
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif
Dark RomanceDewasaAroganMafiaObsesifWanita KuatHaremCinta TerlarangBenci jadi Cinta
Nadine tak mengira, sepeninggal ayahnya ibunya menikah lagi dengan pria tua kaya raya bernama Sebastian Moretti. Namun dibalik keluarga barunya, Nadine terseret masuk ke dunia keluarga elite yang dingin dan penuh darah.
Dominic Moretti—dingin, tenang, penuh misteri dan memandang Nadine seolah ia tak pernah ada, namun dibalik sikapnya ada sesuatu yang berbahaya.
Dan Matteo Moretti—liar, berbahaya, penuh gairah, dengan tatapan yang membuat kulit Nadine meremang bahkan sebelum ia bicara.
***
"Nghh..."
“Jika kau berbicara sesuka hatimu lagi,” desis Dominic tepat di telinga Nadine, “aku sendiri yang akan melibas dan melalap habis mulut tipismu. Mematikan suaramu, menghabiskan setiap sisa napas yang kau punya… hingga kau tidak bisa lagi mengeluarkan satu kata pun selain erangan."
***
“Apa kesalahanmu?” desis Matteo.
“Kesalahanmu adalah datang ke rumahku… dan membiarkan ibumu merangkak naik ke ranjang ayahku.”
"Lepaskan! Kau gila!" Nadine meronta.
"Kau ingin tahu seberapa gila aku?" Matteo mendekatkan wajahnya. "Aku benci barang asing di rumahku. Dan cara terbaik untuk merusak barang asing... adalah dengan menandainya."
Lesen
Chapter: Bab 309 — Tekad DominicSuara Dominic terdengar lebih berat. "Selama ini aku mencari gadis kecil yang pernah menyelamatkan hidupku. Aku tidak pernah berhenti mencarinya." Mata sembap Nadine perlahan beralih pada jepit rambut perak tersebut. Hatinya berdesir pilu menyadari benda peninggalan almarhum ayahnya ada di sana, namun benaknya terlalu kacau untuk memproses kenyataan itu. Dominic melanjutkan dengan suara tenang. "Victor telah menemukan seluruh kebenarannya. Kau memang gadis yang menyelamatkanku di pantai. Ayahku menyembunyikan identitasmu selama bertahun-tahun agar Arthur Miller tidak menemukanmu. Semua terjadi... karena kau telah menggagalkan rencana besar Arthur yang telah membunuh pewaris Moretti yaitu aku.""Victor telah menemukan seluruh kebenarannya," lanjut Dominic pelan. "Kau memang gadis kecil di pantai itu. Ayahku memalsukan identitasmu selama belasan tahun agar Arthur Miller tidak menemukanmu. Semua malapetaka ini terjadi... karena kau telah menggagalkan rencana pembunuhan terhadapku
Zuletzt aktualisiert: 2026-08-18
Chapter: Bab 308 — Begitu takutPintu kamar terbuka perlahan. Engselnya mengeluarkan bunyi lirih yang memecah kesunyian. Ruangan itu gelap. Gorden tebal masih tertutup rapat sehingga hanya sedikit cahaya bulan yang menyelinap melalui celah kain. Dominic berhenti di ambang pintu. Sorot matanya menyapu seluruh ruangan. "Nadine..." Tak ada sahutan. Pandangannya akhirnya terkunci pada ranjang di sudut kamar. Di sanalah Nadine meringkuk. Tubuhnya dibungkus selimut hingga ke bahu. Rambutnya sedikit berantakan. Wajahnya pucat, sementara kedua matanya sembap karena terlalu lama menangis. Melihat langkah Dominic mendekat, tubuh Nadine mendadak kaku. Secara refleks ia merapatkan punggungnya ke sandaran ranjang, melingkarkan lengan memeluk dirinya sendiri. Dominic menghentikan gerakan. Dadanya serasa dihantam beban berat melihat kondisi gadis itu. "Jangan... Jangan mendekat!" jerit Nadine tipis. Suaranya pecah, parau, dan nyaris habis. "Aku tidak akan menyakitimu," bisik Dominic lembut. "Aku hanya ingin mema
Zuletzt aktualisiert: 2026-08-18
Chapter: Bab 307 — Kematian Ayah Nadine.Dominic mengepalkan tangannya rapat-rapat. "Tuan Besar Sebastian mengambil tindakan yang sangat ekstrem," lanjut Victor. Ia mengeluarkan satu bundel dokumen resmi bertempel stempel kepolisian. "Seluruh dokumen kematian Nona Nadine dan keluarganya sengaja direkayasa. Secara hukum, mereka dinyatakan tewas dalam insiden kebakaran." "Direkayasa?" ulangi Dominic. "Benar. Identitas mereka dihapus total, diganti dengan nama baru, lalu dipindahkan ke kota kecil di utara. Mereka dibiarkan hidup dalam serba kekurangan agar tidak memicu kecurigaan jaringan intelijen Miller, namun mereka selamat." Dominic membaca cepat dokumen-dokumen itu. Victor berkata pelan, "Ada satu fakta lagi." "Apa?" Victor menarik napas panjang sebelum membuka dokumen krusial lainnya. "Termasuk pernikahan Tuan Besar dengan Nyonya Sarah dua bulan lalu." Dominic menatap Victor tajam. "Apa maksudmu?" "Pernikahan itu sepenuhnya adalah operasi perlindungan," papar Victor jujur. "Berdasarkan arsip priba
Zuletzt aktualisiert: 2026-08-09
Chapter: Bab 306 — Target eliminasiDua hari telah berlalu sejak insiden berdarah di kolam renang lantai tiga Mansion Saint Noire.Namun, kemegahan bangunan itu justru terasa makin dingin dan mencekam. Koridor-koridor marmer yang biasanya dipenuhi langkah para pelayan kini diliputi kesunyian yang menyesakkan. Semua orang bergerak berjingkat dan berbicara dalam bisikan, seolah takut menyulut amarah sang penguasa muda.Satu rumor menyebar diam-diam di antara para staf. Nona Nadine mengurung diri di dalam kamar, dan tak seorang pun berhasil menemuinya.Seorang pelayan wanita berdiri gugup di depan pintu ruang kerja Dominic sambil memeluk nampan makan siang yang masih utuh. Pintu kayu ek tebal itu terdorong dari dalam, menampilkan sosok Victor."Ada apa?" tanya Victor bernada rendah.Pelayan itu menunduk makin dalam. "Nona Nadine hanya menyentuh dua suap sup, Tuan Victor. Selebihnya... sama sekali tidak dimakan."Victor memandangi piring yang mendingin itu beberapa saat. "Bagaimana dengan susu hamilnya?""Hanya bebe
Zuletzt aktualisiert: 2026-08-09
Chapter: Bab 305 — Dia milikkuHening kembali merayap, begitu pekat hingga gema napas mereka terdengar menyiksa. "Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu." Dominic menggeleng pelan. "Bukan tidak bisa... tapi tidak mau."Sebastian menatap putranya lama. Garis-garis penuaan di wajah pria tua itu memancarkan keletihan yang teramat sangat, dan akhirnya ia menghela napas berat. "Ya." Hanya satu kata, namun satu kata itu terasa seperti palu godam yang menghantam ruangan. Dominic memejamkan mata sesaat. Dugaannya yang paling mengerikan kini terbukti nyata. "Aku memang menyembunyikan sesuatu darimu." Suara Sebastian terdengar jauh lebih lelah dibanding biasanya."Tapi bukan karena aku ingin menghancurkan hidupmu." Dominic membuka mata. "Lalu?" "Karena aku ingin menyelamatkan nyawa seorang anak." Dominic tidak bereaksi. Sebastian bangkit dari kursinya. Ia berjalan menuju jendela besar yang menghadap taman belakang mansion."Arthur Miller tidak pernah berhenti mencari penyelamatmu. Baginya... gadis kecil di
Zuletzt aktualisiert: 2026-08-06
Chapter: Bab 304 — Gadis kecil penyelamatKeheningan memenuhi ruang kerja Sebastian. Cahaya kekuningan dari lampu meja memantul di atas permukaan kayu jati yang mengilap, sementara udara di dalam ruangan terasa semakin berat. Tidak ada seorang pun yang bergerak. Sebastian masih menatap jepit rambut perak yang tergeletak di atas meja. Benda kecil itu—bukti bisu yang selama tujuh belas tahun terakhir menjadi rahasia paling mematikan yang disembunyikannya, kini berada tepat di depan mata putra sulungnya. Dominic tidak mengalihkan pandangan sedikit pun dari wajah ayahnya. Ia sudah terlalu mengenal pria itu. Sebastian Moretti adalah kepala keluarga yang tidak pernah membiarkan emosinya terlihat. Bahkan ketika menghadapi puluhan kepala organisasi kriminal sekalipun, raut wajahnya hampir tidak pernah berubah. Namun kali ini... Dominic menangkap sesuatu, kejutan, kecemasan, dan rasa bersalah yang mendalam. Sudut bibir Dominic terangkat membentuk senyum tipis yang sama sekali tidak mengandung kehangatan. "Ayah mengenal jepit ram
Zuletzt aktualisiert: 2026-08-06

Pak Ceo, Aku Ingin Anak
DramaDewasaWanita KuatBos / CEOAroganPosesifRomansa KantorPenyesalanKota
Mature (21+)
“Pak... bukannya tadi sudah kita lakuin di sofa?” bisik Amara dengan wajah memerah saat Darian kembali melucuti pakaiannya.
“Kau tahu, Amara, untuk satu anak... kita butuh lebih dari sekali untuk bercinta,” jawabnya berat, sebelum membaringkannya di atas ranjang.
Amara Aurelia hidup sebatang kara dan tak pernah memikirkan pernikahan, sampai sebuah kecelakaan membuatnya kehilangan segalanya. Di ambang kematian, hanya satu penyesalan yang tersisa: ia belum merasakan menjadi seorang ibu.
Darian Lancaster, CEO dingin dan kejam, tanpa sengaja terlibat dalam insiden itu yang dihantui rasa bersalah dan siap membayar ganti rugi apapun. Hingga sebuah kontrak gila pun lahir; pernikahan rahasia tanpa cinta.
Amara harus menjadi istri tersembunyi, tinggal dibawah atap Darian dan dibawah pengawasan ketatnya. Namun, bagaimana jika hubungan yang dimulai hanya demi sebuah janin ini diam-diam mengubah segalanya?
Lesen
Chapter: Bab 180: Happy ending.Marco, asisten setia Darian, tampak menggandeng tangan Maya dengan sangat protektif. "Tuan, Nyonya, selamat atas kesehatan Nona dan Tuan Muda yang baru saja lahir," ucap Marco dengan anggukan hormat, namun kali ini senyumnya terlihat lebih lepas. Amara menatap sahabatnya, Maya, yang tampak sedikit lebih berisi dan wajahnya yang glowing. "Maya! Akhirnya kalian datang juga. Kapan kalian akan menyusul kami? Pernikahan kalian sudah setahun, kan?" goda Amara. Maya melirik Marco dengan wajah memerah, lalu ia membisikkan sesuatu ke telinga Amara yang membuat mata Amara membelalak sempurna. "Sayangku Amara, jangan khawatir. Aku sudah 'isi'. Dan setelah kucocokkan dengan ramuanku kemarin... ternyata ramuanku berhasil. Aku sedang mengandung tiga bayi sekaligus," bisik Maya penuh kemenangan. "Apa?! Kembar tiga?!" pekik Amara. Darian yang mendengar itu langsung menatap Marco dengan alis terangkat. "Benarkah itu, Marco?" Marco menggaruk tengkuknya y
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-13
Chapter: Bab 179: Kehangatan keluarga Lancaster.Enam tahun kemudian. Matahari sore Solterra menggantung rendah di cakrawala, menyebarkan rona oranye keemasan yang membasahi kebun luas di Mansion utama Lancaster. Kebun ini bukan lagi sekadar taman formal yang kaku dengan tanaman simetris; kini, tempat ini telah berubah menjadi surga kecil bagi anak-anak. Ada sebuah rumah pohon megah, area memanah kecil, dan berbagai wahana permainan berkualitas tinggi yang sengaja dibangun khusus untuk sang penerus. "Ma! Pa! Lihatlah, aku bisa berlari sangat cepat! Aku seperti kilat!" Suara cempreng dan penuh semangat itu milik Andrew. Bocah berusia enam tahun itu berlari memutari air mancur marmer dengan kaki-kaki kecilnya yang lincah. Rambut gelapnya yang mirip dengan Darian tampak berantakan karena keringat, namun tawanya begitu lepas, mengguncang keheningan sore itu. Tidak jauh dari sana, di sebuah sofa outdoor yang empuk dan teduh, Amara duduk berdampingan dengan Darian. Pemandangan di sana sungguh menyejukkan
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-13
Chapter: Bab 178: Kelahiran Andrew Karl Lancaster.Delapan bulan berlalu bagaikan hembusan angin yang membawa perubahan besar di Mansion Lancaster. Perut Amara yang semula rata kini telah membuncit sempurna, membawa beban cinta yang semakin hari semakin terasa gerakannya. Pagi itu, ketenangan di penthouse pecah ketika rintihan kesakitan Amara menggema di sela heningnya fajar. Persalinan yang dinanti-nantikan itu tiba lebih awal dari perkiraan, memicu alarm kesiagaan tertinggi bagi seluruh punggawa Lancaster. Lorong rumah sakit premier di pusat kota Solterra yang eksklusif itu kini steril. Tak ada langkah kaki lain selain para dokter ahli dan perawat yang berlari kecil. Di tengah pusaran kepanikan itu, Darian Lancaster berdiri tegak, meski buku-buku jarinya memutih karena cengkeraman rasa cemas yang luar biasa. Ia menolak untuk menunggu di luar. Baginya, melihat Amara berjuang sendirian adalah siksaan yang lebih berat daripada kehilangan seluruh aset perusahaannya. Di dalam ruang bersalin yang dingin, suasana te
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-13
Chapter: Bab 177: Bukan sekedar 'pabrik anak', justru sangat berharga.Kabar itu menyebar seperti api yang ditiup angin kencang di musim kemarau. Hanya butuh beberapa jam setelah Darian dan Amara meninggalkan rumah sakit, seluruh jaringan komunikasi keluarga besar Lancaster seolah meledak oleh euforia. Di Penthouse, suasana yang biasanya tenang dan eksklusif kini berubah menjadi pusat kesibukan yang luar biasa.Darian benar-benar membuktikan ucapannya. Ia membatalkan seluruh agenda bisnisnya, membiarkan Marco menangani urusan di kantor, sementara ia sendiri berubah menjadi pengawal paling posesif bagi istrinya. Amara dilarang menuruni tangga, dilarang mengambil minum sendiri, bahkan dilarang berjalan terlalu cepat menuju balkon."Mas, aku hanya ingin turun minum. Aku tidak sedang sakit," keluh Amara dengan nada manja saat melihat Darian masuk membawa segelas susu kehamilan hangat.Darian duduk di tepi ranjang, mengusap pipi Amara dengan ibu jarinya. "Dengarkan aku, Sayang. Kau sedang membawa masa depan Lancaster. Biarkan aku yang melayani setiap langka
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-12
Chapter: Bab 176: Amara hamil.Lorong Rumah Sakit Pusat Solterra yang biasanya terasa dingin dan kaku, pagi ini seolah dipenuhi oleh ketegangan yang menyesakkan dada. Darian Lancaster tidak bisa duduk diam di ruang tunggu VIP yang eksklusif. Pria yang biasanya mampu mengendalikan pergerakan pasar saham dunia dengan satu jentikan jari itu, kini tampak sangat gelisah. Ia berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang periksa, langkah kakinya yang berat bergema di atas lantai marmer, mencerminkan kecemasan yang berkecamuk di dalam hatinya. Darian terus mengepalkan tangannya, sesekali menyisir rambutnya dengan kasar. Pikirannya melayang pada diagnosa medis beberapa bulan lalu yang menyatakan bahwa peluang Amara untuk hamil sangatlah kecil karena kondisi rahimnya yang lemah. Ia sudah mengirim pesan singkat kepada Marco agar asistennya itu mengambil alih seluruh rapat direksi di Arcus Capital. Saat ini, dunia bisnis tidak ada artinya dibandingkan wanita yang sedang berada di balik pintu kayu ek itu. 'Tuhan, tolong jan
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-12
Chapter: Bab 175: Kekhawatiran Darian.Sinar matahari pagi Solterra menyelinap masuk melalui celah gorden sutra di kamar utama penthouse, menciptakan garis-garis emas yang jatuh tepat di atas ranjang kasmir yang berantakan. Udara pagi itu terasa sejuk, membawa aroma embun yang samar dari taman gantung di balkon. Hampir dua bulan telah berlalu sejak kepulangan mereka dari Maladewa, namun sisa-sisa romansa di pulau tropis itu seolah enggan memudar, tetap melekat dalam setiap interaksi antara Darian dan Amara. Amara menggeliat pelan di balik selimut tebalnya. Matanya masih terpejam, menikmati kehangatan yang melingkupinya. Namun, ada sesuatu yang berbeda pagi ini. Kepalanya terasa sedikit berat, dan perutnya memberikan sensasi aneh yang sulit ia jelaskan, seperti ada ombak kecil yang bergejolak di dalam sana. Di sampingnya, Darian sudah lebih dulu terjaga. Pria itu bersandar pada kepala ranjang dengan tablet di tangan kirinya, sementara tangan kanannya tak henti mengusap bahu polos Amara yang menyembul dari balik selimu
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-12

Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.
Wanita KuatDramaBangsawanIntroverKerajaanIsekaiCinta yang ManisPria DinginMasuk ke dalam Buku
"Aku seharusnya hanya figuran. Hanya nama yang lewat dan dilupakan pembaca. Tapi bagaimana mungkin aku tinggal diam… saat lelaki kedua yang selalu kucintai bahkan tidak diberi hak untuk bahagia?"
Laurenta Wallace terbangun di dunia novel favoritnya dan menjadi Lady Elaria Thorne—putri bangsawan kaya pemilik anggur kebanggaan Nightborne. Di dunia ini, cinta pertamanya, Duke Kaelion Vaelhardt, ditakdirkan menjadi pemeran kedua yang patah hati. Diabaikan. Dicampakkan. Dan selamanya tidak mendapatkan akhir bahagia.
Tidak jika ia bisa mencegahnya.
Dengan tekad mengubah alur yang sudah ditulis, Elaria mengejar cintanya sekalipun harus menantang takdir dan melawan tokoh utama sendiri. Walaupun takdir berusaha menghapus keberadaannya…
Namun, kisah ini bukanlah kisah mereka yang sempurna sejak awal… Ini adalah kisah Duke Kaelion dan Elaria si figuran tanpa suara, yang memilih untuk menuntut akhir bahagianya.
Lesen
Chapter: BAB 117 – EPILOG: DI BALIK TINTA YANG BERCAHAYA (TAMAT)"Waktu hanyalah deretan angka bagi mereka yang tak mengerti arti menunggu, namun bagi dua jiwa yang pernah terpisah dimensi, waktu adalah sebuah kanvas yang kini mereka warnai dengan kebebasan. Di antara baris-baris kalimat yang pernah memenjarakan mereka sebagai figuran, kini tumbuh sebuah narasi baru—sebuah kisah yang tak lagi butuh pena penulis untuk bergerak, karena cinta telah menjadi tinta yang takkan pernah mengering hingga akhir zaman." ***Beberapa tahun kemudian... Matahari sore di atas ladang anggur Vaelhardt tampak lebih hangat dari biasanya, memberikan rona kemerahan pada bangunan mansion yang kini berdiri kokoh seperti istana kecil di tengah hamparan hijau. Di kejauhan, bagian depan area mansion yang telah diubah menjadi museum botani dan perpustakaan kuno tampak ramai oleh beberapa pengunjung yang mengagumi koleksi bunga-bunga langka milik Nyonya Vaelhardt. Di tengah ketenangan itu, seorang gadis kecil dengan rambut perak yang berkilau seperti rembulan berlari mel
Zuletzt aktualisiert: 2025-12-30
Chapter: BAB 116 – GEMA KEABADIAN DALAM NAMA VAELHARDT"Cinta adalah sebuah perjalanan yang melintasi ribuan bahasa, ribuan dunia, dan ribuan kemungkinan, hanya untuk berhenti pada satu titik yang disebut rumah. Di sela tangis pertama seorang bayi dan tawa seorang kakak, takdir tak lagi ditulis dengan tinta yang dingin, melainkan dengan hangatnya napas kehidupan. Kesempurnaan bukanlah tentang ketiadaan celah, melainkan tentang bagaimana kepingan-kepingan yang pernah retak menyatu kembali dalam balutan kasih yang tanpa syarat." *** Mansion Vaelhardt belum pernah terlihat seindah ini. Pagi itu, sinar matahari menembus jendela kaca setinggi langit-langit, memantulkan cahaya pada ribuan kuntum mawar putih yang didatangkan khusus dari toko Gardenia. Aroma persalinan yang steril telah berganti dengan wangi bayi yang lembut dan bedak lavender. Elias berdiri di depan lobi, tangannya dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Eliana. Ia menggendong bayi perempuan mereka, Aura, yang terbungkus selimut kasmir merah muda yang sangat halus. Elian
Zuletzt aktualisiert: 2025-12-30
Chapter: BAB 115 – DETIK-DETIK MENUJU KEHIDUPAN BARU"Waktu meluncur seperti arus sungai yang tak terbendung, membawa perubahan pada raga namun memperkuat akar pada jiwa. Perut yang dulu hanya berupa tonjolan kecil kini telah menjadi rahim yang megah, menyimpan janji tentang tangis pertama yang akan mengubah dunia. Di ambang penantian yang mendebarkan, cinta bukan lagi sekadar kata-kata, melainkan sebuah kesiapan untuk menyambut fajar yang baru." *** Beberapa bulan telah berlalu sejak hari pernikahan yang indah itu. Musim telah berganti, dan kini Mansion Vaelhardt diselimuti udara yang lebih sejuk. Perut Eliana kini sudah sangat besar, menandakan bahwa waktu melahirkan sudah sangat dekat. Ia duduk di kursi goyang di balkon kamar, menatap dedaunan anggur yang mulai menguning. Setiap gerakannya kini terasa berat, namun ada rasa bahagia yang tak terlukiskan setiap kali ia merasakan tendangan dari dalam rahimnya. "Lagi-lagi kau duduk di luar saat udara dingin, Sayang," suara Elias terdengar penuh kekhawatiran yang lembut. Elia
Zuletzt aktualisiert: 2025-12-26
Chapter: BAB 114 – SINAR MENTARI DI MEJA PERJAMUAN VAELHARDT"Cahaya pagi bukan sekadar tanda berakhirnya malam, melainkan saksi bisu atas dimulainya sebuah babak yang baru. Di bawah atap yang kini tak lagi terasa dingin, aroma kopi dan tawa seorang anak menyatu menjadi harmoni yang menenangkan jiwa. Takhta telah berganti menjadi kursi kayu di meja makan, dan perintah kaku telah melunak menjadi percakapan hangat yang mengeja makna sebuah rumah." *** Sinar matahari pagi yang lembut menyelinap melalui celah gorden sutra, membelai wajah Eliana yang masih terlelap. Ia mengerjapkan mata, merasakan beban hangat di pinggangnya. Elias masih di sana, memeluknya dari belakang dengan napas yang teratur dan tenang. Eliana tersenyum, menyentuh tangan besar suaminya yang melingkar protektif di perutnya. "Sayang... bangun, ini sudah pagi," bisiknya lembut sambil mencoba berbalik. Elias bergumam rendah, bukannya melepaskan, ia justru mempererat pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Eliana. "Lima menit lagi, Sayang. Ini adalah tidur pali
Zuletzt aktualisiert: 2025-12-26
Chapter: BAB 113 – MALAM YANG MELURUHKAN SELURUH RINDU"Ketika dunia di luar sana mulai meredup dan kebisingan kota tenggelam dalam pelukan malam, hanya ada satu detak jantung yang terdengar di dalam sunyi. Cinta yang telah menempuh perjalanan ribuan mil, melintasi batas logika dan ruang, akhirnya tiba di titik peristirahatan terakhirnya. Di bawah naungan atap yang sama, sebuah janji kini bukan lagi sekadar kata, melainkan hembusan napas yang saling berbagi di balik selimut keheningan." *** Pesta kecil di kebun anggur telah berakhir beberapa jam yang lalu. Mansion Vaelhardt kini diselimuti oleh ketenangan yang mewah, hanya menyisakan kerlip lampu taman di kejauhan. Renier telah memastikan Carlo tertidur lelap di kamarnya, kelelahan setelah seharian menjadi "ksatria penjaga cincin" yang sangat sibuk. Elias berdiri di balkon kamar utama, masih mengenakan kemeja putihnya yang kancing atasnya sudah terbuka. Ia menatap langit malam, membiarkan angin sejuk menerpa wajahnya. "Kau sedang memikirkan apa, Sayang?" Suara lembut Eliana terden
Zuletzt aktualisiert: 2025-12-26
Chapter: BAB 112 – FAJAR DI ATAS ALTAR MAWAR"Ketika fajar menyapa dengan jemari emasnya, ia tak hanya membawa hari yang baru, tetapi juga menggenapi janji yang pernah terucap di antara dimensi yang berbeda. Di atas tanah yang harum oleh aroma anggur dan mawar, waktu seolah berhenti berdetak untuk memberi penghormatan pada sebuah kesetiaan. Hari ini, bukan tentang siapa yang menjadi raja atau ratu, melainkan tentang dua jiwa yang akhirnya menemukan pelabuhan terakhir mereka di dunia yang nyata."***Cahaya matahari pagi menyelinap lembut melalui celah tirai kamar utama Mansion Vaelhardt. Eliana terbangun dengan perasaan damai yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Di sampingnya, sisi tempat tidur Elias sudah kosong, namun ia meninggalkan selembar nota kecil di atas bantal: "Aku menunggumu di ujung altar, Sayang."Pintu kamar terbuka pelan, dan tim penata rias serta Helena masuk dengan langkah teratur. Mereka membawa gaun pengantin sutra yang kini tampak berkilau terkena cahaya pagi."Selamat pagi, Nyonya. Mari kita mulai k
Zuletzt aktualisiert: 2025-12-23