로그인Menjelang malam, Mukhtar kembali menelepon Jimmy. Dia mengatakan Melisa datang memohon kepadanya. Bukan hanya berlutut, bahkan sampai bersujud. Mukhtar ingin bertanya kepada Jimmy apakah dia sebaiknya pergi mengobati Rustam atau tidak."Terserah kamu saja." Jimmy tersenyum. "Kalau kamu mau pergi ya pergi, kalau nggak mau, ya nggak usah."Mukhtar tertawa kecil, lalu menjelaskan, "Begini yang aku pikirkan. Jarang sekali bertemu penyakit sulit seperti ini. Melihat Melisa sudah mengakui kesalahannya, aku ingin pergi mencoba mengobati Rustam terlebih dahulu. Kalau aku nggak bisa menyembuhkannya, aku ingin meminta kamu menggunakan kasus Rustam ini untuk mengajariku secara langsung ...."Setelah mengetahui rencana Mukhtar, Jimmy langsung tidak bisa berkata-kata. Ternyata lelaki tua itu sudah menunggunya di sini!Sebelumnya Jimmy memang pernah berjanji, kalau bertemu penyakit yang sulit, dia bisa mengajari Mukthar langsung.Setelah berpikir sejenak, Jimmy menjawab, "Aku bisa saja mengajarimu,
Mendengar perkataan Laura, Jimmy langsung merasa tidak bisa berkata-kata.'Masih mau suruh aku bantu Melisa? Memangnya aku butuh permintaan maaf dari Melisa?'Laura memang orang yang baik. Sayangnya, dia selalu tidak bisa membedakan mana orang baik dan mana orang jahat!Secara halus, orang seperti Laura ini disebut terlalu baik hati. Namun kalau disebut secara kasar, Laura ini benar-benar tidak punya mata!"Urusan ayah Melisa, aku nggak bisa berbuat apa-apa." Jimmy menggeleng dan menghela napas. "Tiba-tiba aku ingat masih ada urusan lain. Jadi aku nggak jadi makan sama kamu. Aku pergi dulu."Setelah berkata demikian, Jimmy segera pergi. Sepertinya makan siang ini tidak bisa dilakukan. Dia juga malas mendengar Laura memohon untuk Melisa. Daripada membuang waktu untuk itu, lebih baik dia menulis ulang resep dan mengirimkannya kepada Mukhtar, lalu menyelesaikan urusan terakhir ini.Melihat punggung Jimmy yang pergi dengan tergesa-gesa, Laura tidak bisa menahan diri untuk menunjukkan ekspr
Melihat Jimmy, Laura tak kuasa merasa sedikit tertegun.Setelah kehilangan fokus sejenak, Laura segera memaksakan senyum. "Kalau kamu mau datang, kenapa nggak bilang dulu sama aku? Kamu datang sendirian seperti ini, Kakek sampai mengira kita sedang bertengkar."Sambil berbicara, Laura menarik Jimmy kembali ke samping tempat tidur Yahya.Jimmy tahu Laura sedang menariknya untuk berpura-pura di depan Yahya, jadi dia tidak enak membongkar sandiwara itu dan hanya bisa ikut bekerja sama.Lantaran takut membuat Yahya marah atau sakit lagi, Jimmy tidak pernah menceritakan urusan antara dia dan Laura, serta berbagai masalah kacau di Keluarga Sucipto.Melihat sikap keduanya, mata Yahya yang keruh tampak menjadi jauh lebih cerah."Bi ... bi ...."Yahya lupa dengan nasihat Jimmy dan kembali mencoba berbicara. Namun setelah berusaha lama, yang keluar hanya satu kata itu. Meski hanya satu kata, itu sudah membuat Laura sangat terharu."Kakek! Ka ... Kakek sudah bisa bicara?" Laura menggenggam tangan
"Aku nggak akan bertarung mati-matian denganmu, aku hanya akan berduel denganmu!" jawab Yunan dengan dingin."Bukankah kita sudah cukup sering berduel?" Yasmin merasa kesal sekaligus geli. "Coba kamu hitung sendiri, sudah berapa kali kita bertarung beberapa hari ini?"'Benar-benar orang gila! Si Yunan ini benar-benar ingin membuatku mati kesal ya? Kenapa energinya bisa sebanyak itu?'"Yang dulu nggak usah dibahas lagi!" jawab Yunan tanpa ekspresi, tetapi di dalam hatinya dia masih mengingat perkataan Jimmy.Gunakan Yasmin sebagai latihan untuk meningkatkan kekuatannya. Yasmin memang lawan latihan yang sangat bagus."Duel kepalamu!" maki Yasmin karena tidak bisa menahan diri, lalu segera berlari ke arah pintu. Sekarang dia hanya ingin menyingkir dari orang gila bernama Yunan ini!Namun, Yunan sudah menebak bahwa Yasmin akan kabur. Dia langsung menghalangi pintu dan lebih dulu melancarkan serangan ke arah Yasmin.Di tengah pertarungan sengit, seluruh lantai bangunan itu seolah ikut berge
Di dalam hotel.Rubah Perak menutup telepon, lalu berdiri terpaku di tempat."Ada apa lagi?"Yasmin mengerutkan kening dan menatap Rubah Perak. Di dalam hatinya dia merasa kesal sekaligus tidak berdaya. Dirinya ini adalah seorang Jenderal Siluman yang terhormat, tetapi malah dibuat kesal oleh Yunan sampai tidak berani pulang ke rumah dan terpaksa bersembunyi di hotel.Kalau bukan karena dia benar-benar tidak ingin bertarung mati-matian dengan Yunan, mana mungkin dia harus menerima penghinaan seperti ini.Rubah Perak sadar kembali, lalu berkata dengan tidak percaya, "SI Jimmy bajingan itu nggak pergi ke kantor polisi untuk mengambil uangnya. Dia malah meminta polisi menyumbangkan hadiah dua miliar itu ke lembaga kesejahteraan!"Masalah Rafael melarikan diri dari penjara sudah menjadi pembicaraan besar di Bataram. Tentu saja Rubah Perak tidak mungkin tidak mengetahuinya. Bahkan, dia juga sudah mengetahui bahwa Jimmy tidak sengaja menangkap Rafael dan menyelamatkan Laura serta Ervina.Rub
Andra sedikit ragu, tetapi akhirnya tetap mengangkat telepon dari putrinya. Mendengar penjelasan Laura di ujung telepon, ekspresi Andra tiba-tiba berubah. Matanya menatap lurus ke arah Jimmy.Lebih dari satu menit kemudian, Andra menutup telepon. Namun, pandangannya masih belum lepas dari Jimmy.Jimmy tersenyum sambil menatap balik Andra, lalu bercanda, "Kenapa lihat aku sampai begitu? Apa ada bunga di wajahku?""Kamu yang minta Pak Mukhtar untuk obati ayahku?" tanya Andra.Jimmy tidak mengakui, tetapi juga tidak menyangkal. Dia hanya bertanya dengan penasaran, "Siapa yang kasih tahu kamu?""Melisa menelepon Laura." Andra menatap Jimmy dengan tajam. "Dia ingin minta Pak Mukhtar membantu mengobati ayahnya, tapi Mukhtar bahkan nggak gubris dia. Melisa sudah nggak punya jalan lain, jadi dia menelepon Laura dan meminta Laura membantunya memohon sama kamu. Dia bilang kamu pasti bisa meminta Pak Mukhtar datang.""Melisa ini kurang tulus."Jimmy menggeleng sambil tersenyum. "Kalau ingin minta
Dalam perjalanan pulang, Jimmy kembali memikirkan berbagai dugaan dalam hati. Apa jangan-jangan sebelum kehilangan ingatan, dia adalah seorang dokter? Apa dia pernah menyelamatkan nyawa Yahya, makanya Yahya bersikeras menikahkan Laura dengannya?Pemikiran ini membangkitkan antusiasme Jimmy. Setelah
Itu Yasmin! Jimmy merasa kesal sekaligus pusing. Kenapa bisa bertemu wanita ini di mana-mana? Baru dua hari, tetapi sudah bertemu empat kali. Pantas saja dia bisa punya perjanjian pernikahan dengan wanita ini.Benar-benar berjodoh. Hm, lebih tepatnya jodoh buruk!"Dilihat dari ekspresimu, sepertinya
Lantaran Laura tidak menjawab teleponnya cukup lama, Jimmy hendak mengakhiri panggilan, tetapi panggilannya tiba-tiba dijawab."Kapan kamu kembali ke perusahaan? Aku butuh tanda tangan surat pengunduran diriku, tapi nggak ada staf yang berani menandatanganinya. Mereka bilang cuma tanda tanganmu yang
Meski lima atau enam tahun telah berlalu, Serigala Darah masih belum melupakan kejadian mengerikan itu.Jimmy yang dikenal sebagai Iblis Timur adalah mimpi buruk banyak pendekar Barat. Dialah yang menyerbu seorang diri ke markas utama Pembunuh Dewa dan membantai semua pendekar Pembunuh Dewa dengan c







