Home / Romansa / Kekasih Bayaran CEO Muda / bab 2​ Lolos dari Papi, Masuk Sangkar CEO

Share

bab 2​ Lolos dari Papi, Masuk Sangkar CEO

Author: Ana. R.
last update publish date: 2026-09-21 13:16:00

"Jadi ini wanitanya?" suara Lucas terdengar berat, dingin, dan tanpa nada.

Hazel mengusap lehernya santai. Bukannya merasa terkimidasi, rasa tidak terima dan jiwa usilnya justru mendadak membara. Ia mengukir senyum manis yang dipaksakan. "Selamat pagi, Tuan Sterling yang terhormat. Nama saya Hazel."

Lucas memalingkan wajah kembali pada Thomas, mengabaikan sapaannya. "Dia terlalu muda, Thomas. Dan gayanya tidak mencerminkan wanita yang biasa bergaul di lingkaran keluarga kita."

Hazel menaikkan sebelah alisnya. Darahnya agak mendidih mendengar nada meremehkan itu. "Maaf, Tuan Sterling. Tapi setahuku, Anda mencari kekasih bayaran untuk mengelabui keluarga Anda, bukan mencari kandidat anggota dewan komisaris."

Thomas di sampingnya terdengar menahan napas secara mendadak. Hazel melirik sekilas dan melihat wajah pria itu pucat pasi sambil memberi isyarat agar ia diam. Hazel tidak peduli.

Lucas meletakkan penanya ke meja dengan ketukan pelan yang bergema di ruangan. Matanya menyipit tajam. "Kamu berani memotong pembicaraanku?"

"Aku tidak memotong, aku hanya memberikan klarifikasi," balas Hazel santai sambil melangkah satu tingkat lebih dekat ke meja kerja pria itu. "Lagipula, kalau Anda mencari wanita yang anggun dan penurut seperti lukisan pajangan, keluarga Anda pasti langsung curiga. Pria dingin dan kaku sepertimu tiba-tiba punya pacar penurut? Terlalu klise. Tapi kalau denganku... mereka akan percaya kalau Anda benar-benar jatuh cinta sampai mau menurunkan standar kaku milikmu itu."

Ruangan eksekutif itu mendadak terasa seperti membeku. Hazel menyilangkan tangan di dada, membalas tatapan tajam dan mengintimidasi milik Lucas tanpa berkedip sedikit pun.

"Siapa nama belakangmu?" tanya Lucas mendadak setelah keheningan yang mencekam.

"Hazel Vance," jawab Hazel tegas.

"Adik dari Daniel Vance?"

"Benar sekali. Jadi Anda tidak perlu khawatir aku akan mencuri sendok emas Anda atau menjual berita ini ke media tabloid. Keluargaku punya cukup uang, hanya saja aku sedang... menikmati masa liburan dari rumah."

Lucas menyandarkan punggung kaku itu ke kursi kebesarannya. Segaris ulasan tipis yang teramat tipis muncul di sudut bibirnya. "Menarik."

"Jadi, bagaimana Tuan Sterling? Apakah aku diterima bekerja?" Hazel menantang, mengulas senyum kemenangan.

"Thomas, siapkan kontraknya sekarang," perintah Lucas dingin tanpa melepas pandangannya dari Hazel. "Mulai hari ini, kamu adalah kekasihku, Hazel Vance. Dan aturan pertama dalam kontrak ini: kamu harus menuruti semua perintahku selama di depan publik."

"Diterima. Tapi ada syarat tambahan dariku," sanggah Hazel cepat.

Lucas menaikkan sebelah alisnya. "Syarat?"

"Ya. Jangan terlalu galak kalau kita sedang latihan. Aku bekerja untuk uang, bukan untuk dibentak-bentak."

Lucas mengangguk sebagai persetujuan.

Senyum puas Hazel masih bertengger di wajahnya saat Thomas menyodorkan sepucuk dokumen tebal berstempel kerahasiaan tinggi di atas meja. Hazel menarik kursi di hadapan Lucas, menyilangkan kakinya dengan anggun, lalu membaca lembar demi lembar pasal kontrak kerja tersebut.

Nominal yang tertera di kolom kompensasi sukses membuat mata Hazel membelalak pelan. Jumlahnya bahkan lebih dari cukup untuk membuatnya hidup mewah tanpa perlu memikirkan blokir kartu kredit dari papinya.

"Bagaimana, Miss Vance? Ada poin yang ingin kau debatkan lagi?" suara berat Lucas menginterupsi fokusnya.

Hazel mendongak, menyambar pena dari atas meja dan membubuhkan tanda tangannya dengan gaya flamboyan. "Sempurna. Kesepakatan resmi terjalin, Tuan Sterling."

"Bagus," Lucas berdiri dari kursinya, merapikan kancing jasnya dengan gerakan sempurna yang sangat presisi. "Kalau begitu, kita mulai peran kita sekarang. Thomas, bawa seluruh barang-barangnya ke tempatku."

Hazel tertegun, penanya hampir terlepas. "Tunggu. Ke tempatmu? Maksudmu penthouse milikmu?"

Lucas melangkah keluar dari balik meja, berjalan mendekati Hazel hingga jarak mereka hanya tersisa satu jengkal. Bau wewengan cedarwood dan citrus yang mahal menyergap indra penciuman Hazel, membuat dadanya mendadak berdesir aneh.

"Tentu saja," Lucas menunduk sedikit, menatap lurus ke dalam iris mata Hazel dengan binar abu-abu yang mendominasi. "Ibu dan ayahku punya mata-mata di setiap sudut kota ini, Hazel. Jika kekasih baruku tidak tinggal bersamaku mulai malam ini, kebohongan ini akan terbongkar sebelum akhir pekan tiba."

Hazel menelan ludah secara refleks. Tinggal satu atap dengan pria asing yang kaku, dominan, dan berbahaya ini sama sekali tidak ada dalam rencananya.

"Tapi—"

"Tidak ada sanggahan. Itu pasal tiga di kontrak yang baru saja kau tanda tangani," bisik Lucas dingin tepat di dekat telinga Hazel, sebelum kembali menegakkan tubuhnya. "Sampai jumpa di penthouse malam ini, miss Vance."

Lucas melangkah pergi meninggalkan ruangan, menyisakan Hazel yang terpaku kaku di kursinya dengan jantung yang berdegup tidak karuan. Hazel buru-buru membalik lembaran kertas kontrak di tangannya dengan panik, mencari Pasal Tiga yang disebutkan pria itu. Begitu matanya menemukan baris kalimat bernomor tiga tersebut, napas Hazel tertahan seketika.

Pihak Kedua bersedia tinggal bersama Pihak Pertama demi kredibilitas hubungan, serta tunduk pada seluruh aturan privasi Pihak Pertama tanpa terkecuali.

Hazel meremas pinggiran kertas itu dengan jemari yang gemetar. Ia baru saja lolos dari sangkar perjodohan ayahnya, hanya untuk melangkah masuk ke dalam jebakan pria paling berbahaya di kota ini. Dan permainan baru saja dimulai.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 10 Aura Sang Calon Menantu Bayaran

    Di ambang pintu aula utama, Thomas melangkah masuk lebih dulu untuk membukakan jalan. Beberapa langkah di belakang sang asisten, Lucas Sterling berjalan dengan langkah tegap. Pria itu tampak sangat gagah mengenakan setelan tuxedo hitam khusus buatan penjahit Italia. Wajahnya tetap datar dan dingin seperti biasanya. Namun, perhatian ratusan pasang mata malam itu bukan tertuju pada ketampanan kaku sang CEO, melainkan pada jemari kekarnya yang melingkar posesif di pinggang ramping seorang wanita di sampingnya. Wanita itu adalah Hazel Vance. Hazel tampil luar biasa memukau malam itu. Ia mengenakan gaun malam berwarna emerald green rancangan desainer ternama—hadiah pemberian khusus dari Nyonya Eleanor. Gaun itu melekat sempurna di tubuh rampingnya, memamerkan bahu indahnya yang halus. Rambut hitamnya disanggul modern dengan menyisakan beberapa helai yang jatuh lembut di sisi wajahnya, dipadukan dengan set perhiasan berlian yang berkilau di bawah tembusan cahaya lampu kristal. Lan

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 9 ​Di Antara Restu dan Sandiwara

    Kepanikan hebat melingkupi benak mereka saat suara dering intercom terus bergema di seluruh ruangan. Dalam hitungan detik, Hazel dan Lucas bergerak cepat membersihkan kekacauan di ruang tamu. Hazel dengan sigap menyapu puluhan kantong belanjaan mahalnya dan menyembunyikannya secara darurat di balik sofa besar, sementara Lucas melangkah terburu-buru ke dapur untuk menyingkirkan gelas berisi es dan kain basah sembari merapikan kemejanya yang kusut. Begitu pintu penthouse terbuka, napas Hazel tertahan sejenak. Nyonya Eleanor Sterling ternyata tidak datang sendirian seperti tadi pagi. Di sampingnya berdiri Tuan Richard Sterling—pria paruh baya dengan aura kepemimpinan yang sangat dominan, sosok di balik kejayaan Sterling Group sebelum dilanjutkan oleh Lucas. Lima menit kemudian, suasana canggung menyelimuti area ruang tamu. Hazel duduk berdampingan dengan Lucas di atas sofa empuk. Untuk memoles kebohongan mereka agar tampak meyakinkan, Lucas melingkarkan lengan tegapnya di bahu Haze

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 8 Detik-Detik Pewaris Sterling Terancam

    Suara erangan kesakitan yang sangat tertahan meluncur dari tenggorokan Lucas. Wajah tampan yang biasanya kaku dan tanpa ekspresi itu seketika menegang hebat. Warna kulitnya berubah pucat, sementara matanya memejam erat saat rasa nyeri yang luar biasa menjalar menuju seluruh saraf pusatnya. Tubuh tegap Lucas langsung ambruk sepenuhnya ke samping kiri, jatuh terhempas ke marmer dingin di samping sofa. Pria perkasa yang ditakuti di dunia bisnis kota Verdelia itu kini meringkuk terlentang di lantai, membungkukkan tubuhnya dengan kedua tangan memegangi area bawah perutnya. "Hah... hah..." Lucas merintih pelan dengan gigi bergelut rapat. Hazel tersentak kaget. Rasa panik yang tadi menguasainya kini berganti menjadi ketakutan yang jauh lebih besar. Gadis itu buru-buru berlutut di samping Lucas di atas lantai marmer. "L-Lucas?!" jerit Hazel panik. "Kamu kenapa?!" "Hazel... kamu..." desis Lucas dengan suara yang amat sangat serak. "Aku tidak sengaja! Sumpah, demi apa pun aku tidak

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 7 Serangan Tak Terduga

    Hazel meremas kantong-kantong belanjaan mahalnya, berusaha mengendalikan deru napasnya. Ketakutan diseret kembali ke rumah dan dijodohkan secara paksa membakar keberaniannya. Ia mengambil ponsel dari dalam tas kecilnya, membuka blokir kontak sang papi, lalu segera menekan tombol panggil. Hanya dua detik, panggilan langsung tersambung. "Papi, aku tidak mau pulang!" seru Hazel tanpa basa-basi begitu suara berat ayahnya terdengar. "Jangan keras kepala, Hazel! Pulang dengan mereka sekarang atau kamu mau bagian warisanmu Papi alihkan pada kakakmu, Daniel?" ancam Arthur Vance dingin dari seberang telepon. Hazel menghembuskan napas pendek, mengukir senyum miring. "Terserah, aku tidak peduli! Sekalian saja jodohkan Kak Daniel dengan pilihan Papi. Sekarang suruh orang-orangmu menyingkir, atau aku akan lompat dari balkon atrium mal ini sekarang juga. Papi tahu betul aku nekat!" Tanpa menunggu jawaban, Hazel langsung memutus sambungan dan memblokir kembali nomor ayahnya. Kedua peng

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 6 Balas Dendam Pakai Kartu Bos

    "Sekitar dua bulan, Nyonya," kebohongan pertama meluncur mulus dari bibir Hazel. "Dua bulan?" Eleanor memiringkan kepalanya. "Jika kamu memang kekasihnya, kenapa kamu tidak menyiapkan sarapan atau mengantarnya ke depan pintu saat dia berangkat jam tujuh pagi tadi?" Hazel menyunggingkan senyum manis, menyodorkan kertas catatan kecil dan kartu kredit hitam di atas meja. "Lucas yang melarang saya bangun awal pagi ini, Nyonya. Dia bilang saya harus istirahat karena semalam menemaninya memeriksa beberapa dokumen hingga larut. Bahkan dia menyeduh kopi sendiri dan meninggalkan catatan ini serta kartu kreditnya untuk saya." Eleanor meraih kertas itu, mengamati tulisan tangan rapi putranya dan inisial L.S. di sudut bawah. Tatapannya pada Hazel perlahan berubah, dipenuhi analisis mendalam. "Baguslah kalau begitu," ujar Eleanor perlahan. "Tapi jangan senang dulu, Hazel. Minggu depan adalah acara ulang tahun pernikahan kami. Lucas harus membawamu ke sana. Kamu harus bersikap sesuai denga

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 5 Ujian Pertama Nona Vance

    Sinar matahari pagi yang menembus dinding kaca penthouse tidak mampu mengusik tidur lelap Hazel Vance hingga jarum jam menunjukkan pukul sepuluh. Bangun kesiangan adalah kebiasaan lamanya jika tidak ada agenda mendesak—terlebih saat ini statusnya adalah seorang pengangguran. Tunggu! Pengangguran? Hazel mendadak membuka matanya lebar-lebar, menatap langit-langit kamar bernuansa krem yang asing. Ia mengedipkan matanya beberapa kali sebelum terduduk kaget di atas kasur empuk. "Tunggu dulu... aku kan sekarang bekerja!" gumam Hazel dengan suara serak khas bangun tidur. Memori tentang dokumen tebal berstempel hukum yang ia tandatangani kemarin sore berputar cepat di kepalanya. Pekerjaannya sangat jelas: menjadi kekasih bayaran dari CEO triliuner dingin bernama Lucas Sterling. Hazel segera menyibak selimut dan bergegas melangkah keluar kamar tanpa sempat merapikan rambut cokelatnya yang mengembang. Langkah kakinya menyusuri koridor yang teramat sunyi. "Lucas?" panggil Hazel pel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status