Share

Bab 2250

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-08-20 22:42:45

Moki yang merasakan perubahan itu langsung menoleh. “Tuan Nathan, ada apa?”

Nathan menarik napas pendek, menyembunyikan kembali niat membunuhnya, lalu tersenyum tipis. “Tidak apa-apa, lanjutkan.”

Namun, Nathan sudah tidak lagi mendengarkan penjelasan Moki. Pikirannya terus tertuju pada Varham. Jika pria itu memang berasal dari Klan Movi, berarti ibunya kemungkinan besar juga berada di Klan Movi saat ini!

Tiba-tiba sebuah gagasan melintas di benaknya. Nathan segera menoleh kepada Moki dan bertan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2254

    Julian yang duduk di antara para pemimpin langsung menoleh kepada Eldric Island. “Tuan Eldric, apa yang sebenarnya terjadi?”Eldric tetap tenang menghadapi tatapan semua orang. “Tuan Julian, Tuan Nathan memang berasal dari dunia fana. Namun, sekarang dia sudah menjadi bagian dari Keluarga Island. Karena itu, menurutku tidak ada aturan yang dilanggar jika dia mewakili keluarga kami dalam turnamen.”Mendengar jawaban tersebut, beberapa pemimpin lainnya saling bertukar pandang. Mereka jelas penasaran mengapa Eldric begitu berani memberikan salah satu slot berharga kepada seseorang yang berasal dari dunia fana.Eldric telah menyiapkan jawaban tersebut sejak awal.“Banyak keluarga di sini memiliki cabang atau anggota yang tinggal di dunia fana. Bahkan beberapa keluarga mengirim anggota mereka ke sana. Kalau orang-orang tersebut kemudian kembali, apakah mereka juga tidak boleh mewakili keluarganya dalam Turnamen Agung Sektor Bayangan hanya karena pernah tinggal di dunia fana?” Eldric berbic

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2253

    Giga akhirnya tidak melanjutkan percobaan. Ia meletakkan kembali palu genderang, lalu melompat turun dari menara dengan wajah penuh kepuasan.Mampu membunyikan Genderang Sembilan Naga dua kali sudah dianggap sebagai pencapaian luar biasa di antara generasi muda Delapan Wilayah Agung.Setelah berputar beberapa kali di udara, kedua naga emas itu berubah menjadi dua sinar cahaya dan kembali masuk ke dalam Genderang Sembilan Naga.Begitu Giga mendarat, banyak orang langsung menghampirinya. Mereka memberi salam dan berusaha menjalin hubungan baik dengan pemuda yang dianggap sebagai salah satu jenius terbaik di Delapan Wilayah Agung.Melihat pemandangan itu, Nathan hanya mencibir. “Cuma dua kali membunyikan genderang. Kenapa mereka bereaksi seolah-olah baru melihat keajaiban? Ternyata Delapan Wilayah Agung juga tidak jauh berbeda dari dunia fana.”Kebetulan Giga yang sedang berjalan melewati mereka mendengar ucapan tersebut. Langkahnya langsung terhenti, ia menoleh dan menatap Nathan dengan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2252

    Nathan menatap menara itu dengan semakin tertarik. “Aku tidak menyangka membunyikan genderang ini ternyata serumit itu. Kalau begitu, aku ingin mencobanya nanti.”“Dengan kekuatanmu?” Rudeus yang berdiri di sampingnya langsung mencibir. “Aku khawatir kau bahkan tidak akan mampu mencapai puncak menara. Kalau terkena pantulan kekuatan susunan sihir, nyawamu bisa melayang. Apa kau pikir siapa saja boleh mencoba?”Nathan meliriknya sekilas. “Terlepas dari apakah aku mampu membunyikannya atau tidak, setidaknya aku harus mencoba. Kalau baru menghadapi tantangan saja kita sudah takut dan bahkan tidak berani melangkah, bagaimana mungkin kita bisa terus meningkatkan kekuatan?”Rudeus mendengus dingin. “Nathan, kau berasal dari dunia fana. Kau belum memahami betapa mengerikannya Genderang Sembilan Naga. Setelah melihatnya sendiri, mungkin kau tidak akan sesombong ini lagi.”“Jangan memaksakan diri hanya untuk membuktikan sesuatu, Nathan. Genderang Sembilan Naga bukan benda yang bisa dibunyikan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2251

    Nathan mengangguk, kemudian menceritakan kembali bagaimana dirinya menyelamatkan Liana saat gadis itu disergap setelah keluar dari Sektor Bayangan. Mendengar penjelasan tersebut, Rudeus akhirnya teringat bahwa Liana memang pernah mengatakan dirinya mengalami penyergapan setelah meninggalkan Sektor Bayangan.Hanya saja, ia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa orang yang menyelamatkan Liana ternyata adalah Nathan.Karena Liana memberikan jimat penyelamat nyawa kepada Nathan sebagai balasan atas kebaikannya menyelamatkan nyawanya, Rudeus tidak bisa lagi mempermasalahkan hal itu.Ia hanya bisa berdiri di sana menyaksikan Liana berbincang bersama Nathan dengan begitu antusias. Melihat senyum bahagia yang terus menghiasi wajah Liana, rasa iri dalam hati Rudeus semakin kuat. Ia berharap Turnamen Agung Sektor Bayangan segera dimulai agar pembicaraan antara Nathan dan Liana terpaksa berakhir.“Semuanya, harap tenang!”Julian yang duduk di kursi utama di atas panggung akhirnya berdiri dan b

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2250

    Moki yang merasakan perubahan itu langsung menoleh. “Tuan Nathan, ada apa?”Nathan menarik napas pendek, menyembunyikan kembali niat membunuhnya, lalu tersenyum tipis. “Tidak apa-apa, lanjutkan.”Namun, Nathan sudah tidak lagi mendengarkan penjelasan Moki. Pikirannya terus tertuju pada Varham. Jika pria itu memang berasal dari Klan Movi, berarti ibunya kemungkinan besar juga berada di Klan Movi saat ini!Tiba-tiba sebuah gagasan melintas di benaknya. Nathan segera menoleh kepada Moki dan bertanya, “Kiki, sebenarnya ada berapa banyak orang bermarga Rowan di Winter Hall? Apa mungkin Liana memiliki hubungan dengan Varham?”Moki menggelengkan kepala. “Aku tidak begitu yakin, tetapi Varham memang memiliki seorang putri. Sangat mungkin Liana adalah putrinya. Lagi pula, tidak banyak orang bermarga Rowan di Winter Hall.”Nathan mengerutkan kening. Ia benar-benar tidak menyangka Liana ternyata berasal dari Klan Movi. Jika memang demikian, gadis itu secara tidak langsung berada di pihak yang be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2249

    “Tuan Muda Rudeus, bagaimana Anda bisa berkata seperti itu? Tuan Nathan baik-baik saja, mengapa Anda malah menanyakan hal seperti itu?” Moki yang berdiri di samping segera menyela.Rudeus sama sekali tidak memedulikan Moki. Tatapannya tetap tertuju pada Nathan dengan wajah penuh rasa tidak percaya. “Kau mengejar Beruang Bara hingga ke kedalaman Pegunungan Monster. Apa kau tidak menghadapi bahaya? Lalu, apa yang terjadi pada Beruang Bara itu?”Rasa penasaran Rudeus semakin besar. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi ketika Nathan memasuki bagian terdalam Pegunungan Monster dan bagaimana pemuda itu bisa kembali tanpa cedera sedikit pun. Dengan kekuatan Nathan, hampir mustahil baginya untuk mencapai wilayah sedalam itu, tetapi kenyataan di hadapannya justru menunjukkan sebaliknya.“Liana, apakah kau mengenal Nathan?” tanya Rudeus dengan heran.“Ya. Kami sudah bertemu beberapa kali, bahkan pernah bertemu di dunia fana,” jawab Rudeus.“Tuan Rudeus, aku hanya mengejar sebentar dan tida

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1119

    Sementara itu, Nathan berlari di tengah jalan setapak Kota Moniyan yang mulai lengang saat senja turun. Angin membawa aroma debu dan darah, membalut tubuhnya yang lelah dan penuh luka."Aku terlalu bodoh," Nathan mengumpat dalam hati. Dia mengira Moniyan sudah aman, bahwa badai telah berlalu. Namun

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1061

    Di dalam forum Saibu Care, Nathan menahan napas saat menekan tombol publikasi. Dia tahu, unggahan seperti ini—pengakuan tentang pembunuhan kelompok bayangan Negara Solara—pasti akan segera diblokir. Namun justru itulah tujuannya: membuat semua orang tahu bahwa ancaman Solara telah lenyap, dan dia t

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1107

    Dalam sekejap, puing-puing dan batu-batu tersebut mulai menyatu, membungkus tubuh Darwin dengan lapisan yang keras. Tidak lama kemudian, dia sudah berubah menjadi manusia batu raksasa dengan tinggi lebih dari belasan meter. Tubuhnya terbungkus penuh dengan batu-batu besar yang keras, membuatnya tam

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1108

    BAM!Serangan menghantam tubuh Darwin, namun lagi-lagi, hasilnya sama. Nathan terpental keras, tubuhnya terlempar dan menghantam tanah.Organ-organ di dalam tubuh Nathan mulai terasa bergolak.Darwin berdiri tegap, tak bergeming. “Hahaha! Aku ingin lihat berapa kali lagi kau bisa melontarkan pukula

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status