Share

Bab 294

Author: Gekko
last update Last Updated: 2026-02-09 20:37:53

An Beiye membulatkan mata mendengar perkataan Qiang Suli.

"K-Kau menerimanya?" suaranya sedikit terbata-bata, seolah tak percaya.

Gadis itu tak langsung menjawab. Bibirnya terangkat menyunggingkan senyuman tipis. Tapi belum sempat berbicara, terdengar suara lain yang memanggil.

"Suli!"

Qiang Suli menoleh, dan ternyata itu adalah sosok pria dengan lambang naga emas di pakaiannya. Pria itu sedikit berlari menghampirinya.

"Kudengar kau membawa seseorang dari gladiator. Kenapa kau pergi ke sana?" t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 314

    Qiang Jun membelalak kaget. Dengan cepat dia berlari dan menangkap tubuh istrinya sebelum terjatuh."Yue!"Wanita itu memejamkan mata, seperti tertidur. Qiang Jun mendongak, namun lagi-lagi tak menemukan keberadaan Zimo. Pria tua itu sudah pergi, menghilang tanpa jejak lagi.‘Sialan Zimo. Apa yang kau lakukan pada istriku?’ batinnya mendesis. Dalam hati terasa panik.Tapi, belum sempat Qiang Jun mencoba membangunkan istrinya, Ming Yue tiba-tiba terbangun."Jun?" gumam Ming Yue.Qiang Jun langsung mendekapnya dengan erat. Hatinya kembali merasa lega."Apa ada yang terasa sakit, hm?" tanyanya dengan nada penuh kekhawatiran.Ming Yue kembali bangkit dan berdiri tegap, seperti tak terjadi apa-apa."Aku tidak apa-apa, Jun. Hanya tiba-tiba aku melihat cahaya aneh dan aku tidak kuat melihatnya," jelas Ming Yue dengan santai.Qiang Jun masih memperhatikannya. "Sungguh? Cahaya apa? Dia tak mengatakan sesuatu yang aneh, kan?"Ming Yue menggeleng pelan. "Tidak. Kau tenang saja, dia bukan orang j

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 313

    "Apa itu tadi, Yi?" celetuk Ming Yue dari belakang, wanita itu baru saja turun setelah memastikan barang bawaannya.Qiang Suli sedikit tersentak, sadar dari lamunannya."Iya. Dia langsung membawa Hailan pergi," jawabnya dengan nada menggerutu.Ming Yue terkekeh pelan sambil menggeleng. Keduanya masuk ke istana. Tapi di lorong, terlihat Qiang Rui bersama pria bertubuh tinggi besar di belakangnya."Xin, kau sudah sembuh?" sapa Qiang Suli.Xin, petarung yang sebelumnya diselamatkannya kini terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya.Pria itu membungkuk sopan. "Iya. Terima kasih atas bantuan Anda berdua, Yang Mulia. Kaisar sudah mengizinkan saya pulang.""Syukurlah. Terima kasih juga sudah memberitahu penyelidikan kami, Xin," balas Ming Yue.Pandangan Qiang Suli beralih pada pria di depan Xin. "Lalu, Paman sendiri?""Dia mau bergabung dengan ksatria kekaisaran. Kemampuannya berbeda dari pemula, jadi aku harus membawanya pada An Beiye," jelas Qiang Rui dengan santai.Mendengar hal itu, su

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 312

    "Bukan begitu," seru Jing Ai segera membantah. Namun tingkahnya tampak sedikit malu-malu. "Kami belum benar-benar menikah, hanya tanggal pertunangan saja.""Tidak apa. Yang penting pamanku yang menyedihkan itu akhirnya menikah, haha!" balas Qiang Ruxia sambil tertawa.Qiang Suli makin terdiam. Bibirnya kaku, dan sulit berkata-kata. Matanya sedikit memerah. Namun ia berusaha bersikap sebiasa mungkin."Begitu, ya. Aku sudah mengenalnya. Selamat untukmu, Nona Jing."Jing Ai tersenyum lebar dan membungkuk sopan. "Terima kasih banyak, Putri.""Kalian sudah kenal? Kapan?" tanya Qiang Ruxia penasaran."Di pelelangan," jawab Qiang Suli. Buru-buru dia pun mengalihkan pembicaraan dan mengenalkan Hailan di sampingnya.Mereka berbincang sebentar, sekadar basa-basi. Sampai akhirnya saat obrolan terus mengarah membicarakan An Beiye."Sayang sekali Paman buru-buru pergi ke barak di perbatasan, meninggalkan calon tunangannya di sini," Qiang Ruxia menggerutu.Jing Ai terkekeh pelan. "Sudahlah. Tugas s

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 311

    "Ayah, aku mengundangnya bukan berarti aku akan menerima lamarannya," ucap Qiang Suli, masih berusaha membujuk sang ayah.Qiang Jun mendengus, ekspresinya masih masam. "Kalau begitu nanti akan ada banyak pria lain yang mencoba melamarmu."‘Tadi pagi pun memang ada banyak surat lamaran padaku,’ gumam Qiang Suli hanya berani menjawab dalam hati. ‘Mungkin karena aku muncul di pelelangan kemarin.’"Ekhem." Gadis itu berdehem pelan. "Ya sudah. Aku tidak akan memaksa. Terserah jika Ayah mau mengurungku terus."Kata-kata itu membuat Qiang Jun sedikit tertohok. Salah satu alasan, masa lalu yang jadi awal tragedi itu karena sikap keras kepalanya terlalu mengekang anak-anaknya. Walau sebenarnya itu karena ia khawatir.‘Tapi, cepat atau lambat aku pasti harus menghadapi masalah ini,’ batin Qiang Jun sembari memijat pangkal hidungnya yang pening.Dengan helaan napas panjang, pria itu akhirnya menjawab. "Baiklah. Nanti ibumu akan mengirim surat undangannya ke Kerajaan Chen.""Terima kasih, Ayah." Q

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 310

    Mendengar hal itu, rahang Qiang Jun menegang. Dia dengan emosi kembali menampar wajah wanita tua itu sampai sudut bibirnya berdarah."Kau berani mempertanyakan hal itu padaku?" desisnya. "Dalam hukum kekaisaran, siapa pun pelaku di bawah kendali seseorang, dia bisa mendapat keringanan hukuman karena itu bukan keinginannya.""Tapi Putri yang menyebabkan—" Tabib Ailing hendak memprotes, tapi Qiang Jun dengan cepat membantahnya."Putriku juga berjasa menghentikan kehancuran kekaisaran. Dia juga menebus kesalahannya. Apa perlu kusebutkan secara detail?!"Qiang Jun tak terima saat putrinya dipandang rendah dan disalahkan. Sedangkan Qiang Suli tampak tenang, karena sebagian besar memang benar. Tapi dia segera menenangkan ayahnya."Sudahlah, Ayah. Tidak perlu menghabiskan waktu dengan orang sepertinya."Tabib Ailing sadar dengan hidupnya yang pasti akan berakhir. Karena itu untuk yang terakhir kalinya dia melampiaskan semua yang tertahan dalam hatinya selama ini."Dasar anak tak tahu berteri

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 309

    Qiang Suli tersentak. Jantungnya langsung berdebar cepat, antara terkejut sekaligus panik. Dia mengenali suara itu.An Beiye, kini berjalan menghampiri mereka.‘Kenapa dia ke sini?’ jeritnya dalam hati, sedikit gelisah. ‘Dia tak mendengar apa yang kukatakan tadi, kan?’Saat An Beiye berada di hadapannya, Qiang Suli tetap bersikap tenang seperti biasa. Dan sepertinya pria itu tak menyadari perkataannya tadi."Hanya lewat. Paman sendiri, kenapa ada di sini? Bukankah harusnya kau bersama calon istrimu?" tanyanya, dengan wajah datar dan terdengar ketus.An Beiye tersenyum kikuk. Tingkahnya sedikit aneh, suaranya pun terbata-bata dan tak jelas."Yah, itu..." An Beiye kemudian beralih menatap Qiang Rui, seolah mengalihkan pembicaraan. "Bagaimana penangkapan kemarin? Apa pelakunya sudah diketahui?""Ya. Sepertinya sudah ditangkap juga. Kaisar tak memerintahkan apa pun lagi padaku," jawab Qiang Rui.Qiang Suli tampak jengkel, dia tak puas dengan jawaban An Beiye. Dia tak lagi mempedulikannya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status