共有

Bab 528

作者: Cathy
Sudut Pandang Betty:

"Kamu mahasiswa pindahan?" tanya wanita paruh baya itu ketika sudah sampai di hadapan kami. Sepertinya dia memang hendak masuk ke ruangan ini karena berhenti tepat di depan pintu.

Aku melirik kartu identitas yang dikenakannya dan memastikan bahwa dia adalah salah satu dosen. Kalau begitu, aku belum terlambat. Kami tiba hampir bersamaan.

"Ya, Bu. Selamat pagi. Nama saya Betty," jawabku segera.

Dia memperhatikanku dari atas sampai bawah sebelum mengangguk.

"Selamat pagi, Betty
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 530

    Sudut Pandang Betty:"Aku Betty. Betty Brahman," kataku sambil menatap Bernard. Dia langsung tersenyum dan mengangguk."Hai, Betty. Sekarang aku ingat. Kamu istri Joseph, 'kan?" tanyanya sambil tersenyum.Aku langsung mengangguk.Aku juga ingat dengannya. Dia adalah pria yang kami temui saat dalam perjalanan pulang dari pesta. Nama belakangnya Sandiaga. Kalau aku tidak salah ingat, dia adalah putra pemilik kampus ini.Dia ternyata masih mengingatku? Padahal Joseph tidak memperlakukannya dengan baik malam itu, tetapi dia tetap bersikap ramah. Aku sama sekali tidak melihatnya marah atau kesal kepada Joseph.Joseph benar-benar bertingkah seperti orang bodoh malam itu. Kami pergi ke sebuah pesta, tetapi dia hanya berbicara dengan para tamu yang lebih tua. Sepertinya, selain mempermainkan wanita, suamiku memang tidak punya kehidupan sosial lain."Senang bisa ketemu lagi denganmu, Betty. Semoga kamu menikmati kuliahmu. Kalau ada masalah, jangan ragu untuk memberitahuku. Aku juga mahasiswa di

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 529

    Sudut Pandang Betty:"Kalau begitu, bicaralah dengan mereka. Kamu pikir aku masuk ke sini gratis jadi kamu bisa seenaknya menuntut hal seperti itu? Asal kamu tahu, aku bukan mahasiswa penerima beasiswa. Suamiku yang membayar biaya kuliahku," jelasku.Aku juga berdiri. Aku menyadari bahwa tinggi badan kami hampir sama. Namun, aku lebih cantik darinya karena Joseph sudah memilihku.Sebenarnya, Megan juga cantik. Kulitnya cerah dan mulus, wajahnya mungil, hidungnya mancung. Namun, dia sombong dan suka merendahkan orang lain. Karena itulah aku tidak menyukainya dan sama sekali tidak berminat berteman dengannya. Sepertinya kami memang tidak akan cocok."Kamu pikir dirimu siapa? Ingat ini. Tunggu saja satu tahun lagi, Joseph pasti akan bosan padamu, sama seperti semua wanita lain di hidupnya. Jadi, nikmatilah selagi dia masih tergila-gila padamu," katanya dengan nada menghina.Ucapannya membuatku semakin kesal. Dia benar-benar suka ikut campur dan sombong. Apa dia tidak malu memperlihatkan b

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 528

    Sudut Pandang Betty:"Kamu mahasiswa pindahan?" tanya wanita paruh baya itu ketika sudah sampai di hadapan kami. Sepertinya dia memang hendak masuk ke ruangan ini karena berhenti tepat di depan pintu.Aku melirik kartu identitas yang dikenakannya dan memastikan bahwa dia adalah salah satu dosen. Kalau begitu, aku belum terlambat. Kami tiba hampir bersamaan."Ya, Bu. Selamat pagi. Nama saya Betty," jawabku segera.Dia memperhatikanku dari atas sampai bawah sebelum mengangguk."Selamat pagi, Betty. Saya Daisy. Saya dosen mata kuliah Kebijakan, Perencanaan, dan Pengembangan Pariwisata. Karena kamu mahasiswa baru di sini, saya akan memperkenalkanmu ke teman-teman sekelasmu," katanya sambil tersenyum.Dia memutar gagang pintu dan masuk ke ruang kelas. Aku melirik Lanny sebelum mengikuti Daisy masuk.Aku merasa gugup. Kampus ini diperuntukkan bagi orang-orang kaya, yang berarti teman-teman sekelasku juga berasal dari kalangan berada. Akan sulit bagiku untuk berbaur dengan mereka.Setelah mem

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 527

    Sudut Pandang Betty:"Kenapa, Suamiku? Aku nggak mau bolos. Aku sudah terlambat mendaftar, masa sekarang aku nggak masuk kelas? Itu sangat memalukan. Dosenku mungkin akan marah," keluhku.Dia terkekeh sambil memandang ke luar jendela mobil."Oke, kalau begitu kita ketemu setelah kelasmu selesai. Jaga dirimu baik-baik selama di kampus ya. Aku akan menyuruh beberapa orang untuk menjagamu," ucapnya.Aku terkejut."Hah? Maksudmu apa?" tanyaku kebingungan."Aku sudah menugaskan beberapa pengawal untuk menjagamu. Pihak kampus mengizinkannya asalkan ada surat izin," jelasnya.Aku hendak memprotes, tetapi mobil berhenti di area menurunkan penumpang. Joseph pun turun dan mengulurkan tangannya untuk membantuku ke luar.Hatiku dipenuhi kebahagiaan, jadi aku langsung menyambut tangannya dan turun dari mobil."Ini tasmu. Ponselmu sudah ada di dalam. Kalau ada masalah, hubungi aku," pesannya.Aku mengangguk dengan ragu.Sebenarnya, aku tidak tahu harus mulai dari mana. Memang ada nomor ruang kelas,

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 526

    Sudut Pandang Betty:Setelah mandi sebentar, aku melilitkan handuk ke tubuhku, lalu keluar dari kamar mandi. Aku tidak repot-repot mengeringkan rambut karena sedang terburu-buru. Biarkan saja rambutku kering dengan sendirinya. Aku benar-benar tidak punya waktu untuk mengeringkannya.Setelah keluar dari kamar mandi, aku melihat seragam yang harus kukenakan sudah disiapkan. Tas yang akan kugunakan juga sudah diletakkan di tempat tidur. Aku pun mengeringkan tubuh dengan handuk, lalu mengenakan seragamku.Aku sedang berada di kamar Joseph. Aku senang dia membawa semua barang yang kubutuhkan pagi ini ke kamarnya. Aku tidak perlu membuang waktu untuk bolak-balik mengambil semuanya.Aku baru saja selesai mengenakan seragam ketika pintu terbuka. Joseph masuk. Aku melihatnya memperhatikanku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ekspresinya serius, sehingga aku tidak bisa menebak apakah menurutnya seragam ini cocok untukku atau tidak."Gimana menurutmu, Joseph? Apa seragam ini cocok untukku?" tan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 525

    Sudut Pandang Betty:"Kenapa? Kamu mau? Kalau kamu mau tidur bareng, kita bisa tidur di kamarku. Kamarmu terlihat seperti gudang sekarang. Kurasa aku nggak akan bisa tidur nyenyak di sini," kata Joseph.Dalam sekejap, dia meraih tanganku dan menarikku keluar dari kamar. Aku langsung berusaha melawan."Tunggu, kita mau ke mana? Joseph, berhenti! Aku harus ganti pakaian!" protesku sambil berusaha melepaskan tanganku.Tenaganya jauh lebih kuat dariku. Dia bahkan tidak terlihat berusaha keras."Kamu nggak perlu ganti pakaian. Toh nanti juga akan kulepas," sahutnya saat kami akhirnya keluar dari kamarku dan menuju kamarnya. Aku tidak mengatakan apa-apa sampai kami tiba di sana.Hal pertama yang kusadari adalah betapa membosankannya kamar Joseph. Jelas sekali ini kamar seorang pria, karena tidak ada satu pun hiasan yang dipajang. Di kamarnya hanya ada sebuah tempat tidur besar dan meja nakas, juga dua pintu yang kutahu menuju kamar mandi dan ruang ganti.Suasana kamarnya juga muram. Rasanya

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status