Share

Bab 45

Author: Cathy
Sudut Pandang Ryan:

Aku menggebrak setir dengan telapak tanganku. Percakapanku dengan petugas di kantor polisi terus terulang di kepalaku. Abigail sudah pergi.

"Maaf, Pak. Kami menunggu Bapak kemarin untuk membuat laporan resmi dan menyerahkan bukti, tapi Bapak nggak datang. Belum sampai lima jam setelah Bu Baskoro diproses, seorang pengacara dan seorang pria datang menjemputnya," kata petugas itu dengan nada netral.

"Siapa mereka?" tanyaku cepat, kepalaku penuh dugaan. Abigail tidak punya kenal
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Rika Widyastuti
Mau saja dikelabui Iris. Ryan payah...
goodnovel comment avatar
Elismail
Hukum Ryan biar tahu rasa, kalau aku jadi Abigail aku akan pergi jauh membawa anakku dan tak ingin kembali dengan Ryan.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 514

    "Serius? Dua bulan? Kamu bercanda? Sekarang kamu malah melarangku, padahal aku sudah memutuskan untuk setia pada satu wanita?" protes Joseph kepada dokter yang dipanggilnya untuk memeriksaku.Dokter itu adalah Dokter Matilda yang cantik dan usianya kurang lebih sebaya dengan Joseph. Dia cantik, seksi, dan terlihat kaya. Namun, kalau keluarganya tidak berada, mana mungkin dia bisa menjadi dokter, bukan?Aku hanya membiarkan dia dan Joseph berbicara. Aku merasa malu karena dokter itu benar-benar memeriksa vaginaku untuk memastikan kondisinya. Ternyata vaginaku membengkak dan terluka, sehingga dia melarang Joseph menyentuhku selama dua bulan.Namun, sepertinya Joseph tidak bisa menerima larangan itu."Kamu nggak punya pilihan. Bagian intim pacarmu sedang dalam kondisi buruk. Kalau kamu terus melampiaskan nafsumu padanya, bisa-bisa dia nggak bisa berjalan lagi," kata Matilda.Aku spontan meringis mendengarnya."Ralat. Istri. Dia istriku dan apa yang kami lakukan itu normal. Berhubungan sek

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 513

    Joseph tidak melanjutkannya, jadi setelah mengobrol beberapa saat, aku tertidur dalam pelukannya.Ya, dalam pelukannya. Apa yang bisa kulakukan? Dia tidak mau melepaskanku.Dia bilang suka memelukku, jadi aku harus membiarkannya menikmati hal itu. Katanya, ini pertama kalinya dia memeluk seorang wanita setelah berhubungan intim.Keesokan paginya, aku terbangun sendirian di atas ranjang. Kepala dan tubuhku terasa sakit, sementara tenggorokanku begitu kering. Ketika mencoba turun dari ranjang, aku merasakan nyeri yang cukup hebat di bagian intimku.Dia benar-benar sudah membuat tubuhku babak belur. Seluruh tubuhku tertutup selimut tebal. Aku bersyukur karena sepertinya Joseph sudah memakaikan pakaian kepadaku saat aku tidur.Aku sedang berusaha turun dari ranjang perlahan-lahan ketika pintu tiba-tiba terbuka, memperlihatkan Joseph yang bermandikan keringat. Sepertinya dia masih sempat berolahraga. Sementara itu, aku justru harus menanggung akibat dari perbuatannya semalam.Aku mengamatin

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 512

    Aku tidak bisa menahan air mata yang terus menggenang ketika merasakan sakit di antara kedua kakiku. Kupikir berhubungan intim itu mudah, tetapi ternyata sangat sulit. Rasanya sakit sekali, seolah-olah tubuhku sedang dibelah menjadi dua.Joseph berhenti bergerak di atasku dan menghujani wajahku dengan ciuman. Air mata terus mengalir dari kedua mataku."Maaf, aku kehilangan kendali. Aku nggak nyangka ini pertama kalinya bagimu. Maafkan aku, Sayang. Kamu hanya perlu menahannya sedikit lebih lama, nanti rasa sakitnya akan hilang. Memang begitulah prosesnya saat pertama kali," katanya lembut sambil menyeka air mataku.Tiba-tiba aku ingin menjambak rambutnya. Dia bahkan menyebutnya sebagai proses. Aku sudah membiarkannya melakukan itu, tetapi dia sama sekali tidak bersikap lembut. Dia bergerak begitu agresif.Rasanya benar-benar sakit. Aku merasa ada sesuatu yang mengganjal di bagian intimku. Aku bahkan tidak tahu seberapa jauh dia sudah melakukannya. Namun dari ekspresi wajah Joseph, aku t

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 511

    Jari-jari kakiku menekuk ketika Joseph melepaskan ciumannya dari bibirku. Ciumannya beralih ke leherku, tempat dia mengecup dan mengisap kulitku dengan lembut, sebelum perlahan turun ke belahan dadaku.Jantungku berdebar kencang. Aku sendiri tidak mengerti apa yang sedang kurasakan. Rasanya seperti terserang demam yang tidak bisa kujelaskan. Aku bahkan tidak merasakan dinginnya AC meskipun tubuhku sama sekali tidak tertutup pakaian."Ughh! Ahh, Joseph! Kamu lagi ngapain? Kenapa rasanya nikmat sekali?" tanyaku dengan suara tertahan ketika ciumannya semakin intim, sementara salah satu tangannya mulai bergerak menyusuri pahaku.Perlahan, tangannya bergerak semakin jauh dan menyentuh bagian intimku. Sentuhannya membuat sensasi menggelitik menjalar ke seluruh tubuhku. Aku merasa hampir kehilangan akal karena perasaan asing yang muncul dalam diriku.Sementara bibirnya sibuk menciumi tubuhku, tangannya terus memberikan sentuhan menggoda pada bagian intimku.Aku tidak tahu harus menoleh ke man

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 510

    "Joseph, sedang apa kamu di kamarku? Ke ... kenapa kamu tiba-tiba masuk?" tanyaku gugup.Situasi ini benar-benar memalukan. Aku kesal pada diriku sendiri karena kedua kakiku terasa begitu berat. Bahkan, untuk kembali ke kamar mandi dan mengambil handuk guna menutupi tubuh saja, aku tidak mampu bergerak.Karena mengira sedang sendirian, aku keluar tanpa mengenakan pakaian sedikit pun. Aku sama sekali tidak menyangka Joseph ternyata sedang menungguku di kamar."Ini rumahku. Kurasa nggak ada larangan bagiku untuk mengunjungimu di kamar, apalagi kita sudah menikah, bukan?" katanya dengan suara serak.Kedua tangannya bergerak dari bahuku menuju pinggang, membuat seluruh tubuhku merinding."Ta ... tapi aku masih telanjang. Tu ... tunggu sebentar, aku mau pakai pakaian dulu," kataku.Aku berusaha melepaskan diri darinya, tetapi tenaganya terlalu kuat. Dia jelas tidak berniat membiarkanku pergi. Dia memelukku erat hingga aku kembali mematung."Kenapa kamu nggak lebih berhati-hati? Kamu tahu be

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 509

    "Kalau kamu mau makan, langsung saja ke ruang makan," kata Joseph dengan dingin ketika kami turun dari mobil.Kami sudah tiba di rumah tanpa masalah, tetapi sepanjang perjalanan, dia sama sekali tidak berbicara denganku. Aku juga tidak berani bertanya karena takut dia malah membentakku."Nggak usah. Aku masih kenyang," jawabku singkat.Baru saja aku hendak berjalan lebih dulu masuk ke rumah, Joseph tiba-tiba mencengkeram lenganku. Aku menoleh ke arahnya dengan kening berkerut."Ada lagi yang mau kamu katakan?" tanyaku bingung.Dia menatapku lekat-lekat, membuatku tidak bisa menahan rasa gugup."Kenapa kamu mengobrol sama mereka? Bukankah sudah kubilang jangan bicara dengan siapa pun? Kenapa kamu nggak menuruti perintahku?"Ada sedikit kemarahan dalam suaranya.Aku tertegun. Tadinya aku mengira dia tidak akan mempermasalahkan kejadian tadi. Namun, sepertinya aku harus memberikan penjelasan panjang lebar supaya kami bisa saling memahami."Ini soal Ethan? Dia yang duluan menghampiriku. Di

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status