LOGIN"Gemuruh!" Tanah tiba-tiba bergetar dan terguncang dengan keras, sebelum akhirnya kembali tenang seperti sebelumnya. Namun, hal itu segera menghentikan tawa dan candaan mereka semua, karena hal tersebut menandakan jika gua ini tidak sederhana. "Semuanya, kita lanjutkan perjalanan, tapi lebih berhati-hati saat melangkah." Dengan ekspresi serius, Viktor segera memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan. Tanpa perlu Viktor menjelaskan lanjut, mereka semua tahu jika mereka harus berhati-hati dalam perjalanan. Untungnya, getaran yang tampak seperti gempa bumi kecil itu hanya terjadi sekali dan tidak terjadi lagi, sampai akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Yaitu sbuah aula dengan lebar hampir seratus meter dan tinggi sepuluh meter yang muncul di hadapan semua orang. Aula besar itu tidak kosong atau gelap, karena samar-samar mereka bisa melihat cahaya matahari masuk melalui celah pada langit-langit gua. Dan di seluruh aula, mereka benar-benar terkejut ketika melihat sebuah tulang ra
Sesuatu yang tidak bisa dihadapi oleh orang-orang seperti dirinya! Apa artinya ini? Ini hanya berarti bahwa ada sesuatu yang sangat mengerikan di dalam gua, yang bahkan dengan kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Master tingkat Gang Qi, apa yang di dalam sana masih tidak bisa mereka hadapi. Sesuatu yang bahkan tidak bisa dihadapi oleh Master tingkat Gang Qi, dan bahkan membuat Grandmaster seperti Arya waspada tentu bukan hal sederhana. Meskipun Ryan tidak tahu apa itu, dia masih yakin dan percaya dengan analisis Arya. Sekalipun pihak lain tidak melarangnya, bagaimana mungkin Ryan tidak segera mengambil keputusan? "Aku mengerti!" Ryan buru-buru mengucapkan terimakasih dan pergi dengan keputusan yang sudah bulat ada di kepalanya. Namun, Wira yang mendengar penolakan muridnya itu tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Apakah kau yakin kau tidak ingin pergi?" "Guru, saya sangat yakin! Saya akan tetap memutuskan untuk tetap tinggal!" Jawab Ryan tegas. Hanya saja Wira masih mera
"Excuse me. Can I talk to you?"Arya, yang sedang sibuk memanen Rumput Bintang Perak Tiga Daun tiba-tiba terkejut dan mengangkat kepalanya saat mendengar kata-kata asing itu. ."Hah?"Melihat seorang wanita yang tampak menarik, entah dari segi wajah atau sosoknya, dia sedikit berhenti dan terkejut. Akar spiritual langka tipe emas?Arya benar-benar terkejut saat melihatnya, tentu bukan karena kecantikan atau keindahan tubuhnya yang terlalu menggoda, tapi karena wanita ini sebenarnya adalah orang kedua selain Evelyn yang memiliki akar spiritual lainnya. Akar spiritual, itu adalah bakat bawaan dari setiap manusia biasa agar bisa berkultivasi keabadian, dan rasionya satu banding sepuluh ribu. Menemukan dua dalam waktu dekat, dan semuanya adalah wanita dengan akar spiritual yang langka, Arya benar-benar terkejut saat melihatnya secara langsung. Apakah akar spiritual terbaik benar-benar bukan hal yang langka di bumi? Atau lebih tepatnya bagi setiap wanita? Thalya, yang melihat keterkej
Wajah kelompok itu segera berubah ketika mendengar pertanyaan Arya. Bahkan Wira tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerutkan keningnya dengan serius.Sejujurnya, mereka sama sekali tidak yakin dengan Legenda Naga yang ada sebelumnya. Tapi setelah sampai di sini, dan dengan kepalanya sendiri menyaksikan binatang aneh setingkat monster, mereka mulai meragukan penilaian awalnya. Jika mereka memikirkannya dengan hati-hati, sepertinya, perkataan Arya ada benarnya. Sekalipun Naga di awal mungkin tidak ada, siapa yang bisa memastikan mahkluk mengerikan lainnya tidak ada? Membiarkan kelompok lain datang lebih dulu sepertinya juga bukan keputusan yang buruk. "Tenang saja," melihat semuanya tampak mengerti, Arya kembali berkata dengan santai, "Semuanya akan baik-baik saja. Biarkan mereka membuka jalan, agar kita tidak menghadapi hal-hal yang merepotkan seperti sebelumnya. Aku yakin bahwa semuanya tidak akan sesederhana itu." Pada a
"Master," Ryan yang telah menyelesaikan latihannya tiba-tiba mendatangi Arya dan bertanya, "Mengingat betapa aneh dan berbahayanya tempat ini, bukankah lebih baik kita pergi daripada memutuskan untuk tetap beristirahat disini? Baki juga mengatakan jaraknya tidak jauh lagi dari Lembah Berkabut." Arya tersenyum ringan dan menjawab, "Tempat ini sebelumnya adalah wilayah dari serigala biru, jadi tidak akan ada binatang lain yang berani datang kemari. Tentu saja, mungkin akan ada ular bodoh seperti sebelumnya yang tiba-tiba datang untuk mengganggu, tapi kemungkinannya sangat kecil. Lagipula, terlalu berbahaya untuk bepergian di malam hari. Jaraknya hanya lebih dari lima kilometer dari tempat tujuan, kita bisa pergi besok pagi-pagi sekali dan tiba ditempat tujuan sebelum siang." Ryan mengerutkan keningnya dan terdiam sejenak, sedikit bingung dan tidak mengerti, bagaimana Arya bisa mengetahui seberapa jauh jarak dari sini ke tempat tujuan akhir mereka. Sepertinya Baki tidak menyebutnya, ka
"Dor dor... Dor..."Dalam kepanikan, sekelompok orang yang memegang senjata mulai melancarkan tembakan. Namun, pemandangan yang lebih mengerikan terjadi saat peluru dari senapan mereka tampak hanya memercikkan api tanpa bisa menembus kulit ular ini. Dalam kemarahan karena dihujani tembakan, ular itu mulai membuka mulutnya dan menggerakkan kepalanya ke arah salah satu penembak, kemudian menelannya secara utuh. Masih belum puas, ular itu juga mulai menelan penembak yang paling dekat dengannya. "Mundur! Mundur!" Merasa semuanya di luar kendali, Hans segera memerintahkan anak buahnya untuk mundur. Namun, ular itu tidak memberikan kesempatan, dan membuka mulutnya ke arah seseorang yang paling dekat. Tapi sesuatu terbang ke arahnya, dan melancarkan pukulan tepat ke arah wajahnya. "Bang!" Dalam keterkejutan dan rasa sakit, kepalanya segera terlempar ke belakang. Tapi itu selesai, karena ular itu kembali merasakan rasa sakit yang datang dari salah satu matanya. "Desis!" Sambil mendesi







