بيت / Urban / Kembalinya Kaisar Abadi / Reaksi semua pihak

مشاركة

Reaksi semua pihak

مؤلف: Mr. Mystery
last update آخر تحديث: 2026-03-07 01:52:21

Ketika Thomas yang sedang duduk di meja kantornya dan baru saja mendengar berita tentang Doyle itu dari Daniel itu tidak bisa untuk tidak terus-menerus mengubah ekspresinya.

Menatap asistennya yang berdiri tidak jauh di depannya, Thomas terdiam cukup lama sebelum akhirnya sedikit menarik napasnya dalam-dalam, dan bertanya, "Apakah berita itu benar-benar bisa percaya?"

Daniel, dengan wajah yang sebenarnya sedikit pucat itu mengangguk berat, dan menjawab, "Berita itu datang dari Marius sendiri!
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Lelucon

    Arya merasa bahwa pria bernama Calvin terasa sangat lucu. Jadi dia mengangguk dan berkata, "Terima kasih atas saranmu. Tapi sepertinya aku akan melakukannya sendiri.""Sangat disayangkan..." Calvin tampak menghela napas sangat disayangkan, namun senyum di wajahnya tidak pernah menghilang."Jika seandainya—""Tuan Arya!" Sebelum Calvin menyelesaikan kata-katanya, suara lain datang mengganggunya.Ketika melihat ke arah sumber suara, ekspresi Calvin segera berubah dan tersenyum lebar. Karena orang itu sebenarnya adalah Karina itu sendiri.Dia juga buru-buru mendatanginya dengan senyum lebar sebelum berkata, "Nona Karina, kenapa Anda datang ke lantai bawah sendiri? Bukankah seharusnya Anda menunggu di kantor? Atau Anda sangat tertarik dengan proposal yang saya ajukan, jadi Anda datang sendiri untuk berbicara dengan saya?"Karina, saat melihat Calvin tampak sedikit mengerutkan keningnya dan menatapnya dalam diam selama beberapa waktu sebelum bertanya, "Kau, siapa kau?""Hehehe..." Tersenyu

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Teman lama

    Untuk saat ini, meskipun perasaan di hatinya sedikit berkurang karena telah menemui makam kedua orang tuanya, Arya tahu bahwa dia masih tidak bisa melakukan apa pun pada keluarga Wijaya.Tidak, bukannya tidak bisa, tapi Arya tidak ingin mereka menderita penderitaan yang biasa-biasa saja. Tidak setelah apa yang mereka lakukan.Ketika Arya memikirkan keluarga Wijaya yang sepertinya bukan keluarga biasa, Arya tahu bahwa dia harus melakukan langkah besar agar mereka tahu siapa yang mereka hadapi.Kekayaan, kekuatan dan pengaruh. Arya harus menghancurkan tiga kepercayaan besar mereka.Tapi sebelum itu, Arya terlebih dahulu harus memperhatikan keamanan Kiara dan Aruna.Memikirkan kejadian kemarin, Arya tahu bahwa siapa pun kamu, jika kamu tidak memiliki kekuatan yang cukup, hukum hanyalah sebuah peraturan.Sama halnya di dunia kultivasi, jika kau memiliki kekuatan untuk menghancurkan hukum yang ada, kau bisa melakukan apa pun sesukamu.Oleh karena itu, setelah Arya berhasil membangkitkan ga

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Berbakti

    "Maaf sekali," dengan senyum sopan, Aruna berkata, "Kakakku sedang ada urusan lain, jadi dia tidak bisa mengantar Ara ke sekolah. Jika Anda punya waktu, Anda bisa datang ke rumah kami nanti."Thomas mengangguk dan tersenyum, tapi sebelum dia bisa membuka mulutnya, Robert segera berkata, "Tidak, tidak perlu! Kami hanya ingin mengucapkan terima kasih! Tuan Arya pasti sedang sibuk! Kami tidak akan mengganggu lagi!"Dengan itu, Robert segera melirik ke arah Thomas, dan Thomas segera memahami maksudnya sambil buru-buru mengeluarkan sebuah kartu rekening bank, dan menyerahkannya kepada Aruna."Ini?" Melihat kartu rekening itu, Aruna sedikit terkejut dan menoleh ke arah Thomas dengan sedikit kebingungan."Nona Aruna," Thomas buru-buru meletakkannya di tangan Aruna dan berbicara, "sebelumnya kami belum benar-benar mengucapkan terima kasih atas bantuan yang Tuan Arya berikan. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih yang lebih tulus. Jumlahnya memang tidak seberapa, tapi tolong jan

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Hukuman yang lebih buruk daripada kematian

    Dokter itu mengangguk berat dengan permintaan maaf di wajahnya."Bukankah kalian seorang dokter? Apakah kalian tidak bisa melakukan apa pun?"Menggelengkan kepalanya, dokter itu menjawab dengan nada tak berdaya, "Pak Bram, kami ingin meminta maaf. Meskipun kami bekerja keras, kami sama sekali tidak bisa melakukan apa pun! Kejadian ini berada di luar imajinasi kami, atau bahkan belum pernah terjadi di dunia medis sebelumnya. Saya khawatir—""Baiklah. Aku mengerti! Kau bisa pergi." Bramasta mengangguk mengerti, tidak ingin lagi mengatakan apa pun dan hanya menatap Danan di ranjang rumah sakit.Menyaksikan keponakannya yang sebenarnya terlihat baik-baik saja tanpa sedikit pun luka atau memar di tubuhnya, tapi sama sekali tidak bisa melakukan apa pun selain menatap dirinya dengan mata penuh air mata, wajah Bramasta terlihat sangat suram.Dia bukan orang bodoh, dan tahu apa yang terjadi sebelumnya!Sebagai orang-orang dengan statusnya, dia tahu bahwa kejadian di villa kemarin bukanlah sesu

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Sisi yang berlawanan

    Keesokan paginya.Aruna yang sedang khawatir dan panik tentang apa yang terjadi kemarin malam menatap berita di televisi dengan tatapan kosong dan kebingungan.Kekacauan yang membuatnya hampir tidak bisa tidur semalaman ternyata hanyalah sebuah kecelakaan semata.Memang benar, apa yang terjadi di villa Danan semalam memang masuk berita lokal, atau bahkan nasional. Karena bagaimanapun, identitas Danan sebagai putra gubernur sangat sensitif.Namun, berita yang masuk hanyalah sebuah kebakaran belaka! Tanpa ada korban jiwa selain Danan yang kini dirawat di rumah sakit dengan keadaan baik-baik saja.Kronologis juga diakibatkan oleh korsleting listrik yang akhirnya membakar seluruh villa!"Apakah benar-benar tidak terjadi apa-apa?"Tatapan mata Aruna tampak kosong dan penuh kebingungan saat menyaksikan berita pagi hari.Karena sejujurnya, dia sangat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi! Bahkan dia masih melihat jelas banyaknya pengawal Danan yang ikut terbakar di dalam villa.Namun, berit

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Malam yang menyala

    "Siapa kau sebenarnya?!"Menatap sosok Arya yang masih tenang dan menatap dirinya dengan tatapan dingin dan acuh tak acuh tanpa sedikit pun bergerak, Danan akhirnya tahu apa itu kengerian yang sebenarnya.Menahan rentetan tembakan senjata api tanpa bergerak atau menghindar, dan hanya berdiam diri di tempatnya seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa, apa sebenarnya Arya ini?Bagaimana bisa dia menciptakan penghalang tipis yang tampak rentan tapi menjadi lebih kuat daripada baja?Arya, siapa sebenarnya dia?Wajah Danan pucat pasi, dan saat melihat Arya masih tidak bergeming saat menatap dirinya, ketakutan ekstrem perlahan-lahan membuatnya tanpa sadar kencing di celananya.Aruna yang ada di samping dan melihat apa yang terjadi juga tampak pucat.Sama halnya dengan Danan, ia juga tercengang dan tak bisa bereaksi saat menyaksikan sosok Arya di sana.Bahkan dia juga mulai ragu-ragu, apakah pria ini masih kakak laki-lakinya? Kakak laki-laki yang di masa lalu tampak seperti kutu buku dan sel

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status