author-banner
Za_dibah
Za_dibah
Author

Novels by Za_dibah

Pak Ceo, Aku Ingin Anak

Pak Ceo, Aku Ingin Anak

Mature (21+) “Pak... bukannya tadi sudah kita lakuin di sofa?” bisik Amara dengan wajah memerah saat Darian kembali melucuti pakaiannya. “Kau tahu, Amara, untuk satu anak... kita butuh lebih dari sekali untuk bercinta,” jawabnya berat, sebelum membaringkannya di atas ranjang. Amara Aurelia hidup sebatang kara dan tak pernah memikirkan pernikahan, sampai sebuah kecelakaan membuatnya kehilangan segalanya. Di ambang kematian, hanya satu penyesalan yang tersisa: ia belum merasakan menjadi seorang ibu. Darian Lancaster, CEO dingin dan kejam, tanpa sengaja terlibat dalam insiden itu yang dihantui rasa bersalah dan siap membayar ganti rugi apapun. Hingga sebuah kontrak gila pun lahir; pernikahan rahasia tanpa cinta. Amara harus menjadi istri tersembunyi, tinggal dibawah atap Darian dan dibawah pengawasan ketatnya. Namun, bagaimana jika hubungan yang dimulai hanya demi sebuah janin ini diam-diam mengubah segalanya?
Read
Chapter: Bab 180: Happy ending.
Marco, asisten setia Darian, tampak menggandeng tangan Maya dengan sangat protektif. ​"Tuan, Nyonya, selamat atas kesehatan Nona dan Tuan Muda yang baru saja lahir," ucap Marco dengan anggukan hormat, namun kali ini senyumnya terlihat lebih lepas. ​Amara menatap sahabatnya, Maya, yang tampak sedikit lebih berisi dan wajahnya yang glowing. "Maya! Akhirnya kalian datang juga. Kapan kalian akan menyusul kami? Pernikahan kalian sudah setahun, kan?" goda Amara. ​Maya melirik Marco dengan wajah memerah, lalu ia membisikkan sesuatu ke telinga Amara yang membuat mata Amara membelalak sempurna. ​"Sayangku Amara, jangan khawatir. Aku sudah 'isi'. Dan setelah kucocokkan dengan ramuanku kemarin... ternyata ramuanku berhasil. Aku sedang mengandung tiga bayi sekaligus," bisik Maya penuh kemenangan. ​"Apa?! Kembar tiga?!" pekik Amara. ​Darian yang mendengar itu langsung menatap Marco dengan alis terangkat. "Benarkah itu, Marco?" ​Marco menggaruk tengkuknya y
Last Updated: 2026-03-13
Chapter: Bab 179: Kehangatan keluarga Lancaster.
Enam tahun kemudian. ​Matahari sore Solterra menggantung rendah di cakrawala, menyebarkan rona oranye keemasan yang membasahi kebun luas di Mansion utama Lancaster. Kebun ini bukan lagi sekadar taman formal yang kaku dengan tanaman simetris; kini, tempat ini telah berubah menjadi surga kecil bagi anak-anak. Ada sebuah rumah pohon megah, area memanah kecil, dan berbagai wahana permainan berkualitas tinggi yang sengaja dibangun khusus untuk sang penerus. ​"Ma! Pa! Lihatlah, aku bisa berlari sangat cepat! Aku seperti kilat!" ​Suara cempreng dan penuh semangat itu milik Andrew. Bocah berusia enam tahun itu berlari memutari air mancur marmer dengan kaki-kaki kecilnya yang lincah. Rambut gelapnya yang mirip dengan Darian tampak berantakan karena keringat, namun tawanya begitu lepas, mengguncang keheningan sore itu. ​Tidak jauh dari sana, di sebuah sofa outdoor yang empuk dan teduh, Amara duduk berdampingan dengan Darian. Pemandangan di sana sungguh menyejukkan
Last Updated: 2026-03-13
Chapter: Bab 178: Kelahiran Andrew Karl Lancaster.
Delapan bulan berlalu bagaikan hembusan angin yang membawa perubahan besar di Mansion Lancaster. Perut Amara yang semula rata kini telah membuncit sempurna, membawa beban cinta yang semakin hari semakin terasa gerakannya. Pagi itu, ketenangan di penthouse pecah ketika rintihan kesakitan Amara menggema di sela heningnya fajar. Persalinan yang dinanti-nantikan itu tiba lebih awal dari perkiraan, memicu alarm kesiagaan tertinggi bagi seluruh punggawa Lancaster. ​Lorong rumah sakit premier di pusat kota Solterra yang eksklusif itu kini steril. Tak ada langkah kaki lain selain para dokter ahli dan perawat yang berlari kecil. Di tengah pusaran kepanikan itu, Darian Lancaster berdiri tegak, meski buku-buku jarinya memutih karena cengkeraman rasa cemas yang luar biasa. Ia menolak untuk menunggu di luar. Baginya, melihat Amara berjuang sendirian adalah siksaan yang lebih berat daripada kehilangan seluruh aset perusahaannya. ​Di dalam ruang bersalin yang dingin, suasana te
Last Updated: 2026-03-13
Chapter: Bab 177: Bukan sekedar 'pabrik anak', justru sangat berharga.
Kabar itu menyebar seperti api yang ditiup angin kencang di musim kemarau. Hanya butuh beberapa jam setelah Darian dan Amara meninggalkan rumah sakit, seluruh jaringan komunikasi keluarga besar Lancaster seolah meledak oleh euforia. Di Penthouse, suasana yang biasanya tenang dan eksklusif kini berubah menjadi pusat kesibukan yang luar biasa.​Darian benar-benar membuktikan ucapannya. Ia membatalkan seluruh agenda bisnisnya, membiarkan Marco menangani urusan di kantor, sementara ia sendiri berubah menjadi pengawal paling posesif bagi istrinya. Amara dilarang menuruni tangga, dilarang mengambil minum sendiri, bahkan dilarang berjalan terlalu cepat menuju balkon."Mas, aku hanya ingin turun minum. Aku tidak sedang sakit," keluh Amara dengan nada manja saat melihat Darian masuk membawa segelas susu kehamilan hangat.​Darian duduk di tepi ranjang, mengusap pipi Amara dengan ibu jarinya. "Dengarkan aku, Sayang. Kau sedang membawa masa depan Lancaster. Biarkan aku yang melayani setiap langka
Last Updated: 2026-03-12
Chapter: Bab 176: Amara hamil.
​Lorong Rumah Sakit Pusat Solterra yang biasanya terasa dingin dan kaku, pagi ini seolah dipenuhi oleh ketegangan yang menyesakkan dada. Darian Lancaster tidak bisa duduk diam di ruang tunggu VIP yang eksklusif. Pria yang biasanya mampu mengendalikan pergerakan pasar saham dunia dengan satu jentikan jari itu, kini tampak sangat gelisah. Ia berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang periksa, langkah kakinya yang berat bergema di atas lantai marmer, mencerminkan kecemasan yang berkecamuk di dalam hatinya. ​Darian terus mengepalkan tangannya, sesekali menyisir rambutnya dengan kasar. Pikirannya melayang pada diagnosa medis beberapa bulan lalu yang menyatakan bahwa peluang Amara untuk hamil sangatlah kecil karena kondisi rahimnya yang lemah. Ia sudah mengirim pesan singkat kepada Marco agar asistennya itu mengambil alih seluruh rapat direksi di Arcus Capital. Saat ini, dunia bisnis tidak ada artinya dibandingkan wanita yang sedang berada di balik pintu kayu ek itu. ​'Tuhan, tolong jan
Last Updated: 2026-03-12
Chapter: Bab 175: Kekhawatiran Darian.
​Sinar matahari pagi Solterra menyelinap masuk melalui celah gorden sutra di kamar utama penthouse, menciptakan garis-garis emas yang jatuh tepat di atas ranjang kasmir yang berantakan. Udara pagi itu terasa sejuk, membawa aroma embun yang samar dari taman gantung di balkon. Hampir dua bulan telah berlalu sejak kepulangan mereka dari Maladewa, namun sisa-sisa romansa di pulau tropis itu seolah enggan memudar, tetap melekat dalam setiap interaksi antara Darian dan Amara. ​Amara menggeliat pelan di balik selimut tebalnya. Matanya masih terpejam, menikmati kehangatan yang melingkupinya. Namun, ada sesuatu yang berbeda pagi ini. Kepalanya terasa sedikit berat, dan perutnya memberikan sensasi aneh yang sulit ia jelaskan, seperti ada ombak kecil yang bergejolak di dalam sana. ​Di sampingnya, Darian sudah lebih dulu terjaga. Pria itu bersandar pada kepala ranjang dengan tablet di tangan kirinya, sementara tangan kanannya tak henti mengusap bahu polos Amara yang menyembul dari balik selimu
Last Updated: 2026-03-12
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Nadine tak mengira, sepeninggal ayahnya ibunya menikah lagi dengan pria tua kaya raya bernama Sebastian Moretti. Namun dibalik keluarga barunya, Nadine terseret masuk ke dunia keluarga elite yang dingin dan penuh darah. Dominic Moretti—dingin, tenang, penuh misteri dan memandang Nadine seolah ia tak pernah ada, namun dibalik sikapnya ada sesuatu yang berbahaya. Dan Matteo Moretti—liar, berbahaya, penuh gairah, dengan tatapan yang membuat kulit Nadine meremang bahkan sebelum ia bicara. *** "Nghh..." “Jika kau berbicara sesuka hatimu lagi,” desis Dominic tepat di telinga Nadine, “aku sendiri yang akan melibas dan melalap habis mulut tipismu. Mematikan suaramu, menghabiskan setiap sisa napas yang kau punya… hingga kau tidak bisa lagi mengeluarkan satu kata pun selain erangan." *** “Apa kesalahanmu?” desis Matteo. “Kesalahanmu adalah datang ke rumahku… dan membiarkan ibumu merangkak naik ke ranjang ayahku.” "Lepaskan! Kau gila!" Nadine meronta. "Kau ingin tahu seberapa gila aku?" Matteo mendekatkan wajahnya. "Aku benci barang asing di rumahku. Dan cara terbaik untuk merusak barang asing... adalah dengan menandainya."
Read
Chapter: Bab 211 — Menebus kegagalan tujuh belas tahun lalu!
Aku segera memalingkan wajah dan berjalan menuju pintu.Dengan sangat hati-hati, aku membuka pintu kamar Dominic lalu menutupnya kembali dengan gerakan pelan, takut jika suara sekecil apa pun akan membangunkan pria berbahaya itu dari tidur nyenyaknya.Koridor mansion terasa sunyi dan dingin.Aku berjalan perlahan menuju kamarku sendiri di sayap berbeda. Tubuhku terasa lengket, berat, dan lelah setelah semua kekacauan malam ini.Begitu masuk kamar, aku langsung menuju kamar mandi.Air hangat dari shower mengalir membasahi tubuhku. Aku memejamkan mata saat air itu membawa pergi sisa darah, debu jalanan, dan aroma mesiu yang sejak tadi melekat di kulitku.Namun anehnya…Semakin lama aku berdiri di bawah air, semakin jelas bayangan Dominic di kepalaku.Ciumannya.Tatapannya.Cara ia melindungiku.Cara ia menggenggam tanganku seperti orang yang takut ditinggalkan.Aku membuka mata cepat dan mematikan shower.“Kenapa aku terus memikirkannya…” gumamku frustrasi.Setelah selesai membersihkan
Last Updated: 2026-05-19
Chapter: Bab 210 — Tidak mungkin Dominic adalah anak remaja itu?
Dominic baru saja menghabiskan suapan terakhir buburnya. Setelah itu, aku membantu memberinya obat-obatan yang diresepkan dokter. Tanganku sempat gemetar ketika menyerahkan kapsul dan segelas air padanya, tetapi Dominic malah menatapku seolah rasa sakitnya benar-benar berkurang hanya karena aku berada di dekatnya.“Pelan-pelan minumnya,” gumamku lirih.Dominic terkekeh kecil. “Kau bicara seperti istri yang sedang mengurus suaminya.”Aku langsung melotot. “Kak!”“Aku hanya bercanda.” Sudut bibirnya terangkat malas. “Kenapa kau selalu panik setiap kali aku menggodamu?”“Karena candaanmu tidak pernah normal.”“Bagiku semuanya normal kalau itu tentangmu.”Jantungku kembali berdetak tidak nyaman mendengar kalimat itu.Efek obat rupanya mulai bekerja cepat. Kelopak mata Dominic yang sejak tadi bertahan terbuka perlahan tampak berat. Garis tegas di wajah tampannya mulai melemah, membuat pria itu terlihat jauh lebih manusiawi dibanding biasanya.​Namun, bahkan dalam ambang kesadarannya yang k
Last Updated: 2026-05-18
Chapter: Bab 209 — Kenapa jadi manja begini?
Aku menatap mereka bergantian dengan jantung berdebar tidak nyaman. Ada sesuatu yang disembunyikan.Sesuatu yang besar.Dan anehnya… Dominic terlihat sangat puas setelah membisikkan hal itu pada Lukas. Sementara Lukas tampak seperti ingin membunuh seseorang.Tanpa berkata apa-apa lagi, Lukas akhirnya berbalik kasar. Langkahnya menghentak lantai marmer dengan emosi yang nyaris meluap.BRAK!Pintu kamar dibanting keras hingga gema suaranya memantul di seluruh koridor lantai dua.Aku tersentak kecil.Keheningan langsung jatuh setelah kepergian Lukas. ​Sunyi.Mencekam.Dan entah kenapa membuatku makin gelisah.Aku menatap pintu yang tertutup rapat itu cukup lama sebelum akhirnya berbalik perlahan ke arah Dominic.Pria itu sedang menatapku.Tepatnya… memperhatikanku tanpa berkedip.Tatapan abu-abunya begitu intens hingga membuat tengkukku meremang.“Apa yang kau katakan padanya?” tanyaku curiga.Dominic mengangkat bahu santai.“Hanya sedikit kebenaran.”“Kebenaran apa?”“Yang belum siap k
Last Updated: 2026-05-17
Chapter: Bab 208 — Rahasia pria dewasa
Rahang Lukas mengeras begitu kuat hingga suara gemeletuk pelan terdengar samar di tengah kamar yang sunyi. Tatapan mata abu-abunya berubah tajam, dingin, dan penuh permusuhan saat mengarah pada Dominic yang masih bersandar santai di atas ranjang.Sementara Lukas terlihat menahan amarah, Dominic justru membalasnya dengan ekspresi yang jauh lebih tenang. Sudut bibirnya terangkat tipis, membentuk senyum kecil yang terlihat seperti kemenangan diam-diam. Aku bisa merasakan atmosfer di ruangan itu berubah menyesakkan.Dua pria itu tidak ada adu pukul. Tidak ada ancaman terang-terangan.Namun justru itulah yang membuat semuanya terasa jauh lebih mengerikan.Lukas menarik napas panjang, mencoba mengendalikan emosinya di depanku. Aku melihat jelas bagaimana dadanya naik turun perlahan, seolah ia sedang menelan amarahnya hidup-hidup agar tidak meledak di kamar itu.Beberapa detik kemudian, ekspresinya melunak saat menatapku.“Baiklah, Ma Chérie,” ucapnya akhirnya dengan suara rendah yang dipak
Last Updated: 2026-05-17
Chapter: Bab 207 — Perdebatan dua pria.
Aku mengernyitkan dahi.Dominic hari ini benar-benar aneh, seperti orang yang berbeda. Biasanya, pria ini bisa menahan rasa sakit seekstrem apa pun tanpa mengedipkan mata, tapi sekarang...? Sikapnya yang manja ini membuatku bertanya-tanya: apakah ini sisi aslinya yang baru ditunjukkannya sekarang, ataukah ini hanya permainan baru? ​Lukas yang berdiri di belakangku tertawa dingin, sebuah tawa yang merendahkan. "Berhenti, Dominic. Jangan konyol." Suaranya tajam seperti pecahan kaca.Aku menoleh.Lukas berdiri tegak dengan aura dingin yang sama mengerikannya. Setelan formalnya masih sempurna, namun ekspresi wajahnya terlihat jauh lebih gelap dibanding saat di koridor tadi."Dia sudah dijahit dan diberi obat bius dosis tinggi, Nadine," lanjut Lukas sinis. "Rasa sakitnya tidak akan sehebat drama yang sedang ia mainkan sekarang," Lukas menimpali dengan suara tajam dan penuh penekanan. "Biarkan perawat profesional yang mengurusnya. Kau harus istirahat, Nadine. Kau baru saja mengalami tra
Last Updated: 2026-05-16
Chapter: Bab 206 — Wajah memelas Dominic
Dominic menekan telapak tangannya di dada kiri dengan gerakan lambat, seolah rasa sakit itu benar-benar menembus tulang rusuknya. Sorot matanya tidak lepas dariku sedetik pun. Tatapan abu-abunya begitu pekat, begitu dalam. ​"Hanya bagian ini," gumam Dominic lirih, telapak tangannya menekan dada kirinya dengan gerakan yang sangat lambat. "Bagian ini sungguh terasa nyeri, rasanya sungguh menyakitkan..."Suasana kamar mendadak membeku.Udara di dalam ruangan luas itu terasa berat, dipenuhi aroma antiseptik, kayu cendana dari parfum Dominic, dan ketegangan yang nyaris bisa disentuh dengan tangan.Aku menelan ludah pelan.Cara Dominic menatapku membuat kalimat itu terdengar bukan seperti keluhan orang terluka—melainkan pengakuan yang terlalu intim untuk diucapkan di depan semua orang.“Apa?!” Sebastian Moretti langsung melangkah maju dengan wajah panik yang jarang sekali terlihat pada pria setegang dirinya. Kacamata bingkai emasnya sedikit turun saat ia membungkuk ke arah putra sulungnya.
Last Updated: 2026-05-16
Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.

Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.

"Aku seharusnya hanya figuran. Hanya nama yang lewat dan dilupakan pembaca. Tapi bagaimana mungkin aku tinggal diam… saat lelaki kedua yang selalu kucintai bahkan tidak diberi hak untuk bahagia?" Laurenta Wallace terbangun di dunia novel favoritnya dan menjadi Lady Elaria Thorne—putri bangsawan kaya pemilik anggur kebanggaan Nightborne. Di dunia ini, cinta pertamanya, Duke Kaelion Vaelhardt, ditakdirkan menjadi pemeran kedua yang patah hati. Diabaikan. Dicampakkan. Dan selamanya tidak mendapatkan akhir bahagia. Tidak jika ia bisa mencegahnya. Dengan tekad mengubah alur yang sudah ditulis, Elaria mengejar cintanya sekalipun harus menantang takdir dan melawan tokoh utama sendiri. Walaupun takdir berusaha menghapus keberadaannya… Namun, kisah ini bukanlah kisah mereka yang sempurna sejak awal… Ini adalah kisah Duke Kaelion dan Elaria si figuran tanpa suara, yang memilih untuk menuntut akhir bahagianya.
Read
Chapter: BAB 117 – EPILOG: DI BALIK TINTA YANG BERCAHAYA (TAMAT)
"​Waktu hanyalah deretan angka bagi mereka yang tak mengerti arti menunggu, namun bagi dua jiwa yang pernah terpisah dimensi, waktu adalah sebuah kanvas yang kini mereka warnai dengan kebebasan. Di antara baris-baris kalimat yang pernah memenjarakan mereka sebagai figuran, kini tumbuh sebuah narasi baru—sebuah kisah yang tak lagi butuh pena penulis untuk bergerak, karena cinta telah menjadi tinta yang takkan pernah mengering hingga akhir zaman." ***Beberapa tahun kemudian... ​Matahari sore di atas ladang anggur Vaelhardt tampak lebih hangat dari biasanya, memberikan rona kemerahan pada bangunan mansion yang kini berdiri kokoh seperti istana kecil di tengah hamparan hijau. Di kejauhan, bagian depan area mansion yang telah diubah menjadi museum botani dan perpustakaan kuno tampak ramai oleh beberapa pengunjung yang mengagumi koleksi bunga-bunga langka milik Nyonya Vaelhardt. ​Di tengah ketenangan itu, seorang gadis kecil dengan rambut perak yang berkilau seperti rembulan berlari mel
Last Updated: 2025-12-30
Chapter: BAB 116 – GEMA KEABADIAN DALAM NAMA VAELHARDT
"​Cinta adalah sebuah perjalanan yang melintasi ribuan bahasa, ribuan dunia, dan ribuan kemungkinan, hanya untuk berhenti pada satu titik yang disebut rumah. Di sela tangis pertama seorang bayi dan tawa seorang kakak, takdir tak lagi ditulis dengan tinta yang dingin, melainkan dengan hangatnya napas kehidupan. Kesempurnaan bukanlah tentang ketiadaan celah, melainkan tentang bagaimana kepingan-kepingan yang pernah retak menyatu kembali dalam balutan kasih yang tanpa syarat." *** ​Mansion Vaelhardt belum pernah terlihat seindah ini. Pagi itu, sinar matahari menembus jendela kaca setinggi langit-langit, memantulkan cahaya pada ribuan kuntum mawar putih yang didatangkan khusus dari toko Gardenia. Aroma persalinan yang steril telah berganti dengan wangi bayi yang lembut dan bedak lavender. ​Elias berdiri di depan lobi, tangannya dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Eliana. Ia menggendong bayi perempuan mereka, Aura, yang terbungkus selimut kasmir merah muda yang sangat halus. Elian
Last Updated: 2025-12-30
Chapter: BAB 115 – DETIK-DETIK MENUJU KEHIDUPAN BARU
​"Waktu meluncur seperti arus sungai yang tak terbendung, membawa perubahan pada raga namun memperkuat akar pada jiwa. Perut yang dulu hanya berupa tonjolan kecil kini telah menjadi rahim yang megah, menyimpan janji tentang tangis pertama yang akan mengubah dunia. Di ambang penantian yang mendebarkan, cinta bukan lagi sekadar kata-kata, melainkan sebuah kesiapan untuk menyambut fajar yang baru." *** ​Beberapa bulan telah berlalu sejak hari pernikahan yang indah itu. Musim telah berganti, dan kini Mansion Vaelhardt diselimuti udara yang lebih sejuk. Perut Eliana kini sudah sangat besar, menandakan bahwa waktu melahirkan sudah sangat dekat. ​Ia duduk di kursi goyang di balkon kamar, menatap dedaunan anggur yang mulai menguning. Setiap gerakannya kini terasa berat, namun ada rasa bahagia yang tak terlukiskan setiap kali ia merasakan tendangan dari dalam rahimnya. ​"Lagi-lagi kau duduk di luar saat udara dingin, Sayang," suara Elias terdengar penuh kekhawatiran yang lembut. ​Elia
Last Updated: 2025-12-26
Chapter: BAB 114 – SINAR MENTARI DI MEJA PERJAMUAN VAELHARDT
"​Cahaya pagi bukan sekadar tanda berakhirnya malam, melainkan saksi bisu atas dimulainya sebuah babak yang baru. Di bawah atap yang kini tak lagi terasa dingin, aroma kopi dan tawa seorang anak menyatu menjadi harmoni yang menenangkan jiwa. Takhta telah berganti menjadi kursi kayu di meja makan, dan perintah kaku telah melunak menjadi percakapan hangat yang mengeja makna sebuah rumah." *** ​Sinar matahari pagi yang lembut menyelinap melalui celah gorden sutra, membelai wajah Eliana yang masih terlelap. Ia mengerjapkan mata, merasakan beban hangat di pinggangnya. Elias masih di sana, memeluknya dari belakang dengan napas yang teratur dan tenang. ​Eliana tersenyum, menyentuh tangan besar suaminya yang melingkar protektif di perutnya. "Sayang... bangun, ini sudah pagi," bisiknya lembut sambil mencoba berbalik. ​Elias bergumam rendah, bukannya melepaskan, ia justru mempererat pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Eliana. "Lima menit lagi, Sayang. Ini adalah tidur pali
Last Updated: 2025-12-26
Chapter: BAB 113 – MALAM YANG MELURUHKAN SELURUH RINDU
"​Ketika dunia di luar sana mulai meredup dan kebisingan kota tenggelam dalam pelukan malam, hanya ada satu detak jantung yang terdengar di dalam sunyi. Cinta yang telah menempuh perjalanan ribuan mil, melintasi batas logika dan ruang, akhirnya tiba di titik peristirahatan terakhirnya. Di bawah naungan atap yang sama, sebuah janji kini bukan lagi sekadar kata, melainkan hembusan napas yang saling berbagi di balik selimut keheningan." *** ​Pesta kecil di kebun anggur telah berakhir beberapa jam yang lalu. Mansion Vaelhardt kini diselimuti oleh ketenangan yang mewah, hanya menyisakan kerlip lampu taman di kejauhan. Renier telah memastikan Carlo tertidur lelap di kamarnya, kelelahan setelah seharian menjadi "ksatria penjaga cincin" yang sangat sibuk. ​Elias berdiri di balkon kamar utama, masih mengenakan kemeja putihnya yang kancing atasnya sudah terbuka. Ia menatap langit malam, membiarkan angin sejuk menerpa wajahnya. ​"Kau sedang memikirkan apa, Sayang?" Suara lembut Eliana terden
Last Updated: 2025-12-26
Chapter: BAB 112 – FAJAR DI ATAS ALTAR MAWAR
"​Ketika fajar menyapa dengan jemari emasnya, ia tak hanya membawa hari yang baru, tetapi juga menggenapi janji yang pernah terucap di antara dimensi yang berbeda. Di atas tanah yang harum oleh aroma anggur dan mawar, waktu seolah berhenti berdetak untuk memberi penghormatan pada sebuah kesetiaan. Hari ini, bukan tentang siapa yang menjadi raja atau ratu, melainkan tentang dua jiwa yang akhirnya menemukan pelabuhan terakhir mereka di dunia yang nyata."***​Cahaya matahari pagi menyelinap lembut melalui celah tirai kamar utama Mansion Vaelhardt. Eliana terbangun dengan perasaan damai yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Di sampingnya, sisi tempat tidur Elias sudah kosong, namun ia meninggalkan selembar nota kecil di atas bantal: "Aku menunggumu di ujung altar, Sayang."​Pintu kamar terbuka pelan, dan tim penata rias serta Helena masuk dengan langkah teratur. Mereka membawa gaun pengantin sutra yang kini tampak berkilau terkena cahaya pagi.​"Selamat pagi, Nyonya. Mari kita mulai k
Last Updated: 2025-12-23
You may also like
I Got You
I Got You
Romansa · Bee Happy
24.5K views
Tawanan Tiga Tuan Muda
Tawanan Tiga Tuan Muda
Romansa · CitraAurora
24.4K views
Mampukah Aku Bertahan
Mampukah Aku Bertahan
Romansa · Tifa Nurfa
24.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status