LOGINPada hari ketika hasil ujian masuk perguruan tinggi diumumkan, aku refleks berteriak ke arah ruang tamu. "Ayah, Ibu, aku dapat tujuh ratus dua puluh poin!" "Aku bisa pergi ke Universitas di Sentara untuk bareng Kakak dan Ardi!" Namun yang menjawabku, tetap saja hanya keheningan. Di atas sofa, duduk empat boneka kecil. Ayah, ibu, kakak, dan, Ardi, sahabat masa kecilku. Mereka menatapku dengan mata bulat, sama seperti pada malam-malam tak terhitung sebelumnya, hanya menemaniku dalam diam. Baru saat itu aku teringat. Setahun lalu, adikku yang bernama Citra jatuh sakit. Mereka berkata, itu karena nilai akademisku yang terlalu bagus dan membuatnya tertekan hingga hampir bunuh diri. Akhirnya, aku menjadi orang yang paling harus disembunyikan dalam keluarga, dan diusir ke rumah sewa ini. Malam pertama setelah pindah, seorang pemabuk dari rumah sebelah salah menggedor pintu. Aku bersembunyi di balik selimut, merasa ketakutan hingga tak berani mengeluarkan suara saat menangis. Aku hanya bisa berulang kali menelepon ayah, ibu, kakak, dan Ardi. Di ujung telepon, yang terdengar hanyalah nada sibuk yang dingin. Menjelang fajar, ibu baru mengirim satu pesan singkat. [Jangan menelepon lagi, Citra akan sedih kalau melihat nomormu.] Sejak saat itu, aku membuat empat boneka kecil yang menyerupai mereka. Mereka menemaniku makan dan tidur. Mendengarkan setiap kemajuan yang kucapai, juga mendengarkan kesedihanku yang tak bisa kuceritakan pada siapa pun. Namun saat air mataku jatuh, aku tidak lagi memeluk boneka-boneka itu. Setelah terlalu lama berjalan sendirian dalam kegelapan, akhirnya aku memiliki keberanian untuk tidak lagi menoleh ke belakang.
View MorePada hari ketiga setelah Ardi meninggalkan Kota Harbor, kasus Keluarga Pradana menjadi berita.Awalnya, hanya wawancara dari stasiun televisi yang tidak jadi ditayangkan.Ada yang merasa heran.Padahal Naya adalah juara pertama tingkat provinsi, tetapi keluarganya sendiri tidak ada yang tahu dia pergi ke mana.Kemudian, tetangga di rumah sewaan itu diwawancarai.Dia mengatakan bahwa gadis muda itu tinggal sendirian selama setahun, pendingin ruangannya rusak tapi tidak ada yang memperbaikinya, dan saat listrik padam di tengah malam, hanya bisa berjongkok di lorong sambil menangis.Ada pula yang mengungkit kembali perkataan pemilik kedai teh susu.Katanya, ibu dari sang juara provinsi pernah mengambil gaji satu bulannya, lalu menggantinya dengan uang palsu.Judul beritanya sangat menyakitkan.[Juara pertama provinsi Ujian Akhir Nasional diusir dari rumah oleh keluarganya, tinggal sendirian selama setahun lalu kehilangan kontak.][Adiknya lulus masuk universitas dan seluruh keluarga meray
Setengah bulan kemudian, Ardi akhirnya berhasil mencari tahu kabar tentangku dan datang ke Kota Harbor.Hari itu, begitu aku keluar dari perpustakaan, saat menunduk aku langsung melihatnya berdiri di bawah tangga.Dia tampak sedikit kurus, dengan lingkaran hitam di bawah matanya.Begitu melihatku, dia seolah-olah akhirnya bisa bernapas lega. Lalu memanggilku."Naya."Dia berjalan mendekat dengan langkah cepat, suaranya terdengar serak."Aku sudah lama mencarimu."Aku menghentikan langkah, tidak berlari menghampirinya seperti dulu.Aku hanya menatapnya dengan tenang dan bertanya."Ada apa?"Ardi tertegun sejenak.Mungkin dia tidak menyangka kalau aku akan berbicara seperti ini padanya.Lagipula, aku yang dulu akan tetap bicara padanya dengan lembut, meskipun sedang marah.Dia menggenggam erat benda di tangannya, lalu berkata pelan."Naya, aku salah. Seharusnya kau bisa masuk ke Universitas Primora."Sambil berkata begitu, dia menyerahkan kartu pos yang telah direkatkan kembali itu kepad
Setelah wartawan pergi, ruang tamu Keluarga Pradana menjadi sunyi senyap.Di atas meja, surat penerimaan kuliah Citra masih tergeletak terbuka.Tadi semua orang berkumpul di sekitarnya sambil tertawa.Namun kini, tak ada yang meliriknya lagi.Ayahlah yang pertama kali bereaksi, dia langsung mengambil kunci mobil dan berjalan keluar. Lalu berkata singkat."Aku akan ke sekolah." "Aku ingin tahu, ke mana sebenarnya dia mendaftar."Ibu mengikuti dari belakang, langkahnya agak tergesa-gesa.Kakak dan Ardi juga ikut serta.Hanya Citra yang duduk di sofa, wajahnya pucat.Dia ingin memanggil mereka.Namun setelah membuka mulut, pada akhirnya tidak ada satu kata pun yang keluar.Sekolah sudah libur, di ruang guru hanya tersisa wali kelas seorang diri.Melihat mereka datang bersama, ekspresi wajahnya sama sekali tidak terkejut, seolah sudah lama menduga hari ini akan tiba.Ibu langsung menghampiri dan bertanya."Bu Sari, Naya pergi ke mana? Apa dia sengaja tidak memberitahu kami?"Bu Sari meman
Hari ketika aku tiba di Kota Harbor, hujan gerimis sedang turun.Di luar stasiun ada banyak orang.Saat aku berjalan keluar sambil menyeret koper, roda koper itu melintasi genangan air di aspal dan mengeluarkan suara yang sangat pelan.Tidak ada yang menjemputku.Juga tidak ada yang berdiri di tengah kerumunan sambil memanggil namaku.Anehnya, aku sama sekali tidak merasa sedih.Selama bertahun-tahun, aku selalu menunggu.Menunggu ayah dan ibu menoleh padaku.Menunggu kakak memujiku.Menunggu Ardi ingat bahwa dia pernah berjanji akan menungguku.Namun, setelah menunggu begitu lama, barulah aku menyadari.Ternyata, tidak menunggu justru membuatku jauh lebih lega.Setelah menyalakan ponsel, layar langsung menampilkan belasan panggilan tak terjawab.Dari ibu, ayah, kakak, dan juga Ardi.Aku melihatnya sebentar, jari-jariku berhenti di atas layar.Dulu, aku pasti langsung menelepon balik.Bahkan meski tahu bahwa yang menungguku di ujung telepon kemungkinan besar adalah cercaan.Tapi kali i






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.