Kekasih Suamiku

Kekasih Suamiku

last updateTerakhir Diperbarui : 2022-01-21
Oleh:  silvia siwiTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9.9
27 Peringkat. 27 Ulasan-ulasan
40Bab
26.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Masa-masa awal pernikahan, menjadi pengantin baru, harusnya menjadi momentum yang membahagiakan dan penuh madu. Tapi, tidak bagi hati Airin. Hari-hari awal rumah tangganya justru diliputi kekecewaan, amarah, dan pertikaian-pertikaian kecil yang selalu menyulutkan bara di pernikahannya yang baru berusia seumur jagung. Hadirnya Selena dalam hati suaminyalah yang membuat ia harus menikam hatinya bertubi-tubi setiap hari. Hubungan Selena dengan Bayyu, suaminya, terendus pasca ia menerima lamaran Bayyu sebagai calon suami. Hatinya gamang, ia tidak mungkin mundur sebab tanggal pernikahan telah ditentukan. Akhirnya, Airin memilih untuk tetap melanjutkan rencana pernikahannya dengan Bayyu, lelaki yang telah menjadi kekasihnya selama empat tahun itu. Segala daya dilakukan Airin untuk mempertahankan rumah tangganya dan mengusir Selena dari kehidupan dan hati Bayyu, termasuk mengupayakan untuk memiliki anak dari Bayyu lebih cepat, dan itu berhasil. Namun, kehadiran bayi lelaki mungil di tengah mereka tampaknya tidak cukup mampu membuat Bayyu berubah. Ia memang masih pulang pada pelukan Airin setiap harinya, masih bertanggung jawab terhadapnya sebagai suami, tapi separuh dari hatinya telah ia titipkan pada seorang wanita yang tidak ia rencanakan ia cintai sebelumnya, Selena. Tidak bermaksud menyembunyikan perasaannya pada istrinya, Bayyu justru mengunkap semua kejujurannya kepada istrinya, termasuk tentang perasaannya pada Selena, dan hal-hal kecil lain yang ia lakukan bersama teman kerjanya itu kepada istrinya. Kejujuran Bayyu itu semakin membuat Airin sakit hati. Ia berpikir untuk mengakhiri pernikahannya, namun tangisan bayi lelakinya menariknya untuk bertahan. Akankah Airin bertahan dengan sakit hati yang dideritanya setiap hari? Ataukah, ia memiliki jalan lain untuk mengusir Selena dari kehidupan pernikahannya? Simak kisah selengkapnya di novel Kekasih Suamiku.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Kejujuranmu Petaka

"SELAMAT DATANG DI BANDARA INTERNASIONAL HUSEIN SASTRANEGARA." Terdengar suara pramugari lewat pengeras suara, sebagai pertanda pesawat telah mendarat di Bandara kebanggaannya orang Bandung.

Akupun mulai bersiap-siap mengemasi barang bawaanku, ketika akan mengangkat ranselku terlihat sebuah surat dan kado antik yang membungkus sebuah kotak kecil.

Akupun tersenyum, sekejap ingatanku terbayang ketika sahabat-sahabatku mengantar ke Bandara Internasional Minangkabau untuk melepas kepergianku beberapa jam sebelumnya. Kenapa BIM ? karena aku berasal dari Bukittinggi Sumatera Barat, sebuah Negeri yang kental akan budaya daerahnya. Negeri yang kata orang-orang adalah Negeri yang paling elok budaya dan keramahan masyarakatnya.

"Selamat jalan sob, jangan lupain kami yah!" ucap salah seorang sahabatku sambil memelukku.

"Gak terasa ya ? baru kemaren kita main layang-layang bareng, sekarang malah ambo yang ngantar wa'ang untuk merantau ke tanah seberang sobat." ucap sahabatku yang lain ketika gantian memelukku.

"Si Juki bakalan rindu kau sob." (Juki = Nama kerbau peliharaan sahabatku ini yang biasa kami kembala bersama saat pulang sekolah).

"Kami kehilangan sumber contekan karena kepergianmu sob, hehehe." ucap temanku yang lain.

Satu persatu teman-temanku ikutan memeluk dan memberi pesan serta kenang-kenangan. Tak terasa mataku jadi berkaca-kaca, teringat susah senang yang aku lalui bersama mereka selama ini. Aku juga terharu, para sahabatku kompak mengantar untuk melepas kepergianku, dan dibela-belain buat numpang di mobil pickupnya Bang Somad, salah satu tetanggaku yang kebetulan berdagang buah di pasar kota Padang.

"Maaf cuma bisa memberi ini." Ucap seorang wanita tiba-tiba sambil mengulurkan sebuah kado kecil dan juga sebuah surat.

"Eh Nisa ?" Ucapku kaget.

Kulihat Nisa didampingi dua sahabat karibnya yang ternyata ikut mengantar kepergianku saat itu, entah kesininya dengan apa! Nisa itu adalah kembangnya dikampungku, selalu jadi buah bibir anak-anak dikelasku, eh gak hanya di kelas aja ding! tapi rata-rata anak-anak disekolahku selalu membicarakannya. Selain parasnya yang ayu, orangnya juga ramah pada semua orang. Dan yang paling penting, dia itu selalu juara 2 dikelasku, tapi juara 1 selalu aku dong. 3 tahun berturut-turut, juara umum coy, hehehe gak sombong sih, ciyuss!

"Hem hem," dehem kompak teman-teman untuk menggoda kami. Asem jadi salting gini kan? Bukannya apa atau gimana, selama sekolah Nisa itu orangnya sangat menjaga kesopanannya, jadi ketika dia ikut mengantar Aku ke Bandara, rasanya jadi gimanaa gitu!

"Ya Nisa." Kulihat wajahnya agak bersemu merah.

Dua teman yang ikut menemani Nisa membisikkan sesuatu padanya, entah apa ? yang jelas Nisa jadi kelihatan malu-malu. Wajahnya jadi tambah bersemu merah, alamaak cantiknya wanita di depanku ini.

"Apaan sih!" bisik Nisa pelan, teman-temannya agak menjauh memberi kesempatan pada Nisa untuk berbicara padaku.

"Awan.." terlihat ia agak grogi

"..."

"Aku cuma mau kasih ini," terlihat ditangannya sebuah kado dalam kotak kecil serta sebuah surat dalam amplop berwarna pink.

"Apa ini, Sa ?" Tanyaku bingung dengan surat yang menyertai kado pemberiannya.

"Surat ini Nisa tulis semalam, tapi bacanya nanti saat Awan sudah sampai di sana ya." jawabnya sambil tersenyum.

"Makasih yah Sa." ujarku sambil menerima hadiah dari Nisa, ketika mengambil tak sengaja tanganku menyentuh tangan Nisa yang putih. Halus kulit tangannya, membuat hatiku berdesir indah. Sejenak kami salip tatap.

Banyak kata yang ingin Kuucap sebenarnya, tapi entah kenapa ketika menatap bola mata indahnya, semuanya seakan jadi tertahan dan Nisa pun kulihat demikian.

"Nisa,"

"Awan," Panggil kami berbarengan.

Kami sama-sama tersenyum canggung.

"Eh mau ngomong apa ?"

"hmnn.." Mata nisa terlihat agak berkaca-kaca, dia seperti ingin mengucapkan sesuatu namun terlihat ragu untuk mengungkapkannya.

"Eh nggak,.. ba-baik-baik disana yah! Jaga kesehatannya." Aku tahu bukan itu sebenarnya yang akan dikatakannya, tapi entah kenapa Nisa urung mengucapkannya, mungkin dia juga canggung seperti apa yang kurasakan saat ini.

"hiuffftt.." Nisa menghembuskan nafas dari mulutnya, dan memberanikan diri mengucapkan, "Satu lagi,.. ada seseorang yang menantimu disini," lanjutnya agak lirih. Terlihat rona kemerahan di wajahnya.

"Seseorang.. maksudnya ?" tanyaku heran.

"hmmm itu, anu.. hmnn maksud Nisa, teman-teman Awan menanti disini." Jawabnya mengalihkan tanyaku dan terlihat rona kemerahan diwajah cantiknya.

"Ooh," Jawabku singkat.

Kulihat jam ditanganku, sudah saatnya masuk ke ruang tunggu.

"Sudah mau berangkat yah ?" tanya Nisa padaku sambil memperhatikanku.

"Iya Nisa, Aku berangkat dulu yah!"

"Iya", tatapannya seolah berat untuk melepas kepergianku.

Aku mengkode teman-temanku yang berdiri tak jauh dari kami, kalau Aku akan segera masuk keruang tunggu pesawat. Kulihat Nisa, temannya serta para sahabatku melambaikan tangannya.

Saat akan memasuki ruang tunggu, Kudengar langkah kaki agak cepat kemudian terdengar suara teriakan Nisa, "AWANNN, BERJANJILAH SUATU SAAT KAMU AKAN KEMBALI, AKU DISINI MENUNGGUMU!" Dengan air mata yang sudah tidak bisa lagi ditahannya. Akhirnya dengan keberanian yang dikumpulkannya sedari tadi Annisa mengucapkan juga kata itu.

Sontak air matakupun ikut mengalir, "IYA, AKU JANJI". Jawabku lantang, Sambil melambaikan tanganku padanya.

Asem, ngapain pula aku berjanji? kayak Bandung-Padang itu dekat aja. Hidupku akan bagaimana disana nantinya aja aku masih gamang dan belum terpikirkan sampai saat ini.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Peringkat

10
93%(25)
9
0%(0)
8
7%(2)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
9.9 / 10.0
27 Peringkat · 27 Ulasan-ulasan
Tulis Ulasan

Ulasan-ulasanLebih banyak

Mblee Duos
Mblee Duos
keren ceritanya kak...... semangat nulisnya yach... saling support juga yuk, di cerita aku, MAMA MUDA VS MAS POLISI
2022-11-18 09:57:20
0
0
Ni Putu Andriani
Ni Putu Andriani
nice story
2021-11-24 12:36:21
1
0
NURUL LAILI MUFIDA
NURUL LAILI MUFIDA
ini mungkin krn novel ya tp klo di dunia nyata sy sngat menyayangkan sifat dan sikap airin yg mau sj diduakan....jadilah wanita yg punya harga diri, jalan cerita diawal bagus tp klo airin tetap bersama bayyu sepertinya terlalu enak di bayyu datangkan pendamping yg bisa menghargai seorang wanita
2021-10-27 22:41:12
5
0
Queen Li
Queen Li
Yuhuuuu semangat yahh bikin next partnyaa ......
2021-08-06 16:42:28
1
0
Nana Poh
Nana Poh
Stay strong Airin. Ceritanya bagus thor...
2021-08-05 11:14:43
1
0
40 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status