Share

Dilamar

"Menikah? Kamu serius? Apa tidak terlalu cepat?"

"Sangat serius malah. Bagiku, keseriusan harus disegerakan."

"Tapi, Mas..."

Selena kehilangan kata-katanya. Perasaannya campur aduk. Bingung, terkejut, sekaligus senang.

Ia merasa belum terlalu lama mengenal Adnandito, tapi lelaki itu dengan gagahnya menyodorkan sekotak cincin untuk melamarnya. Selena tak kuasa menolak. 

Ia biarkan Adnandito memasangkan cincin ke jari manis di tangan kirinya. Lelaki itu meraih punggung tangan kekasihnya. Mendekatkan ke hadapannya. Mengecupnya penuh mesra.

"Makasih, ya, sudah menerima pinanganku. Untuk resminya di depan orang tuamu, nanti segera kuagendakan."

'Dengarkanlah, wanita pujaanku

Malam ini akan kusampaikan

Hasrat suci kepadamu, dewiku

Dengarkanlah kesungguhan ini

Aku ingin mempersuntingmu

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status