Share

Bab 402

Author: Imgnmln
last update Last Updated: 2024-08-07 18:54:17

“Tenang saja, kami tidak akan meminta jalur tambang yang baru itu. Lagipula, kami hanya berdua, tidak mungkin bisa melawan tiga keluarga, aku hanya penasaran dan ingin melihat-lihat saja!” Nathan menjelaskan kepada Sebastian.

Mendengar perkataan Nathan, Sebastian tidak merahasiakannya lagi dan berkata dengan sungguh-sungguh. “Baiklah, aku beritahu padamu, kali ini menjelajahi jalur tambang baru akan sangat berbahaya, dan mungkin hanya akan ada satu keluarga yang tersisa di Kota Antarka kedepannya. Kalau kalian ikut, aku tidak bisa menjamin keselamatan kalian!”

“Tenang saja, kami bisa melindungi diri kami sendiri, kamu hanya perlu membawa kami kesana!” Nathan berkata dengan tenang.

“Baiklah, kalau begitu, kita berangkat besok," Sebastian menghela nafas, bersender kemudian dia berkata. 'hanya saja, kalian bertanggung jawab atas hidup kalian sendiri. Dan karena kalian sudah menyelamatkan putriku, aku akan mengadakan perjamuan malam ini, untuk berterima kasih kepada kalian berdua. Mala
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1614

    Gerakannya bersih, sunyi dan nyaris sempurna. Masih menyamar sebagai rekan mereka, Bonang mengulang metode yang sama. Satu demi satu, samurai jatuh tanpa pernah menyadari apa yang terjadi.Dari kejauhan, Nathan yang mengamati hanya bisa menahan senyum geli.Tak lama kemudian, hanya pemimpin kelompok itu yang masih berjalan di depan, tangan kanannya menggenggam katana dengan penuh kewaspadaan.Ia berhenti, mengernyitkan kening. “Tidak ada jejak penyusup… Kalian, berpencar—”Ia menoleh ke belakang.Kosong~Hanya satu orang berdiri di sana.“Apa?” napasnya tertahan. “Ke mana mereka semua?”Bonang mengangkat bahu ringan. “Aku juga tidak tahu.”Tatapan pemimpin itu berubah tajam. Ia mundur selangkah, instingnya berteriak bahaya.“Siapa sebenarnya kamu?”Bonang tertawa kecil ketika penyamarannya terbongkar. Tubuhnya bergetar sesaat sebelum kembali ke wujud aslinya.Di saat yang sama, Nathan melompat keluar dari balik pepohonan. Tatapannya tertuju pada Bonang, disertai nada evaluatif.“Tekni

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1613

    Pendekar Bayangan itu tidak sempat menghindar. Api menelan tubuhnya, dan jeritan memilukan menggema di hutan. Ia berguling-guling di tanah, berusaha memadamkan kobaran tersebut, tetapi api itu nyata dab tidak bisa dipadamkan dengan cara biasa.Tak lama kemudian, tubuhnya menghitam dan runtuh menjadi abu.Pemandangan itu membuat Pendekar Bayangan terakhir gemetar hebat. Ia berusaha memberontak, tetapi baru sadar seluruh energinya telah terkunci, seolah aliran kekuatannya diputus paksa.“Siapa kalian sebenarnya?” tanya Nathan dingin. “Dan apakah kalian melihat seorang gadis yang ditawan di sekitar sini?”“A-aku tidak tahu!” teriak Pendekar Bayangan itu panik. “Kami hanya tersesat!”PLAK!Tamparan keras mendarat di wajahnya.“Jangan mempermainkan kami,” ucap Nathan tajam.Pendekar Bayangan itu terdiam, bibirnya terkatup rapat.Bonang melangkah maju, mengeluarkan selembar Sigil berwarna kuning pucat. “Kalau begitu, kita pakai cara lain. Sigil ini akan membuat kematian terasa seperti kemew

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1612

    “Apa?!” Bonang terkejut. “Bukankah roh di dalam dirinya berasal dari ribuan tahun lalu? Dunia sekarang sudah berbeda, mungkin dia hanya tersesat—”“Tidak,” potong Nathan. “Aku bisa merasakan koneksi itu. Dia ditahan dan auranya menunjukkan bahaya.”Nada suaranya membuat Bonang mengernyit serius.“Kalau begitu orang yang menangkapnya pasti bukan sembarang figur. Kau membawa sesuatu yang menyimpan auranya?” tanya Bonang.Nathan mengangguk. “Ada.”Ia mengeluarkan sepotong pakaian milik Elara.Bonang membeku sesaat, lalu menelan ludah. “Sial! Benda seperti ini memiliki resonansi aura yang terlalu kuat. Bagaimana aku bisa berkonsentrasi?”“Aku hanya berpikir ini menyimpan jejak auranya paling murni.” jawab Nathan jujur.Bonang menghela napas panjang. “Berikan.”Ia meletakkan pakaian itu di atas meja, mengeluarkan selembar Sigil, lalu mulai merangkai Teknik Sigil Rune. Cahaya hijau redup muncul, disusul nyala api tipis.Dalam sekejap, Sigil dan pakaian itu terbakar bersamaan, menghasilkan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1611

    Pria tua itu menatap Nathan dengan sorot mata penuh keheranan. “Eldric,” katanya pelan, “Siapa pemuda ini? Mengapa kau memperlakukannya dengan hormat sedemikian rupa?”“Beliau adalah Tuan Nathan,” jawab Eldric singkat, lalu menoleh. “Tuan Nathan, izinkan aku memperkenalkan, ini Rotgam Pluin, penguasa Menara Surgawi.”Nathan mengangguk sopan. “Salam, Tuan Rotgam.”Namun, Rotgam justru memandang Nathan dengan tatapan tajam bercampur keterkejutan. “Jadi kau inilah orang yang mendirikan Klan Draken Ascalon, menentang Martial Shrine, dan membunuh anggota Keluarga Ryodan dari Negara Solara?”Nathan sedikit terkejut. Ia tidak menyangka reputasinya telah menyebar sejauh ini, terlebih ke wilayah Sektor Bayangan.Pada saat itu, Nalan melangkah maju. “Perlu diketahui, Tuan Nathan. Perwakilan Menara Surgawi di dunia fana adalah Keluarga Mordren. Dan Raze Mordren merupakan anggota mereka.”Barulah Nathan memahami semuanya. Tak heran sejak pertemuan pertama, Raze tidak menunjukkan permusuhan sepert

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1610

    Nathan mengangguk pelan. Ia sempat meninjau kondisi kultivasi Kieran dan yang lain, dan hasilnya cukup memuaskan. Laju perkembangan mereka melampaui perkiraan awalnya.Namun, baru saja ia melangkah keluar dari kompleks istana, getaran aneh tiba-tiba muncul di benaknya. Alisnya langsung berkerut.“Tidak baik…”Tanpa membuang waktu, Nathan memberi beberapa instruksi singkat kepada Draven, lalu segera berangkat menuju Kota Moniyan.Tubuh Elara memiliki ikatan khusus dengannya. Saat masih berada di wilayah Keluarga Island, Eldric pernah meminta Nathan menanamkan jejak kesadaran spiritual ke dalam diri Elara, agar keberadaannya selalu berada dalam pengawasan Nathan.Walau kini tubuh Elara telah dihuni roh spiritual wanita suci dan tak lagi perlu berada di sisinya, ikatan kesadaran itu belum sepenuhnya terputus.Kini, Elara sedang dikurung di suatu tempat. Begitu Nathan bergerak menjauh dari wilayah itu, ia langsung merasakan anomali pada ikatan tersebut.Setibanya di Moniyan, Chelsea dan b

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1609

    Ketika Seiji kembali ke markas, Lucan segera menyambutnya dan bertanya dengan nada hati-hati, “Tuan Valmorin, di mana perempuan ini akan kita tempatkan?”Seiji menghela napas kasar. Raut wajahnya jelas tidak bersahabat. “Perempuan itu merepotkan. Kekuatan fisik dan jiwanya jauh di atas perkiraan. Masukkan dia ke sel tingkat tinggi.”Lucan mengangguk singkat dan memberi isyarat pada bawahannya. Elara segera dibawa pergi tanpa perlawanan.Begitu mereka menjauh, Seiji membuka mantel luarnya. Sebuah luka panjang di bahunya terlihat jelas dan dalam, dan belum sepenuhnya pulih. Tatapannya berubah dingin saat ia menatap bekas luka tersebut.Setelah menyelesaikan pengobatan darurat, Seiji berjalan menuju ruang tahanan. Di depan sel, ia melambaikan tangan. “Kalian keluar, aku ingin bicara langsung dengannya.”Sel itu diselimuti formasi penekan energi, pola sihir kuno yang dirancang untuk membatasi kekuatan siapa pun di dalamnya.Namun, Elara berdiri dengan tenang. Tidak ada ketakutan di wajah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status