Share

Bab 116

Author: Fitri
Biaya operasi bypass jantung tidak tinggi. Meskipun begitu, Kayden menyewa ahli top di dalam negeri dan peralatan operasi yang digunakan pun memiliki spesifikasi tertinggi. Soal biaya, itu jelas dibayarkan oleh Kayden.

Bagi Kayden, uang sebanyak itu tentu tidak berarti apa-apa. Namun, Lunara tidak ingin berutang padanya.

"Anggap saja bantuan kemanusiaan dari perusahaan, boleh nggak?"

"Nggak boleh." Lunara bersikeras berkata, "Bantuan dengan tujuan pribadi nggak ada hubungannya dengan perusahaan,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 138

    Lunara mencari alasan dengan santai.[ Ada dokumen yang nggak ketemu. Terima kasih atas niat baik Pak Kayden, tapi aku nggak mau pakai sumber daya perusahaan. ]Setelah mengirimnya, dia langsung menyimpan ponsel.Setelah makan, Gaia dan Eirene masih membahas soal kesejahteraan perusahaan yang memang bagus. Eirene punya teman yang bekerja di tim sekretaris Kayden. Dia mengeluarkan ponselnya dan berkata pelan, "Para petinggi di grup itu nggak mungkin tiba-tiba sebaik ini. Aku tanya dulu, bos mana yang sebaik ini."Lunara berjalan di samping mereka. Anak Gaia dan Eirene lebih besar beberapa tahun dari Daisy.Ketiga anak itu berjalan di depan, melompat-lompat sepanjang jalan.Tiba-tiba Eirene berseru, "Ini usulan langsung dari Pak Kayden."Gaia menghela napas kagum. "Wajahnya sudah setampan itu, masih perhatian lagi. Kalau kondisiku memungkinkan, aku juga ingin mengejarnya."Eirene penasaran. "Kondisi apa?""Kalau Pak Kayden mau, aku rela rugi sedikit. Sembunyi-sembunyi dari suamiku untuk

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 137

    Akhirnya, Lunara segera memutuskan untuk menyewa rumah itu.Melihat rumah sewanya itu tidak ada kulkas, Lunara bertanya pada agen, "Bisa nggak minta tolong untuk dibelikan kulkas?"Kalau pemilik tidak mau, Lunara juga bisa membelinya sendiri. Nanti saat pindah lagi, dia tinggal membawa kulkas itu. Agen itu langsung mengangkat ponsel dan segera menjawab, "Ibu mau ukuran berapa? Tiga pintu model side by side boleh?"Lunara terkejut. Dia buru-buru berkata tidak perlu sebesar itu. Bahkan kalau tidak memungkinkan, kulkas bekas juga tidak masalah. Nanti dia bersihkan sendiri saja sebelum dipakai.Siapa sangka, agen itu berkata dengan antusias, "Pemilik rumah sudah pesan. Besok langsung dipasang."Secepat itu?Lunara sampai terdiam.Pemilik rumah ini bahkan lebih mudah diajak bicara dari yang dia bayangkan.Harganya memang sedikit lebih mahal dari anggaran sebelumnya, tapi masih jauh lebih murah dibanding unit lain di kompleks yang sama. Sampai-sampai Lunara merasa seperti mendapat keberuntun

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 136

    Lunara bangun lebih awal. Namun, semalam dia tidur sangat nyenyak. Saat membuka mata, Daisy tidak ada di sampingnya.Lunara refleks menyentuh tempat tidur di sebelah, jantungnya langsung berdegup kencang. Dia benar-benar langsung terbangun sepenuhnya.Bahkan tanpa sempat memakai sandal, dia langsung turun dari tempat tidur untuk mencari Daisy.Akan tetapi, dia melihat Daisy sudah duduk di kursi makan anak di depan meja sambil memegang sendok berbentuk gajah dan menyuap makanan dari mangkuknya sedikit demi sedikit.Kayden duduk di sampingnya. Dia sudah mengenakan pakaian yang dipakainya kemarin. Sambil memegang laptop Lunara, dia menatap layar dengan fokus.Di atas meja sudah tersaji sarapan. Lunara langsung mengenalinya dalam sekilas. Semua makanan itu dibeli dari warung sarapan di dekat rumahnya. Kedua orang itu masing-masing sibuk dengan urusannya, tapi suasananya terasa harmonis.Daisy memegang mangkuk kecilnya sambil makan pangsit kuah. Begitu melihat Lunara, dia tersenyum lebar. "

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 135

    Jadi, Lunara pun melemparkan alasan dengan tenang, "Mirip sama ayahnya." Kemudian, dia bersikap seolah tidak ingin membicarakan soal ayah anak itu.Kayden bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Di sini tidak ada pakaian gantinya. Akhirnya, dia keluar hanya dengan mengenakan jubah mandi milik Lunara.Pakainya dimasukkan ke mesin cuci, setelah bersih lalu dijemur. Besok pagi masih bisa dipakai.Jubah mandi Lunara sebenarnya berukuran besar, tetapi saat dipakai Kayden tetap terlihat sempit. Saat berjalan, dari belahan bawahnya samar-samar terlihat paha pria yang kuat.Tubuhnya tegap, berotot indah, dan memancarkan aura maskulin yang kuat. Ditambah lagi, pria itu seolah sengaja tidak merapatkan bagian atas jubahnya. Otot dada dan perutnya terlihat jelas di mata Lunara.Melihat dia menjemur pakaian lalu berjalan kembali ke kamar tidur, Lunara buru-buru menutup mata dan mematikan lampu. Setelah terbiasa dengan kegelapan, bayangan di depan mata tampak samar.Di antara Kayde

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 134

    Dalam sekejap, Kayden menyadari bahwa dia ternyata merasa gugup. Setelah mendengar jawaban gadis kecil itu, jakunnya bergerak. Beberapa saat kemudian dia baru berkata, "Tentu kenal. Tapi aku nggak tahu dia itu pamanmu.""Kamu tahu nggak, kamu ikut nama belakang siapa?"Saat ini, Kayden merasa dirinya seperti iblis yang sedang membujuk anak kecil untuk membocorkan rahasia. Dia sama sekali tidak merasa tindakannya tidak bermoral. Kalau moral benar-benar berguna, dia tidak akan berada di sini sekarang.Di rumah seorang wanita lajang yang tinggal bersama putrinya.Kayden membujuk dengan sabar, "Kalau kamu jawab dengan benar, Om akan ajak kamu ke taman hiburan."Daisy belum pernah ke taman hiburan. Dia juga tidak tahu apakah anak seusianya punya banyak wahana yang bisa dimainkan. Dia hanya tahu bahwa para putri tinggal di taman hiburan. Dia ingin melihat putri.Suara Daisy lembut dan masih sedikit mengantuk, "Aku tahu. Aku ikut marga Kakek. Kakekku itu ayah Mama."Anak kecil tidak bisa memb

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 133

    Lebih tepatnya, untuk memastikan apakah di dalam rumah ada pria dewasa.Lunara menenangkan diri dan berdeham pelan. "Aku nggak tahu. Coba kamu buka saja pintunya dan lihat."Kayden tersenyum tipis. Suaranya dinaikkan dan pandangannya tetap tertuju pada Lunara. "Baik."Sambil menghadap ke arah pintu, Kayden berkata, "Siapa itu? Dari tadi ngetuk pintu terus. Sebaiknya kamu memang ada urusan penting."Nada bicaranya tidak ramah. Seperti pria yang kesal karena momen indahnya diganggu. Pria di luar langsung terlonjak menjauh dari pintu, lalu pergi tanpa menoleh lagi.Kayden membuka pintu dan berdiri di ambang sambil melihat ke arah lorong. Tatapannya yang dalam bertemu dengan sepasang mata yang bersembunyi di kegelapan tangga.Saat orang itu melihatnya dan memastikan ada pria dewasa di dalam rumah, dia segera bergegas turun tangga. Suara langkah yang panik terdengar makin lama makin jauh.Pintu ditutup kembali dan dikunci dari dalam. Begitu mendengar suara itu, Lunara langsung terduduk lema

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status