Share

Bab 1894

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-05-21 22:51:27

“Ini…” Mata Alaric langsung membelalak lebar. “Nathan?!”

Aveline berteriak panik. Namun Nathan sama sekali tidak merespons, matanya tertutup rapat. Tubuhnya melayang tenang di udara seperti patung dewa kuno. Cahaya emas di tubuhnya semakin terang.

KRAAAKK—! DUUUAAAARRR!

Murka Surgawi Sembilan Langit terus turun tanpa henti. Satu sambaran demi sambaran menghantam tubuh Nathan. Tekanan mengerikan memenuhi langit.

Melihat pemandangan itu, Haye hanya bisa menghela napas panjang. “Aku benar-benar be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2096

    Di sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan. Dia masih sulit memahami bagaimana seorang pemuda seusia Nathan mampu memiliki kemampuan alkemi yang begitu luar biasa. Lebih mengejutkan lagi, dengan kultivasi yang baru mencapai tingkat Sovereign, Nathan sanggup bertarung melawan seorang Puncak Sovereign.Begitu mereka duduk berhadapan, Mahesa menuangkan secangkir teh untuk Nathan. Baru saja dia hendak membuka percakapan, Nathan lebih dahulu angkat bicara."Tuan Mahesa, ada sesuatu yang ingin kutanyakan. Semoga Anda bersedia memberi penjelasan."Mahesa mengangguk sambil mendorong cangkir teh ke hadapan Nathan. "Tentu saja. Selama aku mengetahuinya, aku akan menjawab."Nathan tidak berputar-putar lagi. "Apa Anda mengetahui tentang Sumber Kehidupan Abadi?"Pertanyaan itu membuat Mahesa sedikit tertegun. Dia memandang Nathan dengan raut heran sebelum akhirnya bertanya, "Dari mana kau mengetahui keberadaan Sumber Kehidupan Abadi? Dan untuk apa kau mencarinya?"Nathan sege

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2095

    Mendengar penjelasan itu, Mahesa mengernyit.Nathan lalu menjelaskan dengan tenang, "Setelah seseorang mati, sisa jiwa yang tertinggal adalah wujud paling lemah. Hanya segelintir Kultivator Jahat yang mampu memisahkan sisa jiwa ketika masih hidup.""Selain itu, mengendalikan sisa jiwa juga memiliki batas jarak. Mustahil dilakukan tanpa batas. Itulah sebabnya aku sengaja ingin membiarkannya melarikan diri. Dengan mengikuti hubungan antara sisa jiwa dan tubuh aslinya, kita bisa menemukan persembunyian Kultivator Jahat itu."Itulah alasan Nathan menahan diri untuk tidak menyerap maupun memurnikan sisa jiwa tersebut sejak awal. Memusnahkan sisa jiwa memang tidak akan memberikan dampak berarti bagi pemilik tubuh aslinya. Sebaliknya, selama sisa jiwa itu masih ada, mereka masih memiliki kesempatan untuk melacak keberadaan musuh yang sesungguhnya.Sayangnya, kesempatan itu kini telah lenyap. Keadaan pun berubah menjadi tidak menguntungkan.Ordo Sancta kini berada di posisi terbuka, sementara

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2094

    Nathan sama sekali tidak menggubris ejekan tersebut. Dia segera menyalurkan Taiju ke dalam Pedang Aruna hingga bilahnya memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan. Seekor naga emas perlahan muncul, melilit sepanjang bilah pedang sambil memancarkan tekanan yang menggetarkan udara."Majulah!" Nathan mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.Seketika, puluhan bahkan ratusan tebasan energi pedang menyapu seluruh ruangan tanpa menyisakan satu sudut pun.Melihat serangan itu, sosok hitam kembali berubah menjadi kabut dan berusaha menghindar. Namun hujan energi pedang terus melesat menembus kabut tersebut sebelum akhirnya menghantam dinding di segala arah.DUAAAR!Seluruh ruangan berguncang hebat. Dinding-dinding retak disertai suara ledakan yang memekakkan telinga, sementara puing-puing batu berjatuhan dari segala penjuru.Ledakan dahsyat mengguncang seluruh bangunan.Rumah itu hancur seketika menjadi puing-puing, tetapi sebelum reruntuhannya sempat menghantam tanah, gelombang aura yang memanc

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2093

    Nathan mengernyit. Hanya dengan sisa jiwa saja, kekuatan lawannya sudah mengerikan sampai mampu merusak pertahanannya. Dia bahkan tidak berani membayangkan seberapa mengerikan kekuatan pemilik tubuh aslinya."Siapa sebenarnya kau? Kenapa kau meninggalkan sisa jiwamu di dalam tubuh Mahesa?" Nathan menatap sosok itu dengan waspada.Sosok hitam tersebut hanya tersenyum mengejek. "Kau terlalu banyak bertanya. Apa menurutmu aku akan menjawab semuanya?"Dia melangkah perlahan sambil menatap Nathan tanpa berkedip. "Kau bukan orang yang seharusnya berada di tempat ini. Tetapi kau justru memaksakan diri ikut campur.""Sektor Bayangan jauh lebih rumit daripada yang kau bayangkan."Dia tertawa kecil sebelum melanjutkan. "Kau benar-benar mengira semua ordo di sini menutup diri karena tidak tertarik pada dunia luar? Itu hanya karena dunia luar tidak memiliki sesuatu yang mereka inginkan.""Begitu muncul sumber daya yang cukup berharga, apakah menurutmu mereka masih akan tetap berdiam diri?"Sorot

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2092

    Rael menoleh dengan tatapan membara. "Setelah membuat Guru menjadi seperti ini, kau masih berani mendekatinya?"Velisa yang sejak tadi menahan tangis juga ikut memandang Nathan penuh kemarahan. Di mata mereka, semua yang terjadi bermula sejak Mahesa menelan Elixir Pemurnian buatan Nathan.Nathan menarik napas panjang. "Kalau aku memang berniat mencelakai beliau, untuk apa aku bersusah payah membuat eliksir itu?"Dia masih ingin menjelaskan, tetapi pandangannya tiba-tiba terpaku pada wajah Mahesa. Kulit Mahesa kini pucat seperti kertas, sementara gumpalan kabut hitam perlahan menyelimuti dahinya.Ekspresi Nathan langsung berubah serius. "Terlambat..."Tanpa membuang waktu sedetik pun, cahaya keemasan memancar dari ujung jarinya. Dengan satu kibasan, beberapa berkas cahaya melesat masuk ke titik-titik akupuntur di tubuh Mahesa.Sesaat kemudian, Nathan kembali mengernyit. "Jadi benar… energi buruk itu bukan sekadar energi jahat.""Di dalamnya tersembunyi sepotong jiwa."Begitu kalimat it

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2091

    Pemandangan itu membuat emosi Rael meledak. Dia langsung berbalik menatap Nathan dengan tatapan penuh amarah, lalu menerjang sambil melayangkan sebuah pukulan."Berani-beraninya kau mencelakai Guru!"Nathan segera menghindar ke samping. "Jangan salah paham! Elixir Pemurnian memang bekerja dengan memaksa energi buruk keluar dari tubuh. Prosesnya pasti menimbulkan rasa sakit seperti ini!"Namun Rael sudah dikuasai kemarahan. Dia sama sekali tidak menggubris penjelasan Nathan dan terus melancarkan serangan tanpa henti, memaksa Nathan hanya bertahan dan menghindar tanpa membalas satu pukulan pun."Aaargh—!"Mahesa roboh ke lantai sambil mengeluarkan jeritan penuh penderitaan. Tubuhnya terus bergetar hebat seolah ada sesuatu yang sedang mengamuk dari dalam."Guru!"Velisa langsung berlutut di samping Mahesa. Wajahnya memucat, sementara kedua tangannya gemetar ketika berulang kali memanggil sang guru, tetapi Mahesa sama sekali tidak mampu memberikan respons.Melihat keadaan itu, kemarahan R

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 191

    Martin menatap Nathan sekilas lalu tersenyum. “Anak muda memang seperti itu, kalau sudah terjadi, ya sudah. Kamu tidak perlu sampai meminta bantuan Tuan Zayn, aku kira kamu melakukan hal ilegal apa, kalau sudah seperti itu siapapun yang menelpon akan sulit diurus!”“Tidak,” Kevin menggelengkan kepala

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 157

    “L-Lisa, dengarkan penjelasanku, itu terjadi karena Andrew menggodaku, dia yang menggodaku, bahkan menggunakan uang untuk menyogokku!" Kate mengalihkan semua tanggung jawab pada Andrew.“Ha?! Kau! Bajingan tidak tahu malu, kamu yang merayuku, kamu ingin aku membantumu dalam masalah pekerjaan, lalu be

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 167

    BAM!Hanya saja, es yang terlihat di kepala Nathan hilang dalam sekejap, tidak peduli bagaimana energi spiritual itu masuk kedalam tubuh Nathan, itu sama sekali tidak mempengaruhi tubuh Nathan.“Bagaimana mungkin?” Edrick terkejut, dan bergegas mengeluarkan semua energi spiritual yang ada di batu kris

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 95

    Nathan tahu kalau Antonius tidak menyetujui Andrew untuk memecatnya, karena Antonius memutuskan untuk mempertahankannya, dia pasti tidak akan memecatnya begitu saja. “Apa katamu? Aku ini manajer departemen pemasaran, di departemen pemasaran hanya kata-kataku yang berlaku, kenapa aku tidak bisa memec

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status