Share

Bab 507

Author: Imgnmln
last update Huling Na-update: 2024-09-11 22:01:49

“Memang bocah sialan!”

Will juga menatap Nathan dengan marah, dia berharap bisa menelan Nathan hidup-hidup, dia berusaha keras untuk menyiapkan penipuan kali ini, dan berencana setelah penipuan ini dia tidak akan kembali lagi ke Kota Moniyan. Tapi, tidak disangka Nathan merusak semua rencananya. Uang sebesar 8 triliun, kalau dia berhasil mendapatkannya, maka itu akan lebih mudah menghasilkan uang dibandingkan dengan bisnis lainnya.

“Aku hanya menyatakan fakta, aku juga tidak merusak rencana k
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1714

    Ksatria kesatu menatap Nathan dengan ekspresi tidak percaya. Kekuatan Nathan terus menghancurkan persepsinya.Nathan menatapnya dengan dingin. “Kenapa tidak ikut menyerang? Sekalian gunakan juga senjata Origin kalian.”“Kalau tidak…” Suara Nathan terdengar dingin seperti es. “Kalian semua akan segera kembali ke neraka!”Wajah Ksatria pertama langsung memerah karena marah. Alasan dia belum menggunakan senjata Origin sejak awal sangat sederhana. Ia yakin kerja sama mereka sudah cukup untuk mengalahkan Nathan.Lagipula senjata Origin sangat berharga. Setiap kali digunakan, kekuatannya akan berkurang. Jika sampai rusak, mereka tidak akan mampu menanggung akibatnya.Sementara itu, Kelima Ksatria Neraka yang baru saja terpukul perlahan bangkit berdiri. Energi pedang tadi memang tidak membunuh mereka. Namun organ dalam mereka bergejolak hebat.Ksatria pertama akhirnya melirik ke arah salah satu rekannya. “Tetua kelima, keluarkan senjata Origin!”Ksatria kelima mengangguk, ia mengambil sebuah

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1713

    Kaidar terdiam.Jawaban itu sudah jelas.“Kamu memiliki Tubuh Abyssal, hanya saja tubuh itu masih tersegel. Kekuatan itu membutuhkan rangsangan khusus untuk dibangkitkan.”Setelah mendengar itu, tubuh Kaidar sedikit bergetar.“Jika segel itu dibuka…” lanjut Arkhon Abyss dengan suara rendah, “Kamu tidak perlu lagi takut pada Nathan.”Mata Kaidar langsung dipenuhi semangat. “Tubuh Abyssal…”Dia menatap Nathan di atas ring dengan mata yang dipenuhi ambisi.Di dalam hatinya, ia sudah memutuskan. Suatu hari nanti, ia pasti akan bertarung hidup dan mati dengan Nathan.Namun Kaidar tidak tahu satu hal, nathan sama sekali tidak menganggapnya sebagai musuh. Karena musuh yang dihadapi Nathan jauh lebih kuat daripada dirinya.***Di atas arena.Para Ksatria Neraka akhirnya berhasil menenangkan napas mereka. Lengan Ksatria ketiga yang sebelumnya patah kini telah disambungkan kembali.Ksatria kesatu menatap Nathan dengan wajah dingin. “Tetua keenam dan ketujuh. Kalian ikut menyerang! Jika tidak bi

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1712

    Akan tetapi, Rantai Basilisk milik Ksatria keempat berhasil menghantam tubuh Nathan sekali lagi. Sisa-sisa Tubuh Vajra Naga Emas yang melindunginya langsung hancur. Namun Nathan hampir tidak mengalami luka.Ia melompat maju, sebuah tendangan keras dilayangkan tepat ke arah Ksatria ketiga yang baru saja terpental.Semua itu terjadi hanya dalam sepersekian detik.Para penonton bahkan tidak sempat melihat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi.Yang mereka lihat hanyalah tiga Ksatria Neraka sudah tersungkur di tanah.Terutama Ksatria ketiga, tangannya tertekuk secara tidak wajar.Pedang Aruna kembali terbang ke tangan Nathan. Nathan memegang pedang itu dengan satu tangan. Tatapannya dingin saat memandang tiga Ksatria Neraka yang tergeletak di tanah.Arena langsung gempar.Beberapa orang bahkan bersorak.“Hahaha! Tiga orang dari Martial Shrine menyerang bersama tapi tetap kalah!”“Orang-orang yang bertaruh pada Martial Shrine sepertinya akan kehilangan uang mereka!”“Nathan ini benar-be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1711

    Nathan bisa menelan roh spiritual. Kesadaran itu membuat ketakutan mulai menjalar dalam hati mereka. Terutama roh-roh spiritual yang bersembunyi di dalam tubuh para Ksatria Neraka.Mereka merasakan ketakukan yang jarang mereka alami.“Nak… tampaknya aku memang meremehkanmu.” Ksatria pertama menatap Nathan dengan mata yang dipenuhi kemarahan.Kemudian dia berteriak dengan suara keras. “Para tetua!”“Maju bersama dan bunuh dia!” Ksatria pertama akhirnya menyadari sesuatu.Nathan tadi sengaja memperlihatkan celah pada dirinya. Jika tidak, Ksatria kedua tidak mungkin berakhir dengan cara yang begitu tragis.Karena itu, kali ini tiga orang bersiap menyerang bersama. Dia tidak percaya Nathan masih mampu menghadapi mereka bertiga sekaligus.“Nak! Aku akan membalas dendam untuk Tetua kedua!” Ksatria kelima meraung marah.Dia mengangkat pisau besar di tangannya lalu menebas ke arah Nathan.Pada saat yang sama, Ksatria ketiga dan Ksatria keempat juga bergerak. Para Ksatria Neraka itu jelas seri

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1710

    “Mati kau, bocah!” Ksatria kedua meraung marah.Pedang di tangannya bergetar hebat, lalu dalam sekejap berubah menjadi ribuan bayangan pedang yang menyelimuti Nathan dari segala arah. Seluruh arena seakan tertutup oleh bayangan hitam yang bergulung seperti badai.Melihat serangan itu, Nathan hanya mendengus dingin. Tatapannya dipenuhi niat membunuh yang mengerikan.Pedang Aruna di tangannya perlahan terangkat.Detik berikutnya, tubuh Nathan terbelah menjadi beberapa bagian.Teknik Bilah Naga langsung dilepaskan.Beberapa sosok Nathan yang tampak seperti bayangan iblis menerjang menuju Ksatria kedua. Ekspresi wajah Ksatria kedua berubah drastis, ia mengayunkan pedangnya dengan panik.Ribuan bayangan pedang meledak di tubuh Nathan.BAAAANG!Ledakan bertubi-tubi mengguncang arena.Namun setelah asap mereda, Ksatria kedua langsung menyadari sesuatu yang membuat wajahnya pucat. Yang dihancurkan tadi hanyalah bayangan, tubuh asli Nathan sudah menghilang.Saat ia hendak menyerang lagi, aura

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1709

    “Aku mengerti.” Ksatria kedua mengangguk pelan. Ia melangkah maju, lalu mengangkat pedang di tangannya dan menunjuk langsung ke arah Nathan.“Hei bocah…” Senyum sinis muncul di wajahnya. “Pacarmu itu punya kulit yang halus sekali. Tapi ternyata dia juga cukup kuat menahan pukulan.”Dia tertawa pelan. “Bahkan tidak menjerit satu kali pun.” Tatapannya dipenuhi ejekan. “Kau pasti sudah melihat videonya, bukan?”Kalimat itu seperti pisau yang menggores luka lama.Pupil mata Nathan menyusut tajam. Aura membunuh langsung memancar dari tubuhnya. Udara di sekitar ring seakan menjadi lebih berat.“Hari ini…” suara Nathan terdengar dingin seperti es, “Aku akan membuatmu mengerti apa arti penyesalan.”Seketika itu juga sebuah pedang muncul di tangan kanannya.Pedang Aruna.Saat pedang itu muncul, seluruh arena seolah merasakan sesuatu yang berbeda. Semangat tempur dan rasa haus darah yang kuat.Nathan telah lama menyatu dengan Pedang Aruna. Emosi di dalam hatinya langsung diteruskan kepada roh p

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status