Share

9. Permainan Panas

Penulis: Dita SY
last update Tanggal publikasi: 2026-05-29 08:22:46

"Dani tidak pernah melihatmu seperti ini, bukan?"

Freya hanya menganggukkan kepala pelan sambil menatap Diego yang semakin mendekat.

Senyum dingin pria itu terlihat menakutkan, sama seperti Singa Kelaparan.

​Tanpa sempat melawan, Diego langsung menyambar pinggang Freya dan membawa tubuh mungil itu kembali ke atas ranjang.

"Emhh, Paman ...." Freya meringis pelan.

​"Lakukan," bisik Diego serak, menuntun tangan Freya yang gemetar hebat menuju miliknya yang sudah menegang keras dan berukuran besar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Mutmainah
mendadak amnesia nih Bu dokter,gmna bisa dimasuki anaconda Segede itu tanpa merobek miliknya..? .........
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   220. Siasatnya Gagal

    "Ayolah Sayang, jangan menolak terus. Aku yakin milikku sama besar seperti Diego. Kamu akan menikmatinya juga," kekeh Zhang.Freya mendengus marah. "Jangan mendekat! Bajingan!" jeritnya dengan napas memburu."Jangan sok jual mahal denganku!" Zhang mulai tersulut emosi. Matanya memerah pekat.Melihat itu otak Freya mulai berputar cepat di tengah kepanikan yang membakar dada.Melawan secara fisik dengan kedua tangan terikat jelas membawanya pada kekalahan. Ia harus menggunakan cara lain ... berpura-pura tunduk dan menyerahkan diri untuk mengulur waktu. Ya, itu pasti bisa, pikir Freya.​Lalu ia menghentikan perlawanan mendadak. Memejamkan mata sejenak, menelan ludah, lalu mengembus napas panjang.Saat ia membuka mata, sorot matanya yang tadi penuh kebencian perlahan melunak, digantikan oleh tatapan redup yang tampak pasrah.​"Tunggu ...." bi

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   219. Paman Tolong Aku!

    "A-aku di mana?" Freya melenguh pelan sambil memegangi kepalanya yang mendadak terasa sakit luar biasa, bagai dihantam benda tumpul.​Ia menyapu pandang ke sekeliling. Matanya langsung membulat lebar saat menyadari kalau dirinya sedang berada di dalam sebuah kamar yang tampak asing.​"Tempat apa ini?" gumam Freya bingung.Seingatnya, ia sedang berada dalam perjalanan menuju hotel yang disepakati sebagai tempat janji temu dengan Zhang.Namun di tengah perjalanan, mobil yang ditumpanginya mendadak mogok di area sepi, lalu setelah itu pandangannya gelap dan ia tidak mengingat apa-apa lagi.​"Tidak mungkin!" Freya mencoba untuk bangkit dari posisi tidurnya, tetapi betapa terkejutnya ia saat menyadari kedua tangannya sudah terikat kuat di sisi ranjang. "Tolong! Lepaskan aku!" teriak Freya histeris, menyadari bahaya besar sedang mengancam.​Ruangan itu benar-

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   218. Hancur Berantakan

    BANG!​Suara ledakan susulan membahana sangat kencang. Getaran hebat itu membuat air danau terguncang dahsyat, bahkan tubuh Jackie terlempar ke tepi danau hingga tak sadarkan diri.​Dalam alam bawah sadarnya, Jackie melihat Yenzing dan Zhue tidak terselamatkan. Mereka berdua tewas dan arwah mereka melayang ke udara sambil melambaikan tangan ke arahnya.​"Yenzing, Zhue ... maafkan aku. Aku tidak punya nyali untuk menyelamatkan kalian. Aku sungguh menyesal, maaf ... semoga kalian damai di surga. Tolong jangan hantui aku. Aku tahu aku pecundang, aku tahu itu!"​Jackie menangis tersedu-sedu di dalam pingsannya, menyesali ketidakmampuannya menyelamatkan nyawa Yenzing dan Zhue. Namun, jika ia tetap bertahan di sana pun, ia tidak bisa melakukan apa-apa.​Kejadian ini mengingatkan Jackie pada peristiwa saat Dante membutuhkan donor darah. Lagi-lagi ia gagal memberikan yang terbaik untuk orang yang dikenal.​Namun, ketika kesadarannya mulai kembali, Jackie mendengar suara familiar memanggil nam

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   217. Meledak Bersama

    Duar!​Suara ledakan dahsyat menggema dari arah lantai bawah. Getaran kencang merambat hingga nyaris melempar tubuh Yenzing dan Jackie ke lantai.​"Diego benar-benar akan meledakkan tempat ini?" Mata Jackie membelalak panik.Sementara itu, Yenzing tetap berusaha keras menghantamkan tubuhnya ke pintu baja yang terkunci rapat.​Bruk! Bruk!Mata Yenzing menyempit. Berkali-kali ia meringis kesakitan sambil memegang bahunya yang terus dihantamkan ke pintu baja.Melihat perjuangan itu, Jackie hanya bisa menghela napas panjang."Zhue! Bertahanlah di dalam!" ucap Yenzing lirih.​Segala cara dilakukan Yenzing, tetapi pintu tebal itu tidak bergerak sedikit pun. Cucuran keringat membasahi wajahnya hingga pakaian yang ia kenakan basah kuyup.​Jackie yang sempat tersungkur akibat guncangan bom langsung bangkit berdiri. "Percuma! Kita harus mencari kuncinya untuk membuka pintu ini, tapi waktu kita hampir habis. Sepertinya Tuanmu sudah benar-benar murka dan berniat meratakan seluruh markas Zhang!"​

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   216. Ternyata Sekuat Itu

    Brak!​Pintu baja itu didobrak dari dalam oleh Diego. Para pengawal yang berjaga di luar terperanjat.​"Tidak mungkin!""Kepung dia!""Jangan biarkan dia pergi dari sini!"​Lima orang bersenjata langsung mengarahkan moncong pistol ke arah Diego.Salah satu dari mereka melirik ke dalam ruangan dan melihat Fu terbaring tak bernyawa dengan leher yang patah.​Kelima penjaga itu masih tak percaya. Diego, yang tadi sudah tak berdaya disetrum di kursi listrik, mampu melepaskan ikatan baja dan membunuh tangan kanan Zhang.​Dengan tenang, Diego melangkah keluar.​"Berhenti, atau ...!"​Dor! Dor! Dor!​Lima tembakan melesat kilat. Kelima penjaga itu roboh tewas sebelum sempat menarik pelatuk.​Diego menyusuri koridor bawah tanah yang remang-remang menuju tangga keluar.Di perjalanan, ia mengisi amunisi senapan laras panjang yang dirampasnya dari anak buah Zhang.​Saat tiba di lantai atas, suasana tampak lengang. Zhang mungkin mengira Diego sudah sekarat sehingga tidak perlu penjagaan ketat.​"C

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   215. Video Terkirim

    "Tembak saja!""Dua orang di sana terlihat mencurigakan. Jangan-jangan mereka penyusup.""Siapkan senjata! Tembak!"​"Tunggu! Jangan gegabah! Bagaimana kalau mereka hanya nelayan biasa?"​Para anak buah Zhang saling berdebat. Senjata di tangan mereka mulai diturunkan saat melihat kedatangan Fu, tangan kanan Zhang.​"Kita amati dulu. Kalau benar mereka hanya nelayan, mereka bukan ancaman. Kalau kita asal tembak, warga setempat bisa mendatangi tempat ini dan memicu masalah baru!" tegas Fu.​"Baik!""Bubar!"​Puluhan anak buah Zhang yang menjaga tepi pulau kembali berpencar mengawasi sekitar.​"Jangan lepas pengawasan! Walau terlihat seperti nelayan, kita tidak boleh lengah!" perintah Fu.​"Baik!"​Di tengah danau, rakit yang ditumpangi Jackie dan Yenzing nyaris terbalik akibat kepanikan mereka.Namun, mereka mulai bernapas lega saat melihat moncong senjata tak lagi terarah pada mereka.​"Sepertinya anak buah Zhang mengira kita nelayan biasa," bisik Jackie.​Yenzing mengembus napas panja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   5. Haruskah?

    Freya terhenyak kaget, langkahnya tertahan di depan pintu klinik saat melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir manis di tengah parkiran.Dua orang pria bertubuh tegap dengan setelan formal tampak berdiri tegak, lalu dengan gerakan serempak melangkah menghampiri Dokter Cantik itu.​"Nona, kami dat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   4. Awal Dari Kehancuran

    Dengan langkah gontai yang tak lagi mampu menahan bobot tubuh, Dani ke luar dari ruang kerja Diego.Saat ia mendongak menatap ke depan, sekilas ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal sedang melangkah masuk ke dalam lift.​"Nadia?" gumamnya tak percaya.​Mencurigai ada sesuatu yan

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   3. Menerima

    "Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"​Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?​Namun, Freya sadar s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status