Share

Bab 977

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-03-06 20:51:50

Melihat Nathan melarikan diri dengan gaya yang merajalela, Ging berkeinginan mengejarnya dan menghabisi dia, namun Sancho segera menghentikannya. “Tuan Sancho, anak ini terlalu arogan! Mengapa kau tak ambil kesempatan untuk langsung membunuhnya? Walaupun Tuan Ryujin mungkin menyalahkan, kita masih bisa beralasan!” tanya Ging dengan bingung.

Sancho hanya menyeringai. “Jangan khawatir, akan ada orang yang menghabisinya.”

Tak lama kemudian, Nathan, dengan tubuhnya yang terluka, menyeret diri kemba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2586

    Mendengar tawaran itu, jantung Ragna berdebar. Dia segera bertanya, "Apa kau benar-benar punya cara untuk menghadapi penjaga Bunga Awan Putih itu?""Tentu saja. Kalau tidak, untuk apa aku bersusah payah datang ke sini?" Leva menjawab dengan penuh percaya diri.Ragna terdiam sejenak untuk mempertimbangkannya, sebelum akhirnya mengangguk. "Baiklah, aku setuju. Kau boleh mengambil Bunga Awan Putih, lalu bangkai penjaga Bunga Awan Putih harus menjadi milikku!""Tidak masalah!" Leva langsung merasa lega. Dia mengulurkan tangan kepada Ragna.Ragna menyambut uluran tangan itu. Jabat tangan tersebut menandai dimulainya kerja sama kedua kelompok."Lalu, bagaimana kita menghadapi kawanan serigala ini?" Ragna melirik serigala-serigala yang mengepung mereka sebelum bertanya."Kita hanya perlu menerobos keluar. Dengan bubuk penangkal serigala ini, kurasa mereka tidak akan berani menyerang." Sambil berbicara, Leva kembali membagikan bubuk penangkal serigala kepada Ragna dan anak buahnya, lalu memin

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2585

    Leva terkejut melihat Ragna tiba-tiba membawa anak buahnya menyerbu ke arahnya. Dia segera melompat ke depan dan menghadang jalan mereka.Bagaimanapun, selama Nathan dan kelompoknya masih berguna, Leva tidak akan membiarkan Ragna mencelakai mereka."Leva, kau sengaja memancing kami masuk ke tengah kawanan serigala ini! Jangan kira kau bisa menghindari serangan mereka hanya dengan mengandalkan bubuk obat!" Ragna menggeram marah. "Aku akan menghadapimu sekarang. Aku ingin melihat bagaimana kau akan menghadapi kawanan serigala itu setelah ini!"Begitu selesai berbicara, Ragna langsung mengayunkan pedang panjangnya ke depan. Sebuah tebasan tajam melesat dengan kecepatan luar biasa dan seketika membunuh seorang penduduk desa.Ragna benar-benar bertindak tanpa ampun. Dia bahkan tidak menunjukkan keraguan sedikit pun saat membunuh orang tersebut.Melihat serangan itu, Leva segera mengeluarkan sepasang gunting berkilauan keemasan dan menerjang Ragna. Zavian juga tidak tinggal diam. Dia melomp

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2584

    Gelombang aura kawanan serigala menyapu area tersebut, membuat suasana semakin mencekam. Merasakan begitu banyak aura serigala, wajah semua orang seketika pucat pasi. Bahkan Zavian pun mulai terlihat gugup."Bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan? Jangan-jangan kita sudah dikepung oleh kawanan serigala?" tanyanya cemas.Leva mengangguk tenang. "Benar. Aku memang sengaja membawa kita ke sini."Zavian menatapnya dengan tidak percaya. Namun, Leva segera mengeluarkan sebuah kantong kain dan menjelaskan, "Aku membawa bubuk penangkal serigala. Bubuk ini bisa mengusir mereka, jadi kita tidak perlu khawatir akan diserang.""Aku justru ingin membuat Ragna mati di tengah kawanan serigala ini!" Setelah mengatakan itu, Leva menyerahkan kantong berisi bubuk tersebut kepada Zavian. "Bagikan kepada semua orang dan minta mereka menaburkannya pada pakaian masing-masing!"Zavian mengangguk, lalu segera membagikan bubuk penangkal serigala itu kepada seluruh anggota rombongan. Dia juga menginstr

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2583

    Tak lama kemudian, beberapa aura kuat muncul dari kejauhan. Sesaat setelah itu, sejumlah sosok mulai terlihat mendekat.Semua orang saling berpandangan dengan terkejut. Mereka sama sekali tidak menyangka akan bertemu manusia di tempat seperti ini. Bagaimanapun, para penduduk desa yang biasa berburu jarang sekali berani menjelajah sejauh ini.Melihat kedatangan kelompok tersebut, ekspresi Leva dan Zavian langsung berubah serius."Leva, sepertinya kau datang agak terlambat..."Seorang pria dengan janggut pendek menatap Leva sambil tersenyum tipis."Ragna, bukankah kau juga baru tiba? Kau tidak lebih cepat dariku." Leva membalas dengan wajah muram.Pria bernama Ragna itu hanya tersenyum. Dia kemudian melirik orang-orang di belakang Leva dan berkata dengan nada mengejek, "Dengan hanya membawa orang-orang seperti ini, kalian pikir bisa mendapatkan Bunga Awan Putih?""Berhasil atau tidak, itu bukan urusanmu. Kau datang ke sini untuk mendapatkan Herba Awan Emas, bukan? Kalau begitu, kita lih

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2582

    Sosok itu perlahan berbalik. Bulu yang menutupi tubuhnya membuat Nathan segera menyadari bahwa orang di hadapannya merupakan makhluk iblis yang sedang menyamar dalam wujud manusia.Kemampuan untuk berubah dari wujud binatang menjadi manusia menunjukkan bahwa kekuatannya pasti tidak rendah. Bahkan, kekuatannya jelas melampaui kemampuan Nathan saat ini.Namun, Nathan sama sekali tidak merasa gugup. Kekuatan di dalam tubuhnya merupakan senjata andalannya untuk menghadapi makhluk buas. Sekalipun dia tidak mampu mengalahkan lawannya, setidaknya makhluk tersebut tidak akan mudah mencelakainya."Lalu, siapa sebenarnya dirimu? Kenapa tubuhmu memiliki aura manusia sekaligus aura makhluk ilahi?" Sosok itu justru balik bertanya.Nathan tidak menjawab. Dia sama sekali belum mengetahui maksud kedatangan orang tersebut.Bagaimana mungkin dia begitu saja mengungkapkan identitasnya?Keduanya terdiam dan hanya saling menatap dengan penuh kewaspadaan. Tak satu pun dari mereka bersedia mempercayai pihak

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2581

    "Lukas, Nathan benar. Kita tidak boleh sembarangan memperlihatkan kekuatan maupun kartu truf kita kepada orang lain. Jika mereka mengetahui bahwa Nathan memiliki Cincin Ruang, bukan tidak mungkin mereka akan bersekongkol untuk merebutnya.""Zavian dan kakak seperguruannya bahkan mungkin mengincar Cincin Ruang itu. Kalau sampai mereka menargetkan kita, menurutmu apakah kita berempat sanggup menghadapi kekuatan Zavian?"Leon turut memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajari Lukas.Mendengar penjelasan mereka, Lukas akhirnya mengangguk. "Aku mengerti..."Setelah seluruh rombongan pergi, sesosok pria yang tubuhnya dipenuhi bulu perlahan mendekati bangkai serigala tersebut.Dia berjongkok dan mencabut anak panah yang menancap di kepala serigala itu.AWOOO—!Sesaat kemudian, pria itu mengeluarkan lolongan panjang dari mulutnya. Ratusan serigala segera berdatangan dari segala penjuru.Dengan memimpin lebih dari seratus ekor serigala, pria itu pun bergerak mengejar Nathan dan rombongannya."I

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1719

    Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status