Home / Historical / Kehidupan Kedua Istri Sang Pengkhianat / Bab 39. Ini Bukan Guild Informasi

Share

Bab 39. Ini Bukan Guild Informasi

Author: Romero Un
last update publish date: 2026-08-16 22:01:17

“Saya berjaga dengan baik di sini, Yang mulia. Anda tenang saja.”

Suara Baltza terdengar dari kejauhan, tetapi telinga Cassey yang tajam mendengar kalimat itu dengan cukup jelas.

Dahinya berkerut mencoba mendengar lebih jauh. Ini bukan hobinya, tetapi sesuatu membuat Cassey berjalan mendekat ke arah jendela kamar Baltza menginap.

“Segera kabari saya kalau terjadi sesuatu. Saya masih punya beberapa gulungan sihir ke tempat Anda, Yang Mulia.”

Netra Cassey membulat seketika. ‘Gulungan sihir? Apa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kehidupan Kedua Istri Sang Pengkhianat   Arc II_Bab 78. Bagaimana Dengan Perasaanmu, Nyonya?

    “Ibu sembarangan bicara!” tukas Cassey yang justru marah karena merasa Nellysa bicara buruk soal Komandannya. “Ibu juga sudah salah paham!”“Tidak!” Nellysa tidak mau menyerah. Bukan karena ia mau Cassey menjadi istri seorang pangeran, tetapi karena Nellysa mau Cassey juga belajar menghadapi hal-hal yang mungkin terjadi. Seperti yang sudah dialami Cassey sendiri ketika berhadapan dengan Helvia.“Kau harus menghadapi kenyataan itu, Cassey! Dengan begitu, kau paham masalahnya di mana!” sentak Nellysa menjelaskan. “Kalau kau terus bersikap tidak peka, akan ada masalah serupa, seperti yang kau dapatkan dari Lady Esse.”Cassey membuka mulutnya, berniat berargumen dengan sang ibu, tetapi ia tidak tahu harus mengatakan apa. Theodore mencintainya, bukanlah hal yang ada dalam pemikirannya. Satu kali pun ia tidak pernah memikirkan dan memimpikan pria sehebat komandannya itu jatuh cinta padanya. “Ak—aku, aku ke kamar dulu, Bu!” sentak Cassey yang langsung pergi begitu saja. “Cassey!” seru Ne

  • Kehidupan Kedua Istri Sang Pengkhianat   Arc II_Bab 77. Membuka Rahasia Umum

    “Astaga! Ini semua membuatku lelah!”Ratu Eloria langsung terduduk dengan tangan memijat-mijat pelipisnya. “Bagaimana bisa mulut Lady Esse sejahat itu?”Berbanding terbalik dengan kondisi Ratu, Theodore justru tersenyum lebar penuh kemenangan. “Setidaknya, aku sudah lepas dari perjodohan aneh itu, Bu. Jangan jodohkan aku lagi dengan wanita lain kecuali Cassey!”Ratu melirik putra bungsunya dengan pandangan mata lelah. Lelah dengan kelakuan putranya. Yang pertama sama sekali tidak berniat menikah, yang kedua terlalu banyak wanita, yang terakhir memilih janda.“Kau tidak bisa menikahi wanita yang sudah pernah menikah, Theodore! Kau seorang pangeran!”Theodore mendengus. Dengan ringan ia berkata, “Kalau begitu, aku tidak mau jadi pangeran. Komandan saja sudah cukup.”Netra Ratu Eloria membulat seketika “Jangan gila! Mana bisa seperti itu?!” Theodore mengangkat kedua bahu, tidak peduli. “Di kehidupan Cassey yang kedua ini, aku berniat menjadi laki-laki yang membahagiakannya, Bu.”Dijawab

  • Kehidupan Kedua Istri Sang Pengkhianat   Arc II_Bab 76. Konfrontasi

    “Jaga mulut Anda, Lady Esse!” sentak Willbert, tidak terima orang lain menghujat putrinya. Cassey yang tidak mengerti kenapa Lady Esse tiba-tiba mengamuk di depan mukanya, mengernyit bingung. Ia bisa menerima jika seseorang menyebutnya sebagai janda, karena itu kenyataan. ‘Tapi kenapa menyebutku jalang? Lalu, apa hubungan Komandan dengan hujatan ini? Kurasa dia terbawa rumor yang dibicarakan di pesta teh tadi,’ pikir Cassey mencoba menganalisa. “Lady Esse. Jangan percaya dengan rumor yang dibicarakan di pesta teh tadi. Komandan menolongku karena ini menyangkut keamanan kerajaan Regnum. Tolong dipahami—”“Ha! Aku paling benci dengan orang tidak peka sepertimu! Kau tidak pernah sadar ya, kalau pangeran—”“Cukup!” bentak Ratu Eloria keluar dari persembunyian, diikuti Theodore dengan netra tajam menatap Helvia Esse.Spontan, Lady Esse mundur dengan kepala tertunduk. Panik. Ia langsung menyesal karena sudah termakan emosi dan menunjukkan sisi buruk dirinya.Ratu Eloria menatap 3 orang d

  • Kehidupan Kedua Istri Sang Pengkhianat   Arc II_Bab 75. Pengakuan Hati Theodore

    “Sa—sampai kapan, Yang mulia Ratu?!”Wajah Cassey pucat mendengar jawaban ratu tadi. Tidak hanya demi Cassey, tetapi juga demi pengerjaan gaun-gaun ratu dan calon istri Pangeran Theodore, butik itu ditutup. “Sampai Theo mau menerima Lady Esse menjadi tunangan dan istrinya.” Kali ini suara Ratu terdengar lemas dan lelah. Membuat Cassey bertanya-tanya. “Ada apa, ratu? Apa ada yang bisa saya bantu?”Willbert yang sejak tadi hanya mendengarkan, hampir saja menyemburkan tehnya. ‘Gawat! Apa maksudnya Cassey mau bantu?! Dia mau menolong agar pernikahan Pangeran Theo dan Lady Esse segera terjadi?’Ingin rasanya Willbert mengubur dirinya. Dari perlakukan Theodore barusan, ia tahu jelas kalau pangeran ketiga itu tidak akan menerima Helvia Esse sebagai tunangan apalagi istri. Dan semua itu jelas karena sang pangeran tidak menyerah soal perasaannya pada Cassey.“Kalau kau bertanya begitu, aku jadi ingin sekali minta bantuanmu, Cassey.” Ratu merasa tak enak, tetapi ia juga tidak tahu harus ke m

  • Kehidupan Kedua Istri Sang Pengkhianat   Arc II_Bab 74. Ratu Yang Keras Kepala

    “Ayah ini bicara apa?! Jangan sembarangan begitu!” tukas Cassey dengan wajah tak setuju.Willbert semakin terheran-heran. ‘Semua orang tahu, kalau melihat tingkah Theodore, bahwa pangeran ketiga kerajaan Regnum itu jatuh cinta padamu, Cassey! Tapi kenapa kau malah—’Tak kuasa melanjutkan ucapannya, Willbert meneruskan ucapannya. “Dia mempertaruhkan nyawa untuk menolongmu, Cassey! Apa kau tidak paham?!”Dahi Cassey berkerut keheranan. “Apa yang aku tidak paham? Aku sudah memberikan bentuk rasa terima kasihku dengan loyalitas. Apa aku harusnya memberi upeti ya?”“Bukan itu maksud Ayah! Tapi—”Ucapan Willbert terputus, karena si pengemudi kereta kuda menyerukan, “Tuan, kita sudah sampai!”“Ayo, Yah! Kuharap Ratu mau menemui kita. Kita datang tanpa pemberitahuan.”Willbert pun menyerah dengan niatnya memberitahu Cassey. ‘Mungkin juga ini tanda dewa tidak merestui hubungan Cassey dan Theodore. Ratu sudah akan menjodohkan pangeran dengan Lady Esse.’Berpikir demikian, Willbert segera turun

  • Kehidupan Kedua Istri Sang Pengkhianat   Arc II_Bab 73. Tidak Peka

    “Melelahkan sekali mencoba menghancurkan mental perempuan itu!”Wanita muda bernama Benedict Keane mengeluh sambil menata ulang rambutnya di ruang rias tamu. Countess Darlene pun ikut menghela napas panjang. “Nona Helvia, menjatuhkan wanita seperti itu tidak akan mudah. Selain dirinya tidak paham kalau seseorang sedang menyindir, pikirannya terlalu kaku. Kalau kau teruskan—”“Aku tidak mau tahu!” potong Helvia keras kepala. “Kalian biasanya tidak akan menyerah seperti ini! Apa sih istimewanya wanita itu?! Dia hanya seorang janda!”Dengan cuek Helvia berbalik dan meninggalkan mereka. Namun, sebelum benar-benar pergi, ia berkata, “Pastikan kalian punya topik untuk menghancurkan mental wanita itu! Dia harus paham posisinya!”Pening menghadapi wanita muda itu, Countess Darlene memijat pelipisnya. “Aku harusnya tidak datang saja tadi. Ini semua menghabiskan tenagaku.”“Tapi kalau kita tidak melakukan sesuatu, Nona Helvia pasti marah lagi. Aliran uang bulanan kita bagaimana, Countess?” bis

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status