Share

Bab 72

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-04-28 15:28:55

72

Zhao Yìchen menggendong Zayd yang tengah merengek, setelah kedua orang tuanya menjauh bersama rombongan jemaah umrah.

Selain Wirya dan Delany, banyak bos PG dan PC yang turut berangkat bersama pasangan masing-masing. Termasuk beberapa Power Rangers lainnya, yakni Edwin, Satrio, Fajar, Aswin, Haryono, dan Jaka. Sedangkan Alvaro dan rekan-rekannya yang lain bertugas di banyak tempat, untuk menggantikan posisi ketujuh tim lapis 2 tersebut.

Hendri dan Irshava yang turut jadi pengantar, mengaja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 94

    94Elma memandangi pantulan dirinya di depan cermin besar. Meskipun dia MUA yang sudah lama malang- melintang di dunia tata rias, tetap saja Elma takjub dengan hasil dandanan Roni, ketua tim MUA EO M&E, yang selalu jadi andalan para bos jika hendak menikah.Roni menempuh pendidikan tentang riasan itu di Jerman. Selain para bos, banyak artis tanah air dan keluarga pejabat yang menggunakan jasanya. Ptibadinya yang ramah dan hangat, menjadikan pelanggan Roni terus bertambah, dan klien lama pun tetap setia menggunakan jasanya.Elma menoleh ke kiri ketika mendengar gelakak keempat sahabatnya, yang tengah dicandai Roni. Pria berkacamata itu terus mengoceh dengan cepat, menggunakan bahasa Sunda campur Inggris, sembari sekali-sekali menggoyangkan badannya, seolah-olah tengah menirukan gerakan ben-ces.Pintu terbuka dan Nilam memasuki ruangan bersama Leni. Nilam mengamati putrinya, sedangkan Leni membantu Elma mengenakan selop biru muda, yang senada dengan setelan kebaya pengantinnya. "Rombon

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 93

    93Hari bahagia yang kian dekat, menjadikan Zhao Yìchen deg-degan. Setiap hari dia berlatih mengucapkan ijab kabul dengan pasangan yang berganti-ganti. Dimulai dari Wirya, Zulfi, Dante, Harry, Yoga, Andri, bahkan Finley turun tangan langsung untuk membantu keponakan angkatnya tersebut. Sehari sebelum berangkat ke Bandung, acara pengajian dilakukan di kediaman Dante. Ratusan orang turut menghadiri acara tersebut, di mana sebagian besarnya adalah tim PBK. Acara pengajian usai tepat sebelum azan asar. Zhao Yìchen yang berada di pelaminan kecil, menyalami semua tamu sembari membagikan goodiebag. Untuk yang sudah sepuh, Zhao Yìchen mendatangi mereka satu per satu, guna beramah tamah. Seusai para tamu umum pergi, hampir semua pria bergegas berangkat ke masjid yang berada di blok terdepan. Mereka menunaikan salat Asar berjemaah, lalu kembali ke rumah Dante guna melaksanakan siraman. Zhao Yìchen yang telah menukar celana panjangnya dengan sarung hitam motif garis-garis, menduduki bangku k

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 92

    92Zhao Yìchen mendengarkan cerita Ren Mark dan keluarganya, sembari mengingat momen itu di dalam benak. Sebab harus menuntaskan sekolahnya, Zhao Yìchen tidak bisa sering berkunjung ke Darwin.Kendatipun Zhao Yìchen mendapatkan mandat baru dari Wirya, untuk bertugas bolak-balik ke Australia, tetapi itu hanya sebatas di seputar Sydney, ataupun beberapa kota besar di mana ada proyek baru. Sedangkan di Darwin belum ada proyek lainnya. Zhao Yìchen mengarahkan pandangan ketika dipanggil Ren Mark yang menanyakan tentang kepastian waktu pernikahannya dengan Elma. "Sebulan lagi, Paman," jawab Zhao Yìchen. "Undangan acara resepsi di Jakarta, nanti kukirimkan, karena sekarang belum jadi," lanjutnya. "Tidak perlu. Kami akan datang, walaupun tanpa undangan fisik," jawab Ren Mark.Zhao Yìchen mengangguk mengiakan. "Mengenai akomodasi, semuanya ditanggung Dante bersaudara. Papa Erick sedang menyelesaikan pembelian pesawat Adhitama. Kalian nanti dijemput pakai pesawat itu." "Syukurlah. Tadinya a

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 91

    91Dilbert meringkus lawannya dengan memelintir tangan kanan orang tersebut. Dilbert mengikat tawanannya dengan tali yang sudah dipersiapkan di saku celana. "Ternyata kamu memang perempuan," cakap Dilbert seusai membuka penutup wajah orang itu. Sedetik kemudian Dilbert menggeser badannya ke kanan untuk menghindari jarum kecil yang ditiupkan perempuan itu dengan kuat. "Sial!" pekik Dilbert seusai merasakan tangan kirinya mulai kebas.Tanpa memedulikan jika lawannya adalah perempuan, Dilbert menendangi perempuan itu, yang seketika terlempar ke jalan. Tidak berhenti sampai di situ, Dilbert menarik lengan kiri lawannya, dan mendorong perempuan itu ke halaman rumah Bryan.Dilbert menyambungkan tali di tangan perempuan itu dengan tali di pohon. Kemudian dia memindai sekeliling, lalu menembaki kepala seekor ular kobra yang tadi dilemparkan musuh. Dilbert mengambil bangkai ular itu, lalu melumuri wajah lawannya dengan cairan dari ular, hingga tawanannya menjerit-jerit. "Kamu yang melempa

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 90

    90Seunit mobil van hitam melintasi jalan raya. Sang sopir membelokkan kendaraan ke kiri dan berhenti di depan gerbang besar.Seorang penjaga keamanan mendekat dan menyapa sopir itu dengan ramah. Kemudian penjaga tersebut membukakan gerbang, dan mobil van melaju memasuki area perumahan elite di barat Kota Sydney. Seorang petugas lainnya yang berada di pos, menghubungi rekannya melalui sambungan telepon. Kemudian dia keluar dari pos dan jalan menuju motornya, yang diparkirkan dekat kantor pengelola. Petugas keamanan itu memacu motornya menuju blok kedua, sebelum blok tiga di mana rumah Bryan berada. Sang petugas menghentikan kendaraan di depan rumah ujung kanan, yang telah disewa sejak seminggu lalu. Frey memasuki rumah itu dan mendatangi teman-temannya yang berada di ruangan belakang. Mereka tidak berbicara sedikit pun, melainkan langsung mengenakan berbagai atribut khas pengamanan.Tidak berselang lama, kelompok kecil pimpinan Dilbert itu telah melangkah ke halaman belakang. Mereka

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 89

    89Suara obrolan Zikria dan Yang Halburt, terdengar dari luar kamar yang pintunya terbuka lebar. Zhao Yìchen memusatkan pikiran untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita Tian Johanna, yang tengah menjadi pasiennya.Hasil pemeriksaan medis perempuan tua tersebut menyatakan dia menderita gerd. Namun, Zhao Yìchen curiga itu bukan hanya sekadar gerd, tetapi ada unsur lainnya. Zhao Yìchen memanggil Zikria yang segera memasuki ruangan. Zhao Yìchen meminta Zikria untuk mengerahkan tenaga dalamnya, guna mendeteksi adanya elemen gaib di tubuh pasien.Zhao Yìchen belum dibaiat hingga tenaga dalamnya belum kuat. Dia mengamati Zikria yang tengah menggeser kedua telapak tangannya di atas badan Tian Johanna. "Nyonya, tolong tarik napas dan tahan sebentar," pinta Zikria yang segera dikerjakan perempuan tua tersebut. Zikria memejamkan mata dan memusatkan pikirannya ke telapak tangan kanan. Kedutan yang cukup kuat terasa dan Zikria meminta Johanna untuk mengulang inhale serta exhale. Kala denyu

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 12

    12 Cayden mengulum senyuman, sesaat setelah mendengar penuturan Harper mengenai kejadian kemarin malam. Cayden terkekeh setelah Harper menggerutu, karena beberapa korban dari pihak gangster, yang mengalami patah tangan ataupun patah kaki, akibat disiksa tim PBK. Setelah tawanya lenyap, Cayden berg

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 27

    27Kehadiran Zhao Yìchen pagi itu, disambut teriakan banyak karyawan di gedung PBK. Mereka berebutan untuk menyalami pria berambut gondrong, yang telah mencukur kumisnya hingga klimis. Zhao Yìchen melayani rekan-rekannya yang mengajak berbincang selama belasan menit. Kemudian dia memasuki lift den

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 18

    18 Zhao Yìchen memandangi Jauhari yang tengah berlatih di palang besi. Pria bertubuh langsing itu memperagakan senam ala atlet dengan cukup baik.Jauhari melentingkan badannya dua kali, lalu dia melepaskan pegangan pada palang, dan melompat turun sambil koprol. Jauhari mendarat di tanah dengan sed

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 13

    13Zhao Yìchen mengamati presiden komisaris LB Company, yang tengah berbincang dengan Bryan, Keven, dan Jourell. Zhao Yìchen menyukai pria tua yang rambutnya telah memutih seluruhnya itu, yang sangat ramah.Zhao Yìchen kagum dengan gaya santai yang ditampilkan Li Thorne. Zhao Yìchen membatin, bila

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status