentar." Di luar gerbang, terdengar suara Yasmin lagi.Belum sempat Jimmy mengusir mereka, Yunan sudah meletakkan sendoknya dan berlari ke luar."Ya sudah!" Jimmy mengangkat bahu, kem

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 73

    Sambil berkata demikian, Bisma kembali mengangkat gelas dan menenggak birnya dengan ganas.Jimmy tersenyum dan berkata, "Nggak apa-apa, aku akan cari orang untuk membantu mencarikan sekolah buat anakmu."Bisma adalah perantau yang datang bekerja dari luar daerah. Meski sudah menetap di Bataram, kota

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 69

    Mengingat peringatan Argani semalam, niat membunuh yang lama terpendam di tubuh Jimmy langsung meledak. Dengan aura pembunuh yang mengerikan, dia bertanya dingin, "Siapa yang menyuruhmu membunuhku?"Pria itu hendak menjawab, tetapi baru saja membuka mulut, darah langsung menyembur dengan deras. Tubu

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 77

    "Hah?" Jimmy terkejut. "Kalau begitu, gimana pertimbanganmu?""Aku agak bingung," sahut Bisma dengan ekspresi kosong. "Aku ingin dengar pendapatmu.""Ngapain tanya aku?" Jimmy memutar bola mata, lalu berkata tanpa daya, "Ini tergantung kamu sendiri. Kalau ada posisi yang kamu rasa sanggup kamu jalan

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 75

    Mana berani Shadika menceritakan yang sebenarnya? Dia hanya terus-menerus meminta maaf kepada Jimmy, berulang kali mengatakan bahwa semuanya hanyalah kesalahpahaman.Melihat Shadika tidak berani bicara, Howard pun beralih menanyakan langsung kepada Jimmy.Jimmy jelas bukan tipe orang yang membalas k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status