Share

Keras kepala

Penulis: Mr. Mystery
last update Tanggal publikasi: 2026-02-13 16:12:39

"Tentu saja. Bukankah ayah memang seorang pahlawan?" Arya tersenyum dan menjawab dengan bangga.

Sekalipun dia tidak bisa mengatakan dirinya sebagai seorang "pahlawan" yang sesungguhnya, dia bisa menjadi pahlawan bagi putrinya sendiri, bukan?

"Benar!" Kiara mengangguk dan menjawab, "Ayah memang pahlawan yang kuat, berani dan bisa sulap! Menghilangkan orang-orang jahat itu secara ajaib!"

"Jadi, apakah Ara suka sulap?"

"Ya, Ara sangat suka! Ara juga ingin melihat sulap lagi. Ayah, bisakah ayah melakukan sulap lagi?"

"Tentu," Arya mengangguk dan menurunkannya ke lanti. "Tapi karena hari sudah siang, kita harus makan siang dulu. Lalu mandi dan belajar."

"Hmmp!" Ekspresi gadis kecil itu langsung cemberut dengan menggelembungkan kedua pipinya, tampak kesal dan tidak puas.

Saat Arya melihatnya seperti itu, dia tidak bisa untuk terkekeh lucu, dan membawanya masuk ke rumah dengan berkata, "Nanti, setelah makan siang, mandi dan belajar, nanti malam ayah akan menunjukkan sulap yang hanya bisa dilihat oleh Ara. Tapi jika Ara tidak mau, ayah tidak bisa melakukan apapun."

"Ayah janji?" Kiara langsung bertanya dengan semangat saat mendengar kata-kata itu.

Dan saat melihat anggukan Arya, gadis kecil itu langsung berlari ke dalam rumah. Lalu melemparkan tasnya ke sofa, dan dengan sendirinya mulai membuka pakaiannya, tampak tidak sabar dan tentu juga kesulitan saat mencoba untuk membuka pakaiannya sendiri.

Tapi dengan ekspresi dengan panik dan tidak sabar, dia segera mendesak ayahnya, "Ayah, ayah! Ayo cepat! Bantu Ara buka baju, lalu mandi, makan siang, belajar dan akhirnya melihat sulap!"

Melihatnya seperti itu, Arya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan senyum geli, dan mulai membantunya membuka baju sekolahnya.

Pada saat yang sama, ketika Arya dan putrinya sedang bersenang-senang, seorang pemuda gemuk, berusia akhir dua puluhan, tampak sombong dan angkuh mengubah ekspresinya.

"Apa katamu!? Mereka semua di kalahkan? Bahkan bajingan itu mengatakan agar aku tidak menggangunya dan mengancam akan menemuiku sendiri?"

Danan, pria yang sebelumnya mengirim beberapa berandalan untuk memberi pelajaran kepada Arya itu tampak terkejut dan mengubah wajahnya. Duduk di sebuah sofa mewah yang ada di sebuah villa, wajah berlemak Danan tampak murung.

"Bukankah aku hanya ingin kalian memberi pelajaran pada satu orang? Tapi apa yang terjadi, orang-orang yang kalian kirim malah di hajar olehnya!"

"Bagaimana cara kalian bekerja? Bukankah kalian semua membanggakan identitasmu sebagai orang-orang dunia bawah? Merampok, menculik, dan membunuh adalah keahlian semua? Tapi apa yang terjadi sekarang!!?"

"Aku sudah memberi uang muka sebesar sepuluh juta kepadamu, tapi apa hasil akhirnya? Kelian semua malah di hajar, dan bahkan bajingan itu masih sempat untuk mengancamku? Apakah kalian semua bercanda?!"

"Tuan muda Danan," seorang pria dengan suara tak berdaya terdengar dari balik telepon, "pria yang Anda minta untuk kita beri pelajaran sebenarnya bukan orang biasa! Kami sudah meminta Wajah Buruk Botak untuk menghajarnya, tapi dia malah dikalahkan dengan mudah. Anda tahu, Wajah Buruk berkepala Botak adalah mantan Petarung MMA, tapi dia sama sekali tidak bisa melawannya. Pria yang bernama Arya ini, dia pasti bukan orang biasa. Sebaik--"

"Sampah!! Benar-benar sampah tak berguna!!"

Sebelum pria di balik telepon itu menyelesaikan kata-katanya, Danan segera menutup panggilannya dengan sangat marah.

Mengingat semua yang terjadi, dia tidak bisa untuk tidak menggertakkan giginya.

Arya, entah apa yang terjadi, sehingga pria yang lima tahun dikabarkan menghilang itu tiba-tiba muncul, dan mengganggu semua rencananya sampai sejauh ini.

Sebagai orang yang sejak lima tahun lalu ditugaskan untuk menargetkan Aruna, Danan tentu saja tahu siapa Arya. Tapi dia tidak menyangka bahwa bajingan yang dulu bukan siapa-siapa akan menjadi orang yang pandai bertarung.

Bahkan jika Danan mengirim orang-orang kepercayaannya dari dunia bawah yang selama ini dia andalkan, bajingan bernama Arya malah menghajar mereka semua.

Lebih menyebalkan lagi, Arya ini malah balik mengancamnya!

Sebagai seorang tuan muda yang memiliki kekayaan dan kekuasaan yang selama ini bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan, bagaimana mungkin Danan bisa menerimanya?

"Bajingan itu hanya orang biasa, berani-beraninya dia mengancamku, Danan Miwarsa? Tidak bisa dibiarkan!"

Wajah berlemak Danan sangat murung, tapi sesaat kemudian tiba-tiba dia tersenyum dan mengingat sesuatu.

Menatap ke layar ponselnya, dia mencari nama seseorang yang telah lama ia kenalnya, dan mulai meneleponnya.

Ketika pihak lain menjawab, dia langsung berkata, "Arya Ananta, aku tidak menyukainya. Entah apa yang kau lakukan, aku akan memberimu seratus juta kali ini. Sebaiknya kau melakukannya dengan bersih dan rapi. Benar, seperti sebelumnya!"

Setelah mengatakan itu, Danan langsung menutupnya dan tidak lagi peduli dengan apa yang terjadi sebelumnya. Karena dia tahu, nasib Arya kali ini akan tamat.

"Sekalipun aku tidak bisa menyentuhmu dengan kekerasan, bagaimana jika aku menggunakan cara lain? Aku ingin melihat, bagaimana kau akan mengatasinya kali ini? Hehehe... Arya, aku pasti akan membuatmu menangis dan berlutut memohon ampun padaku!"

Kembali ke Arya, dia tidak tahu jika ada seseorang yang sedang menargetkannya, dia mungkin juga tidak akan pernah membayangkan apa yang sedang Danan rencakan.

Untuk sekarang, dia hanya peduli pada putrinya sepanjang waktu. Termasuk memandikan, memberi makan, membantunya belajar dan bermain-main sepanjang sore, sebelum akhirnya Aruna pulang setelah bekerja seharian.

Menambah keseruan sepanjang waktu, dengan Arya yang masih menunda-nunda untuk memberikan pertunjukan sulap kepada putrinya, karena dia sedang menunggu sampai malam hari tiba. Di mana dia sudah merencanakan masa depan putrinya sendiri.

Namun, ketika hari mulai gelap dan tiga orang itu duduk di meja untuk makan malam, seseorang tiba-tiba mengetuk pintu kontrakan.

"Tok... Tok... Tok..."

"Ayah, biarkan Ara yang membuka pintu!" Kiara, yang hari ini tampak ceria segera bediri dan berkata kepada ayahnya.

Pada saat itu, Arya yang belum menyadari apapun membiarkan putrinya yang bersemangat untuk membuka pintu hanya untuk terkejut saat mendengar jeritannya.

"Aahh!!"

Wajah Arya dan Aruna di ruang tamu berubah saat mendengar jeritannya.

Tapi sebelum mereka berdua bereaksi, sekitar empat orang, berpakaian hitam, lengkap dengan helm dan rompi anti peluru bergegas masuk dari luar, dan mengelilinginya.

"Jangan bergerak!"

Sambil menodongkan senjata api tepat ke arahnya, salah seorang petugas polisi langsung berbicara kepadanya.

"Tetap diam di tempat!"

"Arya Ananta, kami menduga bahwa Anda telah melakukan kekerasan dan serangan siang tadi di jalan xxx. Korbannya tujuh orang, dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit."

"Kami meminta agar anda tidak melawan, dan ikut kami ke kantor polisi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut!"

"Tindakan apapun akan membuat kami melakukan tindakan tegas!"

"Ini..." Wajah Aruna seketika menjadi pucat dan gemeter saat mengetahui apa yang terjadi.

Menyaksikan sekelompok polisi menodongkan senjata, dan bersiap-siap untuk menangkap kakak laki-lakinya, ketakutan dan keterkejutan membuatnya terdiam.

"Ayah??"

Kiara, gadis kecil yang tidak tahu apa yang sedang terjadi juga terkejut dan ketakutan saat melihat orang-orang aneh tiba-tiba masuk ke dalam dan mengancamnya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Divisi supranatural

    Arya sedikit mengubah ekspresinya saat mendengar pertanyaan itu. "Apakah orang yang kau katakan adalah Jendral Besar Sudirman?" "Ya, itu memang beliau," Robert mengangguk dan menambahkan dengan rasa hormat dan kekaguman dalam kata-katanya, "Seorang pahlawan nasional yang menjadi garda terdepan dalam membebaskan negara dari para penjajah di masa-masa awal. Mengusir tentara sekutu dan inggris pada tahun 1945. Serta melakukan perang gerilya yang paling terkenal di tahun 1948-1949, saat menolak tunduk kembali pada pemerintahan kolonial. Dalam keadaan sakit parah, dan harus di tandu untuk bisa bepergian." Jendral Sudirman. Ketika Arya mendengar nama itu, dia juga tidak bisa untuk tidak merasa kagum pada sosoknya. Bahkan jika sekarang dia memiliki kekuatan dan pandangan yang lebih jauh daripada sosok di masa lalu itu, ia masih tidak bisa untuk tidak merasa kagum pada pahlawan yang paling terkenal dalam perang gerilya di tahun itu. Terlebih lagi, saat ia melakukan perlawanan terh

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Dalang di balik layar

    "Oh...?" Dibalik telepon, seorang wanita cantik dan dewasa, berusia awal tiga puluhan mengangguk mengerti dan mengatakan, "Seperti yang aku duga, dia memang tidak biasa." Wanita berambut merah panjang, tampak dewasa, cantik, dingin dan sedikit angkuh itu bukanlah orang lain, melainkan Serena Coldway. Pewaris utama keluarga Coldway yang baru datang ke kota Surabaya kemarin malam. "Berita yang Thalya bawa sepertinya memang tidak salah, target kita memang seorang Grandmaster. Jadi kita tidak bisa melakukannya seperti yang sebelum-sebelumnya. Kita lakukan saja seperti rencana di awal." Duduk di kursi, Serena tampak tenang dan kalem saat berbicara. "Untuk keamanan, sebaiknya kau juga segera pergi dari tempat itu sekarang." Setelah mengatakan ini, Serena langsung menutup panggilan itu dan menegakkan punggungnya. "Arya..." Dengan senyum tipis yang tampak anggun dan menggoda, tapi juga terlihat dingin, ia bergumam, "Aku benar-benar mulai tertarik denganmu." Kembali ke tempat k

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Serangan pembunuh

    "Hm?" Arya menatapnya dengan tatapan tanpa ekspresi saat mendengar penolak itu. Tapi Thalya tidak takut dan dengan tegas mengatakan, "Aku menolak. Aku bukan seorang detektif ataupun polisi. Jadi bagaimana mungkin aku bisa mengetahui apapun yang terjadi dengan Laura? Jika kau ingin mengetahui setiap informasi darinya, kenapa kau tidak menyewa seorang detektif saja?" "Karena kau sadar tidak bisa melakukan semuanya, kenapa kau tidak mencari detektif atau orang lain untuk melakukan pekerjaan itu?" "Tentu saja aku tidak mau! Aku bukan pelayananmu, aku hanya---" "Satu kesalahan telah kau lakukan. Kau masih memiliki dua kesempatan untuk tetap bisa mempertahankan pekerjaanmu." "Ah... kau..." Thalya langsung marah saat mendengar peringatan itu, tapi Arya sama sekali tidak memperdulikannya dan lebih memilih untuk masuk kedalam mobil bersama dengan putrinya. "Hei, tunggu! Aku tidak bisa melakukannya! Aku tidak memiliki--" "Tinggal satu kesempatan terakhir!" Arya kembali berkata

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Terlalu tak tahu diri

    "Ini...ini....?" Ketika semua orang yang ada di sana mendengar kata-kata dan tindakan Gavin yang penuh amarah, wajah mereka tiba-tiba berkedut hebat. Tak perlu dijelaskan lebih jauh lagi, mereka juga mulai memandang Laura disana dengan tatapan marah, jijik dan penuh penghinaan! Sekalipun ia dipukuli dengan kejam oleh Gavin, tidak ada seorangpun yang bersimpati kepadanya. Bahkan Handrij, ayah Laura sendiri benar-benar sangat marah sampai seluruh tubuhnya bergetar hebat. Jika ia bisa berdiri dan berjalan, mungkin ia akan bergabung dengan Gavin untuk menghajar putrinya saat ini. Ini benar-benar sangat memalukan! Karena siapapun itu, asalkan mereka bisa berpikir dan tidak bodoh, mereka akan langsung mengetahui, bahwa sebenarnya Laura ini sedang hamil selama sebulan, dan anak itu bukanlah anak Gavin, yang saat ini menjadi tunangannya. Melainkan orang lain yang memiliki nama panggilan "Daddy". Penyebutan "Daddy" disini juga sudah menjelaskan orang macam apa Laura ini sebenarnya.

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Kebenaran yang mencengangkan

    "Gavin..." Tapi sebelum dia sempat menyerah dan mengatakan apa-apa, dia mendengar panggilan Arya dari belakangnya. Dan dengan tepukan ringan di pundak kanannya, kebingungan, keraguan dan rasa gelisah di hatinya seketika menghilang begitu saja. Apalagi saat ia menoleh dan menyaksikan senyum hangat Arya. "Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja." Ditambah dengan kata-kata Arya ini, semua kekhawatiran Gavin seketika menghilang, dan akhirnya ia bisa tersenyum lepas. Kembali menoleh ke arah Brenda, Laura dan semua orang yang ada di sana, pandangan Gavin tertuju pada Handrij, ayah Laura, dan orang yang selama ini sangat baik selain ayahnya sendiri, Basuki. Dua pria tua itu, keduanya hanya mengangguk ringan, sama sekali tidak masalah dengan apa yang Gavin pilih. Karena bagaimanapun, Basuki, ayah Gavin dan satu-satunya orang tua yang masih hidup sudah mengenal sosok Arya sejak lama. Dia juga tahu orang macam apa itu Arya. Sejak awal, dia juga sangat mempercayai setiap keputusan pu

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Seorang sahabat

    Bukan orang lain, orang yang berbicara adalah Adrian Reynald, orang dibalik perusahaan A.R Trading, dan bos serta orang yang dikagumi oleh Gavin itu sendiri. Adrian juga bukan orang asing bagi Arya, karena pria ini adalah orang yang sebelumnya akan dijodohkan dengan Evelyn oleh ibunya. Sebelum akhirnya kencan buta itu gagal karena kehadiran Arya. Sebagai atasan Gavin, kemunculannya disini juga bukan hal yang mengejutkan, apalagi keponakannya, Calvin Harris juga datang ke acara pertunangan ini. "Bos Drian?" Ketika Gavin dan beberapa orang melihatnya, dia juga segera menjadi pusat perhatian. Karena sosok dan identitasnya sebagai pebisnis muda memang sangat terkenal di kota Surabaya ini. Dengan anggukan kepala ringan dan tersenyum ramah, Adrian berjalan ke arah Arya dan melihatnya dari atas ke bawah sebelum berkata, "Setelah beberapa waktu tidak bertemu, aku tidak menyangka bahwa kau akan muncul disini. Lebih mengejutkannya lagi, kemunculanmu juga mulai mengganggu acara orang l

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status