แชร์

Bab 117

ผู้เขียน: Fitri
Lembut dan harum, seperti sepotong kue kecil yang empuk.

Lunara seketika melupakan semua kelelahan beberapa hari ini. Dia memeluk Daisy, menempelkan wajahnya ke wajah Daisy. Bagaimanapun memeluknya, rasanya tidak pernah cukup.

"Mama, ini gaun yang dibelikan oleh Tante Gaia untukku, cantik 'kan?" Daisy mengenakan gaun Putri Elsa. Rok biru yang dihiasi banyak manik-manik kecil, dipadukan dengan sepatu kristal yang berkilau. Benar-benar seperti seorang putri kecil.

"Cantik. Sudah bilang terima kasi
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Albi Ghifari
niat hati mmbaca novel buat hiburan bukan menambah beban fikiran, kalo alur ceritany bab sampai 100 lebih sudah jelas ceritanya bertele2 d membosankan...jujur aku lebih memilih tidak lnjut mmbaca dan cari judul lain
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 420

    Di bulan Desember di Pariz, angin dingin menusuk, hujan turun tanpa henti. Begitu turun dari pesawat, Lunara langsung menarik jaket tebal di tubuhnya.Baru keluar dari pintu bandara, dia langsung melihat Kayden yang sudah menunggu di sana.Saat Lunara naik pesawat, Saphira sudah memberi tahu nomor penerbangan pada Kayden dan memintanya menjemput.Di antara orang Pransis, tinggi badannya memang tidak terlalu mencolok, tetapi dia tetap terlihat menonjol.Kayden mengenakan mantel hitam panjang, berdiri di sana seperti patung. Penumpang yang tadi duduk di sebelah Lunara pun tersenyum. "Suamimu model ya?""Bukan."Waktu kuliah dulu, pernah ada kru film yang datang ke Kota Andara untuk meminjam lokasi kampus. Seorang manajer sempat tertarik pada Kayden, ingin mengajaknya ikut bermain peran.Syarat yang ditawarkan terdengar sangat menggiurkan. Bagi mahasiswa, sulit untuk tidak tergoda. Namun saat itu, Kayden sama sekali tidak tertarik.Lunara bahkan sempat bertanya kenapa dia tidak mencoba sa

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 419

    Syaratnya cukup menggiurkan. Bahkan Silvar sendiri merasa dirinya seperti serigala jahat.Mata Elina berkedip cepat beberapa kali, seolah-olah tidak benar-benar menangkap apa yang baru saja dikatakan Silvar.Karena dia sudah lebih dulu menyebut kemungkinan putus, itu berarti dia hanya sedang bosan dan ingin bermain sebentar dengannya. Selama itu, Silvar akan memberinya sumber daya yang dia inginkan.Elina merasa dirinya sudah memahami maksud Silvar, lalu mengangguk setuju. "Oke."Karena mereka saling membutuhkan, dia juga tidak punya alasan untuk ragu. Hanya saja, dia tidak boleh memperlihatkan perasaannya yang sebenarnya.Pikiran Elina kacau, sampai tidak menyadari senyuman di wajah Silvar saat mendengar jawabannya. Silvar lalu merapatkan pelukannya."Istirahat dulu. Besok setelah topan lewat, kita pulang bersama."....Saat Lunara kembali ke bangunan kecil, Saphira sudah menunggunya. Di ruang tamu berdiri beberapa orang dengan seragam yang sama. Mereka tersenyum sambil mengangguk pad

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 418

    Wajah Silvar terlihat serius, tidak seperti sedang bercanda. Pria di hadapannya itu ... seluruh ekspresinya menunjukkan kesungguhan."Aku nggak minta kamu menyukaiku. Sekadar saling mengenal juga nggak masalah. Tapi aku nggak ngerti, kenapa kamu harus ikut kencan buta?"Elina tidak terlihat seperti tipe yang ingin buru-buru menikah. Silvar sangat paham seperti apa wanita-wanita di lingkaran mereka yang ingin cepat menikah demi hidup nyaman dan bergantung pada suami.Tidak ada satu pun yang seperti Elina, yang bahkan saat bekerja di Grup Narasoma masih mau disuruh fotokopi dokumen tanpa mengeluh.Dibandingkan sebagai putri Keluarga Sankara, dia lebih seperti pekerja kantoran yang sabar. Hanya sesekali, saat batas toleransinya tersentuh, dia baru menunjukkan sedikit perlawanan.Elina menghela napas dalam hati. Di luar jendela, angin dan hujan terus mengamuk. Ombak menghantam karang, dunia seakan-akan hanya tersisa suara badai. Angin menderu di lorong hotel, menghantam gendang telinga.Ke

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 417

    "Minum air dulu.""Terima kasih."Setelah minum, kondisinya memang jauh lebih baik. Silvar menelan air di mulutnya, lalu berkata dengan tenang, "Anggap saja olahraga, nggak usah dipikirkan."Di luar jendela, kilat dan guntur bersahut-sahutan. Ombak di laut tak kunjung reda. Hotel tepi laut yang awalnya menjadi daya tarik justru berubah menjadi bahaya yang langsung di depan mata saat topan datang.Sebagai orang Kota Andara, Elina hampir setiap tahun mengalami beberapa kali topan. Namun, belum pernah sedahsyat ini.Dia merasa hatinya juga seperti baru saja diterjang topan. Kacau, bergejolak, semua yang dulu dia bangun seakan-akan tersapu bersih.Silvar sedang melihat ponselnya. Sepertinya sedang mengecek informasi topan."Nggak terlalu parah, cuma sampai malam ini."Silvar lalu mendengar suara Elina di sampingnya, sangat pelan. "Kenapa kamu begitu peduli padaku?"Silvar tertegun. Sejak kecil sampai sekarang, dia selalu bertindak sesuai keinginannya. Selama dia mau dan senang, apa pun bis

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 416

    Topan menyapu, seluruh kota berguncang diterpa angin dan hujan. Kota Hegar memang dikelilingi laut dan kali ini tepat berada di jalur topan, di titik dengan kekuatan angin paling dahsyat.Sejak pagi, hotel sudah meminta para tamu pindah ke lantai satu. Namun, setelah turun, baru terlihat bahwa lobi lantai satu sudah penuh. Semua orang sibuk sendiri, menunggu topan berlalu.Di lobi, Silvar tidak menemukan sosok Elina. Dia pun menuju resepsionis, menanyakan apakah Elina sudah diberi tahu untuk turun.Pihak resepsionis mengatakan tidak bisa menghubunginya, telepon ke kamar tidak diangkat.Dalam cuaca topan seperti ini, jika tamu mengalami sesuatu, hotel juga tidak bisa lepas dari tanggung jawab. Namun, di saat seperti ini, lift sudah berhenti beroperasi.Total ada lebih dari 80 lantai. Kalau naik tangga, hanya membayangkannya saja sudah terasa mustahil.Silvar tidak menyulitkan resepsionis. "Aku yang naik. Nanti aku hubungi kalian.""Pak, gimana kalau kami temani?"Bahkan hotel super bint

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 415

    Lunara membelalak. "Kalau aku sampai lupa, sekalian saja aku lupa sama kamu."Kayden tersenyum. Dia mengambil pisau cukur dari tangan Lunara, supaya Lunara tidak sembarangan mengayun dan melukai dirinya sendiri."Ada yang tanya. Aku bilang tadi pagi nggak sengaja melukai diri waktu mencukur, mereka juga nggak bilang apa-apa. Hanya saja setelah acara selesai, aku menerima sebuah alat cukur listrik."Lunara langsung peka. "Dari perempuan di acara rekrutmen?""Iya." Kayden menjawab dengan tenang, "Tapi aku bilang, aku biasanya nggak akan melukai diri saat mencukur, ini karena pacarku yang nggak sengaja.""Kalau kamu bilang begitu, orang nggak akan mengira aku bodoh?""Nggak."Sebab, saat itu ekspresinya bahkan lebih bahagia daripada sekarang. Siapa pun yang melihat, pasti akan terpukau oleh kebahagiaan yang terpancar jelas di wajahnya waktu itu.Kemampuan Lunara saat itu memang belum bagus. Namun, itu justru membuat Kayden teringat masa kecilnya. Dulu Kayden pernah kembali ke rumah utama

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status