Home / Male Adult / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 33 berbagi pria

Share

Bab 33 berbagi pria

Author: Miss Luxy
last update publish date: 2025-11-15 10:18:17

Ramli kembali fokus pada Vina. Pria itu terus mencari di mana istri majikannya itu.

Sementara itu di sudut ruangan, Vina dan teman-temannya berada di sebuah meja. Empat wanita salah satunya adalah Vina yang ada di sana. Sedangkan di atas meja, sudah disajikan beberapa botol bir dan makanan ringan. Meskipun begitu, Vina tak pernah terpengaruh oleh teman-temannya. Wanita itu memang tidak pernah minum bir yang menurutnya rasanya sangat aneh dan membuat muntah.

Wanita itu lebih tertarik untuk mer
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (20)
goodnovel comment avatar
Epi Saripudin
keren pokonmh ni aplikasi
goodnovel comment avatar
Siti Akili
terlalu kikir
goodnovel comment avatar
Akhmad Sirojudin
minta langsung jangan lama menunggu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 487 korengan

    Akhirnya Romi menyadari bahwa dirinya memang sedang mengompol. Pria itu langsung berdiri dan ia melihat sarung dan kakinya sudah basah oleh air seninya. Aland berdiri sambil memperhatikan sang asisten yang sedang salah tingkah. Pria itu tertawa kecil melihat Romi yang sedang mengompol. "Astaga, ternyata kamu ikut ngompol lihat bebek tadi, hah? Kamu ikut merasakannya?" kata Aland sambil terkikik. Romi nampak begitu malu dan ia segera pamit pergi ke kamar mandi. "Hehehe, kebablasen bos. Permisi, saya mau ke kamar mandi dulu. Jijik, gatal dan lengket!" jawab Romi sambil beranjak pergi ke kamar mandi yang ada di sebelah. Aland masih tertawa melihat kepergian sang asisten. Sungguh, Romi memang asisten yang sangat konyol. Tapi meskipun begitu, Romi sangat setia dan cerdas. "Romi, Romi! Ada-ada saja!" Aland menggelengkan kepalanya. Lalu pria itu melihat bebek tadi sudah berpisah dan seolah tidak terjadi apa-apa, kedua hewan unggas itu makan dan minum seperti biasa. "Hah, dasar be

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 486 ahhh lega rasanya

    Aland benar-benar sangat penasaran dengan proses si bebek yang sedang kawin. Baru kali ini ia melihat kejadian langka seperti itu. Pria itu berjongkok sambil memperhatikan bagaimana si bebek jantan sedang berusaha sekuat tenaga. Sambil memiringkan kepalanya, Aland menyaksikan dengan seksama saat si bebek jantan sedang mengeluarkan kejantanannya. Bentuk ekor bebek yang panjang cukup susah bagi bebek jantan untuk menjangkau alat vital si bebek betina. Tapi tidak menyurutkan semangat bebek jantan untuk membuahi bebek betina. Sampai-sampai Aland merasa gemas karena belum juga bebek jantan berhasil. "Ayo dikit lagi, Bek! Astaga, lama sekali. Masa harus aku bantuin! Itu gampang sekali," gumam Aland yang sudah tak kuasa menahan kesabarannya melihat bebek kawin. Sementara itu, Romi yang awalnya memutuskan untuk tidur, tiba-tiba pria itu merasa ingin buang air kecil. Terpaksa ia bangun untuk pergi ke kamar mandi yang ada di belakang rumah dekat kandang bebek miliknya. Rumah-rumah di kamp

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 485 bebek kawin

    Romi langsung terkesiap. "Ma-maaf, bos. Saya tidak bermaksud bicara seperti itu sama Anda!" kata Romi menjelaskan. "Itu tadi apa? Kamu pikir aku tuli?" Aland masih tidak terima. Sambil menahan giginya yang cenut-cenut. Romi menjelaskan lagi. "Begini, bos. Gigi saya kumat, kalau dibuat ngomong suka nyeri. Maaf!" jawab Romi. Aland pun mengerti. "Ohhh, ya sudah tidak apa-apa. Lain kali jangan sering lihat yang manis-manis! Gigimu kumat pasti sering lihatin si manis Juleha istri baru Pak RT, kan! Ngaku saja kamu pikir aku tidak tahu!" kata Aland menyindir kebiasaan Romi yang suka digoda Juleha. Wanita manis istri baru pak RT yang usianya masih sangat muda. Karena sepertinya wanita itu menyukai Romi dan sering mengirimkan Romi makanan saat mereka ada di proyek. Romi sedikit menjauh agar sang istri tidak mendengarkan obrolan mereka. Di sisi lain Wiwik juga masih tidur di samping Romi. "Sstt, jangan bilang begitu, Bos. Nanti kedengaran sama Dek Wiwik. Bisa-bisa saya disunat abis

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 484 telur bebek

    "Lapar?" Aland melototkan matanya. Vina mengangguk sambil tersenyum. "He em, aku mau sarapan nasi goreng pakai telur bebek, aku lihat masih ada sebiji telor bebek di kulkas, kemarin dikasih Wiwik lima biji telor bebek, kok kayaknya enak kalau dibuat toping nasi goreng," jawab Vina yang masih ingat pemberian istri Romi itu. Romi masih tinggal di kampung mengikuti sang bos. Aland mengerutkan keningnya karena ia baru teringat jika semalam dirinya minum ramuan ginseng dicampur dengan telur bebek lima butir. Alih-alih untuk menambah stamina tubuhnya supaya makin fit dan Ireng. "Shit! Mampus aku! Telurnya udah aku pakai semua buat campuran jamu! Terus aku pakai telor apa? Masa iya pakai telurku!" batin Aland bingung sambil melihat ke dalam sarungnya. Lantas, ia segera menjawabnya. "Pakai telur bebek? Kenapa nggak pakai telor ayam saja? Kan sama aja, sayang? Sama-sama telornya, bulet" kata pria itu sambil cengar-cengir karena ia khawatir sang istri tahu jika telor bebeknya sudah ia habis

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 483 pura-pura pingsan

    NYESS Akhirnya, hal yang sedari tadi Aland inginkan terjadi juga. Pada saatnya Vina sendiri yang bersedia untuk melakukannya. "Yes berhasil, tanpa memaksa dan menyentuh. Dia datang sendiri dan melakukannya sendiri. Ini sangat mengasyikkan. Sepertinya aku harus pura-pura pingsan dulu!" batin pria itu lagi. Aland masih diam tak bergerak seperti orang yang tak punya napas. Tapi jiwanya sangat membara dan ingin sekali menguasai permainan. Di sisi lain Vina sudah berada di posisi yang begitu intim. Ia duduk di atas tubuh suaminya dan tentunya ada bagian yang menyatukan mereka. Dan itulah yang membuat Vina sesekali menghela napas. "Tidak! Mana bisa aku tahan jika sudah begini. Tadi aku bilang nggak mau, tapi kalau sudah begini aku nggak bisa menolaknya. Diam tidak akan sia-sia. Kalau gerak aku malu. Tapi, ini terlanjur nikmat!" Vina membatin sembari mulai menggerakkan pinggulnya perlahan. Karena rasanya itu sangat menggoda. Sedangkan Aland, pria itu berusaha untuk tetap stay cool d

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 482 hipotermia kumat

    "Ya sudah, kamu diem!" titah Vina. "Set dah! Buruan napa sayang! Dingin banget ini. Kamu mau aku mati membeku?" kata Aland yang merasa tubuhnya semakin menggigil. "Iya, iya... Kamu merem aja ya! Jangan lihatin aku!" jawab Vina sebelum ia beranjak memeluk suaminya. "Memangnya kenapa? Masa aku nggak boleh lihat istriku sendiri?" sahut Aland. "Aku malu! Pokonya aku malu. Dah ah, cepetan tutup matanya!" Aland terpaksa menuruti perintah sang istri. Pria itu segera menutup kedua matanya. "Awas ya, jangan melek! Kalau melek aku colok matanya! Dan ingat jangan macam-macam! Kamu tahu aku sedang nggak mood!" ancam Vina. Aland cuma berdehem dan menunggu sang istri memeluknya. Setelah memastikan kedua mata Aland terpejam, Vina segera berbaring di samping sang suami. Wanita itu tidur sambil memeluk suaminya. Aland masih bergeming meskipun hatinya ingin berontak. Bagaimana bisa ia menahan semua ini. Tubuh istrinya adalah sebuah candu yang luar biasa. Namun, karena tak ingin membuat sang ist

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status