Share

Bab 1023

Author: Fitri
Tetangga itu sudah tinggal lebih lama di gedung ini. Melihat Elina tampak bingung, dia mengobrol dan bergosip sebentar dengannya di tempat parkir.

"Wanita yang tinggal di seberang unitmu itu punya pekerjaan bagus, jadi dia mampu beli rumah di kompleks kita. Dulu pacarnya juga kerja di perusahaan besar, tapi sudah berkali-kali selingkuh. Sifatnya juga buruk dan suka mabuk-mabukan."

"Ini juga bukan pertama kalinya. Kamu nggak lihat polisi datang semalam? Mereka malah cuma menasihatinya, 'kan?"

Eli
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1025

    Ignas merasa pusing menghadapi semua ini.Namun, Silvar sudah berada di depan matanya. Terlebih lagi, ini menyangkut keselamatan Elina, Lunara pasti akan peduli. Kalau sampai terjadi sesuatu dan Lunara panik, pada akhirnya Kayden juga yang ikut khawatir.Selain itu, wanita yang tinggal di seberang unit Elina itu adalah karyawan perusahaan. Sesuai peraturan, memperhatikan keselamatan karyawan juga tidak melanggar aturan.Ignas berpikir sejenak, lalu membuka daftar karyawan untuk mencari karyawan yang tinggal di seberang rumah Elina.Saat tiba di bagian sekretariat, karyawan wanita itu tampak agak canggung. Dia mengira akhir-akhir ini kinerjanya kurang baik dan ada atasan yang mengadukannya, sehingga Ignas, selaku kepala sekretariat, dipanggil untuk menanganinya.Ignas menunjuk alamat yang tertera di komputer. "Kamu tinggal di sini?""Ya, tapi sudah beberapa hari aku nggak pulang."Ignas mengangguk. "Jangan khawatir. Aku memanggilmu ke sini karena perusahaan ingin memastikan keselamatanm

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1024

    Asisten Elina menelepon. Pihak perusahaan yang dijadwalkan rapat hari ini sudah datang dan meminta Elina segera datang."Aku harus cepat naik. Dua menit lagi rapat dimulai." Elina sedang terburu-buru. Dia melirik Silvar dan memberi isyarat agar dia membuka pintu mobil. Pintunya masih terkunci, bagaimana dia bisa turun?Silvar menatapnya dengan tenang. Dia mengulurkan tangan dan mengusap sudut bibir Elina dengan jarinya. "Lipstikmu luntur. Kamu juga belum jawab, malam nanti aku perlu jemput kamu nggak?"Sepertinya setelah mendapat keuntungan dari sikap manjanya semalam, sekarang Silvar semakin lihai memanfaatkannya.Karena tidak punya pilihan, Elina terpaksa mengangguk. "Ya, jemput aku. Sekarang sudah boleh pergi?""Anak pintar."Pintu mobil terbuka. Silvar melihat Elina berlari turun dari mobil dan berjalan menuju gedung. Ujung rok yang berkibar itu laksana kupu-kupu indah yang mengepakkan sayap dan mendarat di hatinya.Setelah sosok Elina menghilang dari pandangan, barulah Silvar meny

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1023

    Tetangga itu sudah tinggal lebih lama di gedung ini. Melihat Elina tampak bingung, dia mengobrol dan bergosip sebentar dengannya di tempat parkir."Wanita yang tinggal di seberang unitmu itu punya pekerjaan bagus, jadi dia mampu beli rumah di kompleks kita. Dulu pacarnya juga kerja di perusahaan besar, tapi sudah berkali-kali selingkuh. Sifatnya juga buruk dan suka mabuk-mabukan.""Ini juga bukan pertama kalinya. Kamu nggak lihat polisi datang semalam? Mereka malah cuma menasihatinya, 'kan?"Elina mengernyit. "Bukan pertama kalinya? Terus, selama ini wanita itu juga nggak melakukan apa-apa?""Mau gimana lagi? Itu rumah yang dia beli sendiri. Masa dia harus jual, terus pindah? Dia beli pas harga rumah lagi tinggi-tingginya. Kalau dijual dengan harga sekarang, kerugiannya bisa sampai miliaran. Siapa yang rela?""Lagian, pria itu memang sudah gila. Wanita di seberang unitmu itu bukan orang sini, jadi mungkin dia nggak punya kenalan yang bisa membantunya."Elina merasa sedikit takut. "Peng

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1022

    Di mata ayah Silvar, Nancy hanya sengaja mencari gara-gara dengan Silvar.Setelah Nancy selesai menelepon, ayah Silvar membalik halaman koran di tangannya. Dia lalu membetulkan kacamata baca yang bertengger di pangkal hidungnya."Dulu, orang tuaku melarangku menikah denganmu. Bukannya aku tetap menikah denganmu? Kalau anak sudah benar-benar menyukai seseorang, percuma saja kamu berusaha menghalanginya."Nancy kesal dan melempar bantal sofa yang dipegangnya. Bantal itu tepat mengenai wajah suaminya.'Dasar menyebalkan. Sudah tua, bicaranya juga nggak enak didengar,' gerutunya dalam hati."Orang tuamu dulu nggak menyukaiku karena latar belakang keluargaku nggak cukup baik, bukan karena nggak menyukaiku kepribadianku!"Dalam hati, ayah Silvar berkata, 'Belum tentu.'Dulu, kalau bukan karena kakek Kayden membutuhkan dukungan dari keluarga Nancy untuk menjalankan bisnis, dia juga tidak akan memberi saran kepada nenek Silvar agar menyetujui Nancy masuk ke keluarga mereka.Namun, urusan rumit

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1021

    Tato itu cukup besar, memenuhi sebagian besar lengan bawah hingga setengah bagian lengan atas."Nggak sakit?""Sakit. Waktu itu satu ruangan penuh orang, kami semua gantian berteriak kesakitan. Sakitnya minta ampun."Demi menyelesaikan tato sebesar itu, Silvar sampai datang beberapa hari. Meskipun dibuat oleh seniman tato kelas atas dengan teknik yang luar biasa, prosesnya tetap saja sangat menyakitkan.Elina mengulurkan tangan dan menyentuhnya pelan. "Kalau sakit, kenapa masih mau ditato?""Aku ingin merasa hidup kembali."Jawaban itu benar-benar di luar dugaan. Hati Elina bergetar.Setelah mereka putus, sebenarnya hati Elina juga tidak bisa tenang. Setiap kali memejamkan mata, yang terlintas adalah sosok Silvar dan setiap kenangan selama mereka bersama.Kadang hatinya terasa hangat, tetapi di lain waktu rasanya seperti terjerumus ke dalam lautan es.Waktu itu, keadaan Silvar ternyata tidak jauh lebih baik darinya.Silvar melanjutkan, "Awalnya waktu kamu masih di sini, aku masih bisa

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1020

    Saat bertanya, tatapan Silvar terus tertuju pada Elina yang berdiri di hadapannya. Tangannya tetap berada di gagang pintu.Dari tatapannya, jelas sekali tersirat sebuah isyarat. Dia seolah ingin mengatakannya secara langsung, kalau disuruh pergi, dia akan pergi sekarang juga.Bagi Elina, itu sama saja seperti memaksanya mengambil keputusan.Elina dan Silvar sekarang sebenarnya sudah tidak punya hubungan istimewa. Paling-paling, mereka hanya mantan kekasih yang telah putus.Memintanya menginap memang terasa aneh.Namun, Elina juga takut jika Silvar benar-benar pergi sekarang. Pria di depan pintu itu masih menggedor-gedor pintu sambil meneriakkan nama mantan pacarnya.Elina pernah melihat wanita yang tinggal di seberang. Usianya kurang lebih sama dengannya, tinggi badannya juga hampir sama. Sepertinya dia adalah karyawan Grup Narasoma.Kalau dipikir-pikir, dalam keadaan mabuk seperti itu, pria itu benar-benar bisa saja salah mengenali mereka.Elina menarik lengan baju Silvar dengan ragu-

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status