Home / Romansa / Kekasih Bayaran CEO Muda / bab 9 ​Di Antara Restu dan Sandiwara

Share

bab 9 ​Di Antara Restu dan Sandiwara

Author: Ana. R.
last update publish date: 2026-09-21 13:56:02

Kepanikan hebat melingkupi benak mereka saat suara dering intercom terus bergema di seluruh ruangan. Dalam hitungan detik, Hazel dan Lucas bergerak cepat membersihkan kekacauan di ruang tamu. Hazel dengan sigap menyapu puluhan kantong belanjaan mahalnya dan menyembunyikannya secara darurat di balik sofa besar, sementara Lucas melangkah terburu-buru ke dapur untuk menyingkirkan gelas berisi es dan kain basah sembari merapikan kemejanya yang kusut.

Begitu pintu penthouse terbuka, napas Hazel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 16 "HENTIKANNN!!! TIDAK MAUUU!!"

    Lucas tetap berdiri tegap, tidak terpengaruh sedikit pun oleh tatapan tajam nan berapi-api yang dilayangkan Hazel padanya. Suaranya yang berat mengudara santai, penuh dengan intonasi logis yang membuat Hazel makin meradang. "Aku hanya ingin mencegah masalah datang padaku," ujar Lucas tenang. "Kau dikenal sebagai kekasihku sekarang. Jika kau pergi ke tempat umum dengan pria lain dan media tahu sampai kabar itu hinggap di telinga keluargaku, usahaku akan sia-sia. Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk sandiwara ini, jadi jika kau tidak bisa bekerja sama secara sukarela, maka aku terpaksa memaksa profesionalitasmu." "Dasar pria menyebalkan!" sembur Hazel seraya mengepalkan kedua tangannya di udara, rasanya ingin sekali mencakar wajah rupawan sang CEO. "Tapi tidak masalah! Kontrak kita akan selesai dalam waktu dekat, dua atau tiga bulan lagi! Setelah itu aku akan terbebas dari gangguan CEO kanebo kering sepertimu!" Hazel menuding dada bidang Lucas dengan jari telunjuknya, menatapnya

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   Bab 15 Batas Kontrak

    Malam harinya, sekitar pukul delapan, pintu penthouse terbuka. Lucas Sterling melangkah masuk setelah membatalkan penerbangannya ke luar kota demi alasan yang bahkan enggan ia akui pada dirinya sendiri. Di ruang tengah, Hazel tampak bersandar santai di sofa empuk seraya menonton televisi. Namun, perhatiannya terbagi. Sebuah tablet berdiri menyangga di atas meja kaca di depannya, menayangkan panggilan video yang masih terhubung. Dari pengeras suara tablet itu, suara seorang pria terdengar mengudara cukup nyaring. "Hazel, bagaimana dengan jas navy ini? Apa menurutmu cocok untuk pertemuan formal dengan klien besok?" tanya suara pria di dalam tablet—suara yang sama persis seperti yang Lucas dengar di kafe tadi siang. Hazel menoleh sekilas ke layar tablet, lalu kembali melirik layar televisi. "Itu bagus. Potongannya cocok di bahumu." Mendengar langkah kaki mendekat, Hazel memalingkan wajah sejenak. Ia melihat Lucas yang baru saja melepaskan jas mewahnya dan melemparkannya santai ke sa

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   Bab 14 ​Si Hacker dan Sang CEO

    Keesokan harinya, sinar matahari pagi meluncur masuk melewati celah gorden kamar yang tidak tertutup rapat. Hazel menggeliat pelan, lalu perlahan membuka matanya saat jam dinding menunjukkan tepat pukul sepuluh pagi. Rambut panjangnya berantakan seperti sarang burung, namun ia hanya mengusap matanya santai seraya menguap lebar. "Aduh, jam sepuluh..." gumam Hazel seraya duduk di tepi ranjang. Belajar dari pengalaman memalukan beberapa waktu lalu—saat ia dipergoki Nyonya Eleanor dalam keadaan muka bantal dan piama kusutnya—Hazel memilih langsung melangkah ke kamar mandi. Setelah mandi segar dan mengenakan pakaian kasual yang rapi, Hazel melangkah keluar dari kamarnya. Suasana penthouse megah itu sepi seperti biasa. Suara ketukan heels santainya memantul ringan di atas lantai marmer. Lucas Sterling dipastikan sudah berangkat ke kantor sejak subuh untuk mengurusi kerajaan bisnisnya, meninggalkan Hazel sendirian sebagai penguasa sementara tempat mewah ini. Hazel melangkah menuju mej

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 13​ Lolos Satu Masalah, Datang Masalah Baru

    Perayaan ulang tahun pernikahan Nyonya Eleanor dan Tuan Richard Sterling akhirnya ditutup dengan lancar dan meriah tanpa ada satu pun kecurigaan yang bocor. Di dalam mobil mewah yang melaju membelah malam kota Verdelia menuju penthouse, atmosfer di kursi belakang terasa jauh lebih dingin ketimbang AC kendaraan itu sendiri. Hazel sengaja mendesak tubuhnya merapat ke sisi pintu mobil, menciptakan jarak sejauh mungkin dari Lucas. Wanita yang biasanya cerewet dan hobi mendebat itu mendadak memilih bungkam total. Wajahnya ditekuk habis, bibirnya memanyun tajam, sementara lirikan matanya sesekali menghujam Lucas dengan tatapan penuh protes. Lucas, yang duduk tenang di sampingnya sambil melonggarkan dasi hitamnya, melirik sekilas ke arah Hazel. Pria itu sama sekali tidak ambil pusing dengan aksi mogok bicara sang gadis bayaran. "Jika otot rahangmu terus kau tekuk seperti itu, wajah mu akan berkerut sebelum waktunya, Miss Vance," tegur Lucas datar dengan suara beratnya. Hazel sontak

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 12 kawin lari?

    Dinginnya angin malam menusuk kulit Hazel begitu langkah kakinya terseret mengikuti Arthur Vance menuju area taman belakang mansion Sterling. Taman yang dipenuhi pendar lampu hias gantung itu tampak sepi dan lengang, memberikan privasi penuh yang justru makin mencekam bagi Hazel. Hazel berdiri gelisah di atas stiletto-nya, meremas jari-jemarinya erat-erat di hadapan sang papi dan kakaknya. "Jadi ini alasanmu menolak perjodohan yang Papi siapkan?" tanya Arthur Vance dengan suara berat yang menuntut penjelasan, menatap putri bungsunya dari atas ke bawah. "Karena kau sudah memiliki kekasih yang ternyata Tuan Muda Lucas Sterling?" Hazel menelan ludah. Hatinya menjerit ingin membantah, ingin mengatakan bahwa semua ini hanyalah kontrak sandiwara berbayar demi uang kompensasi belanja dan penyelamatan kredibilitas semata. Namun, logika Hazel bergerak cepat. Jika ia jujur malam ini, papinya dipastikan akan bertambah murka dan tanpa ragu akan menyeretnya pulang detik ini juga untuk dijodoh

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 11 kecupan dari Tuan Muda

    Napas Hazel memburu hebat, dadanya yang naik turun menempel erat pada dada bidang Lucas. Dalam posisi terhenti yang begitu dramatis di tengah arena lantai dansa, keheningan menyergap aula utama selama beberapa detik. Ratusan pasang mata menatap mereka dengan napas tertahan. Hingga tiba-tiba, tepuk tangan meriah memecah kesunyian. Di tepi arena, Nyonya Eleanor tersenyum lebar seraya berteriak kecil memecah suasana, "Cium! Cium!" Sorakan godaan itu dengan cepat disahut oleh para tamu lainnya. Aula megah itu mendadak riuh oleh siulan dan seruan manis yang menggema di seluruh sudut ruangan. Mendengar riuhnya godaan sang ibu, Lucas perlahan merapatkan tubuhnya, memangkas habis jarak yang tersisa di antara mereka. Iris mata abu-abunya meluncur turun, menatap lekat bibir manis Hazel yang sedikit terbuka. Mata Hazel membelalak kaku. Rasa dingin mendadak menjalar ke ujung jari-jarinya. "Jangan gila, Lucas! Ini tidak ada dalam kontrak kita!" bisik Hazel sangat pelan, suaranya tercekat di t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status