ログインMengetahui Gwenny membawa orang untuk mencari masalah, Jimmy segera bangkit dan mengucapkan terima kasih kepada Acharya, lalu mengikuti biksu kecil itu keluar.Acharya juga bergegas mengikuti mereka.Saat berjalan keluar kuil, Jimmy kembali bertanya, "Bagaimana pandangan Master Acharya tentang membunuh?"Acharya tersenyum. "Membunuh satu orang demi menyelamatkan seratus orang adalah kebajikan! Menghukum yang jahat dan menegakkan kebaikan juga merupakan kebajikan! Bahkan di ajaran agama, ada pula sosok penjaga yang murka."Jimmy mengangguk sambil tertawa, "Memang seharusnya begitu!" Dia sempat mengira Acharya akan mengatakan bahwa semua pembunuhan adalah dosa. Tak disangka, Acharya malah mengatakan hal seperti itu.Inilah yang disebut biksu agung sejati. Bukan orang yang hanya pandai mengucapkan belas kasih palsu.Tak lama kemudian, mereka sampai di luar. Di samping Gwenny sudah berdiri puluhan orang, sekitar 30-40 orang. Di antara mereka, ada seorang wanita tua yang berdiri dengan tong
"Penghalang batin?" Acharya sedikit terkejut, "Silakan Tuan Jimmy ceritakan."Jimmy merapikan pikirannya sejenak, lalu menceritakan masa lalunya secara singkat kepada Acharya. Ini juga pertama kalinya sejak ingatannya pulih, dia secara sukarela menceritakan masa lalunya kepada orang lain.Dari perkenalannya dengan Yunda, hingga kemudian pergi ke luar negeri untuk membantai, sampai berada di ambang menjadi iblis, lalu ingatan dan kekuatannya disegel selama lima tahun oleh Syamsul dengan mempertaruhkan nyawanya, serta tentang kedua orang tuanya.Meskipun Jimmy menceritakannya dengan singkat, tetap saja butuh lebih dari sepuluh menit untuk selesai. Setelah mendengar semuanya, Acharya pun terkejut.Setelah lama terdiam, Acharya menghela napas pelan. "Usiamu masih muda, tapi pengalamanmu bisa disebut legendaris."Jimmy menggeleng sambil tersenyum pahit. "Soal legendaris atau nggak, aku sendiri nggak tahu. Tapi aku bisa merasakan bahwa sifat iblis dalam tubuhku mulai bangkit kembali. Karena
Tamparan Jimmy ini langsung membuat Gwenny tertegun. Gwenny sudah terbiasa bersikap arogan dan semena-mena. Selama ini hanya dia yang memukul orang lain, tapi hari ini malah dirinya yang dipukul?"Aaa!!!"Gwenny menjerit keras. Wajah cantiknya seketika berubah menjadi sangat garang, "Kamu berani memukulku?"Plak!Tanpa ragu, Jimmy kembali menampar wajah Gwenny. "Aku tanya kamu, kamu sehebat apa?"Setelah terkena tamparan lagi, Gwenny benar-benar kehilangan kendali."Kubunuh kau!" Gwenny berteriak marah, lalu mengeluarkan belati kecil berwarna perak dari tasnya dan langsung menusuk ke arah Jimmy.Melihat hal itu, orang-orang di sekitar langsung berteriak panik.Namun, Jimmy dengan santainya menangkap pergelangan tangan Gwenny dan menggoyangkannya sedikit. Gwenny langsung tidak bisa lagi memegang belati itu.Belati itu terjatuh ke tanah.Plak!Jimmy kembali menampar Gwenny dan menanyakan kalimat yang sama, "Kamu sehebat apa?"Di wajah Gwenny sudah terlihat jelas bekas tamparan.Setelah m
"Memangnya kenapa, punya uang itu hebat ya! Lagi pula, Kuil Dagura juga nggak menerima sumbangan uang!""Biksu kecil sudah bilang Master Acharya sedang memberi ceramah, tapi kamu tetap memaksa mau langsung bertemu Master Acharya. Dia kira dia itu dewa, apa?"Para peziarah yang menonton tidak tahan lagi, satu per satu mulai menegur wanita itu.Menghadapi tudingan semua orang, wanita itu justru tidak peduli. Dia mendengus dengan penuh kesombongan. "Punya uang memang hebat! Waktuku sangat berharga, kamu kira aku bakal seperti kalian orang miskin yang buang-buang waktu?"Mendengar kata-katanya, semua orang semakin kesal dan kembali menegurnya."Siapa yang berani banyak omong, hajar saja! Sejak kapan giliran mereka mengatur-ngatur aku?" Wanita itu memerintah keempat pengawal di sampingnya dengan penuh amarah."Siap!"Keempat pengawal itu menerima perintah, lalu segera memandang orang-orang di sekitar dengan tajam. Orang-orang yang datang ke sini kebanyakan adalah paruh baya dan lanjut usia.
Kuil Dagura terletak di Gunung Yarab, di perbatasan tenggara Bataram dengan kota kabupaten di bawahnya. Kuil ini jelas tidak bisa dibilang megah, bahkan terlihat agak tua dan sederhana.Namun, di Bataram bahkan di seluruh tujuh provinsi selatan, Kuil Dagura termasuk cukup terkenal.Jimmy tahu tentang Kuil Dagura juga karena Bisma. Dua tahun lalu, putri Bisma sering sakit-sakitan. Bisma dan istrinya pernah membawa anak mereka ke Kuil Dagura untuk berdoa memohon berkah.Jimmy mengemudi selama satu setengah jam baru sampai di Kuil Dagura. Saat ini adalah waktu terpanas di siang hari, tetapi para peziarah yang datang untuk membakar dupa dan berdoa tetap tak ada habisnya.Banyak dari mereka membawa beras, sayur-mayur, dan berbagai bahan makanan. Ada juga yang membawa peralatan, mulai dari panci, mangkuk, sendok, hingga alat dapur lainnya. Bahkan ada yang membawa cangkul dan sabit.Jimmy agak bingung. Orang-orang ini datang sembahyang atau piknik?Dia melihat seorang kakek berambut putih mem
"Bukan nggak bisa dikendalikan." Jimmy menggeleng, wajahnya serius. "Sepertinya aku terlalu memandang penting soal mencari asal-usulku. Tanpa sadar itu jadi beban di hati, makanya sifat iblis itu mulai bangkit lagi."Hal seperti beban batin memang sulit dijelaskan. Dulu, kematian Yunda sudah menjadi satu simpul di hatinya. Selama simpul itu tidak terurai, perlahan akan menjadi trauma, pada akhirnya membesar menjadi sifat iblis.Dulu dia tidak punya pengalaman, bahkan tidak pernah terpikir untuk menghadapinya. Setelah pernah berada di ambang kehilangan kendali, sekarang dia sudah punya pengalaman.Dalam kondisi seperti ini, dia tahu harus bagaimana. Yang dia lakukan sekarang hanyalah berjaga-jaga sebelum semuanya terlambat.Sebenarnya sampai sekarang pun, simpul akibat kematian Yunda belum sepenuhnya terurai. Termasuk kejadian gurunya yang mengorbankan nyawa demi menyelamatkannya, itu juga menjadi simpul lain di hatinya.Hanya saja, selama ini dia menyembunyikannya dengan sangat baik.Y
Tak lama setelah Zisel pergi, Jimmy menerima telepon dari Argani.Nela memang sudah tertangkap. Sayangnya, sebelum Jaka dan orang-orangnya berhasil menangkapnya, Nela sudah bunuh diri terlebih dulu.Argani mengatakan bahwa dua hari ini dia masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan, jadi untu
Setelah mentraktir Zisel makan dengan sederhana, Jimmy meninggalkannya dan pergi sendiri naik motor dengan kejam. Kalau tidak segera pergi, dia takut benar-benar berubah jadi bejat. Melihat Jimmy lari terbirit-birit, Zisel langsung tertawa terpingkal-pingkal.Setelah berpisah dengan Zisel, Jimmy lal
Zisel mengusulkan untuk mengantar Jimmy pulang, dan Jimmy pun tidak menolak.Sepanjang perjalanan, Zisel terus bertanya ke sana kemari seperti anak kecil yang penuh penasaran. Jimmy sedang memikirkan banyak hal, jadi jawabannya pun seadanya.Kejadian malam ini kembali membuktikan dugaannya sebelumny
Setengah jam kemudian, Jimmy yang menaiki taksi sampai di Rumah Sakit Diloam. Kala ini, keluarga Andra dan Marcus sudah menunggu di depan pintu rumah sakit.Begitu Jimmy turun dari taksi, Zisel yang tidak puas mengeluh kepada Laura, "Suamimu ini benar-benar sombong, padahal dia itu cuma satpam! Masa







