Home / Romansa / Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua. / BAB 39 – AKU YANG MENYUSAHKAN HATIMU, TAPI TAK PERNAH KAU TOLAK

Share

BAB 39 – AKU YANG MENYUSAHKAN HATIMU, TAPI TAK PERNAH KAU TOLAK

Author: Za_dibah
last update Huling Na-update: 2025-08-29 10:40:20

"Ada cinta yang lahir dari keheningan dan tumbuh dari pengorbanan. Sebuah perasaan yang tak pernah diakui, namun terbukti dalam tindakan yang mengabaikan logika. Dalam bahaya, sebuah hati yang beku akhirnya mencair, dihancurkan oleh keindahan pengorbanan."

***

Perjalanan diplomatik ke Kerajaan Valerius seharusnya menjadi pelarian bagi Kaelion. Ia bisa mengenakan kembali topengnya, menjadi Duke Vaelhardt yang dingin dan kejam. Di sampingnya, para pengawal setia yang dipimpin oleh Kapten Renier, memastikan setiap langkahnya aman.

"Kakakku masih sakit, dan Leona tidak terlihat," Kaelion membatin, menunggangi kudanya, meninggalkan Istana Nightborne. "Aku harus kuat. Aku tidak boleh goyah. Aku tidak bisa membiarkan kerajaan hancur karena kelemahanku."

Ia berpikir, dengan menjaga jarak, ia bisa mengendalikan hatinya. Namun, takdir sekali lagi mempermainkannya. Di rombongan diplomatik yang sama, ia melihat Elaria. Ia mencoba m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.   BAB 39 – AKU YANG MENYUSAHKAN HATIMU, TAPI TAK PERNAH KAU TOLAK

    "Ada cinta yang lahir dari keheningan dan tumbuh dari pengorbanan. Sebuah perasaan yang tak pernah diakui, namun terbukti dalam tindakan yang mengabaikan logika. Dalam bahaya, sebuah hati yang beku akhirnya mencair, dihancurkan oleh keindahan pengorbanan." *** Perjalanan diplomatik ke Kerajaan Valerius seharusnya menjadi pelarian bagi Kaelion. Ia bisa mengenakan kembali topengnya, menjadi Duke Vaelhardt yang dingin dan kejam. Di sampingnya, para pengawal setia yang dipimpin oleh Kapten Renier, memastikan setiap langkahnya aman. "Kakakku masih sakit, dan Leona tidak terlihat," Kaelion membatin, menunggangi kudanya, meninggalkan Istana Nightborne. "Aku harus kuat. Aku tidak boleh goyah. Aku tidak bisa membiarkan kerajaan hancur karena kelemahanku." Ia berpikir, dengan menjaga jarak, ia bisa mengendalikan hatinya. Namun, takdir sekali lagi mempermainkannya. Di rombongan diplomatik yang sama, ia melihat Elaria. Ia mencoba m

  • Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.   BAB 38 – JIKA KAU TAK BISA KEMBALI, SETIDAKNYA TATAPLAH AKU

    "Ada tatapan yang lebih lantang dari kata-kata, sebuah percakapan bisu yang mengungkap semua rahasia. Di antara rintik hujan, dua pasang mata saling berbicara tentang pengkhianatan, penyesalan, dan perpisahan yang tak pernah terucap." *** Dua hari setelah Kaelion mengambil kembali jubahnya, Elaria merasa hatinya telah hancur sepenuhnya. Ia tidak lagi menangis, hanya ada kehampaan yang terasa dingin. Namun, ia memutuskan untuk kembali ke istana. Bukan karena ia memiliki harapan yang tersisa, tetapi karena ia tidak ingin Kaelion merasa ia telah menang. Ia ingin Kaelion melihatnya, melihat bahwa ia tidak hancur sepenuhnya. "Saya harus kembali, Ayah," Elaria berkata pada Viscount Thorne. "Saya tidak ingin orang lain melihat bahwa Duke Vaelhardt bisa menghancurkan putri Anda dengan mudah." Viscount Thorne menatap putrinya, melihat kekuatan di balik matanya yang kosong. "Baiklah, Nak. Ayah mengerti. Tapi berhati-hatilah." "Aku ak

  • Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.   BAB 37 – SAAT DUNIAKU RETAK DI TITIK PALING TAK TERDUGA

    "Ada takdir yang berubah bukan karena kehendak, melainkan karena badai tak terduga yang menguji kekuatan hati. Kaelion Vaelhardt, penguasa yang tak pernah goyah, kini dihadapkan pada keretakan di titik paling tak terduga: perasaannya yang tak bisa ia kendalikan." *** Satu minggu berlalu sejak Kaelion meninggalkan jubahnya di serambi Estate Thorne. Seminggu itu dihabiskannya dalam kekacauan batin. "Aku gila," Kaelion membatin, menatap jubah Leona di ruang kerjanya. "Aku meninggalkan jubahku. Itu... tanda. Aku meninggalkan bukti." Ia menyesali tindakannya, tetapi pada saat yang sama, ia tidak bisa melupakan kehangatan wajah Elaria saat tertidur. Ia tidak bisa melupakan bagaimana rasanya membelai rambutnya. Ia telah goyah, dan ia membenci dirinya sendiri karena itu. Namun, takdir memiliki rencana lain. Pagi itu, kabar buruk menyebar di seluruh istana. "Pangeran Aerion jatuh sakit, Yang Mulia

  • Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.   BAB 36 – KETIKA MATA MEMBOCORKAN ISI HATI

    "Ada jeda yang lebih menyakitkan daripada perpisahan. Sebuah waktu di mana kata-kata terus bergaung dan janji-janji menjadi debu. Namun, dalam jeda itu, sebuah kebenaran baru muncul, tak terucapkan, hanya bisa dibaca oleh hati yang peka." *** Setelah pertemuan semalam, Kaelion kembali ke istana, tetapi ia tidak menemukan kedamaian yang ia harapkan. Kata-kata "Pembohong" yang diucapkan Elaria terus bergaung di telinganya. "Pembohong... dia benar," Kaelion bergumam, menatap bayangannya di cermin. "Aku membohongi diriku sendiri." Ia mengunci diri di ruang kerjanya, tidak makan, tidak tidur. Pikirannya dipenuhi bayangan Elaria yang berdiri sendirian di bawah rembulan, air matanya, dan kekuatan dalam tatapannya. "Mengapa aku tidak bisa melupakannya? Mengapa aku membiarkan diriku merasa seperti ini?" Kaelion memijat pelipisnya. Ini adalah perasaan yang asing dan menakutkan baginya. Ia telah menjaga citra dinginnya selama bertahun-tahun. Perasaan ini, pe

  • Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.   BAB 35 – PECAH, TAPI TAK PERNAH HANCUR

    "Ada hati yang retak, namun ia tidak pecah menjadi kepingan. Seperti kaca patri yang hancur, setiap pecahan masih menyimpan cahaya. Elaria pecah, tapi ia tidak pernah hancur. Ia hanya membangun tembok dari pecahan-pecahan itu." *** Lima hari berlalu sejak Kaelion pergi. Lima hari di mana Elaria membiarkan hatinya remuk redam. Kata-kata Kaelion yang dingin dan tajam menusuknya, menghancurkan sisa-sisa harapannya. Namun, ia tidak hancur. Elaria menangis, ia meratap, tetapi di balik air matanya, sebuah keputusan tegas muncul. Ia akan mundur. Ia akan berhenti. "Aku tidak bisa terus-menerus menjadi figuran," bisik Elaria pada dirinya sendiri, menatap pantulan wajahnya yang pucat di jendela. "Ini saatnya aku menjadi pemeran utama dalam hidupku sendiri." Ia mengambil pena bulu dan kertas, menuliskan sebuah surat singkat namun penuh makna. Itu adalah surat pengunduran diri dari tugas pengantaran anggur ke istana

  • Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.   BAB 34 – JIKA KAU MENYEBUTKU HANYA ANGIN, BIARKAN AKU BERTIUP SEKALI SAJA

    "Ada sentuhan yang lebih sunyi dari doa, sebuah keberanian yang hanya berani muncul satu kali saja. Namun, ia disambut bisu yang dingin dan tajam, menusuk hati, menyisakan puing-puing asa yang pilu dalam tangis tanpa suara." *** Matahari sudah mulai condong ke barat saat Kaelion mengakhiri "inspeksi" kualitas anggurnya. Ia telah menghabiskan waktu berjam-jam di gudang penyimpanan, mendengarkan penjelasan Viscount Thorne, tetapi pikirannya terus kembali pada satu hal: Elaria. Ia mencuri pandang ke arah ladang dari jendela gudang. Elaria masih di sana, bekerja. Kaelion berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia sudah mendapatkan apa yang ia cari, bukti bahwa Elaria baik-baik saja dan tidak terlalu patah hati, dan sekarang ia bisa pergi. "Tuan Viscount Thorne, saya rasa inspeksi ini sudah cukup," kata Kaelion, suaranya kembali ke nada formal yang dingin. "Baik, Ya

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status