Share

Bab 1778

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-04-10 21:33:22

Namun tubuh Seraphyne kaku, tidak ada respons. Bahkan tanpa sadar ia sedikit menarik diri.

Kuro berhenti. “Ada apa denganmu hari ini?”

Seraphyne ragu sejenak. “Aku… Wakil Ketua… apakah kau akan membunuh Nathan?”

Kening Kuro berkerut. “Mengapa? Kau mengkhawatirkannya?”

“Tidak.” Seraphyne cepat menjawab. “Aku hanya berpikir kita sudah mendapatkan yang kita inginkan. Tidak perlu membunuhnya.”

Hening sejenak.

Tiba-tiba—

Plak!

Tamparan keras mendarat di wajah Seraphyne. Tubuhnya terhuyung lalu jatuh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Saut Sirait
Vita Mahjong, durasi iklannya sangat panjang, bikin antipati dan bahkan benci.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1787

    Nathan hanya tersenyum tipis. “Masih banyak hal yang tidak kau ketahui.”Kalimat itu belum sepenuhnya selesai terucap ketika tekanan mengerikan mulai memancar dari tubuhnya. Energi yang padat dan tajam menyebar ke seluruh aula seperti gelombang tak kasatmata yang membuat udara terasa berat.Namun Kuro hanya mendengus dingin, lalu dalam satu tarikan napas, aura miliknya meledak keluar dengan jauh lebih brutal, langsung menekan balik tekanan Nathan tanpa memberi ruang sedikit pun.“Jangan terlalu percaya diri,” ucapnya dengan nada meremehkan, “Kekuatanmu saat ini tidak cukup untuk menjadi lawanku. Jangan lupa, ini adalah wilayahku, dan aku tidak keberatan membiarkanmu pergi jika kau cukup pintar untuk tidak ikut campur.”Ia melangkah satu langkah ke depan, sorot matanya dingin namun stabil. “Kau ingin menyelamatkan kekasihmu, atau pergi ke Benua Monarch, aku bisa tetap membantumu. Tapi jika kau bersikeras mencampuri urusan Ordo Abyssal, maka jangan salahkan aku jika semuanya berakhir bu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1786

    “Tuan Nathan, entah apa yang membawamu ke Ordo Abyssal malam-malam begini?” ucapnya dengan nada yang sama sopannya seperti sebelumnya, seolah tidak ada yang salah.Nathan hanya menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya mendengus pelan, senyum tipis terangkat di sudut bibirnya, namun tidak ada kehangatan di sana, hanya sindiran dingin. “Kuro, kau masih saja berpura-pura bekerja sama denganku, memancingku masuk ke sini, lalu mencoba menjebakku. Sebenarnya apa yang kau incar?”Kuro tidak langsung menjawab, ia justru menghela napas pelan dan menatap Nathan dengan ekspresi seolah tersinggung, “Tuan Nathan, kau salah paham. Aku benar-benar ingin bekerja sama denganmu, dan semua yang kukatakan padamu adalah kebenaran.""Bukankah aku yang memberitahumu tentang Ginseng Panax puluhan ribu tahun itu? Dan tentang tempat pulihnya energi spiritual, juga dariku, bukan? Lalu kenapa kau justru meragukan ketulusanku?”Nada suaranya halus, penuh kontrol, bahkan dibalut emosi yang seolah tulus, namun ju

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1785

    “Kurang ajar—”BANG!Belum sempat orang itu menyelesaikan kalimatnya.Aura Nathan meledak, tekanan menghantam seluruh ruangan.CRACK!Dalam satu gerakan, tinju melesat. Tubuh orang itu langsung hancur di tempat. Darah dan daging terpental, menyisakan kehampaan yang mencekam.Hening~.Semua orang membeku, tidak ada yang berani bergerak. Bahkan napas pun terasa tertahan.Nathan berdiri di tengah aula, ekspresinya tetap datar. “Panggil Kuro, kalau tidak…”Ia melirik sisa-sisa darah di lantai. “Kalian akan berakhir sama.”Beberapa orang langsung mundur, wajah mereka pucat. Tidak ada lagi keberanian yang terpancar dari mereka.“Baik, kami akan memanggilnya.”Mereka berbalik dan berlari secepat mungkin. Langkah kaki mereka bergema di aula yang kini dipenuhi aura kematian.Sementara itu, anggota lain hanya berdiri kaku. Tidak ada yang berani berbicara. Mereka akhirnya menyadari satu hal, pria di depan mereka bukan sekadar ancaman. Dia adalah sesuatu yang jauh lebih mengerikan.***Di dalam r

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1784

    Di belakang, Raze melangkah maju sambil mendengus. “Tidak dengar apa yang dia katakan?!”Whoosh!Beberapa anggota Keluarga Mordren langsung bergerak, mengepung para petinggi itu. Aura mereka menekan dari segala arah, situasi langsung berubah.Para petinggi Ordo Abyssal itu saling berpandangan. Wajah mereka yang tadi dingin kini mulai menunjukkan kegelisahan. Mereka bisa mengkhianati sekte, tapi menghadapi kematian langsung adalah hal yang berbeda.“Baik,” salah satu dari mereka akhirnya berkata. “Kami akan menyampaikan pesanmu.”Mereka perlahan mundur, langkah demi langkah terasa berat dan mencekam.Begitu jarak aman tercapai—Whoosh!Mereka berbalik dan masuk kembali ke dalam Sektor Bayangan.Hening~Barnet tiba-tiba berlutut.Brak!“Terima kasih, Tuan Nathan…” suaranya serak. “Tolong… selamatkan Ordo Abyssal. Banyak dari mereka dipaksa tunduk.”Nathan menatapnya sejenak, lalu menghela napas pendek. “Tanpa kau minta pun, aku akan melakukannya.”Tatapannya mengeras.Baginya, ini bukan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1783

    Nathan mengangkat jubah itu, rahangnya mengeras. “Brengsek!”Langkah kaki terdengar dari belakang.Bonang dan Raze muncul, wajah mereka serius.Nathan menoleh cepat. “Guru Bonang, periksa Seraphyne. Lihat apakah dia masih di dalam.”Bonang mengangguk dan langsung bergerak.Beberapa saat kemudian, ia kembali. “Tidak ada, dia sudah pergi.”Nathan menghela napas, tatapannya mengeras. “Kalau begitu, kita ke Ordo Abyssal. Aku ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.”Ia berbalik tanpa ragu.Raze juga memberi perintah pada orang-orang Keluarga Mordren untuk ikut bergerak.***Tak lama kemudian, mereka tiba di pintu masuk Sektor Bayangan Ordo Abyssal.Gerbang itu berpendar redup, seperti tirai cahaya yang menghubungkan dua dunia.Namun sebelum mereka masuk, dari dalam seseorang berlari keluar dengan angkahnya yang limbung. Darah membasahi tubuhnya.Bruak!Ia hampir terjatuh, namun tetap memaksakan diri berlari ke arah Nathan dan yang lain. Di belakangnya, beberapa sosok mengejar dengan kec

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1782

    Nathan menyipitkan mata, ia langsung menangkap pola itu. “Teknik ruang?” gumamnya pelan.Kaidar tertawa. “Haha! Kau pikir hanya kau yang punya keistimewaan? Aku memiliki Entitas Abyss!”Tubuhnya semakin kabur.Namun—“Cih!” Raze mendengus dingin, tangannya bergerak cepat.Sebuah tali berkilau muncul, memancarkan cahaya keemasan yang menusuk mata.“Coba lari lagi.”Whoosh!Tali itu melesat.Seketika, cahaya keemasan membelah udara.CLANG!Tubuh Kaidar yang hampir menghilang langsung terseret kembali ke dimensi nyata. Tali itu melilit tubuhnya erat.Kaidar membelalak. “Segel Domain Penahan Roh?!”Suaranya dipenuhi keterkejutan.Raze tersenyum miring. “Kau masih mengenalinya? Bagus.”Aura dari artefak itu terus menekan, membuat pergerakan Kaidar terhambat total.“Artefak milik Keluarga Mordren tidak mudah kau lepas.”Di sisi lain, Bonang sudah bergerak cepat. Ia mengeluarkan beberapa Sigil, melemparkannya ke udara.“Cepat, segel ruangnya!”Nathan langsung paham, ia menggigit ujung jariny

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1626

    Sosok yang mampu bertahan ribuan tahun bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan.Melihat kecemasan di wajah Nathan, Elara segera melanjutkan, “Tenang, walaupun dia belum sepenuhnya mati, dia juga tidak bisa bangkit kembali. Energinya hanya cukup untuk mempertahankan raga fisik agar tidak membusuk.”Na

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1627

    Mata Hemin berbinar. Tanpa ragu, ia melesat menuju tubuh itu. Namun begitu bersentuhan, cahaya ganas menyembur dari raga Dewa Brahm dan langsung menghantam roh Hemin, melemparkannya jauh ke belakang.Semua orang tertegun.Hemin menggigil ketakutan. “Tubuh ini… terlalu kuat. Aku bahkan tidak bisa me

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1606

    Dalam hitungan hari, jumlah orang yang mengajukan diri untuk bergabung membludak. Pertumbuhan Klan Draken Ascalon melesat, meninggalkan klan-klan lain jauh di belakang, sebuah fenomena langka di dunia bela diri.Namun Nathan tahu, popularitas saja tidak cukup. Ia memutuskan membuka sumber daya klan

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1592

    Ia menatap Seiji lurus-lurus. “Jika ingin belajar darinya, kalian harus menantangnya secara pribadi. Apakah dia menerima atau menolak, itu di luar kewenangan saya. Saya tidak akan memaksa siapa pun demi menjaga muka politik.”Nada suaranya datar, tapi tegas.Seiji mengangguk dalam. “Dengan pernyata

    last updateLast Updated : 2026-04-04
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status