Share

152. Rombongan Kaisar

Penulis: Murlox
last update Tanggal publikasi: 2026-03-14 03:20:03

Rombongan Kaisar Feng Zhuqu bergerak perlahan melintasi jalan utama yang mengarah ke Provinsi Guangli. Perjalanan panjang dari ibu kota telah memakan waktu beberapa hari, dan sebagian besar prajurit terlihat letih meskipun tetap menjaga formasi. Bendera kekaisaran berkibar di barisan depan, menjadi tanda jelas bagi siapa pun yang melihat bahwa penguasa tertinggi negeri itu sedang melakukan perjalanan.

Menjelang senja pada hari keempat, tembok kota Linglong akhirnya terlihat di kejauhan.

Kota it
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   162. Alkemis Gila

    Bao Sanpao.Nama itu bukan sekadar dikenal, tetapi juga ditakuti.Di dataran tengah, siapa pun yang pernah mendengar kisah tentang alkemis gila atau eksperimen yang melampaui batas kemanusiaan, hampir pasti pernah mendengar namanya. Seorang pria tua yang tidak tunduk pada aturan sekte maupun hukum dunia. Seorang peneliti yang menjadikan tubuh manusia sebagai bahan uji coba, dan kehidupan sebagai harga yang wajar untuk sebuah penemuan.Sudah puluhan tahun ia menghilang.Banyak orang mengira ia mati. Ada juga yang percaya ia bersembunyi karena sudah tua dan tak sanggup muncul di dunia.Dan hari ini, ia malah muncul lagi.Tepat di hadapan Longyi.Tatapan Bao Sanpao tidak lepas dari tubuh Longyi sejak awal. Bukan sekadar melihat, tetapi mengamati. Setiap aliran Qi, getaran energi, bahkan stabilitas tubuh fisik yang tampak biasa di permukaan—semuanya ia teliti dalam diam.“Menarik…” gumamnya pelan.Ia melangkah perlahan di atas batang pohon, seperti seseorang yang sedang menikmati pemanda

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   161. Pria Tua Misterius

    Pertempuran besar tengah berlangsung di benteng pertahanan wilayah barat daya Provinsi Guangli.Benteng itu, yang sebelumnya dibangun tergesa menjadi garis pertahanan darurat, kini berubah menjadi lautan kekacauan. Dinding kayu yang kokoh mulai rusak di beberapa titik. Api berkobar di sepanjang menara pengawas. Teriakan prajurit dan raungan monster saling bertumpuk, menciptakan suasana yang nyaris tak bisa dibedakan lagi antara hidup dan mati.Pasukan kota Linglong bertahan sekuat tenaga.Namun jumlah musuh terlalu banyak.Gelombang monster dari jurang kegelapan datang tanpa henti. Satu kelompok belum sepenuhnya dihancurkan, kelompok lain sudah muncul dari balik kabut hitam. Tubuh mereka berbeda-beda—ada yang menyerupai manusia dengan anggota tubuh terdistorsi, ada yang berbentuk binatang raksasa dengan mata merah menyala, dan ada pula yang tak memiliki bentuk jelas.“Jangan mundur! Tahan garis depan sekuat tenaga!” teriak salah satu komandan, suaranya serak karena terlalu lama berter

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   160. Perintah Dewa

    Dari jarak yang sangat jauh, perubahan itu sudah bisa dirasakan bahkan oleh orang biasa.Udara yang semula hangat berubah dingin dalam waktu singkat. Bukan sekadar dingin biasa, melainkan dingin yang merayap perlahan hingga ke tulang. Angin yang berhembus tidak lagi terasa alami. Setiap hembusannya membawa tekanan aneh, seperti sesuatu yang hidup sedang mengintai dari baliknya.Orang-orang yang berada ratusan kilometer dari pusat kejadian mulai merasakan kegelisahan tanpa sebab. Kuda-kuda menjadi liar, burung-burung berhenti terbang, dan hewan buas yang biasanya mendominasi hutan justru bersembunyi tanpa berani keluar.Aura bengis itu menyebar seperti gelombang tak kasat mata.Ia tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan dengan jelas. Tekanan yang dibawanya membuat dada terasa sesak, seolah-olah dunia itu sendiri sedang ditekan oleh sesuatu yang jauh lebih besar.Di pusat dari semua itu, berdiri sebuah bangunan yang seharusnya tidak ada di dunia ini.Kastil Dewa Kegelapan.Menjulang tingg

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   159. Ritual Pemanggilan

    Di bawah reruntuhan istana kekaisaran yang telah lama ditinggalkan, terdapat sebuah ruang bawah tanah yang tak pernah tersentuh cahaya matahari.Lorong menuju tempat itu sempit dan lembap. Dindingnya dipenuhi retakan tua, sebagian runtuh, sebagian lagi ditumbuhi lumut hitam yang aneh. Udara di sana dingin, namun bukan dingin biasa. Ada sesuatu yang membuat napas terasa berat, seolah-olah tempat itu sendiri menolak kehidupan.Di ujung lorong, terbentang sebuah ruang luas berbentuk lingkaran.Namun ruangan itu tak gelap.Cahaya merah darah menyinari seluruh area, berasal dari sebuah lingkaran sihir besar yang terukir di lantai batu. Garis-garisnya rumit, saling terhubung membentuk pola bintang dengan banyak sudut tajam. Di tengahnya berdiri sebuah altar tua yang retak, seolah sudah menyaksikan ratusan ritual selama bertahun-tahun.Energi yang terpancar dari lingkaran itu tidak stabil. Ia berdenyut pelan, seperti jantung yang berdetak.Di sekitar lingkaran sihir, enam sosok berjubah hit

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   158. Tanpa Kehormatan

    Sementara itu, di sisi lain kota Linglong, suasana berbeda terasa di tempat tinggal rombongan kekaisaran.Mereka tidak lagi diperlakukan seperti tamu terhormat.Meski tidak diusir, posisi mereka jelas berubah. Tak ada pengawalan khusus, apalagi penghormatan berlebihan. Mereka hanya diberi tempat tinggal sederhana.Seperti orang biasa.Di sebuah kamar sebuah bangunan yang cukup luas, Kaisar Feng Zhuqu duduk di kursi utama. Wajahnya terlihat lebih pucat dibanding beberapa hari lalu.Di sekelilingnya, beberapa pejabat tinggi dan jenderal yang tersisa berdiri atau duduk dengan ekspresi serius.Jumlah mereka tidak banyak.Kehilangan yang terjadi sebelumnya masih membekas.Jendral Mo Fuchen berdiri di sisi kiri, wajahnya penuh tekanan.“Yang Mulia,” ucapnya, memecah keheningan. “Kabar menyebutkan bahwa monster dari jurang kegelapan sudah mendekati wilayah ini.”Ia melanjutkan tanpa menunggu tanggapan.“Jika situasi ini terus berlanjut, kota Linglong tidak akan mampu bertahan lama di tangan

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   157. Kabar Dari Barat Daya

    Barat daya Provinsi Guangli berubah dalam waktu yang terlalu singkat untuk disebut wajar.Padang rumput yang biasanya hijau dan luas kini tampak mati. Rumput-rumput menguning, lalu mengering seperti disedot sesuatu. Tanah yang lembap berubah keras, dan tak lagi mampu menopang kehidupan.Pohon-pohon berdiri kaku tanpa daun. Batangnya menghitam, seolah terbakar dari dalam. Bahkan suara serangga dan kicau burung pun sunyi.Keheningan itu bukanlah sebuah ketenangan, melainkan ketegangan yang mencekik.Di kejauhan, langit tampak berbeda. Awan gelap menggulung perlahan, tidak seperti badai biasa. Warna hitam pekat bercampur merah samar, bergerak seperti sesuatu yang hidup. Seolah ada kekuatan tak kasat mata yang menarik semuanya ke satu titik.Udara menjadi berat. Setiap tarikan napas terasa seperti menghirup batu....Di dalam kediaman pemimpin kota Linglong, suasana berubah tegang.Seorang prajurit penjaga berlari memasuki halaman dalam keadaan terengah. Keringat membasahi wajahnya, napas

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   135. Yin Qi Ekstrem

    Paviliun Giok Ungu tampak remang di bawah cahaya bulan. Saat Feng Longwei melangkah masuk membawa Yue Zhi di gendongannya, aroma darah dan debu masih menempel di udara. Langkahnya terhenti ketika ia melihat Tian Moran di tengah halaman paviliun.Tubuh pria itu terjerat rantai yang berpendar merah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   136. Ambisi Penuh Rencana

    Provinsi Tangyin, Kota Besar Haotian.Kota ini merupakan slaah satu benteng terkuat di perbatasan, tempat di mana para pedagang dan pengembara berlalu-lalang tanpa rasa khawatir. Di bawah kepemimpinan keluarga bangsawan Zheng, kota Haotian dikenal stabil, bahkan di masa-masa ketika konflik antar k

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   133. Kedatangan Meteor

    Kota Linglong di Provinsi Guangli terbungkus kabut merah darah yang menggulung pelan. Menempel di dinding rumah, merayap di ubin jalan, hingga membuat seluruh kota seolah terjerembab dalam dunia lain. Di kediaman pemimpin kota. Di halaman utama, Long Huibong bertarung sendirian melawan gelombang D

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   127. Bala Bantuan

    Kepuasan di wajah Violen hanya bertahan sekejap. Belum sempat napasnya tenang, angin tiba-tiba berembus dari arah selatan. Membawa aroma logam dan hujan.Butiran embun menampar wajahnya, lembut tapi dingin seperti belaian tangan kematian. Ia tertegun. Ada sesuatu yang salah.Tombak yang ia lemparka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status