author-banner
Za_dibah
Za_dibah
Author

Romans de Za_dibah

Pak Ceo, Aku Ingin Anak

Pak Ceo, Aku Ingin Anak

Mature (21+) “Pak... bukannya tadi sudah kita lakuin di sofa?” bisik Amara dengan wajah memerah saat Darian kembali melucuti pakaiannya. “Kau tahu, Amara, untuk satu anak... kita butuh lebih dari sekali untuk bercinta,” jawabnya berat, sebelum membaringkannya di atas ranjang. Amara Aurelia hidup sebatang kara dan tak pernah memikirkan pernikahan, sampai sebuah kecelakaan membuatnya kehilangan segalanya. Di ambang kematian, hanya satu penyesalan yang tersisa: ia belum merasakan menjadi seorang ibu. Darian Lancaster, CEO dingin dan kejam, tanpa sengaja terlibat dalam insiden itu yang dihantui rasa bersalah dan siap membayar ganti rugi apapun. Hingga sebuah kontrak gila pun lahir; pernikahan rahasia tanpa cinta. Amara harus menjadi istri tersembunyi, tinggal dibawah atap Darian dan dibawah pengawasan ketatnya. Namun, bagaimana jika hubungan yang dimulai hanya demi sebuah janin ini diam-diam mengubah segalanya?
Lire
Chapter: Bab 156: Julia Rose.
​"Rose? Julia Rose?" tanya Darian dengan nada suara yang terdengar antara terkejut namun juga mengenali dengan sangat jelas. ​Wanita yang dipanggil Rose itu tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat merdu dan elegan, selaras dengan penampilannya yang memukau di bawah cahaya senja. Ia melepaskan kacamata hitamnya, menyingkap sepasang mata yang indah dengan riasan sempurna yang membingkai wajahnya yang sangat proporsional layaknya seorang model papan atas. Rose melangkah maju, memberikan pelukan singkat di bahu Darian yang segera dibalas oleh Darian dengan tepukan sopan di punggung wanita itu. ​"Sudah berapa lama kita tidak bertemu, Darian? Sejak kelulusan kita di Harvard, kau benar-benar menghilang seperti ditelan bumi," ujar Rose dengan nada akrab yang sangat kental. ​Amara terpaku di tempatnya berdiri, merasa seolah oksigen di sekitarnya tiba-tiba menipis saat mendengar nama universitas ternama itu disebutkan oleh Rose. Ia tahu Darian adalah lulusan terbaik dari fakultas
Dernière mise à jour: 2026-02-19
Chapter: Bab 155: Wanita cantik dengan gaun merah.
"Mas, lihat itu! Ada penjual camilan khas Maladewa dan minuman segar di sana!" seru Amara sambil menunjuk ke arah kerumunan yang sangat ramai. Mereka membeli berkotak-kotak Addu Bondi, manisan kelapa tradisional, dan teh herbal khas Maladewa yang aromanya sangat harum dan menenangkan jiwa."Ini oleh-oleh untuk keluarga di Solterra, semoga mereka menyukainya, Mas," ucap Amara senang."Tentu, sayang. Sekarang kita lanjut ke tempat selanjutnya, kau siap!" Amara mengangguk cepat, "Sangat siap, Mas! Lets go!" serunya, sambil berjalan mengapit lengan suaminya.Setelah lelah berputar-putar di pasar, Darian mengajak Amara menuju ke sebuah area terbuka di mana banyak warga lokal sedang bermain. Di sana terdapat sebuah permainan tradisional yang menggunakan papan kayu dan biji-bijian, mirip dengan congklak namun dengan aturan yang berbeda. Amara tertantang untuk mencobanya, ia duduk berhadapan dengan Darian di depan sebuah meja kayu yang sudah disediakan untuk para
Dernière mise à jour: 2026-02-18
Chapter: Bab 154: Belanja di negeri karang.
Kapal cepat itu membelah ombak biru toska dengan anggun sebelum akhirnya merapat di dermaga kayu yang sangat sibuk. Amara terpaku melihat pemandangan di depannya; bukan lagi kesunyian pulau pribadi, melainkan hiruk-pikuk manusia yang berwarna-warni. Aroma rempah-rempah yang tajam berpadu dengan wangi laut dan kayu manis langsung menyerbu indra penciumannya begitu ia melangkah turun. ​Namun, perhatian Amara seketika teralih pada empat pria berbadan tegap dengan setelan safari rapi yang sudah berdiri berjajar di dermaga.Mereka mengenakan kacamata hitam dan memiliki aura yang sangat tegas, seolah sedang bersiap untuk sebuah misi rahasia yang sangat besar. Amara menghentikan langkahnya, menatap Darian dengan dahi berkerut dan rasa heran yang tidak bisa ia sembunyikan lagi. ​"Mas... siapa mereka? Kenapa mereka terlihat seperti sedang menunggumu?" tanya Amara sambil menunjuk ke arah empat pria yang kini membungkuk hormat. ​Darian hanya tersenyum tipis, ia menarik pinggul Amara agar le
Dernière mise à jour: 2026-02-17
Chapter: Bab 153: Menuju pasar tradisional di Maladewa
Darian akhirnya bangkit dari ranjang, memperlihatkan tubuh atletisnya yang hanya tertutup celana pendek santai tanpa memedulikan rasa malu Amara. "Cepatlah mandi, Sayang. Aku akan menyiapkan air hangat untuk merendam otot-ototmu yang kaku itu," perintah Darian lembut. ​Amara hanya mengangguk patuh, ia memang merasa sangat butuh berendam setelah maraton gairah yang mereka lakukan semalam. Ia memperhatikan punggung Darian yang lebar, merasa sangat bersyukur pria itu kini benar-benar menjadi miliknya seutuhnya. ​"Terima kasih, Mas," gumam Amara pelan sebelum ia beranjak dari ranjang dengan langkah yang masih sedikit gemetar. ​Setelah membersihkan diri selama hampir satu jam, Amara keluar dari kamar mandi dengan aroma sabun cendana yang menenangkan. Ia menemukan Darian sudah menunggunya di meja makan dengan berbagai hidangan sarapan yang sudah sangat terlambat untuk ukuran waktu. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, namun suasana di pulau pribadi itu tetap terasa sangat tenang da
Dernière mise à jour: 2026-02-15
Chapter: Bab 152: Empat ronde...
Cahaya matahari Maladewa sudah meninggi, menembus celah gorden sutra yang berkibar malas diterpa angin laut. Amara mengerjap perlahan, merasakan silau yang menusuk kelopak matanya sebelum ia benar-benar terbangun sepenuhnya. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, namun seketika sebuah ringisan kecil lolos dari bibir ranumnya yang sedikit bengkak."Sshhh... sakit sekali!" ​Rasa kaku dan pegal yang luar biasa menjalar dari pinggang hingga ke pangkal pahanya yang terasa sangat sensitif. Amara menyentuh pinggangnya dengan satu tangan, memijatnya pelan sambil mencoba mengingat rentetan peristiwa gila semalam. Ingatannya kembali berputar pada momen di dek luar vila, saat mereka bercumbu di bawah taburan bintang. ​Namun, permainan itu ternyata hanyalah permulaan dari badai nafsu yang tidak kunjung reda hingga fajar menyingsing. Dari dek luar, Darian yang haus akan gairah membawa tubuh polosnya menuju ruang tengah yang luas. Di atas sofa kulit yang dingin, suaminya menghantamnya dengan keberin
Dernière mise à jour: 2026-02-15
Chapter: Bab 151: Adegan klimaks mencapai titik didihnya 🔥🔞
Di balik selimut kasmir yang tebal, udara terasa begitu panas dan menyesakkan oleh gairah yang meledak. Darian telah menanggalkan seluruh pakaian mereka, membiarkan kulit mereka yang polos bersentuhan langsung di atas tumpukan bantal empuk. Di layar besar, suara musik orkestra dari film klasik itu membumbung tinggi, menyamarkan suara gesekan kulit dan napas yang memburu di atas dek kayu. ​Darian memposisikan dirinya di atas Amara, menumpu tubuhnya agar tidak menghimpit istrinya sepenuhnya. Cahaya dari proyektor yang sesekali berubah warna menjadi biru laut dan jingga memberikan efek dramatis pada tubuh atletis Darian yang berotot. ​"Mas... ahh, pelan-pelan," bisik Amara, jemarinya meraba otot punggung Darian yang menegang saat pria itu mulai memberikan tanda kepemilikan di lehernya. ​"Aku sudah menahannya sejak kita makan siang tadi, Sayang. Tidak ada lagi kata pelan," geram Darian serak. ​Darian mengarahkan miliknya yang sudah menegang keras dan berdenyut panas menuju pintu masu
Dernière mise à jour: 2026-02-14
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Nadine tak mengira, sepeninggal ayahnya ibunya menikah lagi dengan pria tua kaya raya bernama Sebastian Moretti. Namun dibalik keluarga barunya, Nadine terseret masuk ke dunia keluarga elite yang dingin dan penuh racun. Dominic Moretti—dingin, tenang, penuh misteri dan memandang Nadine seolah ia tak pernah ada. Dan Matteo Moretti—liar, berbahaya, penuh gairah, dengan tatapan yang membuat kulit Nadine meremang bahkan sebelum ia bicara. “Apa kesalahanmu?” desis Matteo. “Kesalahanmu adalah datang ke rumahku… dan membiarkan ibumu merangkak naik ke ranjang ayahku.” "Lepaskan! Kau gila!" Nadine meronta. "Kau ingin tahu seberapa gila aku?" Matteo mendekatkan wajahnya. "Aku benci barang asing di rumahku. Dan cara terbaik untuk merusak barang asing... adalah dengan menandainya."
Lire
Chapter: Bab 94 — Kriteria pria yang layak.
Jantungku berdetak keras.Itu bukan janji manis.Itu ancaman.Air mata yang sejak tadi bertahan akhirnya jatuh.“Aku tidak mau dilindungi seperti ini,” bisikku. “Aku tidak mau hidup dengan leher terikat tali emas.”Dominic tidak bergerak. "Aku belum mengenal Lukas Kaiser Vance, aku bahkan tidak tahu dia pria seperti apa selain dari kertas-kertas formal itu. Pendidikan. Gelar. Reputasi. Semua sempurna. Tapi aku tidak tahu siapa dia sebagai manusia.”“Dia stabil,” jawab Dominic.“Stabil bukan berarti baik.”“Dia legal. Sistematis. Tidak emosional,” jelas Dominic.“Dan kau pikir aku ingin menikahinya?”Hening.Aku mengusap air mataku kasar."Kenapa Ayah repot-repot menjodohkanku? Padahal kalian berdua, putra-putranya, yang seharusnya dijodohkan terlebih dahulu untuk aliansi bisnis, bukan aku!" ​Dominic mengeratkan rahangnya. Kilat aneh melintas di matanya, sesuatu yang gelap, haus, dan penuh rahasia. ​"Kami?" Dominic mendengus dingin. "Aku dan Matteo menginginkan wanita yang sama, Nad
Dernière mise à jour: 2026-02-19
Chapter: Bab 93 — Perlindungan dibalik pengendalian.
​Aku baru saja menyisipkan dokumen tentang Lukas Kaiser Vance ke bawah bantal ketika suara derit pintu terdengar. Tanpa ketukan, tanpa izin. Di rumah ini, privasi adalah kemewahan yang tidak pernah diberikan kepadaku.Pintu terbuka perlahan.Dominic melangkah masuk.Ia tidak pernah terburu-buru. Tidak pernah ragu. Setiap langkahnya terukur, seperti pria yang tahu dunia akan memberi jalan tanpa perlu ia minta.Cahaya lampu lorong membingkai tubuhnya yang tinggi dan kokoh. Bayangannya memanjang di lantai, menyentuh kakiku yang masih terlipat di atas tempat tidur. Ia tidak datang dengan tangan kosong; sebuah nampan berisi makan malam mewah, yang tadi gagal kunikmati karena amukan Matteo yang menghancurkan suasana ruang makan, berada di tangannya.Steak setengah matang, saus lada hitam, kentang panggang, segelas wine merah tua yang mengilap di bawah cahaya.Aroma steak dan wine mahal menguar, namun bagiku, itu tercium seperti suap untuk seorang narapidana. ​Aku menghela napas panjang
Dernière mise à jour: 2026-02-19
Chapter: Bab 92 — Data Lukas Kaiser Vance
Aku membuka pintu sedikit, hanya menyisakan celah sempit. Ren berdiri tegak di sana. Wajahnya tetap datar, seolah ia terbuat dari batu yang sama dengan fondasi mansion ini, tetapi matanya memancarkan keseriusan yang tidak bisa ia sembunyikan. “Dari Tuan Hans,” katanya pelan, suaranya nyaris seperti bisikan angin. Ia menyerahkan sebuah amplop hitam pekat, warna yang selalu membawa kabar buruk di rumah ini. “Data tentang Tuan Lukas.” Aku menerima amplop itu, namun jemariku tertahan di permukaannya yang halus. “Kenapa kau memberikannya padaku?” tanyaku dengan nada curiga. “Karena Anda berhak tahu siapa yang akan berdiri di hadapan Anda minggu depan. Ini perintah lagsung dari Tuan Sebastian.” Kalimat itu terasa seperti peringatan. Bukan sebuah pemberian tulus, melainkan instruksi agar mangsa mengenal siapa pemburu yang akan datang. ​Cklek. Pintu kamarku tertutup rapat kembali. Aku masih bersandar di baliknya, membiarkan kayu dingin itu menyangga punggungku yang rapuh. D
Dernière mise à jour: 2026-02-18
Chapter: Bab 91 — Empat pria.
Pecahan kaca berhamburan ke segala arah, mengenai kaki meja dan beberapa percikannya memantul ke dekat kakiku. Cairan merah tua itu merembes di atas karpet, terlihat seperti luka yang menganga. ​“Nadine bukan pion dalam permainan catur!” teriak Matteo frustrasi. ​Dominic menoleh pada adiknya, tatapannya datar namun tajam. “Semua orang di meja ini adalah pion, Matteo. Termasuk kau. Termasuk aku.” ​Matteo menatap Dominic dengan benci. “Aku tidak akan menyerahkannya padanya. Tidak pada pria Vance itu, tidak juga pada Miller.” ​“Kau tidak punya kuasa politik untuk menentukan itu,” balas Dominic dingin. ​“Aku tidak butuh politik. Aku punya peluru,” desis Matteo. ​Suasana di antara mereka berdua berubah seketika. Dari amarah bersama terhadap ayah mereka, kini menjadi ancaman terbuka satu sama lain. Aku merasa seperti berada di tengah-tengah dua badai yang siap bertabrakan. ​Aku berdiri perlahan, mengabaikan rasa nyeri yang menjalar di sekujur tubuhku. “Cukup,” suaranya nyaris retak,
Dernière mise à jour: 2026-02-17
Chapter: Bab 90 — Keputusan final Sebastian.
Hening.​Hanya suara ombak dari speaker yang terdengar.Dominic menatap lurus ke layar, rahangnya mengeras seolah ia sedang menahan beban ribuan ton.​“Jawab dia, Ayah,” desis Dominic.​Sebastian menghela napas ringan, sebuah gestur meremehkan seolah aku adalah anak kecil yang baru saja menanyakan hal bodoh tentang dunia.“Hak memilih datang bersama kebebasan, Nadine. Dan kebebasan bukan sesuatu yang kita miliki. Kebebasan adalah dongeng untuk orang-orang lemah di luar sana.”​Jawaban itu seperti tamparan yang sangat pelan namun mendarat tepat di titik paling rapuh di jiwaku.​“Lukas akan menjadi perisaimu,” kata Sebastian lagi, seolah itu adalah berkah.​“Perisai… atau penjara baru?” bisikku pelan, menatap pantulan diriku yang hancur di sendok perak di atas meja.​Matteo menoleh cepat padaku, matanya berkilat penuh emosi yang campur aduk, amarah, posesif, dan... sesuatu yang mirip dengan rasa sakit.​Dominic menggeser sedikit posisinya, berdiri tegap di kepala meja. “Lukas boleh dat
Dernière mise à jour: 2026-02-17
Chapter: Bab 89 — Apakah aku punya hak untuk memilih?
Dunia seolah berhenti berputar. Oksigen di ruang makan mewah itu mendadak lenyap, menyisakan kehampaan yang mencekik paru-paruku. Kalimat Sebastian Moretti barusan bukan sekadar pengumuman; itu adalah sebuah palu hakim yang menjatuhkan vonis mati atas sisa-sisa kebebasanku.​Lalu... keheningan itu pecah dengan cara yang paling brutal.​BRAK! Matteo menghantam meja kayu ek itu dengan tinjunya yang kuat. Suara dentuman itu memantul keras ke dinding marmer, membuat gelas-gelas kristal bergetar hebat dan cairan merah di dalamnya tumpah seperti genangan darah di atas meja putih.​“TIDAK! APA-APAAN INI?”Raungan Matteo menggelegar, merobek atmosfer kaku yang sejak tadi menyiksa. Ia berdiri dengan sentakan kasar hingga kursinya terdorong ke belakang dan jatuh menghantam lantai. Matanya merah, menyala dengan kegilaan yang biasanya hanya ia tunjukkan di ruang penyiksaan.​“Kau menjodohkannya?” Matteo menunjuk ke arah layar monitor 60 inci itu dengan tangan gemetar karena amarah. “Ayah, apa
Dernière mise à jour: 2026-02-17
Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.

Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.

"Aku seharusnya hanya figuran. Hanya nama yang lewat dan dilupakan pembaca. Tapi bagaimana mungkin aku tinggal diam… saat lelaki kedua yang selalu kucintai bahkan tidak diberi hak untuk bahagia?" Laurenta Wallace terbangun di dunia novel favoritnya dan menjadi Lady Elaria Thorne—putri bangsawan kaya pemilik anggur kebanggaan Nightborne. Di dunia ini, cinta pertamanya, Duke Kaelion Vaelhardt, ditakdirkan menjadi pemeran kedua yang patah hati. Diabaikan. Dicampakkan. Dan selamanya tidak mendapatkan akhir bahagia. Tidak jika ia bisa mencegahnya. Dengan tekad mengubah alur yang sudah ditulis, Elaria mengejar cintanya sekalipun harus menantang takdir dan melawan tokoh utama sendiri. Walaupun takdir berusaha menghapus keberadaannya… Namun, kisah ini bukanlah kisah mereka yang sempurna sejak awal… Ini adalah kisah Duke Kaelion dan Elaria si figuran tanpa suara, yang memilih untuk menuntut akhir bahagianya.
Lire
Chapter: BAB 117 – EPILOG: DI BALIK TINTA YANG BERCAHAYA (TAMAT)
"​Waktu hanyalah deretan angka bagi mereka yang tak mengerti arti menunggu, namun bagi dua jiwa yang pernah terpisah dimensi, waktu adalah sebuah kanvas yang kini mereka warnai dengan kebebasan. Di antara baris-baris kalimat yang pernah memenjarakan mereka sebagai figuran, kini tumbuh sebuah narasi baru—sebuah kisah yang tak lagi butuh pena penulis untuk bergerak, karena cinta telah menjadi tinta yang takkan pernah mengering hingga akhir zaman." ***Beberapa tahun kemudian... ​Matahari sore di atas ladang anggur Vaelhardt tampak lebih hangat dari biasanya, memberikan rona kemerahan pada bangunan mansion yang kini berdiri kokoh seperti istana kecil di tengah hamparan hijau. Di kejauhan, bagian depan area mansion yang telah diubah menjadi museum botani dan perpustakaan kuno tampak ramai oleh beberapa pengunjung yang mengagumi koleksi bunga-bunga langka milik Nyonya Vaelhardt. ​Di tengah ketenangan itu, seorang gadis kecil dengan rambut perak yang berkilau seperti rembulan berlari mel
Dernière mise à jour: 2025-12-30
Chapter: BAB 116 – GEMA KEABADIAN DALAM NAMA VAELHARDT
"​Cinta adalah sebuah perjalanan yang melintasi ribuan bahasa, ribuan dunia, dan ribuan kemungkinan, hanya untuk berhenti pada satu titik yang disebut rumah. Di sela tangis pertama seorang bayi dan tawa seorang kakak, takdir tak lagi ditulis dengan tinta yang dingin, melainkan dengan hangatnya napas kehidupan. Kesempurnaan bukanlah tentang ketiadaan celah, melainkan tentang bagaimana kepingan-kepingan yang pernah retak menyatu kembali dalam balutan kasih yang tanpa syarat." *** ​Mansion Vaelhardt belum pernah terlihat seindah ini. Pagi itu, sinar matahari menembus jendela kaca setinggi langit-langit, memantulkan cahaya pada ribuan kuntum mawar putih yang didatangkan khusus dari toko Gardenia. Aroma persalinan yang steril telah berganti dengan wangi bayi yang lembut dan bedak lavender. ​Elias berdiri di depan lobi, tangannya dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Eliana. Ia menggendong bayi perempuan mereka, Aura, yang terbungkus selimut kasmir merah muda yang sangat halus. Elian
Dernière mise à jour: 2025-12-30
Chapter: BAB 115 – DETIK-DETIK MENUJU KEHIDUPAN BARU
​"Waktu meluncur seperti arus sungai yang tak terbendung, membawa perubahan pada raga namun memperkuat akar pada jiwa. Perut yang dulu hanya berupa tonjolan kecil kini telah menjadi rahim yang megah, menyimpan janji tentang tangis pertama yang akan mengubah dunia. Di ambang penantian yang mendebarkan, cinta bukan lagi sekadar kata-kata, melainkan sebuah kesiapan untuk menyambut fajar yang baru." *** ​Beberapa bulan telah berlalu sejak hari pernikahan yang indah itu. Musim telah berganti, dan kini Mansion Vaelhardt diselimuti udara yang lebih sejuk. Perut Eliana kini sudah sangat besar, menandakan bahwa waktu melahirkan sudah sangat dekat. ​Ia duduk di kursi goyang di balkon kamar, menatap dedaunan anggur yang mulai menguning. Setiap gerakannya kini terasa berat, namun ada rasa bahagia yang tak terlukiskan setiap kali ia merasakan tendangan dari dalam rahimnya. ​"Lagi-lagi kau duduk di luar saat udara dingin, Sayang," suara Elias terdengar penuh kekhawatiran yang lembut. ​Elia
Dernière mise à jour: 2025-12-26
Chapter: BAB 114 – SINAR MENTARI DI MEJA PERJAMUAN VAELHARDT
"​Cahaya pagi bukan sekadar tanda berakhirnya malam, melainkan saksi bisu atas dimulainya sebuah babak yang baru. Di bawah atap yang kini tak lagi terasa dingin, aroma kopi dan tawa seorang anak menyatu menjadi harmoni yang menenangkan jiwa. Takhta telah berganti menjadi kursi kayu di meja makan, dan perintah kaku telah melunak menjadi percakapan hangat yang mengeja makna sebuah rumah." *** ​Sinar matahari pagi yang lembut menyelinap melalui celah gorden sutra, membelai wajah Eliana yang masih terlelap. Ia mengerjapkan mata, merasakan beban hangat di pinggangnya. Elias masih di sana, memeluknya dari belakang dengan napas yang teratur dan tenang. ​Eliana tersenyum, menyentuh tangan besar suaminya yang melingkar protektif di perutnya. "Sayang... bangun, ini sudah pagi," bisiknya lembut sambil mencoba berbalik. ​Elias bergumam rendah, bukannya melepaskan, ia justru mempererat pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Eliana. "Lima menit lagi, Sayang. Ini adalah tidur pali
Dernière mise à jour: 2025-12-26
Chapter: BAB 113 – MALAM YANG MELURUHKAN SELURUH RINDU
"​Ketika dunia di luar sana mulai meredup dan kebisingan kota tenggelam dalam pelukan malam, hanya ada satu detak jantung yang terdengar di dalam sunyi. Cinta yang telah menempuh perjalanan ribuan mil, melintasi batas logika dan ruang, akhirnya tiba di titik peristirahatan terakhirnya. Di bawah naungan atap yang sama, sebuah janji kini bukan lagi sekadar kata, melainkan hembusan napas yang saling berbagi di balik selimut keheningan." *** ​Pesta kecil di kebun anggur telah berakhir beberapa jam yang lalu. Mansion Vaelhardt kini diselimuti oleh ketenangan yang mewah, hanya menyisakan kerlip lampu taman di kejauhan. Renier telah memastikan Carlo tertidur lelap di kamarnya, kelelahan setelah seharian menjadi "ksatria penjaga cincin" yang sangat sibuk. ​Elias berdiri di balkon kamar utama, masih mengenakan kemeja putihnya yang kancing atasnya sudah terbuka. Ia menatap langit malam, membiarkan angin sejuk menerpa wajahnya. ​"Kau sedang memikirkan apa, Sayang?" Suara lembut Eliana terden
Dernière mise à jour: 2025-12-26
Chapter: BAB 112 – FAJAR DI ATAS ALTAR MAWAR
"​Ketika fajar menyapa dengan jemari emasnya, ia tak hanya membawa hari yang baru, tetapi juga menggenapi janji yang pernah terucap di antara dimensi yang berbeda. Di atas tanah yang harum oleh aroma anggur dan mawar, waktu seolah berhenti berdetak untuk memberi penghormatan pada sebuah kesetiaan. Hari ini, bukan tentang siapa yang menjadi raja atau ratu, melainkan tentang dua jiwa yang akhirnya menemukan pelabuhan terakhir mereka di dunia yang nyata."***​Cahaya matahari pagi menyelinap lembut melalui celah tirai kamar utama Mansion Vaelhardt. Eliana terbangun dengan perasaan damai yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Di sampingnya, sisi tempat tidur Elias sudah kosong, namun ia meninggalkan selembar nota kecil di atas bantal: "Aku menunggumu di ujung altar, Sayang."​Pintu kamar terbuka pelan, dan tim penata rias serta Helena masuk dengan langkah teratur. Mereka membawa gaun pengantin sutra yang kini tampak berkilau terkena cahaya pagi.​"Selamat pagi, Nyonya. Mari kita mulai k
Dernière mise à jour: 2025-12-23
Vous vous intéresseriez aussi à
Sangkar Kupu-kupu
Sangkar Kupu-kupu
Romansa · Dyah Joshie Wiranti
2.9K Vues
RINTIK YANG MENGGENANG
RINTIK YANG MENGGENANG
Romansa · white alfie
2.9K Vues
Menikahi Gadis Pilihan Mama
Menikahi Gadis Pilihan Mama
Romansa · Olivia Yoyet
2.9K Vues
Laki-Laki Pilihan
Laki-Laki Pilihan
Romansa · dhyxan
2.9K Vues
Mendadak Dinikahi Majikan
Mendadak Dinikahi Majikan
Romansa · Ulfa Sari
2.9K Vues
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status