공유

Bab 191

작가: Imgnmln
last update 최신 업데이트: 2024-05-22 14:54:00

Martin menatap Nathan sekilas lalu tersenyum. “Anak muda memang seperti itu, kalau sudah terjadi, ya sudah. Kamu tidak perlu sampai meminta bantuan Tuan Zayn, aku kira kamu melakukan hal ilegal apa, kalau sudah seperti itu siapapun yang menelpon akan sulit diurus!”

“Tidak,” Kevin menggelengkan kepalanya lalu berkata pada Nathan. “Nathan, sekarang kamu minta maaf pada Walikota Martin!”

Nathan memiliki kesan yang baik terhadap Martin, dia bisa merasakan kalau Martin adalah pejabat yang adil dan jujur, dia mencintai negara dan bangsanya. Melihat Martin dan istrinya, Nathan benar-benar tidak mengerti, apakah Frans itu anak kandung mereka?

“Walikota Martin, semalam aku terlalu gegabah dan mematahkan pergelangan tangan putra Anda, tapi tidak masalah, itu bisa sembuh lagi, dan tidak akan mempengaruhi kehidupannya kelak,” Nathan berkata pada Martin dengan tenang.

Nathan tidak sedang minta maaf, karena dia merasa dia tidak bersalah dan tidak harus minta maaf, dia berbicara dengan segan pada Ma
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1606

    Dalam hitungan hari, jumlah orang yang mengajukan diri untuk bergabung membludak. Pertumbuhan Klan Draken Ascalon melesat, meninggalkan klan-klan lain jauh di belakang, sebuah fenomena langka di dunia bela diri.Namun Nathan tahu, popularitas saja tidak cukup. Ia memutuskan membuka sumber daya klan, menyaring bibit-bibit terbaik untuk ditempa. Ia tak berniat membangun kerajaan yang hanya bergantung pada satu orang.Hari itu, ia memanggil Kieran.“Bagaimana kondisi klan sekarang?” tanya Nathan.Kieran menjawab tanpa ragu, wajahnya bersinar. “Jumlah murid sudah menembus ribuan. Di Moniyan, tidak ada klan lain yang bisa menyaingi kita.”“Jumlah bukan segalanya,” potong Nathan tenang. “Bagaimana kualitas mereka?”Kieran menarik napas. “Tidak merata. Yang terkuat baru mencapai puncak penguasa Ingras. Belum ada yang menyentuh Villain.”Nathan mengangguk pelan dan menurutnya itu masuk akal. “Kelola klan dengan stabil,” katanya sambil menepuk bahu Kieran. “Sebentar lagi aku akan membawa kalia

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1605

    Debu di kawah perlahan mengendap.Nathan bangkit berdiri. Tubuhnya penuh retakan tanah dan bekas hantaman, namun wajahnya justru menunjukkan ekspresi puas. “Hari ini,” katanya pelan sambil menatap Veyron, “Aku akan memakaimu untuk mengasah tubuh fisikku.”Begitu kata terakhir jatuh, Nathan melesat. Veyron menggeram dan menyambutnya tanpa ragu. Keduanya tidak memakai teknik rumit dan tidak ada jurus indah. Hanya tabrakan tubuh dan pukulan brutal.BUGH! BUGH! BUGH!Beberapa kali tubuh Nathan terlempar ke udara dam menghantam tanah, lalu bangkit lagi tanpa jeda. Seperti prajurit kecil yang menolak tumbang.Sepuluh menit berlalu.Aura Nathan semakin stabil, bahkan meningkat. Sebaliknya, napas Veyron mulai kacau dan gerakannya melambat. Kali ini, wajah yang mengeras adalah milik Seiji. Dia tidak menyangka bahwa ilmu sihir terlarang keluarga Rydan masih gagal membunuh Nathan.Tubuh fisik Nathan terlalu kuat. Bahkan Seiji sendiri mulai ragu, jika dia turun tangan, apakah satu serangan cukup

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1604

    Tatapan Ryujin mengeras sedikit. “Dengan begitu, aku bisa memastikan keselamatanmu selama berada di sini. Tapi jika kamu terus menantang orang-orang Northern…” senyumnya menghilang, “Jangan salahkan kami jika kalian tidak pernah bisa meninggalkan tempat ini.”Ekspresi Seiji berubah, wajahnya tampak suram. “Tuan Ryujin,” katanya. “Pertarungan adu kemampuan sudah selesai dan pemenangnya jelas. Aku hanya ingin membawa orang-orangku pergi.”Nathan melangkah setengah maju. “Dia datang dan langsung membunuh orang kami,” ucapnya dingin. “Lalu nyawanya dianggap lebih berharga dari nyawa kami?”Ryujin mengangkat tangan, memberi isyarat agar Nathan diam.Pandangan Ryujin beralih ke Seiji. “Pertarungan adu kemampuan adalah pertarungan hidup dan mati,” katanya datar. “Dan jika ingatanku tidak salah, semangat pendekar Solara tidak mengizinkan yang kalah tetap hidup.”Seiji terdiam.Pada saat itu, Veyron yang seharusnya sudah sekarat tiba-tiba bergerak. Dia bangkit dengan kasar, napasnya tersengal.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1603

    Sementara itu, Veyron bangkit dengan susah payah. Tubuhnya berlumuran darah. Di tangannya, sebuah katana merah darah kembali terbentuk, aura kelam berputar mengelilingi bilahnya. Jeritan lirih terdengar, roh-roh yang tak terhitung jumlahnya seakan menari di sekitar pedang itu.Cahaya merah menyelimuti tubuh Veyron. Kulitnya tampak seperti dicelupkan ke dalam darah segar.Aura kematian menyebar liar, berat dan menyesakkan, seolah medan itu berubah menjadi hamparan gunung mayat dan lautan darah.Di hadapannya, Pedang Aruna di tangan Nathan bergetar pelan. Cahaya samar memancar dari bilahnya, disertai dengungan rendah, seperti makhluk buas yang akhirnya mencium aroma mangsa.Entitas Gehenna di sekitar Veyron tampak gelisah. Beberapa bahkan menjauh, menjerit lirih seolah merasakan ancaman alami.Kening Veyron berkerut. Belum bertarung, senjatanya sudah menunjukkan ketakutan.“Bakar esensi darahmu,” ucap Seiji perlahan. Suaranya rendah, berat, seolah datang dari masa yang jauh. “Bangkitkan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1602

    Nathan melangkah ke depan, cahaya keemasan meledak dari tubuhnya. Tubuh Vajra Naga Emas bangkit sepenuhnya, auranya mengembang dan menahan tekanan darah yang menindih semua orang.Baru saat itu suasana sedikit longgar.“Hmm…” Veyron menatap ke bawah dari udara, matanya menyipit. “Hanya seekor semut,” katanya dingin, “Tapi masih bermimpi melawanku?”Kabut merah darah di sekelilingnya berputar, memadat, lalu membentuk siluet besar, seekor monster raksasa perlahan muncul di udara, tubuhnya dipenuhi pola darah dan tekanan kuno.Aura kematian menekan dari segala arah. Sosok monster yang disebut Leviathan Karapas keluarga Ryodan. Kepalanya terangkat tinggi, dan setiap tarikan napasnya menciptakan tekanan berat yang menghantam Nathan dan semua orang di bawah.Udara seakan runtuh.Elara menegang, wajahnya langsung berubah pucat. “Nathan! Itu Teknik kuno Terlarang, jangan biarkan dia menyelesaikan formasinya!”Teriakan itu menggema.Sorot mata Veyron berkilat tipis. Dia melirik Elara sekilas,

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1601

    “Tuan Seiji… tolong saya…” Veyron melihat kedatangan itu seperti melihat tali penyelamat.Namun Seiji bahkan tidak meliriknya. Pandangannya tertuju langsung pada Nathan.“Kamu Nathan, benar?” ucapnya tenang, disertai senyum tipis. “Kami adalah tim diplomatik dari Negara Partan. Veyron Rydan adalah bagian dari rombongan kami. Kamu tidak boleh membunuhnya.”Nathan mendengus, lalu meludah ke samping. “Orangmu bebas membunuh siapa pun,” katanya dingin. “Tapi aku tidak boleh membunuhnya? Kamu kira ini wilayahmu?” Ia menurunkan pandangan ke Veyron. “Hari ini, dia harus mati. Darah dibayar dengan darah!”Seiji masih berdiri tegak. “Aku sudah mengatakan, dia tidak boleh dibunuh.” Senyumnya menghilang, tatapannya menyempit.Nathan tertawa pendek. “Kau kira siapa dirimu?”Kakinya terangkat sedikit, tekanan bertambah. “Kau bilang tidak boleh, lalu aku harus patuh?” lanjutnya pelan. “Aku ingin lihat, bagaimana orang sepertimu menghentikanku.”Tekanannya semakin kuat perlahan, tanah di bawah tubuh

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status