Share

Bab 1729

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-03-18 00:00:02

Seraphyne sedikit mengernyit. “Tuan Nathan, aku sudah memperingatkanmu. Tuan muda Keluarga Ravenhart sangat pendendam. Kau baru saja menamparnya, dia pasti akan mencari balas.”

Nathan tersenyum santai. “Kalau dia ingin membalas, silakan saja. Aku bahkan tidak keberatan menjadi penguasa Kota Varkos. Kebetulan aku bisa memanfaatkan sumber daya kultivasi di sana.”

Nada suaranya terdengar sangat santai.

Seraphyne menggeleng pelan. “Tuan Nathan, Keluarga Ravenhart tidak sesederhana yang kau bayangka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1753

    Nathan terdiam sejenak. Ucapan itu masuk akal, kadang kemampuan Bonang memang mengejutkan. “Guru Bonang, apa sebenarnya teknik membaca tatanan alam itu?” tanya Nathan. “Bagaimana kamu bisa mengetahui lokasi makam kuno? Atau merasakan harta langka sebelum muncul?”Bonang menyipitkan mata. “Kamu ingin belajar?”“Tentu.” Nathan tersenyum. “Seperti kata pepatah, selalu ada yang bisa dipelajari dari orang lain. Kamu ajarkan seni membaca Resonansi Dunia, aku ajarkan Teknik Sigil Rune.”Bonang tertawa kecil. “Baiklah, aku tanya dulu.” Ia menatap Nathan. “Kalau seseorang di sekitarmu berniat membunuhmu, apakah kamu bisa merasakannya?”“Tentu,” jawab Nathan tanpa ragu. “Naluri bahaya itu langsung muncul.”“Kenapa bisa begitu?”Nathan terdiam. “Aku juga tidak tahu, rubuhku seperti merespons ancaman secara naluriah. Sulit dijelaskan.”Bonang mengangguk. “Itu karena orang yang ingin membunuhmu memancarkan aura pembunuh. Aliran aura itu membuatmu merasakan bahaya.”Ia melanjutkan dengan tenang. “J

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1752

    “Persetan denganmu!” Victor hampir kehilangan kesabarannya.PLAK!Ia melangkah maju dan menampar Darren tanpa ragu.Tamparan itu membuat Darren langsung terdiam. Melihat amarah ayahnya benar-benar meledak, ia tidak berani membantah lagi.Victor menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri, lalu berkata dengan suara berat, “Pergi! Panggil semua petinggi keluarga. Ini kesempatan besar bagi Keluarga Ravenhart.”Darren tidak memahami maksudnya, tetapi tetap menurut. Ia segera pergi mengumpulkan para petinggi.Sementara itu, Virel yang telah meninggalkan Keluarga Ravenhart tidak benar-benar keluar dari Kota Varkos. Ia justru bergerak menuju wilayah barat kota dengan langkah cepat.“Tidak kusangka yang muncul kali ini adalah tanaman obat puluhan ribu tahun, benar-benar langka!” Matanya bersinar penuh gairah.Sebenarnya, ia telah mengetahui hal ini sejak lama. Namun karena nilainya terlalu besar, ia sengaja tidak mengatakan semuanya kepada Victor.Ia hanya memberikan petunjuk umum. Denga

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1751

    Pada saat yang sama, di ruang rahasia Keluarga Ravenhart, seorang pria tua duduk tenang di hadapan Victor.Sikap Victor yang sangat hormat menunjukkan bahwa identitas pria tua itu jelas tidak biasa.“Tuan Virel, bagaimana hasil ramalan Anda?” tanya Victor dengan hati-hati.Pria tua itu langsung mengerutkan kening. “Ketika aku sedang meramal, coba tutup mulutmu.”Nada suaranya dingin dan tegas.Setelah berkata demikian, ia berjalan keluar menuju halaman. Di tangannya terdapat segenggam batu hitam. Tanpa ragu, ia melemparkannya ke tanah. Batu-batu itu memantulkan kilau redup di bawah cahaya matahari, seolah memiliki energi misterius yang samar.Pria tua itu kemudian mengangkat kedua tangannya. “Angka-angka langit adalah inti ajaran kami. Aku memohon kepada leluhur, bukakan tirai takdir dan singkapkan Resonansi Dunia.”Setelah itu, ia mulai bersujud.Satu batu—satu sujud.Ia mengulanginya puluhan kali. Gerakannya khidmat, penuh kesungguhan.Victor berdiri di samping, bahkan tidak berani

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1750

    “Kota Varkos berada di bawah kendali Keluarga Ravenhart,” ujar Kuro tenang. “Jika sumber daya itu benar-benar muncul, mereka mungkin tidak mengetahuinya lebih awal.”“Tapi begitu muncul, mereka pasti akan menjadi yang pertama bergerak.” Ia menatap Nathan dengan serius. “Kalau kamu terlambat, mungkin tidak akan ada yang tersisa.”Nathan tidak langsung menjawab. Namun di dalam matanya, cahaya itu semakin dalam.“Baik, kalau begitu aku akan bergerak besok.” Nathan mengucapkannya dengan tenang sebelum berbalik meninggalkan ruang rahasia.Kuro menatap punggungnya dan berkata, “Tuan Nathan, Ordo Abyssal sudah menunjukkan ketulusan kami. Lalu bagaimana dengan tubuh fisik Dewa Brahm?”Nathan tidak berhenti melangkah. “Tenang saja. Selama kalian benar-benar tulus, tubuh fisik Dewa Brahm itu pasti akan kuberikan. Bagiku, benda itu juga tidak terlalu berguna.”Setelah berkata demikian, ia langsung pergi.Namun malam itu, Nathan sama sekali tidak bisa tidur. Akhirnya, menjelang tengah malam, ia b

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1749

    Seraphyne menatap Kuro dengan ragu. Tatapannya tidak sepenuhnya percaya, seolah masih mempertanyakan keyakinan pria itu.Kuro menyadari hal itu. Ia mengulurkan tangan, menyentuh pipi Seraphyne dengan lembut, gerakannya perlahan namun penuh makna. “Sejak kapan aku pernah membohongimu?” ucapnya pelan. “Tidak perlu khawatir. Pergilah dan cari Nathan, dia pasti baik-baik saja.”Sentuhan itu membuat wajah Seraphyne memerah. Napasnya sedikit tertahan sebelum akhirnya ia mengangguk. “B-baik… saya akan mencarinya sekarang.”Tanpa menunda lagi, ia keluar dari Sektor Bayangan dan menuju Keluarga Ravenhart.Dan benar saja—Saat tiba, ia melihat Nathan duduk santai, menyeruput teh sambil berbincang dengan Victor. Di samping mereka, Darren berdiri tegak dengan kepala sedikit tertunduk, tak lagi menunjukkan kesombongan sedikit pun.Pemandangan itu membuat Seraphyne sedikit tertegun.Victor meliriknya sekilas, lalu memandang Nathan dengan arti tertentu. “Tuan Nathan, apakah ini teman yang Anda maksu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1748

    Ia pun segera melanjutkan dengan nada lebih ramah. “Kedatangan Tuan Nathan ke Kota Varkos adalah kehormatan bagi kami. Saya akan menyiapkan tempat tinggal terbaik. Tuan bisa memilih lokasi mana pun di kota ini.”“Selama di sini, Tuan bebas melakukan apa pun. Mau tinggal berapa lama pun, itu sepenuhnya terserah.” Nada bicaranya jelas berusaha menyenangkan.Namun Nathan hanya tersenyum ringan dan menggeleng. “Tidak perlu seramai itu. Saya sudah bilang, saya hanya menemani seorang teman. Kami tidak akan lama di sini.”Kalimat itu sederhana, tapi cukup untuk menegaskan sikapnya. Nathan bisa merasakan dengan jelas, Victor terlalu berhati-hati. Seolah-olah, kehadirannya di Kota Varkos membawa sesuatu yang lebih dari sekadar kebetulan.“Sayang sekali,” ujar Victor sambil menghela napas, meskipun senyum lega tak sepenuhnya bisa ia sembunyikan. “Saya sebenarnya berharap Tuan Nathan bisa tinggal beberapa hari lagi di Kota Varkos. Namun jika ada waktu, silakan datang kapan pun.”Ia menambahkan d

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 243

    “Tuan!” seorang lelaki tua yang kurus dan bungkuk berjalan masuk. Lelaki tua ini adalah pengurus rumahnya Keluarga Juventus, Samuel sudah menjadi pengurus rumah Keluarga Juventus sejak generasinya ayah Santos,m. Sekarang usianya sudah tua, dan tidak menjadi pengurus rumah lagi. Hanya saja, Keluarga

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 204

    “Ryzen, aku memanggilmu kemari bukan untuk menyuruhmu membayar, duduk dan mengobrol lah!” Martin melambaikan tangannya pada Ryzen. Ryzen segera duduk di samping Martin dan membuat beberapa orang lainnya tercengang. Mereka tidak mengerti apa yang terjadi pada Martin hari ini. “Walikota, ada apa? Kata

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 236

    Saat Santos melihat ke arah luar dari jendela, di depan Hotel Northern telah berkumpul puluhan ribu orang yang berkumpul mengepung dengan ketat seluruh hotel sambil mengacungkan senjata.“Hahaha …. Santos, orang-orangku telah tiba, bukankah kamu mengatakan aku tidak pantas dianggap sebagai tuan rumah

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 213

    Keesokan paginya, setelah sarapan, Nathan menelepon Ryzen, lalu pergi ke Kafe Oasis untuk menemuinya. Dia ingin Ryzen mempercepat penjualan obat kesehatan, selain itu untuk menyiapkan bahan baku obat. Nathan ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengumpulkan dana, dan secepatnya meningkatkan

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status