공유

Bab 508

작가: Imgnmln
last update 게시일: 2024-09-12 18:43:00

“Brengsek! Dasar bocah tidak berpengetahuan!”

Wilbert mendengus dan tiba-tiba lengan bajunya mengembung, seperti ada angin yang bertiup dan melambai dengan ringan ke depan.

Sringg!

Suara nyaring terdengar, pedang Harris menebas ke arah lengan Wilbert dan membuat suara tabrakan antara dua baja. Pedang yang begitu tajam bahkan tidak bisa menembus lengan baju lawan, dan ini membuat raut wajah Harris seketika menjadi jelek.

“Harris Holcy, kami tidak menginginkan sisa uang itu lagi, dan aku akan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2374

    Semakin dekat Damian berjalan, semakin besar kegembiraan yang terlihat di matanya. Ia sudah membayangkan bagaimana kekuatannya akan meningkat setelah menyerap energi Nathan. Jika tubuh Nathan berhasil dijadikan boneka, kedudukannya di antara berbagai faksi di Sektor Langit juga akan semakin kuat.Saat itu, perkataannya tidak akan lagi bisa dipandang sebelah mata.Damian benar-benar tenggelam dalam keserakahan. Ia tidak menyadari bahwa Nathan sedang menunggu tepat untuk saat seperti ini.“Jangan salahkan aku, Nathan.” Damian akhirnya berhenti di hadapannya. “Kalau ingin menyalahkan seseorang, salahkan kesombonganmu sendiri.”Tangannya perlahan terulur menuju tubuh Nathan. Damian sama sekali tidak menekan Nathan dengan auranya.Menurut perhitungannya, Nathan sudah berada di ambang kehancuran. Energi spiritualnya hampir habis, pertahanannya telah runtuh, dan tubuhnya bahkan nyaris tidak mampu berdiri.Bagi Damian, Nathan sudah tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Itulah sebabnya ia sam

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2373

    Nathan tidak punya pilihan selain menghadapi keduanya. Pedang Aruna berkelebat cepat, menghasilkan cahaya pedang yang terus-menerus memotong serangan Damian dan Banyu. Namun, pertarungan berkepanjangan membuat energi spiritual di dalam tubuhnya terkuras semakin cepat.Nathan mulai merasakan perubahan pada tubuhnya. Gerakannya tidak lagi selincah sebelumnya, sementara kekuatan yang dikeluarkan dari setiap tebasan juga terus menurun.Damian segera menyadari kondisi tersebut. “Hahaha! Menyerahlah, bocah…” Ia terus menyerang sambil tertawa. “Perlawananmu tidak akan mengubah apa pun. Bahkan kalau kami tidak bisa langsung membunuhmu, kami cukup menguras tenagamu sampai kau mati kehabisan energi.”Nathan menggertakkan gigi. “Kalau memang kalian mampu, teruskan saja sampai aku mati.”Ia tidak menunjukkan sedikit pun niat untuk menyerah. Di dalam tubuh Nathan masih tersimpan kekuatan Rune Primordial. Itulah kartu terakhir yang selama ini sengaja ia sembunyikan.Nathan tidak berniat menggunakan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2372

    Klang—!Nathan berhasil menepis anak panah Damian dengan Pedang Aruna. Namun, pada saat itulah Banyu muncul dari belakang.BAANG!Sebuah telapak tangan menghantam punggung Nathan dengan keras.Tubuh Nathan terdorong ke depan. Meskipun Tubuh Vajra Naga Emas mampu menahan sebagian besar dampak serangan, kekuatan telapak tangan tersebut tetap mengguncang organ dalamnya. Darah dan energi di dalam tubuh Nathan langsung bergejolak hingga naik ke tenggorokan.Nathan menggertakkan gigi. “Sial... sepertinya hari ini aku benar-benar dalam masalah.”Damian dan Banyu mulai gelisah. Mereka sudah mengerahkan begitu banyak orang dan bekerja sama untuk mengepung Nathan, tetapi sampai sekarang pria itu masih mampu bertahan.Jika pertarungan terus berlangsung, situasinya justru bisa berbalik merugikan mereka.“MATILAH!” Damian akhirnya meraung.Busur di tangannya bergetar hebat. Dalam sekejap, bayangan anak panah di belakangnya yang tak terhitung jumlahnya bermunculan di udara. Energi tajam kemudian be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2371

    Melihat Damian telah bersiap, Banyu pun tidak tinggal diam. Aura dahsyat langsung meledak dari tubuhnya ketika ia mengambil posisi bertarung. Dua tekanan kuat dari para ahli Ascendant segera memenuhi lembah.Nathan menggenggam Pedang Aruna lebih erat. Kini, yang berdiri di hadapannya bukan lagi sekumpulan roh mati. Dua ahli Ascendant telah mengarahkan seluruh kekuatan mereka kepadanya.Damian dan Banyu berdiri berhadapan dengan Nathan. Tatapan keduanya dipenuhi niat membunuh, seolah-olah pria yang terjebak di hadapan mereka hanyalah mangsa yang tinggal menunggu waktu untuk diterkam.“Pergilah ke neraka!” raung Banyu, ia menjadi orang pertama yang bergerak.Tubuhnya melesat ke udara, lalu tangannya mencengkeram kehampaan dengan gerakan tajam sebelum menerjang Nathan dari depan.Damian juga segera menyerang. Ia mengarahkan energi itu ke depan dan menusukkannya bertubi-tubi. Dalam sekejap, puluhan bayangan anak panah memenuhi udara dan menghujani Nathan dari berbagai arah.KLANG! KLANG!

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2370

    Damian memang seorang Kultivator Jahat. Sangat mungkin ia memiliki teknik yang memungkinkannya menyerap Aura Kegelapan dari para mayat hidup, sehingga membunuh mereka dapat meningkatkan kekuatannya. Itulah sebabnya Damian begitu bernafsu mencari mereka.“Bukankah kau bersembunyi di sini karena ingin menghindari pengejaran kami?” Damian menatap Nathan dengan tajam. “Di mana Mahesa? Bagaimana dengan monster tua itu?”Nathan tidak menjawab. Tatapannya terus bergerak mengelilingi lembah, mencari celah yang memungkinkan dirinya keluar dari kepungan.Banyu tidak sabar melihatnya. “Tidak perlu membuang waktu berbicara dengannya.” Ia melangkah maju. “Bunuh saja dia. Setelah itu, ajarkan kepadaku teknik yang kau gunakan untuk menyerap energi dari mayat hidup.”Banyu sudah terlalu penasaran dengan kemampuan Damian. Namun, tepat ketika ia hendak menyerang, Damian mengangkat tangan untuk menghentikannya.Damian tidak terburu-buru. Saat ini, hanya dirinya dan Banyu yang berada di dalam lembah bers

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2369

    Sementara itu, Nathan masih terus menjelajahi Sektor Bayangan. Ke mana pun ia pergi, ia mencari keberadaan roh-roh mati. Begitu menemukan mereka, Nathan tidak akan membiarkan satu pun lolos.Tanpa disadari Nathan, langkahnya kembali membawanya ke jurang gelap yang pernah ia datangi sebelumnya. Ketika melihat begitu banyak mayat hidup merangkak keluar dari dasar jurang, mata Nathan langsung berbinar.Ia menepuk dahinya sendiri. “Bagaimana bisa aku sebodoh ini?”Nathan akhirnya menyadari sesuatu yang seharusnya sudah terpikirkan sejak awal. “Selama ini aku malah berkeliling mencari mayat hidup, padahal di dalam jurang ini ada begitu banyak!”Di hadapannya, para mayat hidup terus keluar dari kegelapan tanpa henti.“Kalau begitu, aku bisa membantai mereka sepuasnya di sini!” Nathan langsung mengeluarkan Pedang Aruna.Whoosshh!Seberkas cahaya tajam melesat dari bilah pedang dan menyapu ke depan. Mayat hidup yang sedang merangkak keluar dari jurang langsung berubah menjadi abu.Nathan tida

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1262

    Mendengar ada harapan, sekecil apa pun, raungan Ryuki berhenti. Ia menatap gurunya dengan mata yang memerah dan penuh harap. "Cara apa, Guru? Katakan! Aku tidak peduli! Aku bersedia melakukan apa saja!"Andez menelan ludah, suaranya bergetar. "Memasukkan iblis ke dalam tubuhmu. Membiarkan energi pe

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1147

    Scholar berdiri tegak, meski wajahnya diliputi kebingungan dan ketegangan. Sinar matanya menajam ketika suara pintu mobil terbuka, diikuti langkah pelan kepala pelayan tua yang sangat dikenalnya.“Ada apa ini? Bukankah aku sudah menyuruhmu pergi?” teriak Scholar, nadanya tajam, namun mengandung nad

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1186

    “Bukankah kau berjanji tak akan menyentuhnya? Kau sendiri yang memintaku untuk mengundangnya ke sini dengan damai!”Julian menatapnya dingin, keningnya berkerut tajam. “Tetua Irarki, kau berani membela orang luar melawan sektemu sendiri?”“Bukan membela,” jawab Irarki tenang. “Aku menepati janji. J

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1184

    Aura ketegangan belum sempat reda di aula utama Sekte Bloody ketika Irarki dari Sekte Herbivor bangkit berdiri dengan senyum sopan, namun tak bisa menyembunyikan ketidaktulusannya yang mengendap bagai racun di air bening.“Tenang saja, Tuan Nathan,” ucapnya, suaranya lembut, terlalu lembut untuk se

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status