Share

Bab 1757

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2026-04-02 23:26:24

Bonang mengangkat alis. “Mengalihkan? Dengan orang sebanyak itu? Kamu punya rencana?”

Nathan tidak langsung menjawab. Ia mengernyit, langkahnya melambat, jelas sedang menyusun sesuatu di kepalanya. Angin berembus membawa aroma logam samar dari kejauhan.

Tepat saat itu, sebuah suara terdengar dari depan.

“Akhirnya… aku menemukan kalian!”

Nathan dan Bonang berhenti. Darren berdiri beberapa meter di depan mereka, ditemani dua orang pengawal. Wajahnya terlihat lebih santai dibanding pertemuan sebel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1985

    Saat kembali ke tempat Bonang menunggu, Nathan langsung disambut pertanyaan. "Bagaimana? Apa kamu berhasil menemukan Kunci Resonansi Dunia?"Nathan menggeleng pelan. "Belum, sepertinya kita hanya bisa memanfaatkan orang itu untuk masuk ke Sektor Bayangan. Untung tadi kamu menghentikanku, jadi Kaidar belum terbunuh."Bonang mengangguk sebelum kembali bertanya, "Lalu sekarang bagaimana?""Kita pulang dulu. Kalau ingin mendapatkan Kunci Resonansi Dunia, kita harus menunggu Garrick keluar dari pengasingannya."Nathan berhenti sejenak lalu melanjutkan, "Sementara itu, kita coba paksa Kaidar membuka jalur menuju Sektor Bayangan. Jika dia gagal, kita datang lagi ke Aula Seribu Relik."Setelah berkata demikian, Nathan langsung mengangkat tubuh Kaidar yang terkulai lemas.Dalam kondisi itu, Kaidar benar-benar terlihat seperti seekor anjing mati yang diseret tanpa daya.***Tak lama kemudian mereka kembali ke Moniyan.Meski tujuan utama belum tercapai, perjalanan kali ini jelas tidak sia-sia. S

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1984

    Namun Nathan tidak mundur sedikit pun.Raungan naga menggema dari lengannya ketika Taiju berkumpul di kedua tinjunya."Lenyaplah…"Rooaaaarrr—!Satu pukulan dilayangkan dan energi naga emas langsung menerjang ke depan.Roarr—! Roaarrr—! Rooaaarrr—!Setiap tinju yang dilepaskannya berubah menjadi naga emas yang mengaum ganas sebelum menghantam hujan cahaya ungu tersebut.Tabrakan dua kekuatan itu memekakkan telinga.Gelombang kejut yang tercipta menyapu seluruh Aula Seribu Relik hingga tanah berguncang hebat. Bangunan-bangunan di sekitar mulai retak sebelum runtuh satu demi satu, sementara lereng pegunungan di kejauhan ikut hancur akibat tekanan yang menyebar tanpa kendali.Batu-batu raksasa berguling turun dari puncak gunung, menciptakan suara gemuruh yang terus menggema di segala arah.Tak lama kemudian, wajah Halvar berubah pucat."GHAAAKK!"Seteguk darah segar menyembur dari mulutnya.Cahaya ungu yang menyelimuti Botol Porselen Hitam langsung meredup sebelum lenyap sepenuhnya.Nath

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1983

    Pintu sebuah ruangan terbuka dan Halvar segera melangkah keluar. Kerutan muncul di dahinya ketika melihat Magnus yang berlari dalam keadaan panik."Tuan Muda, apa yang sebenarnya terjadi?""Tetua Halvar, dia ingin membunuhku! Cepat selamatkan aku!" Magnus langsung bersembunyi di belakang lelaki tua itu seperti orang yang menemukan penyelamat terakhirnya.Tatapan Halvar kemudian beralih kepada Nathan. "Mengapa kamu menerobos Aula Seribu Relik dan menyerang Tuan Muda kami?"Nathan hanya melirik sekilas. Dari fluktuasi energinya saja, ia sudah dapat menilai bahwa kekuatan Halvar bahkan tidak lebih tinggi dibanding sebagian besar anggota Aula Seribu Relik yang baru saja ia kalahkan.Ia benar-benar tidak mengerti mengapa Magnus begitu percaya diri terhadap orang tua ini."Saya datang hanya untuk meminjam Kunci Resonansi Dunia. Tuan Tuan Muda kalian memilih bekerja sama dengan orang lain untuk menjebak dan membunuh saya. Karena mereka lebih dulu menyerang, jangan salahkan saya jika saya mem

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1982

    Ia mengangkat kaki dan bersiap menginjak kepala Kaidar. Dengan kondisi Kaidar saat ini, satu injakan saja sudah cukup untuk menghancurkan kepalanya hingga berkeping-keping.“Nathan, tunggu!”Suara Bonang tiba-tiba terdengar.Nathan menghentikan gerakannya lalu menoleh. “Ada apa?”Bonang segera mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinganya.Setelah mendengarkan beberapa saat, Nathan mengangguk pelan. “Baik, kalau begitu kau yang mengawasinya.”Bonang menghela napas lega.Nathan kemudian berbalik dan mengalihkan pandangannya kepada Magnus. Tatapan dingin itu membuat tubuh Magnus langsung menegang.“Di mana Kunci Resonansi Dunia?” Suara Nathan terdengar datar, tetapi tekanan yang terkandung di dalamnya membuat Magnus sulit bernapas.“A-Aku tidak tahu...” jawab Magnus terbata-bata. “Benda itu disimpan ayahku. Aku benar-benar tidak tahu lokasi pastinya.”Nathan melangkah maju. “Kalau begitu bawa aku menemui Garrick Vaylor.”Wajah Magnus langsung berubah. “Ayahku sedang menjalani pengasing

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1981

    “Hari ini aku akan memperlihatkan kepadamu kekuatan sejati Entitas Abyss!” Kaidar meraung keras sambil mengangkat kedua tangannya.Lautan api yang menyelimuti tubuhnya tiba-tiba berputar semakin cepat hingga membentuk pusaran raksasa. Dalam hitungan detik, seluruh kobaran itu memadat menjadi bola api berwarna merah kehitaman yang memancarkan suhu mengerikan.“MAJULAH!”Whooosshh!Bola api itu melesat menembus udara dan menerjang Nathan dengan momentum yang mampu melelehkan bebatuan di sekitarnya.Namun Nathan tetap berdiri tenang. Kedua tangannya masih berada di belakang punggung, sementara tatapannya terlihat datar seolah serangan yang datang hanyalah pertunjukan biasa.“Tubuh apa pun yang kau banggakan tidak berarti apa-apa di hadapanku!”Begitu kalimat itu selesai, cahaya keemasan langsung meledak dari tubuhnya.Sisik-sisik emas bermunculan dan menutupi seluruh tubuh Nathan. Dalam sekejap, Tubuh Vajra Naga Emas aktif sepenuhnya.Raungan naga menggema di udara.Roooaaarrr!Seekor na

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1980

    Ia menatap Nathan seolah sedang melihat sesuatu yang tidak masuk akal. Selama ini, ia rela menjalani latihan yang hampir merenggut nyawanya demi satu tujuan, yaitu membunuh Nathan dengan tangannya sendiri. Setelah memperoleh kekuatan Entitas Abyss dan berhasil menembus ranah Sovereign, ia yakin tidak ada lagi yang mampu menghalanginya.Namun kenyataan yang ada di depan mata justru menghancurkan seluruh keyakinannya. Pukulan yang seharusnya mampu merobohkan gunung bahkan gagal membuat Nathan mundur setengah langkah.“Kenapa...” Kaidar menggertakkan gigi. “Kenapa aku masih tidak bisa melukainya?”Nathan hanya menatapnya dengan tenang. “Kau benar-benar mengira seorang Sovereign adalah puncak dunia bela diri?” ujarnya sambil menggeleng pelan. “Pemikiranmu terlalu sempit. Kau tidak lebih dari katak dalam tempurung yang menganggap langit hanya sebesar lubang tempatnya hidup.”Nada suaranya terdengar santai, tetapi setiap kata yang keluar menghantam harga diri Kaidar tanpa ampun. “Jangankan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1421

    "Huh!" Wajah Jazeer berubah menjadi merah karena marah. "Mulut gadis nakal ini terlalu rapat! Putranya telah menghancurkan salah satu lenganmu! Hari ini, aku akan membalaskan dendammu padanya!"Ia mengambil sebuah cambuk kulit khusus dari dinding, lalu mengayunkannya ke tubuh Brillie dengan kejam.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1427

    "Membunuhku?" Hoga kebingungan. "Adakah dendam di antara kita? Mengapa kau ingin membunuhku?""Mengapa?" Nathan mendengus dingin. Ia segera melepas topengnya.Saat Hoga melihat wajah Nathan, seluruh tubuhnya langsung membeku. Wajahnya yang tadinya angkuh berubah menjadi topeng teror murni."Nathan.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1425

    Kesedihan menyelimuti Saibu Care seperti kabut tebal yang menolak untuk sirna. Di atas bukit yang menghadap ke timur, ke arah lautan yang telah menelan Nathan, Prisly berdiri di samping Beverly."Kak Eve," bisik Prisly lembut, "Aku bisa merasakannya. Kak Nathan pasti belum meninggal!"Tetapi Beverl

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1440

    "Kalau begitu, kita perlu merencanakan penyergapan," kata Sancho, mengeluarkan sebuah peta."Tidak perlu," potong Kaidar. "Arena bela diri adalah tempat yang paling tepat.""Tapi menyerangnya di sana dengan jumlah yang lebih banyak, bukankah itu melanggar aturan?" tanya Sancho bingung.Kaidar mende

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status