Share

Bab 45

Author: Cathy
Sudut Pandang Ryan:

Aku menggebrak setir dengan telapak tanganku. Percakapanku dengan petugas di kantor polisi terus terulang di kepalaku. Abigail sudah pergi.

"Maaf, Pak. Kami menunggu Bapak kemarin untuk membuat laporan resmi dan menyerahkan bukti, tapi Bapak nggak datang. Belum sampai lima jam setelah Bu Baskoro diproses, seorang pengacara dan seorang pria datang menjemputnya," kata petugas itu dengan nada netral.

"Siapa mereka?" tanyaku cepat, kepalaku penuh dugaan. Abigail tidak punya kenal
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Rika Widyastuti
Mau saja dikelabui Iris. Ryan payah...
goodnovel comment avatar
Elismail
Hukum Ryan biar tahu rasa, kalau aku jadi Abigail aku akan pergi jauh membawa anakku dan tak ingin kembali dengan Ryan.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 307

    Sudut Pandang Felicia:Di ruang makan, saat aku dan Orson duduk berhadapan sambil sarapan, aku tak mampu menahan rasa canggung.Dia sudah cukup lama menatapku. Aku sampai tidak bisa menikmati makanan yang sedang kumakan, padahal kelihatannya lezat. Sejujurnya, seumur hidupku aku belum pernah mencicipi makanan seperti ini."Kamu suka?" tanyanya.Aku menatapnya dengan bingung. Aku tidak bisa menahan rasa panas di pipiku ketika tiba-tiba teringat apa yang baru saja kami lakukan."Orson, tolong biarkan aku selesai makan dulu sebelum kamu mulai melontarkan lelucon mesum," sahutku sambil berusaha memusatkan perhatian pada makanan.Aku pun terkejut ketika mendengar dia tertawa terbahak-bahak."Kamu ini bicara apa? Memangnya salah kalau aku bertanya kamu suka makanan di depanmu nggak?" katanya.Aku bisa melihat tatapan jahil di matanya. Hal itu membuatku semakin malu.Rasanya aku ingin menghilang saja karena kebodohanku sendiri. Kenapa tiba-tiba aku memikirkan apa yang baru saja terjadi di ant

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 306

    Aku tidak bisa terus-menerus lari dari Orson. Dia sudah beberapa kali berhasil menaklukkanku. Kalau apa yang kami lakukan ternyata membuahkan hasil, pada akhirnya aku tetap akan kalah.Orson berbaring di sampingku setelah kami melewati momen intim yang begitu penuh gairah. Napas kami masih terengah-engah, sementara senyuman masih menghiasi bibir kami.Selama beberapa menit, kami tidak mengatakan apa-apa. Kami hanya menikmati momen itu.Dia menarikku ke dalam pelukannya. Aku tidak mampu menahan senyum."Selamat pagi," katanya sambil mengecup keningku."Selamat pagi," balasku sambil tersenyum.Kami benar-benar seperti orang bodoh. Hari sudah hampir pukul 9 pagi. Alih-alih sarapan, kami malah bermesraan.Aku perlahan melepaskan diri dari pelukannya. Namun, ketika hendak bangun, aku baru sadar kami berdua tidak mengenakan pakaian. Aku buru-buru menutupi tubuhku dengan selimut.Ini memang bukan pertama kalinya dia melihat tubuh telanjangku, tetapi tetap saja rasanya memalukan kalau harus be

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 305

    Inilah hal yang paling kubenci dari diriku sendiri. Setiap kali merasakan pelukan dan ciuman Orson, aku mulai kehilangan kendali.Aku tidak tahu bagaimana caranya menolak dia. Aku hanya bisa bersikap tegas ketika ada orang lain di sekitar kami, tapi begitu hanya tinggal kami berdua, seluruh akal sehatku seolah lenyap, terlebih ketika kami berciuman begitu penuh gairah.Aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Saat kembali tersadar, kami sudah berada di atas ranjang, tanpa sehelai pakaian dan sama-sama dikuasai hasrat terhadap satu sama lain.Sepertinya perkataan Dante semalam akan benar-benar menjadi kenyataan. Sepertinya si kembar akan segera punya adik. Kalau aku dan Orson sama-sama begitu menginginkan satu sama lain, mungkin tidak lama lagi aku akan hamil.Terlebih kami sama sekali tidak menggunakan pengaman."Selalu ingat ini, Felicia. Kamu nggak bisa lari dariku. Aku nggak akan melepaskanmu. Pada akhirnya, kamu akan menjadi milikku. Aku akan mencari cara untuk mengikatm

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 304

    Aku tak bisa menahan diri untuk menghela napas ketika ditinggalkan sendirian. Aku melihat sekeliling kamar dan tanpa sadar tersenyum, terutama ketika menyadari hampir semua yang kubutuhkan sudah tersedia. Ada ranjang besar, jadi sepertinya aku bisa tidur dengan nyaman sepanjang malam.Tempat ini memang tidak sebesar kamar yang biasa kutempati, tapi semua yang kubutuhkan tersedia. Ada kamar mandi juga, jadi tidak masalah.Aku menutup pintu lalu berjalan lebih jauh ke dalam kamar. Aku mengeluarkan ponsel dari tas dan terkejut melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Dante. Mereka pasti sedang mengkhawatirkanku sekarang.Aku menghela napas, lalu menekan tombol untuk meneleponnya kembali.Untung Orson tidak mengambil ponselku. Setidaknya aku masih bebas menghubungi keluargaku. Telepon baru berdering tiga kali ketika Dante langsung menjawab. Aku sudah menduga dia akan memberondongku dengan banyak pertanyaan."Kamu di mana? Kamu baik-baik saja? Kamu tahu Kakek masih belum tahu kalau

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 303

    "Kita di mana?" tanyaku sambil melihat sekeliling.Aku langsung bertanya-tanya ketika menyadari kami berada jauh dari permukiman. Tempat ini begitu sunyi. Sejauh mata memandang, hanya ada pepohonan dan berbagai tanaman."Sebenarnya aku nggak ingin membangunkanmu karena kamu tidur nyenyak sekali. Tapi aku khawatir badanmu akan pegal atau kamu merasa nggak nyaman kalau terus tidur di mobil. Ayo, lanjutkan tidurmu di dalam," katanya sambil tersenyum.Aku tak bisa menahan diri untuk kembali menatapnya. Auranya sekarang terasa berbeda. Entah kenapa, matanya terlihat begitu bahagia."Kenapa kamu bawa aku ke sini?" tanyaku.Dia terdiam sejenak sebelum menjawab. "Tentu saja karena aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu. Kamu sudah pergi begitu lama dan aku benar-benar merindukanmu," jawabnya sambil tersenyum.Entah kenapa, aku tiba-tiba merasa sedih. Mungkin kalau dia tidak menikah dengan wanita lain, aku pasti sudah sangat tersentuh mendengar perkataannya.Akan tetapi, kami tidak mungki

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 302

    "Kita sebenarnya mau ke mana?" tanyaku kepada Orson ketika menyadari dia sudah cukup lama mengemudi. Aku tidak mengenali jalan yang kami lalui dan rasanya kami bahkan sudah keluar dari Kota Marina."Orson, tolong beri tahu aku. Kamu sebenarnya mau bawa aku ke mana? Kamu nggak boleh melakukan apa yang sedang kamu pikirkan. Keluargaku pasti akan mencariku," kataku.Aku melihat dia sedikit mengerjapkan mata mendengar ucapanku. Aku kembali menghela napas."Keluarga? Oh, iya, kamu sudah menemukan mereka. Kamu bisa menelepon mereka dan memberi tahu di mana kamu berada sekarang," katanya.Aku menatapnya tidak percaya."Itu saja nggak cukup. Aku yakin mereka tetap akan mencariku," jawabku kesal sambil melihat ke belakang.Aku mencoba mencari tahu apakah para pengawalku masih mengikuti kami, tapi aku langsung kecewa. Mereka sudah tidak terlihat. Orson akhirnya berhasil melepaskan diri dari kejaran mereka."Para pengawalmu ternyata nggak becus mengemudi. Gampang sekali membuat mereka kehilangan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status