Compartilhar

Bab 397

Autor: Waterverri
last update Data de publicação: 2025-12-08 03:17:02

Rabu sore, Maya sedang rapat online ketika Karyo masuk ke ruang kerja membawa segelas jus.

"Ma, jangan lupa minum," bisiknya sambil menaruh gelas di samping laptop.

Maya mengangguk sambil terus bicara dengan client. Tangannya refleks meraih gelas, minum tanpa melihat—kepercayaan total pada apa pun yang diberikan Karyo.

Setelah rapat selesai, Maya menatap gelas kosong. "Papa, ini jus apa? Enak banget."

"Jus alpukat cam

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (5)
goodnovel comment avatar
Redmi Baru
wlupun gua sebel sama si irwan yg bego tp gua gx rela kalo endingnya maia sama karyo. maia n karyo udh kelewatan batas. apalagi maia masa anxnya hrs ada nama dia n karyo bikin kesel bacanya. cptan dong thor bikin irwan nya sadar.
goodnovel comment avatar
yayaku72
iya kan mbak...jijik dgn maya dan karyo...
goodnovel comment avatar
virna putri
Helooowww Irwan where are u??? Smg sj bayi nya sehat, selamat.. apa yg akan terjadi klo bayi KARYA mengalami sesuatu dan tdk bisa diselamatkan?? Maya Karyo terlalu hiper.. semua batas sdh dilanggar.. Karyo sang penguasa.. msh lama ga ya ketauan saudara atau siapa gitu keadaan mrka yg spt itu..
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 644 (Tamat)

    Malam itu, setelah anak-anak tidur, Irwan memasuki kamar utama.Maya dan Ratih sudah di tempat tidur. Mereka berbaring berdekatan, berbisik tentang sesuatu yang membuat mereka tertawa pelan. Tangan Ratih bermain dengan rambut Maya. Tangan Maya melingkar di pinggang Ratih.Irwan berhenti di ambang pintu, mengamati mereka.Empat tahun yang lalu, pemandangan ini mungkin akan membuatnya cemburu, marah, atau minimal tidak nyaman. Sekarang? Sekarang dia hanya merasa... tenang.Maya mendongak, melihatnya berdiri di sana. Senyumnya mengundang. "Sini."Irwan menutup pintu dan mendekati tempat tidur. Dia berbaring di sisi Maya, tangannya melingkari pinggang istrinya.Untuk beberapa menit, mereka hanya berbaring bertiga dalam keheningan yang nyaman. Napas yang teratur. Kehangatan tubuh yang saling berbagi.Lalu tangan Irwan mulai bergerak. Menelusuri pinggang Maya, naik ke punggungnya. Bibirn

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 643

    Satu Tahun KemudianMalam sudah larut saat Ratih keluar ke teras belakang.Dia tidak bisa tidur. Lagi. Sudah setahun, tapi kadang-kadang bayangan Karyo masih muncul dalam mimpinya. Senyumnya. Suaranya. Tangannya yang kasar tapi selalu lembut padanya.Teras belakang gelap, hanya diterangi cahaya bulan. Ratih hampir berbalik masuk saat dia melihat sosok lain sudah duduk di sana.Maya."Nggak bisa tidur juga?" Maya bertanya tanpa menoleh.Ratih duduk di sampingnya. "Nggak."Mereka duduk dalam keheningan. Memandang taman yang masih terawat—Irwan yang mengambil alih tugas berkebun setelah Karyo pergi, meski hasilnya tidak sebaik tangan aslinya."Aku kangen dia." Maya berbisik.Ratih tidak menjawab. Tidak perlu. Dia merasakan hal yang sama setiap hari."Ceritain aku tentang dia." Maya menoleh. "Waktu kalian pertama ketemu. Gimana Ma

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 642

    Ratih kembali mendekat.Dia duduk di sisi lain Karyo, melengkapi formasi mereka lagi. Dani diserahkan ke Irwan yang berdiri sedikit menjauh.Untuk pertama kalinya, Maya benar-benar melihat Ratih.Bukan sebagai pembantu. Bukan sebagai saingan. Bukan sebagai wanita yang berbagi suaminya.Hanya sebagai wanita lain yang mencintai pria yang sama.Mata mereka bertemu di atas tubuh Karyo yang sekarat.Ada pengertian di sana. Pengakuan tanpa kata.Kita berdua kehilangan dia.Karyo melihat kedua wanita di sisinya. Napasnya semakin pendek, semakin jarang."Dik Maya. Ratih." Suaranya hampir tidak terdengar. "Jaga satu sama lain. Jangan... jangan bertengkar. Anak-anak... besarkan bareng."Pesan sederhana. Bukan wasiat formal. Bukan permintaan rumit. Hanya kata-kata terakhir dari pria yang tahu waktunya hampir habis.Maya mengangguk. Ratih me

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 641

    Dani berlari keluar dari pintu depan."Bapak! Bapak pulang!"Kaki-kaki kecilnya berderap di lantai teras, melewati Ratih yang berdiri mematung, melewati Irwan yang sudah bersiap. Bocah lima tahun itu tidak mengerti tatapan cemas ibunya atau ketegangan di bahu Om Irwan. Yang dia tahu hanya satu—Bapak sudah pulang.Karyo melihat anaknya berlari mendekat. Senyumnya melebar. Dia mengangkat tangan, bersiap menangkap tubuh mungil itu dalam pelukan.Kakinya melangkah maju.Satu langkah.Lututnya menyerah.Dunia berputar. Langit sore yang keemasan tiba-tiba miring. Karyo merasakan tubuhnya jatuh—perlahan, seperti dalam mimpi—sebelum lengan kuat menangkapnya dari belakang.Irwan."Pak Karyo!"Suara Maya. Panik. Langkah sepatu hak tinggi di lantai teras.Karyo merosot dalam pelukan Irwan, tubuhnya berat seperti karung beras basah.

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 639

    Mereka check-out siang itu.Maya berdiri di tengah kamar untuk terakhir kalinya, matanya menyapu setiap sudut. Tempat tidur yang sudah rapi. Sofa tempat mereka pertama kali bercinta di trip ini. Jendela dengan pemandangan Jakarta."Mas.""Ya?""Makasih." Maya berbalik menghadap Karyo. "Buat dua minggu ini. Buat semua kenangan. Buat..." Suaranya pecah. "Buat cinta Mas."Karyo memeluknya erat. "Saya yang harusnya berterima kasih. Dik kasih saya... semuanya."Mereka berdiri begitu selama beberapa menit. Tidak ada yang mau melepaskan.Akhirnya Karyo yang mundur duluan. "Ayo. Mereka nunggu di rumah."Di mobil, perjalanan pulang terasa terlalu cepat. Maya menatap keluar jendela, tangannya menggenggam tangan Karyo."Mas.""Hmm?""Kalau anaknya lahir..." Maya menyentuh perutnya. "Aku mau Mas yang pilih namanya."Karyo tersenyum—s

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 638

    Hari keenam sampai kesepuluh berlalu dalam ritme yang memabukkan.Setiap pagi dimulai dengan tubuh yang saling mencari—kadang lembut dan mengantuk, kadang lapar dan tidak sabar. Maya belajar membaca mood Karyo dari cara pria itu menyentuhnya. Sentuhan di pinggang berarti mau pelan. Cengkeraman di rambut berarti mau kasar."Mas." Maya terengah di pagi ketujuh, tubuhnya masih bergetar pasca klimaks. "Kok Mas selalu tau apa yang aku mau?""Badan Dik yang ngasih tau." Karyo mencium bahunya. "Saya cuma dengerin."Siang mereka habiskan untuk menjelajah kota. Tempat-tempat yang tidak pernah mereka kunjungi bersama—museum, galeri seni, taman-taman tersembunyi. Maya memotret semuanya. Karyo di depan lukisan. Karyo makan bakso pinggir jalan. Karyo tertidur di bangku taman dengan mulut setengah terbuka."Hapus yang itu!" Karyo protes saat melihat foto terakhir."Nggak mau." Maya tertawa, men

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 451

    Ruangan itu hening sejenak. Dr. Andy menutup catatannya dan menatap keduanya dengan serius."Setelah mendengar penjelasan kalian, saya merasa perlu menegaskan beberapa hal penting," ujarnya. "Pertama, hubungan berbasis paksaan dan ancaman memiliki dampak psiko

    last updateÚltima atualização : 2026-03-30
  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 447

    Mentari pagi menyeruak melalui jendela dapur, menyinari mangkuk dan piring yang ditata rapi di meja makan. Maya berdiri sendirian, satu tangan mengelus perutnya yang mulai membuncit, tangan lainnya mengaduk secangkir teh hangat. Kehangatan cangkir di telapak tangannya me

    last updateÚltima atualização : 2026-03-30
  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 438

    Hari ketiga sejak kedatangan mereka di Jakarta tiba. Hari yang telah ditentukan Irwan untuk "sesi pertama" Karyo dengan Maya sejak Ratih ikut tinggal bersama mereka.Sepanjang hari itu, Karyo terlihat gelisah. Tangannya gemetar saat menyiram tanaman, pikiranny

    last updateÚltima atualização : 2026-03-30
  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 426

    "Aku kudu ngawasi sampeyan. Iki kabeh supaya aku iso terus ngelingke sampeyan kon jogo awak lan 'mung' nglakoni tugase tanpa njaluk luwih. Aku wedi banget nek iki kedaden maneh, iso ancur kabeh." (Aku harus mengawasi kamu. Ini semua supaya aku bisa te

    last updateÚltima atualização : 2026-03-30
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status