Share

Bab 1382

Author: Imgnmln
last update Last Updated: 2025-09-03 10:48:18

Roh itu, setelah gagal menaklukkan benteng kesadaran Nathan, memutuskan untuk kembali ke rumah lamanya yang lebih patuh.

Seketika, aura Ryuki yang tadinya seperti bara api sekarat meledak menjadi neraka yang berkobar. Kekuatan, kepercayaan diri, dan kebenciannya kembali sepuluh kali lipat.

Sancho, yang tadinya hendak memberi isyarat pada anak buahnya untuk turun tangan, menghentikan gerakannya. Ia mengernyitkan kening, lalu senyum tipis yang penuh perhitungan terukir di bibirnya.

Dia tidak lagi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1711

    Nathan bisa menelan roh spiritual. Kesadaran itu membuat ketakutan mulai menjalar dalam hati mereka. Terutama roh-roh spiritual yang bersembunyi di dalam tubuh para Ksatria Neraka.Mereka merasakan ketakukan yang jarang mereka alami.“Nak… tampaknya aku memang meremehkanmu.” Ksatria pertama menatap Nathan dengan mata yang dipenuhi kemarahan.Kemudian dia berteriak dengan suara keras. “Para tetua!”“Maju bersama dan bunuh dia!” Ksatria pertama akhirnya menyadari sesuatu.Nathan tadi sengaja memperlihatkan celah pada dirinya. Jika tidak, Ksatria kedua tidak mungkin berakhir dengan cara yang begitu tragis.Karena itu, kali ini tiga orang bersiap menyerang bersama. Dia tidak percaya Nathan masih mampu menghadapi mereka bertiga sekaligus.“Nak! Aku akan membalas dendam untuk Tetua kedua!” Ksatria kelima meraung marah.Dia mengangkat pisau besar di tangannya lalu menebas ke arah Nathan.Pada saat yang sama, Ksatria ketiga dan Ksatria keempat juga bergerak. Para Ksatria Neraka itu jelas seri

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1710

    “Mati kau, bocah!” Ksatria kedua meraung marah.Pedang di tangannya bergetar hebat, lalu dalam sekejap berubah menjadi ribuan bayangan pedang yang menyelimuti Nathan dari segala arah. Seluruh arena seakan tertutup oleh bayangan hitam yang bergulung seperti badai.Melihat serangan itu, Nathan hanya mendengus dingin. Tatapannya dipenuhi niat membunuh yang mengerikan.Pedang Aruna di tangannya perlahan terangkat.Detik berikutnya, tubuh Nathan terbelah menjadi beberapa bagian.Teknik Bilah Naga langsung dilepaskan.Beberapa sosok Nathan yang tampak seperti bayangan iblis menerjang menuju Ksatria kedua. Ekspresi wajah Ksatria kedua berubah drastis, ia mengayunkan pedangnya dengan panik.Ribuan bayangan pedang meledak di tubuh Nathan.BAAAANG!Ledakan bertubi-tubi mengguncang arena.Namun setelah asap mereda, Ksatria kedua langsung menyadari sesuatu yang membuat wajahnya pucat. Yang dihancurkan tadi hanyalah bayangan, tubuh asli Nathan sudah menghilang.Saat ia hendak menyerang lagi, aura

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1709

    “Aku mengerti.” Ksatria kedua mengangguk pelan. Ia melangkah maju, lalu mengangkat pedang di tangannya dan menunjuk langsung ke arah Nathan.“Hei bocah…” Senyum sinis muncul di wajahnya. “Pacarmu itu punya kulit yang halus sekali. Tapi ternyata dia juga cukup kuat menahan pukulan.”Dia tertawa pelan. “Bahkan tidak menjerit satu kali pun.” Tatapannya dipenuhi ejekan. “Kau pasti sudah melihat videonya, bukan?”Kalimat itu seperti pisau yang menggores luka lama.Pupil mata Nathan menyusut tajam. Aura membunuh langsung memancar dari tubuhnya. Udara di sekitar ring seakan menjadi lebih berat.“Hari ini…” suara Nathan terdengar dingin seperti es, “Aku akan membuatmu mengerti apa arti penyesalan.”Seketika itu juga sebuah pedang muncul di tangan kanannya.Pedang Aruna.Saat pedang itu muncul, seluruh arena seolah merasakan sesuatu yang berbeda. Semangat tempur dan rasa haus darah yang kuat.Nathan telah lama menyatu dengan Pedang Aruna. Emosi di dalam hatinya langsung diteruskan kepada roh p

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1708

    Nathan bisa saja dihancurkan sampai tak bersisa.Senyum sinis muncul di wajah Ksatria pertama, tatapannya dipenuhi ejekan. “Hanya dengan kemampuan seperti ini, dari mana kau mendapatkan keberanian menantang Martial Shrine?”Dia melangkah maju setengah langkah. “Jangan berpikir Klan Draken Ascalon begitu hebat. Di hadapanku, aku bisa membuat klanmu runtuh dalam hitungan menit.”Nada suaranya semakin dingin. “Menyerahlah dengan patuh. Jika kau ikut bersama kami, aku masih bisa memberimu sedikit harga diri.”“Namun jika kau tetap keras kepala… aku tidak keberatan memukulmu hingga seperti anjing mati lalu menyeretmu pergi.”Ancaman itu menggema di seluruh arena.Setelah benturan singkat tadi, kepercayaan diri Ksatria pertama melonjak tajam.Namun Nathan hanya tersenyum tipis. “Kau begitu yakin bisa mengalahkanku?”“Itu bukan keyakinan,” jawab Ksatria pertama dengan nada merendahkan. “Tapi fakta! Jika kami bertujuh bergerak bersama, bahkan serpihan tulangmu pun tidak akan tersisa.”Nathan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1707

    Dengan jumlah anggota yang tersisa hanya belasan orang, mustahil mempertahankan citra angkuh seperti sebelumnya.Tanpa pilihan lain, tujuh Ksatria Neraka itu berangkat menuju arena sendirian. Hanya beberapa orang yang ditinggalkan untuk menjaga markas.Begitu mereka pergi, kesempatan emas itu langsung dimanfaatkan. Kieran menerobos masuk bersama pasukannya. Serangan mereka datang cepat dan brutal.Setiap orang yang mereka temui langsung ditebas tanpa ampun. Para anggota Klan Draken Ascalon membawa kemarahan yang selama ini terpendam terhadap Martial Shrine.Apa yang terjadi bahkan tidak layak disebut pertempuran. Belasan penjaga yang tersisa dibantai dalam waktu singkat.Tak lama kemudian, markas Martial Shrine sepenuhnya jatuh ke tangan Kieran. Plakat organisasi itu dihancurkan tanpa ragu. Sebagai gantinya, lambang Klan Draken Ascalon dipasang tepat di atas gerbang utama.Ironisnya, tujuh Ksatria Neraka sama sekali tidak mengetahui semua itu. Mereka masih dalam perjalanan menuju aren

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1706

    “Kak Nathan,” kata Kieran dengan ragu, “besok adalah hari pertarungan resmi dengan Martial Shrine. Surat tantangan sudah dikirim. Jika kita bergerak sekarang, seluruh dunia bela diri mungkin akan—”“Diam!” Nathan memotong perkataannya dengan raungan marah. “Aku akan membunuh mereka sekarang!”Tatapannya dipenuhi amarah. “Sebarkan juga kabar ini ke seluruh keluarga dan klan bela diri. Siapa pun yang memilih berdiri di pihak Martial Shrine…”“Akan menjadi musuh Klan Draken Ascalon. Dan akan menerima balasan kami.”Melihat kondisi Nathan yang dipenuhi amarah, Kieran hanya bisa mengangguk. “Baik, saya akan segera melaksanakannya.”Kieran pergi dengan cepat.Nathan berjalan keluar dari ruangan, dia menengadah ke langit lalu meraung keras.“AAARRRGHHH!”Suara itu bergema hingga puluhan kilo.Cahaya emas menyala di sekujur tubuh Nathan. Aura menakutkan menyapu sekeliling seperti gelombang tsunami. Tubuh Vajra Naga Emas langsung aktif.Sisik-sisik emas menutupi tubuhnya, sementara Pedang Arun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status