LOGINKucing kecil yang dikatakan aneh dan sulit untuk ditaklukkan oleh manusia dan hewan tiba-tiba "mengeong" dan menjawab panggilan Arya dengan cara berjalan ke arahnya. Sambil sedikit menundukkan kepalanya, kucing aneh kecil yang hanya memiliki tinggi dua puluh sentimeter dan panjang empat puluh sentimeter itu tiba-tiba melompat dari sungai buatan di pinggir pagar. Dan pagar setinggi tiga meter itu juga berhasil dilompatinya dalam sekali jarak. "Ini..." Dalam keterkejutan semua orang, dan ketidakpercayaan dengan apa yang mereka lihat, kucing kecil yang menjadi bos dari kawanan singa itu jatuh di depan kaki Arya. "Meong!" Lalu dengan suara yang terdengar penuh kesedihan dan sedikit ketakutan, dia mengelus kaki Arya menggunakan kepalanya. "Mustahil! Sebenarnya dia---" Ani, penjaga kebun binatang dan sangat mengenal kucing aneh itu sampai tak bisa berkata-kata dengan apa yang ia lihat. Sama halnya dengan Evelyn dan Aruna yang kini sangat terkejut dengan mata dan mulut terbuka. Menya
Namun, dalam tawa riuh yang penuh kehangatan itu, kedua mata kucing yang berwarna kecoklatan itu tampak menunjukkan ekspresi horor dan penuh ketakutan saat menyaksikan sosok Arya. Dengan seluruh bulu di tubuhnya yang berdiri dan gemeter, kucing aneh yang dikatakan tak pernah takut pada siapapun dan menjadi pemimpin kawanan singa itu terlihat sangat kesulitan untuk hanya sekedar berdiri."Hahaha!" "Akhirnya kucing itu mendapatkan karmanya!" "Hahaha...""Ayah, lihat! Kucing itu benar-benar sangat lucu!""Hahaha!"Tentu saja, saat semua orang melihatnya, tawa lain segera menyertainya. Bahkan Kiara dan para gadis tidak bisa berhenti untuk tertawa dan menunjuk kucing kecil itu dengan penuh kebahagiaan. Namun, apa yang di alami oleh kucing itu benar-benar berbanding terbalik dengan apa yang terjadi, bahkan dia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Seolah-olah ada beban berat yang menahannya untuk bergerak, kucing itu merasa bahwa sejak melihat Arya, teror, ketakutan dan kengeri
"Ayah, ayah lihat!" Melihat Arya datang, Kiara segera memanggilnya dan menunjuk kearah kawanan singa menggunakan jari-jari kecilnya."Lihat, ada bayi singa kecil di sana!" Bayi singa?Ketika Arya menoleh ke arah yang Kiara tunjuk, dia sedikit mengerutkan keningnya saya melihat apa yang sebenarnya Kiara tunjukkan. "Tidak, bukankah itu seekor kucing?" Aruna yang melihat ke arah itu tiba-tiba berkata dengan bingung. "Yah, itu memang seekor kucing!" Evelyn yang sudah ada di antara mereka juga membenarkan sambil mengerutkan. "Tapi, kenapa kucing ini ada disini?" Pemandangan itu terlihat aneh dan cukup menggemaskan, seperti tidak seharusnya berada di tempatnya. Karena sebenarnya, anak singa yang Kiara maksud adalah sebuah kucing orange kecil, yang mungkin hanya sebesar telapak tangan dewasa. Berwarna kuning orange kecil, yang tidak lebih dari empat puluh sentimeter panjangnya dan sebesar telapak tangan biasa. Terlihat sedang tertidur sambil menutup matanya di atas kepala singa jantan d
"Entah ini kebetulan atau tidak, aku yakin jika pria ini bukanlah orang biasa! Bahkan aku tidak yakin jika dia lebih rendah daripada status yang selama bertahun-tahun ini aku perjuangkan." Saat mengatakan ini, suara Hans terdengar sangat serius dan berat, seolah-olah dia sangat hati-hati dengan apa yang ia katakan. Mengakibatkan Diana yang sudah mengenalnya cukup lama terkejut dan terdiam untuk waktu yang lama. Tapi kemudian dia mendengus dan kembali berkata, "Cih, bukankah kau hanya ingin mengatakan alasan agar aku tidak menghukumu! Selamat, kau berhasil! Malam ini.. kau bisa tidur di luar rumah sepuasnya!" "Ah, tidak. Sayang aku salah..." Hans tampak putus asa dan mencoba untuk membujuknya. Tapi Diana segera mendengus dan menatapnya dengan jijik. "Hansamu Yama, Hans si penguasa dan pemimpinan dunia bawah yang katanya di takuti semua orang! Dikatakan sebagai raja neraka yang bisa memutuskan hidup dan matinya semua orang, tapi ternyata tidak lebih dari sekedar ini?" Kata Diana jij
"Bajingan!" "Apa yang kau lakukan?" Empat dari lima pria yang sebelumnya mengelilingi Diana adalah yang pertama kali bereaksi atas tindakan Arya. Tidak hanya bereaksi, masing-masing dari mereka juga segera mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke arahnya. "Ahhh!" Ketika Evelyn, Aruna, dan para wanita melihat senjata itu, semuanya segera berteriak ketakutan. Namun, Arya yang sudah tahu dan menebak apa yang sebenarnya terjadi sudah bersiap, dan saat melihat keempat pria itu mengeluarkan senjatanya, sosoknya langsung bergerak cepat, dan menghilang. "Bam" Dengan suara "bam" empat kali berturut-turut, empat sosok yang sebelumnya menodongkan senjata itu segera terlempar dan jatuh ke tanah sambil mengerang dan menjerit kesakitan. "Argh!"Tanganku!" "Kakiku!" "Arrghh!" Kejadian itu hanya berlangsung sesaat, dan sebelum ada yang menyadarinya, semua sudah berakhir. "Ini?" Diana, wanita dengan bayi laki-laki di pelukannya itu tampak terdiam dan terkejut saat melihat semuanya. Mena
Di sisi lain. Pukul 8 pagi. Arya yang baru keluar halaman rumahnya bersama Kiara dan Aruna terkejut saat melihat ada beberapa orang sedang menunggunya di sana. Termasuk Thomas dan putrinya, Viona, sebenarnya Arya juga menemukan jika Evelyn dan Karina juga ada di sana, tampak sedang menunggunya. Bahkan Evelyn itu sudah membawa beberapa oleh-oleh termasuk beberapa camilan, seperti makanan ringan, es krim dan beberapa pakaian. Pakaian yang ia kenakan juga terlihat lebih santai, dengan jeans biru dan kaos putih biasa, serta topi besar yang menutupi kepalanya. "Apa yang kalian lakukan pagi-pagi di sini?" Arya tampak terkejut dan tidak bisa untuk tidak bertanya kepada mereka semua. Thomas yang mengetahui sedikit kekuatan dan latar belakangnya segera tersenyum dan menjawab, "Tuah Arya, saya dengar bahwa anda sekeluarga akan pergi ke kebun binatang hari ini. Jadi saya sudah memastikan bahwa meskipun hari ini adalah akhir pekan, kebun binatang kota akan menjadi lebih sepi dan aman untuk k







