Short
Semua Diberikan Kepada Putri Angkat, Aku Memilih Pergi Dari Rumah

Semua Diberikan Kepada Putri Angkat, Aku Memilih Pergi Dari Rumah

Von:  GingerAbgeschlossen
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Kapitel
1.0KAufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Zusammenfassung

Putri Kaya Asli vs Palsu

Keluarga Asal

Pilih Kasih/Egois

Sekeluarga Mengejar

Drama

Hari pindahan ke rumah baru, ibuku mengirim gambar denah rumah ke grup keluarga. Rumah dengan tiga kamar tidur dan satu ruang tamu. Di samping setiap kamar tertulis nama penghuninya. Kamar utama untuk Ayah dan Ibu, kamar kedua untuk kakakku, sedangkan kamar yang menghadap ke selatan dengan sinar matahari terbaik bertuliskan, "Kamar Tasha". Ayah Tasha meninggal karena tenggelam saat menyelamatkan kakakku yang hanyut. Sejak menjadi yatim piatu, dia dibawa ke keluarga kami dan dibesarkan sebagai anak kandung selama sepuluh tahun. Aku memperbesar lalu memperkecil gambar itu dan memeriksanya dua kali, tetapi tetap tidak menemukan namaku. Aku bertanya kepada Ibu. Dia tertegun sesaat, seolah baru teringat akan hal itu. "Bukannya kamu bilang nanti ingin lanjut S2 di luar kota? Kalau sudah diterima, kamu juga akan pindah. Kalau kamarnya dibiarkan kosong nanti sayang." "Tasha berbeda. Ayahnya meninggal demi keluarga kita. Di dunia ini dia sudah nggak punya rumah lain. Kamar besar ini memang harus disiapkan untuknya." Kakakku sudah sibuk membantu Tasha memilih gorden. Motif bunga warna merah muda, kesukaannya. Sementara pacarku yang sudah tiga tahun bersamaku, Tristan, sedang mengangkat rak buku yang baru selesai dirakit ke kamarnya, lalu bertanya dengan suara pelan apakah dia ingin ditambahkan satu papan lagi untuk meletakkan koleksi figurin. Aku duduk di atas kardus di ruang tamu, memandangi semua orang yang sibuk mondar-mandir. Ternyata bukan karena mereka melupakanku. Melainkan karena, di alam bawah sadar mereka, sudah sewajarnya aku menyerahkan semua yang menjadi milikku demi membalas budi itu. Bahkan, pacarku pun telah menjadi bagian dari kompensasi untuk Tasha. Kalau di denah rumah itu memang tidak ada tempat untukku, maka aku akan menyerahkan semuanya kepada mereka. Aku menunduk dan membuka ponsel, lalu menandatangani perjanjian kerahasiaan untuk bergabung dengan pangkalan di wilayah barat laut selama lima tahun tanpa boleh pulang. Kali ini, aku benar-benar akan pergi dan tidak akan pernah kembali lagi.

Mehr anzeigen

Kapitel 1

Bab 1

Begitu perjanjian itu kutandatangani, jemariku masih gemetar. Namun, tidak seorang pun di ruang tamu menyadarinya.

Tristan keluar dari kamar Tasha. Keningnya dipenuhi butiran keringat tipis. Dia mengambil sebotol air mineral di atas meja, lalu meneguknya beberapa kali.

Aku memanggilnya, "Tristan, kamu sudah sibuk seharian. Istirahat dulu."

Dia menyeka sudut mulutnya dengan punggung tangan, tetapi pandangannya sudah melayang ke arah kamar Tasha. "Nanti saja. Batang gorden di kamar Tasha agak miring. Aku masuk sebentar untuk betulin."

Dia meletakkan botol air begitu saja, lalu berbalik masuk lagi. Saat melewatiku, bahkan dia tidak melirikku sedikit pun.

Sudah tiga tahun. Tristan tidak pernah begitu bersungguh-sungguh membantuku melakukan apa pun.

Di hari aku pindah ke asrama kampus, lima kardus besar kuangkat sendiri satu per satu sampai lantai enam. Katanya dia mendadak ada urusan sehingga tidak bisa datang. Belakangan, aku melihat unggahan di media sosial Tasha. Hari itu ternyata dia menemani Tasha pergi ke taman hiburan.

Ibu menjulurkan kepala dari dapur. Celemeknya bahkan belum sempat dipakai.

"Daria, kenapa cuma duduk saja? Bantu Tasha ganti seprai. Satu set seprai baru ada di kantong dekat pintu."

Aku melirik beberapa kardus berisi barang-barangku yang bertumpuk di sudut lorong. Letaknya miring dan berantakan, sampai menutupi setengah jalan. Tidak ada yang membantuku memindahkannya, bahkan tidak ada yang bertanya harus ditaruh di mana.

"Bu, barang-barangku ditaruh di kamar yang mana?"

Ibu mengangkat dagunya ke arah sebuah pintu kecil dan sempit di samping balkon. "Rapikan saja gudang itu dulu buat kamu tinggal. Bukannya dulu kamu juga pernah tinggal di sana?"

Waktu itu, saat Tasha baru datang ke rumah kami.

Tahun itu kakakku bermain air di tepi sungai. Kakinya terpeleset lalu jatuh ke sungai. Kebetulan Paman Banyu, ayah Tasha, sedang lewat. Dia langsung melompat ke sungai dan berhasil mengangkat kakakku ke tepi, tetapi dirinya sendiri terseret arus bawah.

Saat itu, ibulah yang menelepon Paman Banyu dan memintanya datang ke sungai untuk membantu menjaga anak-anak.

Rasa bersalah itu tidak pernah bisa Ibu lepaskan seumur hidupnya. Karena itu, pada hari Tasha dibawa masuk ke rumah kami, Ibu memeluknya sambil menangis sepanjang sore.

"Mulai sekarang ini rumahmu. Nggak akan ada yang boleh membuatmu merasa dirugikan."

Lalu dia berbalik kepadaku dan berkata, karena Tasha baru saja kehilangan ayahnya, aku harus menyerahkan kamarku untuk sementara dan berdesakan beberapa hari saja.

"Beberapa hari" itu akhirnya berubah menjadi genap satu tahun.

Kini, kejadian itu terulang lagi.

Aku memeluk bantal dan selimut tipis, lalu masuk ke gudang.

Luasnya bahkan tidak sampai empat meter persegi. Di dalamnya penuh dengan ember pel, alat kebersihan, dan barang-barang bekas. Bau lembap bercampur jamur langsung menyergap hidung. Tidak ada jendela, hanya sebuah lampu bohlam tanpa kap yang berdengung pelan.

Aku menggelar matras yoga di lantai semen. Itulah yang menjadi tempat tidurku.

Malam harinya, Ibu memesan semeja penuh makanan untuk merayakan pindah rumah.

Ikan bakar, ayam goreng, mille crepe mangga, memenuhi meja ruang tamu. Semuanya adalah makanan kesukaan Tasha. Kakakku menyendokkan sayap ayam ke mangkuk Tasha. Tristan memisahkan duri dari ikan bakar untuknya dengan telaten.

Aku diam-diam menghabiskan sepiring nasi putih di depanku. Tidak ada yang menyadari bahwa aku sama sekali tidak menyentuh lauk.

Setelah selesai makan, aku berdiri dan masuk ke dapur. Aku mengambil sebungkus mi dari lemari, lalu merebus sedikit air.

Suara Ibu langsung menyusul dari belakang, "Sedang apa? Semua orang lagi makan, kenapa malah masuk dapur?"

"Aku mau masak mi."

"Sudah ada semeja penuh makanan, masih saja nggak mau makan. Malah sengaja masak sendiri? Nanti Tasha jadi berpikir ini salahnya!"

Aku mematikan kompor, lalu menuangkan mi itu ke dalam tempat sampah.

Dari ruang tamu, Tasha menjulurkan kepala dengan gelisah. "Kak, apa kamu memang nggak suka makanan ini? Besok aku bilang ke Bibi supaya pesan makanan yang kamu suka ...."

Kakakku melambaikan tangan dengan kesal. "Cuma makan saja bisa bikin masalah. Sudahlah, nggak usah pedulikan dia."

Tristan tidak mengatakan apa pun. Dia hanya tersenyum tipis, lalu kembali menunduk mengupaskan udang untuk Tasha. Tidak ada sedikit pun niat jahat dalam senyumnya. Namun, justru itu lebih menyakitkan daripada kata-kata menyalahkan apa pun.

Karena dia bukan sengaja mengabaikanku. Dia benar-benar merasa bahwa semua ini tidak ada hubungannya dengan dirinya.

Aku kembali ke gudang dan menutup pintu. Aku lapar. Namun, sudah tidak ada lagi yang bisa dimakan.

Aku berbaring di atas matras yoga. Layar ponselku masih menampilkan perjanjian kerahasiaan yang sudah kutandatangani. Tertulis jelas bahwa selama masa tugas lima tahun, aku tidak boleh meninggalkan pos tanpa izin.

Perjanjian ini direkomendasikan langsung oleh dosen pembimbingku. Dia mengatakan bahwa, berdasarkan skripsi dan kemampuan analisis dataku, di seluruh tim penelitian hanya akulah yang paling cocok.

Namun, aku tidak pernah menceritakannya kepada siapa pun.

Percuma saja.

Di rumah ini, jurusanku, prestasiku, dan semua usaha yang kulakukan, tidak pernah layak untuk dibicarakan.

Tanggal lapor: 15 Agustus.

Masih tersisa 23 hari.

Dua puluh tiga hari lagi, aku akan benar-benar menghilang dari rumah ini. Mungkin mereka baru akan sadar setelah waktu yang sangat lama, bahwa gudang kecil itu sudah kosong.

Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Keine Kommentare
10 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status