LOGINLaura merasakan perih di punggungnya saat perawat yang menanganinya sedang menempelkan obat luka. Baik di lengan dan punggungnya memang menjadi target Edward untuk memukulnya. 11 cambukan yang diterimanya membuat Laura semakin bertekad untuk segera membalas dendam. Pria seperti Edward memang tidak pantas diberi waktu hidup berlama-lama di dunia ini. "Edward benar-benar keterlaluan. Dia mencambukmu tanpa memberikan kamu kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Audi tampak menggebu-gebu berdiri di samping tempat tidur Laura. "Pria itu benar-benar berhati iblis. Semoga saja dia cepat mati," lanjutnya lagi. Sesekali wanita itu meringis saat melihat luka cambuk di punggung Laura yang cukup menyeramkan. "Mau bagaimana lagi, hal yang diutamakan oleh Edward adalah nama baiknya. Auh! Nona, tidak bisakah kamu pelan-pelan?" Laura langsung menoleh pada sosok yang menerapkan cairan di lukanya dengan mata melotot, kemudian segera ekspresi wajahnya berubah dengan kerutan di d
"Laura, karena kamu, Jackson menjauh dariku. Aku akan membuat perhitungan denganmu dan memastikan kamu juga mendapatkan hukuman yang setimpal," ujar Ariana dengan tangan mengepal di sisi tubuhnya. Ekspresi wajahnya terlihat seram, sambil mengambil handphonenya yang berada di atas nakas lalu menghubungi temannya yang bekerja di media besar untuk melakukan tugas yang seharusnya dilakukan. Ariana kemudian mendekati tempat tidur adiknya dan memegang tangan Elina. "Kakak pasti akan membantu kamu bebas, Elina."Padahal rencana Ariana sudah sangat matang dibuat olehnya sendiri. Dia berusaha untuk membuat Laura mencabut laporan atas Elina agar ia bisa menunjukkan kekuasaannya pada orang tua dari korban bullyng lainnya jika dia adalah kekasih Jackson yang jauh lebih diprioritaskan daripada istri sah. Ariana ingin menunjukkan pada orang tua korban bullying jika nyatanya Jackson lebih berpihak padanya daripada berpihak pada istri sahnya. Hanya saja ia tidak pernah menyangka jika Laura dengan
Laura yang saat ini sedang bersantai menikmati hidangan yang disajikan oleh pelayan restoran tiba-tiba saja mendapatkan sebuah telepon.Pemilik telepon sangat jarang menghubungi jika tidak ada sesuatu yang mendesak. Jackson. Pria itu tidak akan menghubunginya jika tidak ada sesuatu yang sangat-sangat membutuhkan perhatiannya. Maka dari itu ketika dering keempat terdengar, Laura langsung mengangkat teleponnya dan meletakkan benda persegi empat itu di telinganya. "Ada apa?""Kamu bisa datang ke rumah sakit sekarang? Ada sesuatu yang ingin aku bahas denganmu."Seperti biasa, tidak ada basa-basi yang diucapkan oleh Jackson sehingga membuat Laura yang sedang bersantai spontan mengerut dahinya. "Ada apa memangnya?""Elina dirawat di rumah sakit karena dipukul oleh teman-teman di kamarnya. Saat ini aku membutuhkan kamu untuk datang ke rumah sakit dan kita membahas sesuatu yang sudah terjadi," balas Jackson. Laura mulai berpikir jika memang sepertinya ia harus memberitahu Jakson tentang
Laura langsung membuka kelopak matanya dengan jantung berdebar kencang ketika mendengar suara ketukan pintu di kamarnya. Wanita itu menolehkan kepalanya ke samping dan menatap Bernard yang masih terlelap tanpa mengenakan sehelai benang pun di sebelahnya. Kemudian tatapannya beralih pada pintu yang terus diketuk membuatnya panik. Segera wanita itu membangunkan Bernard agar segera bersembunyi karena jangan sampai Jackson tahu jika ia menyembunyikan pria lain di kamar ini. Meskipun statusnya saat ini sudah bercerai dengan Jackson, tetap saja ia akan mempertahankan citranya sebagai wanita lembut dan baik-baik.Apalagi Bernard adalah atasan Jackson di kantor."Kamu harus bangun sekarang juga. Jika tidak, aku bersumpah tidak akan pernah mau bertemu denganmu lagi. Aku serius dengan ucapanku, Ben," ancam Laura dengan serius. Saat ini wanita itu sedang sibuk mengenakan pakaiannya dan merapikan rambutnya sambil menatap Bernard yang masih terbaring di atas tempat tidur. Pria itu tiba-tiba
Laura dan Jackson resmi bercerai setelah melewati beberapa proses dan tahapan. Memegang selembar kertas sebagai pertanda jika dirinya adalah wanita single, Laura tersenyum tipis. Mungkin ini adalah langkah paling berani yang diambil olehnya tanpa diketahui oleh ayahnya. Hal ini dilakukan untuk kebahagiaannya sendiri. Sudah cukup Laura memendam semua ini dan saatnya memang ia harus bangkit untuk memberanikan diri melawan dan mengambil apa yang memang sudah menjadi haknya. Laura menatap ke arah Jackson yang juga sedang menatap kertas di tangannya. "Kalau begitu, selamat menempuh hidup baru Tuan Jackson. Meskipun pernikahan kita tidak dilandasi dengan rasa suka ataupun saling percaya, tapi terima kasih karena sedikit banyaknya kamu sudah membantuku," kata Laura. Jackson menatap Laura, lalu menganggukkan kepalanya. "Aku juga minta maaf sudah beberapa kali melakukan tindakan kasar terhadapmu karena Ariana. Aku tidak bisa menjadi teman yang baik untukmu.""Tidak apa-apa tidak bisa menj
Laura menghempaskan tubuhnya pada sandaran kursi di belakangnya dengan mata terpejam. Wanita itu baru saja tiba di rumahnya dengan tubuh yang agak lelah karena harus ke sana kemari untuk menyelesaikan masalah yang ada. Terutama melakukan negosiasi dengan Richard. Untuk membalas dendam, Laura tentu saja tidak membabi buta. Manusia yang tidak bersalah tidak akan menjadi targetnya. Contohnya Richard, tidak akan menjadi target Laura karena ia tahu Richard juga sama seperti dirinya, korban dari keegoisan kedua orang tua. Richard banyak dibesarkan oleh para pelayan yang saat kecil dulu sering melakukan kekerasan terhadapnya. Baru kemudian setelah Laura mengetahuinya dan langsung menghukum para pelayan yang melakukan perbuatan tidak menyenangkan pada Richard, hidup Richard pada saat berusia 8 tahun baru bisa aman dan tentram. Jangan tanyakan keberadaan Edward maupun Lina. Edward sibuk dengan mengumpulkan prestasi, relasi, reputasi, dan eksistensi demi bisa dikenal sebagai pria penuh wiba
"Bagaimana dengan taruhan kita malam ini? Kira-kira siapa yang akan menjadi gadis tidak perawan malam ini?" Seorang perempuan dengan kulit eksotis mengenakan rok pendek setengah paha dan baju tanktop terbuka, berdiri sambil memegang botol minuman di tangan kanannya.Gadis itu menatap teman-temanny
Sebuah tamparan renyah terdengar di sebuah ruangan dengan kehadiran 4 orang yang menyaksikan adegan tersebut. Sosok pria paruh baya dengan kacamata yang menghiasi wajahnya, menatap tajam pada putrinya yang nyaris membuat malu di depan keluarga besar mereka. Edward, tidak menyangka jika putriny
Laura menatap acuh pada rombongan pria dan wanita yang saat ini sudah menunggu di bawah panggung mini yang disiapkan. Sementara di atasnya berdiri sepasang pengantin yang sudah sah menjadi suami istri hari ini. Sekelompok orang berdiri di depan panggung mini tentunya bukan tanpa alasan. Mereka men
Suasana ballroom yang terlihat mewah dan megah, di iringi suara tawa penuh pesona serta muslihat seolah menjadi backsound di setiap sudut ruangan yang saat ini dihadiri oleh banyak manusia dari berbagai macam kalangan. Malam ini, sebuah pesta mewah digelar dengan sangat meriah dan dihadiri oleh p







