Share

12 kawin lari?

Author: Ana. R.
last update publish date: 2026-09-23 10:53:26

Dinginnya angin malam menusuk kulit Hazel begitu langkah kakinya terseret mengikuti Arthur Vance menuju area taman belakang mansion Sterling. Taman yang dipenuhi pendar lampu hias gantung itu tampak sepi dan lengang, memberikan privasi penuh yang justru makin mencekam bagi Hazel.

Hazel berdiri gelisah di atas stiletto-nya, meremas jari-jemarinya erat-erat di hadapan sang papi dan kakaknya.

"Jadi ini alasanmu menolak perjodohan yang Papi siapkan?" tanya Arthur Vance dengan suara berat yang me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   12 kawin lari?

    Dinginnya angin malam menusuk kulit Hazel begitu langkah kakinya terseret mengikuti Arthur Vance menuju area taman belakang mansion Sterling. Taman yang dipenuhi pendar lampu hias gantung itu tampak sepi dan lengang, memberikan privasi penuh yang justru makin mencekam bagi Hazel. Hazel berdiri gelisah di atas stiletto-nya, meremas jari-jemarinya erat-erat di hadapan sang papi dan kakaknya. "Jadi ini alasanmu menolak perjodohan yang Papi siapkan?" tanya Arthur Vance dengan suara berat yang menuntut penjelasan, menatap putri bungsunya dari atas ke bawah. "Karena kau sudah memiliki kekasih yang ternyata Tuan Muda Lucas Sterling?" Hazel menelan ludah. Hatinya menjerit ingin membantah, ingin mengatakan bahwa semua ini hanyalah kontrak sandiwara berbayar demi uang kompensasi belanja dan penyelamatan kredibilitas semata. Namun, logika Hazel bergerak cepat. Jika ia jujur malam ini, papinya dipastikan akan bertambah murka dan tanpa ragu akan menyeretnya pulang detik ini juga untuk dijodohk

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 11 kecupan dari Tuan Muda

    Napas Hazel memburu hebat, dadanya yang naik turun menempel erat pada dada bidang Lucas. Dalam posisi terhenti yang begitu dramatis di tengah arena lantai dansa, keheningan menyergap aula utama selama beberapa detik. Ratusan pasang mata menatap mereka dengan napas tertahan. Hingga tiba-tiba, tepuk tangan meriah memecah kesunyian. Di tepi arena, Nyonya Eleanor tersenyum lebar seraya berteriak kecil memecah suasana, "Cium! Cium!" Sorakan godaan itu dengan cepat disahut oleh para tamu lainnya. Aula megah itu mendadak riuh oleh siulan dan seruan manis yang menggema di seluruh sudut ruangan. Mendengar riuhnya godaan sang ibu, Lucas perlahan merapatkan tubuhnya, memangkas habis jarak yang tersisa di antara mereka. Iris mata abu-abunya meluncur turun, menatap lekat bibir manis Hazel yang sedikit terbuka. Mata Hazel membelalak kaku. Rasa dingin mendadak menjalar ke ujung jari-jarinya. "Jangan gila, Lucas! Ini tidak ada dalam kontrak kita!" bisik Hazel sangat pelan, suaranya tercekat di t

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 10 Aura Sang Calon Menantu Bayaran

    Di ambang pintu aula utama, Thomas melangkah masuk lebih dulu untuk membukakan jalan. Beberapa langkah di belakang sang asisten, Lucas Sterling berjalan dengan langkah tegap. Pria itu tampak sangat gagah mengenakan setelan tuxedo hitam khusus buatan penjahit Italia. Wajahnya tetap datar dan dingin seperti biasanya. Namun, perhatian ratusan pasang mata malam itu bukan tertuju pada ketampanan kaku sang CEO, melainkan pada jemari kekarnya yang melingkar posesif di pinggang ramping seorang wanita di sampingnya. Wanita itu adalah Hazel Vance. Hazel tampil luar biasa memukau malam itu. Ia mengenakan gaun malam berwarna emerald green rancangan desainer ternama—hadiah pemberian khusus dari Nyonya Eleanor. Gaun itu melekat sempurna di tubuh rampingnya, memamerkan bahu indahnya yang halus. Rambut hitamnya disanggul modern dengan menyisakan beberapa helai yang jatuh lembut di sisi wajahnya, dipadukan dengan set perhiasan berlian yang berkilau di bawah tembusan cahaya lampu kristal. Lan

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 9 ​Di Antara Restu dan Sandiwara

    Kepanikan hebat melingkupi benak mereka saat suara dering intercom terus bergema di seluruh ruangan. Dalam hitungan detik, Hazel dan Lucas bergerak cepat membersihkan kekacauan di ruang tamu. Hazel dengan sigap menyapu puluhan kantong belanjaan mahalnya dan menyembunyikannya secara darurat di balik sofa besar, sementara Lucas melangkah terburu-buru ke dapur untuk menyingkirkan gelas berisi es dan kain basah sembari merapikan kemejanya yang kusut. Begitu pintu penthouse terbuka, napas Hazel tertahan sejenak. Nyonya Eleanor Sterling ternyata tidak datang sendirian seperti tadi pagi. Di sampingnya berdiri Tuan Richard Sterling—pria paruh baya dengan aura kepemimpinan yang sangat dominan, sosok di balik kejayaan Sterling Group sebelum dilanjutkan oleh Lucas. Lima menit kemudian, suasana canggung menyelimuti area ruang tamu. Hazel duduk berdampingan dengan Lucas di atas sofa empuk. Untuk memoles kebohongan mereka agar tampak meyakinkan, Lucas melingkarkan lengan tegapnya di bahu Haze

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 8 Detik-Detik Pewaris Sterling Terancam

    Suara erangan kesakitan yang sangat tertahan meluncur dari tenggorokan Lucas. Wajah tampan yang biasanya kaku dan tanpa ekspresi itu seketika menegang hebat. Warna kulitnya berubah pucat, sementara matanya memejam erat saat rasa nyeri yang luar biasa menjalar menuju seluruh saraf pusatnya. Tubuh tegap Lucas langsung ambruk sepenuhnya ke samping kiri, jatuh terhempas ke marmer dingin di samping sofa. Pria perkasa yang ditakuti di dunia bisnis kota Verdelia itu kini meringkuk terlentang di lantai, membungkukkan tubuhnya dengan kedua tangan memegangi area bawah perutnya. "Hah... hah..." Lucas merintih pelan dengan gigi bergelut rapat. Hazel tersentak kaget. Rasa panik yang tadi menguasainya kini berganti menjadi ketakutan yang jauh lebih besar. Gadis itu buru-buru berlutut di samping Lucas di atas lantai marmer. "L-Lucas?!" jerit Hazel panik. "Kamu kenapa?!" "Hazel... kamu..." desis Lucas dengan suara yang amat sangat serak. "Aku tidak sengaja! Sumpah, demi apa pun aku tidak

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   bab 7 Serangan Tak Terduga

    Hazel meremas kantong-kantong belanjaan mahalnya, berusaha mengendalikan deru napasnya. Ketakutan diseret kembali ke rumah dan dijodohkan secara paksa membakar keberaniannya. Ia mengambil ponsel dari dalam tas kecilnya, membuka blokir kontak sang papi, lalu segera menekan tombol panggil. Hanya dua detik, panggilan langsung tersambung. "Papi, aku tidak mau pulang!" seru Hazel tanpa basa-basi begitu suara berat ayahnya terdengar. "Jangan keras kepala, Hazel! Pulang dengan mereka sekarang atau kamu mau bagian warisanmu Papi alihkan pada kakakmu, Daniel?" ancam Arthur Vance dingin dari seberang telepon. Hazel menghembuskan napas pendek, mengukir senyum miring. "Terserah, aku tidak peduli! Sekalian saja jodohkan Kak Daniel dengan pilihan Papi. Sekarang suruh orang-orangmu menyingkir, atau aku akan lompat dari balkon atrium mal ini sekarang juga. Papi tahu betul aku nekat!" Tanpa menunggu jawaban, Hazel langsung memutus sambungan dan memblokir kembali nomor ayahnya. Kedua peng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status