Beranda / Fantasi / Kelahiran Kembali / 68 Bolelah Jadi Selingkuhan

Share

68 Bolelah Jadi Selingkuhan

Penulis: Yu Liani
last update Terakhir Diperbarui: 2022-03-05 17:08:05
Tangan sendiri, bibir menyeringai, seraya menaikan alis kiri. "Aku yang lempar! Mau bilang apa?" tantangnya.

Mulut tua yang dibalut kumis putih perak, terangkat. "Kamu! Ka--"

"Apakah ini beracun atau tidak, kau paling tahu sendiri." Menarik jarum, tertancap setengah di lengan kiri. Sebuah lelehan merah kental, memuncrat.

"Xiao er," teriak Lu san tu. Mendorong seluruh orang yang menutupi pandangan dan menuju ke cucunya.

Semua orang yang ada di sisi kolam, tercengang dalam dirian. Sama-sama mengernyitkan tindakannya. Menancapkan 2 jarum ke tangan dan tidak terjadi apa-apa. Tuduhan Tuan Zhou, dibungkam di tempat. Seolah knalpot yang di sumpal, tidak mengeluarkan bunyi. Hampir tersedak, segera sumpalan yang melanda dirinya terbuka paksa.

"Kau, hah! Gadis sampah sepertimu tahu apa? Haha, kau yang lempar? Puih! Aku tidak percaya kau bisa menembus dinding buatan kami," congkak Zhou xun ling.

Meskipun mengaku, tidak dipercaya, ya sudah. "Oh, kalau begitu terima kekalahannya."

"Ka
Yu Liani

Halo sobat Liyu, maaf ya, aku lelet upnya, dan terima kasih buat kalian yg udah ikut sampai di sini😚😭 aku super seneng ada yg baca. Apalagi yg benar" kasih aku gem, mereka vote aku loh. Malah, aku lelet up-nya, minta di tampol nih🤣 Btw aku kudet&baru tahu bisa bikin catatan gini🙃 Kalau aku tahu, dari dulu aku ucapin syukur dan makasih banget udah ngikutin sampai di sini. Sekali lagi, makasih ya, vote kalian seperti vitamin bagiku. Apalagi yg nanya" kapan up, aku gk marah kok. Justru seneng banget, makasih yah. Maaf, Liyu gak bisa sebut satu-satu, pokoknya love" deh😘😍🥰

| 11
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (22)
goodnovel comment avatar
Liyu
Udah, Kak. Baru ku-up 6 bab, next part duel Kecapi*..*
goodnovel comment avatar
TW Food
kapan lanjutannya thor kirain udah minta maaf langsung update
goodnovel comment avatar
Finkan Cute
wah authornya sudah kembali ke jaman sekarang ya.... Please Thor kalau mau ke dimensi lain jangan lama-lama ya!! . Lanjutannya selalu ku nanti**
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kelahiran Kembali   99 Teratai

    Pengawas Wang sampe mendelikkan mata, menyapu anak keringat yang mengepul di dahi. Hatinya jauh lebih berkeringat, takut menyinggung salah satu, apalagi mereka berdua, itu jauh lebih tidak mau daripada mati! “In–ini, ini kalian kalah.” Menghentakkan kain tak berdaya, nada suara begitu pelan nan keragu-raguan.Dua wanita yang terkapar, satu memegangi bahu, satunya lagi memegangi perut. Bangun di sisa keyakinan mereka, sudah dibantu para dayang masing-masing. Qing xu yang tidak sabaran langsung memaki sempurna! “Puih! tidak ada yang menang? Jelas-jelas aku yang menguasai permainan, dia mau pakai trik si sampah itu!” melirik Li Xiao, dia menikmati pertempuran sambil menimbang seberapa kuat lawan. Guna membandingkan dengan Kakaknya.Merasa dirinya di ikut sertakan, alis naik sedikit. “Dih, apa-apaan, gw mah pintar!”“Betul sekali, sayangku memang pintar.”Ada balasan suara familiar, apalagi ujung rambutnya terasa ada yang menyentuh.Li xiao berbalik, menarik rambut ke belakang, ujung ram

  • Kelahiran Kembali   98 Qing xu vs Mi Len

    Meluapkan sekarang, kapan lagi? Mata mereka tak pernah terpisah seolah dua insan yang tak terpisahkan, tapi memiliki arti yang berbeda. Qing xu tersenyum di turunan, mengeluarkan cambuk yang dililit di pinggang. Kecil, tapi mematikan seperti ucapannya, “Dasar wanita jalang, berani sekali kau datang tak sia-sia cambuk ku di bersihkan, siap meminum darahmu!” Melempar ke depan, untain ujung di isi besi yang seperti jangkar, dingin, langsung menusuk ke lawan!Seolah ular yang membesit masuk, sungguh beracun seperti ucapannya. Mi len tidak takut, “Heh, cuma ini kekuatanmu? Tidak sebanding dengan ucapanmu!” Mengeluarkan pedang panjang, tapi tipis yang lentur. Tangan kanan menghunus pedang ke depan, panjang nan putih, di bagian ujung runcing yang langsung menepis ujung cambuk Qing xu.Kringg!Suara benturan yang nyaring dan ada percikan api!Jatuhan di bawah yang langsung menancep papan arena, kesempatan! Mi len naik ke atas tali dan berlari mengikuti tali yang mendekati Qing xu. “Huh, sud

  • Kelahiran Kembali   97 Lu Bing Bin vs Gu Dong

    Pangeran ketujuh, malam-malam begini ada di rumah tidak mungkin sekedar lewat kan?Senyumnya terlihat lebih dulu ketimbang suara. “Aduuh Nona keempat selamat memenangkan pertandingan,” bertepuk sekali merasa bangga, “selamat masuk ke babak final, selamat-selamat,” menyanjung.Merinding akan sanjungannya, tidak dengan wajah Ming bai, bak di cat merah. “Pangeran terlalu memuji, ini ketidaksengajaan, anggaplah keberuntungan.” Ming bai kurang mempercayai anak bodohnya menang.“Untuk apa kau ke sini?” tanya Li xiao.Ming bai dan dua selir melotot, anak tidak sopan! Sungguh tidak sopan!Jiang zu tidak mempermasalahkan, malah suka kalau terlalu akrab, senyuman terpancar. “Aku dengar kau terluka, ambil ini,” menyerahkan “barang dari tabib kekaisaran, pasti lebih ampuh ketimbang obat pasaran.”Menatap obat berwadah keramik putih, mungil seukuran telur ayam kampung. ‘Kok dia bisa tau aku terluka, apa orang tadi miliknya?’ berpikir penolong barusan. Dia ragu mengambil, Jiang zu meraih tangan mu

  • Kelahiran Kembali   96 Mendapat Harta Karun

    Dari balikan tirai berdiri 5 orang berjubah hitam. “Sial! Kenapa aku tidak menyadari mereka.” Alis menekuk, mereka tidak terdeteksi, sudah pasti cultivator tingkat 4 ke atas.“Keluar atau ku keluarkan?!” teriak di depan kereta. Li xiao tidak punya pilihan, mau melawan belum pulih seutuhnya, mau lari tidak bisa. “Gimana nih, bedebah itu tidak mau menungguku pulang?” Menebak mereka suruhan Ming yi, siapa lagi yang menaruh dendam lebih besar dari komplotan mereka?Pria berjubah hitam, memegang pedang– tidak menunggu lama. Dia memiliki kesabaran setipis sutra. “Serang! Jangan biarkan dia hidup!” Syut!Saat mereka mulai mengepung kereta, turun pria berbaju hitam menghadang. “Jangan ganggu dia, kalian,” menunjuk semua, “lawan aku!” “Pahlawan dari mana ini?! Mau mati juga? Tinggal tanam!” marah. Menyerang tanpa aba-aba.Pria ini menghindar, di serang dari arah kiri, tinju beruap panas hampir mendarat di pipi. Tinggal 3 cm dari pipi kanan, hawanya terasa menusuk pipi. Melihat dia di kero

  • Kelahiran Kembali   95 Pemenang Di Luar Ekspektasi

    Jiang Zu, “Tepat! Nona Keempat jatuh, tapi tidak menyentuh tanah.” Berdiri, turun ke lapangan. Menegaskan, “Apa aku salah lihat, Pengawas Wang?” Seolah darah naik ke permukaan wajah Pengawas Wang, mengatur napas. “Tidak-tidak, saya tidak berani, tapi ini … ini… pertama kali ada hal seperti ini.” Meskipun mata duitan, tetap sadar dalam situasi ini. “Saya takut ada kesalahan, Pangeran Ketujuh ka–”“Pengawas Wang terlalu kaku, kau sendiri yang bicara, peraturan ‘kan emang perlu dilanggar.” “Tidak perlu di tanyakan, dia tidak menyentuh tanah! Sudah jelas, dia menang!” cetusan kata dari Pangeran Kedelapan.Semua orang diam, menerima apa yang terjadi, ‘Apa yang menarik darinya? Semua orang membela!’ batin Pengawas Wang. Tawa terpaksa keluar, “Hahaha, benar juga perkataan para Pangeran, dia,” melirik Li xiao, alis meninggi, sesaat menurun menahan amarah, “Menang.” Bola mata Ming yi mendelik, meraih lengan Pengawas Wang. “Apa?!” Menghentakkan tangan, meski suka uang, mendapat situasi pa

  • Kelahiran Kembali   94 Dia Tidak Kalah

    Anak jarum, melempar! Bagi Ming yi, ini bukan apa-apa. “Kau pikir aku buta!” Menangkis!Li xiao mundur, ‘Dia jeli juga, kalau ini?!’ Mengeluarkan jarum dari dua tangan. Melempar satu-satu, mengelilingi udara.Hak! Serbuan anak jarum menghujani Ming yi, bukan hanya dua jurus. Seluruh jurus Li xiao hampir keluar. Semua ini tidak berarti, tersenyum. “Cukup sudah main-mainnya.” Mengeluarkan pedang, di simpan di balik punggung. Mata memicik, sudut mulut kiri meninggi. “Hak!”Serangan begitu cepat, Li xiao tidak bisa menghindar. Gaun hanfu hitam merah tersobek, bagian lengan kiri menimbulkan darah. Merunduk, bertumpu dua kaki. “Aku pasti membalaskan semua yang kuterima! Walau ‘tak sepenuhnya, kupastikan kau mengingat ini!” Meremas jari, menyeka keringat. Tangan menyobek ujung hanfu, membalut luka. Penonton memperhatikan semua gerak-gerik mereka di arena. “Wah lihat itu, adiknya tidak segan-segan di sembelih!”“Untung bisa menghindar kalau tidak, lehernya melayang!”Mulai berbincang, samb

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status