Share

Bab 358

Author: Cathy
Sudut Pandang Felicia:

Kekasihku memintanya, jadi sudah seharusnya aku mengabulkannya. Aku mengikuti Orson dengan penuh semangat menuju kamarku di lantai atas.

Aku yakin tidak ada yang menyadari kami tiba-tiba menghilang. Toh semua orang sedang sibuk.

Lagi pula, aku sangat merindukan Orson. Kenapa aku harus menolaknya sekarang?

Cepat atau lambat, kami akan menikah dan menjadi pasangan sah di mata semua orang. Kami memang ditakdirkan bersama. Aku pun sudah tidak punya alasan lagi untuk terus jual
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 361

    Setahun berlalu begitu cepat setelah pernikahan Felicia dan Orson.Trinity sedang mengemudi menuju Perusahaan Logistik Baskoro. Tiba-tiba, dia menyadari ada mobil yang mengikutinya.Dia langsung merasa tidak tenang dan mulai mempercepat laju mobilnya. Dia takut orang itu punya niat buruk dan mungkin berniat menyakitinya. Dengan meningkatnya angka kriminalitas belakangan ini, ketakutannya bukanlah sesuatu yang tidak masuk akal.Dia pertama kali menyadari keberadaan mobil yang sama setelah pulang dari kampus. Awalnya, dia tidak menghiraukannya dan mengira mereka hanya kebetulan menuju ke arah yang sama.Namun, ketika dia akhirnya mulai menjalani kehidupan yang tenang dan sepenuhnya berfokus pada kuliah serta rumah, seseorang justru mulai mengikutinya.Hal itu membuatnya takut. Yang dia inginkan hanyalah kehidupan yang damai, jauh dari rasa sakit dan masalah.Begitulah kehidupannya sejak pernikahan Felicia dan Orson. Dia juga sudah berhenti mengejar Dante.Terakhir kali mereka berbicara,

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 360

    Sudut Pandang Felicia:"Kamu yakin? Apa kamu bisa membagi waktu antara Perusahaan Logistik Baskoro dan Grup Sandiaga? Nantinya kamu mungkin malah nggak punya cukup waktu untuk kami, Orson," ucapku.Aku benar-benar khawatir. Aku tidak ingin Orson menjadi terlalu sibuk sampai tidak punya waktu lagi untukku dan anak-anak kami.Aku sendiri pernah belajar mengurus perusahaan itu sebelum akhirnya tahu aku hamil. Aku tahu betapa beratnya pekerjaan itu. Orson sudah memiliki beberapa bisnis yang harus dikelola, termasuk showroom mobilnya. Aku masih ingat dulu dia jarang pulang ke rumah karena sangat sibuk.Sekarang, Grup Sandiaga juga akan menjadi tanggung jawabnya. Tidak seperti keluarga lain yang saling berebut warisan, situasi kami berbeda. Ayah tidak memiliki ahli waris selain aku. Itulah sebabnya dia ingin memercayakan perusahaan itu kepada calon menantunya."Tenang saja. Aku bisa mengaturnya. Demi keluarga kita, aku pasti bisa," kata Orson sambil tersenyum.Aku tahu dia sedang berusaha me

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 359

    Sudut Pandang Felicia:Aku perlahan bangun dari tempat tidur, lalu berjalan menuju walk-in closet untuk mencari pakaian yang lebih nyaman.Aku berniat membicarakan pernikahanku dengan Orson kepada Ayah. Aku ingin memastikan semuanya sudah jelas.Sebelum malam ini berakhir, aku ingin mengetahui dengan pasti seperti apa hubungan kami ke depannya, memastikan bahwa kali ini aku benar-benar yakin untuk menikah dengan Orson.Setelah berganti pakaian, aku keluar dari walk-in closet.Orson sedang mendengkur pelan. Dia tertidur nyenyak setelah semua yang terjadi di antara kami.Aku sempat ingin membangunkannya, tetapi kemudian mengurungkan niat. Untuk saat ini, biarkan dia beristirahat.Aku membenarkan selimutnya, lalu membungkuk dan mengecup bibirnya sebelum diam-diam keluar dari kamar.Hari sudah malam, tetapi seluruh rumah masih terang benderang. Sepertinya semua lampu dinyalakan.Aku melirik ke arah Ayah dan tak mampu menahan senyum ketika melihatnya masih asyik mengobrol dengan Mama dan Pa

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 358

    Sudut Pandang Felicia:Kekasihku memintanya, jadi sudah seharusnya aku mengabulkannya. Aku mengikuti Orson dengan penuh semangat menuju kamarku di lantai atas.Aku yakin tidak ada yang menyadari kami tiba-tiba menghilang. Toh semua orang sedang sibuk.Lagi pula, aku sangat merindukan Orson. Kenapa aku harus menolaknya sekarang?Cepat atau lambat, kami akan menikah dan menjadi pasangan sah di mata semua orang. Kami memang ditakdirkan bersama. Aku pun sudah tidak punya alasan lagi untuk terus jual mahal.Setiap langkah yang kami ambil dipenuhi rasa antisipasi. Kami sama-sama memasang ekspresi serius hingga akhirnya tiba di kamarku.Setelah pintu tertutup di belakang kami, kami tak membuang waktu sedetik pun. Bibir kami langsung bertemu. Ciuman itu dipenuhi seluruh kerinduan yang selama ini kami pendam. Kami sama-sama sudah tak sabar. Tindakan kami jelas menunjukkan betapa kami saling merindukan."Felicia, apa kamu tahu sudah berapa lama aku memimpikan ini? Kamu selalu ada dalam mimpiku.

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 357

    Sudut Pandang Felicia:Aku tak mampu menghapus senyum di wajahku saat melihat orang-orang yang sudah membesarkanku begitu sibuk memperhatikan si kembar. Aku sama sekali tidak menyangka mereka akan menyambut cucu-cucu mereka dengan begitu hangat.Mereka bahkan seolah enggan melepaskan kedua bayi itu.Kami duduk di gazebo sambil menunggu makanan yang dipesan Ayah dari koki pribadi kami. Makan malam kali ini terasa begitu istimewa karena aku dikelilingi oleh orang-orang yang kusayangi.Seluruh Keluarga Baskoro akan makan malam bersama kami. Ayah bahkan mengundang mereka untuk menginap.Aku tahu mereka pasti akan menerimanya dengan senang hati. Bagaimanapun, jelas sekali mereka belum berniat membiarkan cucu-cucu mereka lepas dari pandangan mereka.Sejujurnya, aku tak pernah menyangka bisa mengalami momen seperti ini. Namun, ternyata aku salah.Masih ada harapan bagiku untuk memiliki keluarga yang utuh dan bahagia. Masih ada harapan agar anak-anakku bisa tumbuh bersama kedua orang tua merek

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 356

    Sudut Pandang Felicia:Air mata terus mengalir dari mataku saat melihat Orson menggendong si kembar secara bergantian.Ada binar kebahagiaan yang begitu jelas di matanya saat dia menghujani anak-anak kami dengan ciuman."Ya Tuhan, ini anak-anakku. Kalian berdua cantik dan ganteng sekali. Papa sudah di sini. Papa nggak akan meninggalkan kalian lagi," gumamnya.Air mataku kembali mengalir. Aku tak kuasa merasa bersalah kepada si kembar dan ayah mereka. Terutama Orson, yang sudah begitu lama merindukan kesempatan untuk bersama anak-anak kami.Aku tidak membuang waktu dan segera menghampiri mereka. Orson sedang menggendong Ethan, jadi aku menggendong Megan."Mereka menunggu kita di bawah. Aku juga ingin Mama dan Papa melihat si kembar," kataku.Dia tersenyum tipis, lalu mengangguk.Aku mengangkat tangan dan perlahan menghapus air mata di pipinya.Dia menatapku dengan terkejut."Nanti orang-orang pikir aku yang bikin kamu nangis. Aku nggak mau kelihatan kayak orang jahat," godaku sambil ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status