LOGINDi tengah konfilk penguasa pengujung Kerajaan Majapahit, marak muncul siluman-siluman pemakan daging dan darah manusia. Ada isu yang mengatakan salah satu penguasa yang ingin merebut pengaruh di Majapahit mengendalikan pasukan siluman untuk mengambil alih kekuasaan. Tentu hal ini membuat rakyat jelata takut. Di saat itulah, muncul Setho Gentala, seorang pendekar yang menerima upah untuk memburu siluman-siluman itu sampai ke akarnya. Akan tetapi, semua orang tak tahu bila Setho Gentala merupakan keturunan siluman terkuat.
View MoreAsap hitam mengepul tebal dari cerobong tinggi bengkel pandai besi pusat di sektor selatan keraton Trowulan, membawa serta bau belerang yang menusuk hidung dan hawa panas yang seolah sanggup memanggang kulit.Udara malam yang dingin di luar ruangan sama sekali tidak berdaya meredam gelegar bara api jati yang terus ditiup oleh dua buah ububan raksasa di samping tungku utama.Setho Gentala berdiri bersedekap, zirah tembaganya memantulkan kilatan cahaya jingga yang melonjak-lonjak dari balik dinding bata pembakaran yang membara merah.Di sampingnya, Kalacitra mengawasi dengan pandangan mata yang tak berkedip, membiarkan jemarinya meraba seeping logam perunggu berlambang naga kembar yang kini terasa hangat akibat rambatan radiasi panas tungku agung. Langkah para pandai besi senior yang bertubuh kekar bergerak ritmis, menyendok pecahan-pecahan belati Manyar Widang yang telah retak ke dalam cawan lebur terbuat dari tanah liat hitam pilihan.Kehadiran sepasang pemburu ghaib di dalam bengkel
Matahari merayap tepat di atas bubungan atap pasar tengah Trowulan, menyengat permukaan tanah berdebu yang mulai dipadati oleh hiruk-pikuk kawula alit. Aroma ikan asin, rempah-rempah kapulaga, dan keringat kuli panggul berbaur menjadi satu di bawah naungan tenda-tenda kain goni yang bergoyang pelan ditiup angin siang yang kering.Di tengah keriuhan para pedagang kain yang menawarkan barang dagangan dari tanah seberang, Kalacitra berjalan dengan langkah yang seringan kapas, menyamar di balik kerudung usang berwarna jingga pudar.Logam perunggu berlambang naga kembar pemberian Setho Gentala tersimpan rapat di balik lipatan kemben hitamnya, sesekali bergesekan dengan belati perak yang siap dicabut dalam sekejap mata.Sepasang mata Kalacitra yang tajam terus menyisir sela-sela los pasar loak yang memajang sisa-sisa perkakas besi tua dan jimat-jimat tembaga murahan.Indra penciuman mistisnya yang terlatih sejak masa kejayaan faksi malam menangkap adanya sebersit aroma wangi pandan busuk be
Angin muson barat bertiup membawa aroma tanah basah dari arah lereng Gunung Kelud, menerpa deretan pilar jati bertoreh emas yang menyangga selasar utara Sasana Wilwatikta. Semburat fajar yang baru terbit menyinari lantai batu hitam, mempertegas barisan prajurit Bhayangkara baru yang berdiri tegak memegang tombak berpanji naga kembar.Setho Gentala melangkah dengan jubah Senopati Pengawal Dalam yang masih kaku, sesekali meraba hulu pedang pusakanya yang kini tergantung tenang di pinggang kiri. Guratan sewarna tembaga bakar di lengan kanannya terasa berdenyut halus, bukan sebagai luapan energi ghaib purba yang liar, melainkan sebagai getaran sisa kekuatan yang telah sepenuhnya tunduk di bawah kendali batin manusianya yang matang. Setiap ketukan langkah laras kulitnya memecah kesunyian selasar, mengusir sisa-sisa bayangan kecemasan politik yang sempat mengendap di sudut-sudut keraton selama berbulan-bulan.Di ujung selasar yang berbatasan langsung dengan taman keputrian, tampak berdiri s
Lembayung senja mulai turun mengulas warna keemasan yang redup di atas hamparan pasir basah Pantai Tuban, menghalau sisa-sisa ketegangan yang sempat mencengkeram rawa-rawa pesisir sejak fajar tadi. Ombak bergulung lambat, menyapu buih-buih putih ke tepian, seolah berupaya membersihkan sisa noda hitam yang sempat dimuntahkan oleh bangkai siluman rawa purba.Setho Gentala berdiri di atas gundukan batu karang yang menjorok ke laut, membiarkan angin pasat utara meniup jubah pelindungnya yang kini tampak koyak di beberapa bagian akibat sabetan senjata para bajak laut. Tangan kanannya tak lagi dibalut kain sutra, memperlihatkan garis simbol merah yang kini telah meredup sepenuhnya, menyisakan guratan sewarna tembaga bakar yang menyatu tenang di bawah pori-pori kulitnya.Dua perwira Bhayangkara tampak sibuk di bawah naungan dinding menara kuno, memastikan ruji-ruji besi yang mengikat tubuh si mata satu telah terkunci dengan paten pada pasak kereta tahanan darurat.Pimpinan kecu laut itu hany
Saat pintu dibuka tentu saja Senopati Daksa yang parasnya sudah serupa serigala liar yang amat lapar langsung menyerbu Setho Gentala dan Ki Singojadi. Dengan cekatan, Ki Singojadi segera menotok dua bahu Senopati Daksa dengan tongkat kayu galihnya, hingga kedua tangan senopati itu tidak mampu diger
Senopati Daksa sama sekali tidak sadar sebelumnya, ketika lelaki asing bernama Setho Gentala itu menggotongnya, dan kini membawanya ke sebuah gubuk tua yang entah milik siapa. Ia terbangun dalam keadaan yang amat lapar. Bahkan air liurnya hingga menetes-netes ketika mendengar suara manusia. Ia sama
“Setho Gentala?! Siapa itu! Aku tidak kenal!” pekik Nyi Jetayu sembari terkekeh-kekeh. Kini, luka terbuka di perut dan punggungnya sudah menutup, hal itu cukup membuat siluman perempuan itu percaya diri untuk melancarkan serangannya lagi ke arah Gentala. Dengan tanpa perhitungan perempuan itu berla
Mata Senopati Daksa sungguh membelalak ketika melihat kedua kawannya tercerai berai. Terutama bagian atas tubuhnya. Kepala dua kawannya—yang beberapa menit lalu masih mengobrol dengannya, kini sudah hancur diremuk oleh kedua tangan siluman perempuan itu. Tentu saja, ini pertama kalinya bagi Senopat
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.