Share

Bab 299

Author: Darrel Gilvano
Saat mereka sedang asyik mengobrol, ponsel Bisma tiba-tiba berbunyi.

Bisma mengangkat telepon itu. Setelah berbicara singkat beberapa kalimat, dia langsung menutupnya, lalu berkata dengan penuh perasaan, "Kekuasaan ini memang benar-benar sesuatu yang luar biasa. Pantas saja begitu banyak orang mati-matian ingin naik posisi."

"Kenapa tiba-tiba jadi sentimental begitu?" tanya Jimmy sambil tersenyum.

Bisma tersenyum dan menggeleng. "Sekarang perusahaan kami mau ganti perusahaan pengangkut material
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 314

    Menghadapi tatapan Zisel, entah mengapa hati Laura tiba-tiba terasa perih. Dia diam-diam menundukkan kepala.Jimmy menoleh ke arah Howard dan bertanya, "Kalian masih butuh orang untuk lanjut membahas investasi?""Butuh, butuh!" Howard langsung mengangguk berulang kali."Bukannya kamu bilang ini nggak penting?" tanya Jimmy sambil tersenyum."Penting, mana mungkin nggak penting?" Howard tersenyum canggung, lalu menjelaskan, "Tadi aku hanya ingin sedikit mengabaikan si Leonel itu, supaya pihak mereka nggak meminta harga yang terlalu tinggi ...."Tidak penting? Itu jelas omong kosong! Itu dana triliunan!"Baiklah."Jimmy tersenyum tipis, "Nanti aku sampaikan ke Barry.""Terima kasih, Pak Jimmy!" Howard berkali-kali mengucapkan terima kasih, lalu bertanya dengan hati-hati, "Pak Jimmy, hubungan Bapak dengan Dewa Rezeki itu ....""Cuma kenalan." Jimmy tersenyum tipis, tidak menjelaskan lebih lanjut.Cuma kenalan? Kalau hanya kenal biasa, apa orang itu akan sepatuh itu sama perintah Jimmy?Mes

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 313

    Jimmy menggeleng sambil tersenyum, "Begitu kelakuanmu hari ini tersebar, kamu nggak akan bisa bertahan di industri investasi!"Jimmy memang tidak tertarik dengan urusan bisnis. Namun, bukan berarti dia tidak mengerti sama sekali. Di dunia investasi, perilaku seperti Leonel adalah pantangan besar.Siapa pun yang memegang dana dalam jumlah besar di perusahaan investasi, jika keputusan investasi didasarkan pada preferensi pribadinya, sebanyak apa pun uangnya akan habis tak bersisa."Nggak usah sok hebat di sini!" Leonel mendengus dingin. "Kalau mampu, buat saja aku nggak bisa bertahan di industri investasi!""Seperti yang kamu inginkan!"Jimmy kembali mengangkat ponselnya dan menelepon sebuah nomor, "Sampaikan ke Barry, buat Leonel nggak bisa bertahan di industri investasi!""Baik!" Suara dari seberang langsung menerima perintah.Leonel sama sekali tidak menganggapnya serius. Sekalipun Jimmy mengenal para raksasa modal dalam negeri, lalu kenapa? Dia akan berkembang di luar negeri! Apa par

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 312

    Kamu dipecat?Mendengar kata-kata Jimmy, semua orang langsung tertegun. Bahkan Zisel pun menatap Jimmy dengan bingung.'Kak! Sudah cukup! Ini sudah kelewatan! Dia itu dari Titan Capital, memangnya kamu siapa sampai bisa memecatnya? Kamu kira kamu bos besar Titan Capital?'"Kamu memecatku?"Leonel tertawa, "Kamu ini siapa? Coba saja pecat aku kalau memang bisa!""Baik!"Jimmy langsung mengangkat ponselnya dan menelepon sebuah nomor, lalu berkata dengan tegas, "Sampaikan ke Barry, pecat Leonel, dan jangan pernah dipakai lagi!"Barry, yang dikenal sebagai "Dewa Rezeki". Dia mengelola seluruh aset Sekte Bayangan, karena itu mendapat julukan tersebut."Baik!" Pihak di seberang langsung menjawab, lalu segera menutup telepon."Oh, pura-pura serius juga ya?" Leonel mencibir dan sama sekali tidak menganggapnya serius, "Kamu mungkin belum tahu, aku direkrut langsung sama ketua Titan Capital dari luar negeri! Kamu ... mau memecatku?"Jimmy menggeleng ringan, lalu berkata tegas, "Kalau ketua kalia

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 311

    Jika memang benar Howard yang datang, skala seperti ini memang agak berlebihan.Tak lama kemudian, helikopter mendarat di tanah kosong di luar resor. Pintu kabin terbuka, Howard segera turun dari helikopter, lalu berlari kecil ke arah sini.Ternyata benar, itu Howard!Ekspresi semua orang langsung berubah drastis, mata mereka langsung membelalak. Sementara para karyawan Resor Scene malah bersorak dalam hati, masing-masing menunjukkan ekspresi bangga di wajah mereka.Entah seberapa banyak uang yang bisa mereka hasilkan dengan mengikuti bos sehebat ini. Namun, yang pasti mereka tidak akan ditindas orang lain! Tidak sampai harus minta maaf meski sudah diperlakukan tidak adil.Howard berlari dengan napas tersengal-sengal. Dia menatap Rigen dan yang lainnya dengan marah, lalu meminta maaf kepada Jimmy dengan penuh rasa bersalah, "Pak Jimmy, benar-benar minta maaf. Ini karena aku kurang tegas mengatur bawahan, sampai merepotkan Bapak ....""Nggak ada hubungannya denganmu." Jimmy menggeleng s

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 310

    Melihat Rigen yang berlutut di tanah sambil memohon ampun, wajah Leonel langsung berubah-ubah antara pucat dan merah.Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Howard ternyata begitu menghargai Jimmy.Sialan! Dia baru saja bertemu Laura dan sebenarnya ingin menunjukkan kemampuannya di depan Laura, agar Laura mengaguminya. Dengan begitu, Laura pasti akan menjadi miliknya cepat atau lambat.Sekarang, Howard justru membuatnya kehilangan muka seperti ini! Apa dia sudah tidak menginginkan investasi 10 triliun lebih itu?"Sepertinya kamu sang pembawa rezeki juga nggak terlalu penting ya!" Zisel menatap Leonel dengan tatapan mengejek."Aku sudah bilang, jangan terlalu sok hebat. Nanti wajahmu malah bengkak karena ditampar. Tapi kamu nggak mau percaya.""Oh ya?" Leonel mendengus dingin, lalu berkata dengan gigi bergemeletuk, "Justru bagus kalau Howard datang. Aku ingin melihat sendiri, mana yang lebih penting baginya. Investasi triliunan itu atau temannya ini!"Dia tidak percaya Howard akan menyin

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 309

    "Sepertinya hari ini aku perlu menyadarkan kalian, siapa sebenarnya yang kotoran di sini." Sambil berkata begitu, Leonel mengeluarkan ponselnya dan menelepon Howard.Melihat tindakan Leonel, ekspresi Laura langsung berubah. Dia buru-buru menarik Zisel ke samping dan berbisik pelan, "Dia itu pembawa uang bagi Howard. Dia memegang investasi lebih dari 10 triliun!""Meskipun Jimmy kenal Pak Howard, kalian tetap nggak mampu menyinggungnya! Cepat minta maaf padanya, nanti aku bantu menengahi supaya masalah besar jadi masalah kecil!"Zisel sedikit terkejut, lalu tersenyum sambil menggeleng. "Jimmy memang benar. Kamu sebenarnya nggak punya niat jahat, cuma otakmu saja yang kurang jalan."Dia sama sekali tidak meragukan bahwa Laura memang bermaksud baik pada mereka. Namun, cara berpikir Laura memang tidak terlalu bagus.Dia juga tidak memikirkannya. Kalau Howard benar-benar sangat menghargai Leonel, seberapa sibuk pun dia pasti akan datang sendiri menemani Leonel makan.Sepuluh triliun investa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 49

    Jimmy menolak tanpa ragu sedikit pun, "Aku nggak tertarik! Terserah kalau kamu mau menunggu, tapi berdiri di samping. Jangan halangi pintu dan jangan pengaruhi citra perusahaan kami!"Dua puluh juta? Jimmy bahkan menolak uang 2 miliar yang diberikan Laura, mana mungkin dia tertarik pada uang 20 juta

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 59

    Jimmy sudah malas meladeni dua orang itu. Dia menoleh ke Zisel dan berkata, "Ayo pergi."Zisel segera mengikuti langkah Jimmy sambil terkekeh. "Kakak Ipar, kamu kejam sekali!"Wajah Jimmy langsung menggelap. Pandangannya melirik sekilas ke arah dada Zisel. "Kamu juga kejam.""Apa ...."Wajah Zisel l

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 53

    "Soal itu nggak bisa kami ungkapkan." Sabrina menggeleng. "Kalau kamu penasaran dengan asal-usul Pak Argani, sebaiknya tanya langsung sama dia.""Baiklah."Jimmy mengangguk. Pada saat itu, rasa ingin buang air kecil tiba-tiba datang. Dia pun berdiri. "Kita lanjutkan nanti saja. Aku ke toilet sebenta

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 56

    Setibanya di rumah, Zisel menceritakan kejadian malam ini kepada kedua orang tuanya dengan sangat bersemangat.Mendengar penuturan putrinya, Marcus dan Livia langsung terpaku. Bahkan setelah Zisel menjelaskan seluruh kejadian secara rinci, keduanya masih belum sepenuhnya sadar.Beberapa saat kemudia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status