Share

Bab 1894

Author: Imgnmln
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-21 22:51:27

“Ini…” Mata Alaric langsung membelalak lebar. “Nathan?!”

Aveline berteriak panik. Namun Nathan sama sekali tidak merespons, matanya tertutup rapat. Tubuhnya melayang tenang di udara seperti patung dewa kuno. Cahaya emas di tubuhnya semakin terang.

KRAAAKK—! DUUUAAAARRR!

Murka Surgawi Sembilan Langit terus turun tanpa henti. Satu sambaran demi sambaran menghantam tubuh Nathan. Tekanan mengerikan memenuhi langit.

Melihat pemandangan itu, Haye hanya bisa menghela napas panjang. “Aku benar-benar be
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2575

    Saat itu, seorang anak laki-laki berusia sekitar sepuluh tahun berlari menghampiri mereka. “Tunggu! Guruku menyuruh kalian kembali!”Nathan mengernyitkan dahi. “Siapa gurumu?”“Guruku adalah Tabib Zavian yang terkenal itu!” jawab si anak.Leon tampak kebingungan. “Untuk apa gurumu menyuruh kami kembali?”Anak itu menggeleng. “Aku tidak tahu. Guru tidak menjelaskan apa-apa.”Mera langsung bersemangat mendengar bahwa Tabib Zavian memanggil mereka kembali. Dia buru-buru menoleh kepada Nathan dan Leon. “Kak Leon, Kak Nathan, ayo kita kembali! Mungkin Tabib Zavian bersedia menerima lima puluh keping koin untuk biaya pengobatan nenekku!”Melihat harapannya kembali tumbuh, Nathan mengangguk. “Baiklah. Kita kembali dan lihat apa yang dia inginkan.”Mereka pun mengikuti anak itu kembali ke Paviliun Dewa.Kali ini, sikap Tabib Zavian tampak jauh lebih ramah daripada sebelumnya.Begitu melihatnya, Mera segera menghampiri dan bertanya dengan penuh harap, “Tabib Zavian, apakah Anda bersedia mengob

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2574

    Mendengar perkataan itu, wajah Tabib Zavian langsung berubah muram. Dia menatap Nathan tajam. “Bocah, kau datang ke sini untuk mencari masalah? Kalau kau masih ingin hidup, sebaiknya jangan macam-macam denganku. Aku bisa memastikan kau tidak akan keluar dari Kota Beren dengan selamat!”Leon buru-buru menyela sebelum keadaan semakin memburuk. “Tabib Zavian, mohon tenang. Temanku hanya bicara sembarangan. Karena biayanya sudah berubah, kami akan pergi mengumpulkan uang tambahan.”Leon tahu betul betapa besar pengaruh Tabib Zavian di Kota Beren. Jika pria itu benar-benar berniat mencelakai mereka, belum tentu mereka bisa meninggalkan kota dengan selamat.“Pergi!” bentak Tabib Zavian sambil melambaikan tangan, mengusir mereka.Leon segera memberi isyarat kepada Nathan agar tidak memperpanjang masalah. Namun, Mera masih enggan menyerah. Dia ingin kembali memohon kepada tabib itu, Leon terpaksa menariknya keluar.Mereka semua tahu Tabib Zavian adalah orang yang tamak dan kikir. Mengharapkan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2573

    Lukas segera menjelaskan, “Kak Nathan, nama Paviliun Dewa berarti ‘melindungi keselamatanmu’. Artinya, siapa pun yang masuk ke tempat ini, separah apa pun penyakit atau lukanya, akan mendapatkan pertolongan. Itulah sebabnya tempat ini dinamakan Paviliun Dewa.”Nathan tersenyum tipis mendengar penjelasan itu.Julukan tabib sakti yang disandang Tabib Zavian rupanya bukan satu-satunya hal yang menarik perhatian. Nama tempat praktiknya saja sudah terdengar begitu percaya diri. Rasa penasaran Nathan pun semakin besar. Dia ingin melihat sendiri seberapa hebat kemampuan tabib yang begitu dipuja-puja itu.Nathan mengikuti Leon dan yang lainnya memasuki Paviliun Dewa. Saat itu, tempat tersebut dipadati orang-orang yang datang untuk berobat dan membeli obat. Di balik meja panjang bergaya tradisional, seorang pria yang tampaknya baru berusia sekitar tiga puluh tahun duduk dengan tenang. Matanya terpejam sedikit saat memeriksa denyut nadi seorang pasien.Nathan cukup terkejut melihat usia tabib y

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2572

    Reny melirik ke sekeliling untuk memastikan tidak ada orang yang memperhatikan mereka. Setelah itu, dia mendekat kepada Leon dan berbisik, “Leon, justru karena kita sudah lama saling kenal, aku masih bersedia membayar lima keping koin untuk setiap bangkai serigala. Kalau kau mencoba menjualnya kepada orang lain, belum tentu mereka berani menerimanya.”Dia merendahkan suaranya sebelum melanjutkan, “Penduduk Desa Fittoa sudah menyebarkan kabar bahwa salah satu kelompok pemburu mereka tewas di wilayah kawanan serigala dan tidak pernah kembali.”“Karena itu, mereka memperingatkan semua pedagang agar tidak menerima bangkai serigala dalam jumlah besar dari orang lain. Jika ada yang datang membawa banyak bangkai serigala untuk dijual, mereka harus melaporkannya kepada Desa Fittoa. Mereka akan menuduh orang itu mencuri hasil buruan mereka.”Reny menghela napas, lalu menatap Leon dengan serius. “Aku sudah mengambil risiko dengan menawarkan lima keping koin per bangkai. Sebaiknya kau segera men

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2571

    Di pintu masuk desa, Leon dan yang lainnya telah bersiap dengan membawa bangkai-bangkai serigala di pundak mereka. Begitu Nathan tiba, mereka kembali menyampaikan rasa terima kasih atas pertolongannya.Kini, Nathan telah mendapat tempat istimewa di hati penduduk Desa Buena. Mereka tak lagi menganggapnya sebagai orang asing, melainkan bagian dari keluarga besar mereka.Rombongan itu pun berangkat menuju kota terdekat. Kota yang bernama Beren, kota iut berjarak lebih dari seratus kilometer dari Desa Buena. Penduduk desa-desa di sekitarnya biasa membawa hasil buruan dan barang dagangan ke sana, lalu membeli berbagai kebutuhan sehari-hari.Kehidupan para kultivator tingkat rendah di Sektor Abadi ternyata jauh lebih sederhana daripada yang dibayangkan Nathan. Meski banyak orang mendambakan keabadian, hanya segelintir yang mampu mencapainya. Perjalanan menuju keabadian begitu sulit dan membutuhkan sumber daya yang luar biasa besar.Di antara puluhan juta kultivator tingkat rendah, mungkin h

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2570

    Berbeda dengan Sektor Abadi, tanaman spiritual di dunia fana masih sangat langka meskipun energi spiritual mulai bangkit kembali. Sebagian membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh sempurna, bahkan ada yang memerlukan puluhan hingga ratusan tahun.“Lukas, lihat tanaman itu. Daunnya lebat dan berwarna hijau muda. Namanya ...”Sambil memetik tanaman obat, Nathan menjelaskan nama serta khasiat berbagai tumbuhan yang mereka temukan. Dia juga mengajari Lukas dasar-dasar yang harus dikuasai seorang alkemis.Bagaimanapun, seseorang tidak mungkin menjadi alkemis jika bahkan tidak mampu mengenali tanaman obat.Lukas belajar dengan sangat tekun. Dia mampu mengingat setiap penjelasan Nathan hanya dengan sekali mendengar. Setelah memahami jenis-jenis tanaman yang diajarkan, dia bahkan mulai membantu Nathan mengumpulkannya.Menjelang malam, keduanya berhasil mengumpulkan banyak tanaman obat sebelum kembali ke Desa Buena.Saat mereka tiba, Leon dan rombongan sudah lebih dahulu sampai. Oswin tel

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1719

    Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status