Share

Bab 189

Penulis: Fitri
Di ujung lorong, entah pasien mana yang tidak kooperatif saat pemeriksaan, membuat keluarganya ke sana kemari mencari orang.

Setelah menemukannya, pasien itu ditarik kembali ke kamar.

"Aku ini ayahmu, apa mungkin mencelakaimu? Kita berobat baik-baik, lalu pulang."

Pasien itu digandeng pria paruh baya. Dia terisak-isak, lalu kembali ke kamar.

Tatapan Lunara terus mengikuti mereka. Dulu saat dia sakit, Orion juga seperti itu.

Lunara menatap sampai larut dalam pikirannya. Beberapa saat kemudian, ba
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 202

    Kayden ingin mengusir rasa sesak yang menyesakkan di dalam dadanya. Namun, sekeras apa pun dia mencoba, tetap tidak ada gunanya. Dia meletakkan ponselnya di samping, alisnya berkerut saat menatap Alden."Gimana kondisi perusahaan Keluarga Angkasa sekarang?""Asetnya dibekukan. Keluarga pekerja itu terus menekan dan nggak mau mengalah. Beberapa mitra kerja juga mengalami kerugian karena kejadian waktu itu, jadi Bu Lunara sepertinya masih terus membayar utang kepada mereka."Alden melirik wajah Kayden sebelum berkata dengan hati-hati, "Di antara mereka ... ada satu perusahaan yang berada di bawah Grup Narasoma ...."Merasa suasana di sekitar Kayden semakin dingin, Alden tetap memaksa dirinya menyelesaikan kalimat itu. "Pesanan dari grup kita waktu itu cukup besar, jadi dampaknya juga nggak kecil ...."Alden menelan ludah."Artinya, Kak ... sebenarnya kamu adalah kreditur terbesar Bu Lunara saat ini."Utang yang dibayarkan Lunara kepada perusahaan-perusahaan mitra memang termasuk perusaha

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 201

    Pada saat itu, Lunara baru menyadari bahwa Priya mencintai ayahnya, dan juga mencintainya. Mungkin ketika di universitas dulu, alasan dia mengejar cinta seperti itu juga karena dia pernah melihat cinta yang begitu manis.Saat memikirkan Kayden, edamame di mulut Lunara tiba-tiba lupa dia kunyah, dan tanpa sengaja langsung tertelan. Dia minum beberapa teguk air, lalu tiba-tiba tidak lagi ingin makan.Di rumah tadi sebenarnya dia sudah kenyang. Dia hanya ingin melihat seperti apa kualitas makanan Priya di rumah sakit. Setelah mencicipi beberapa suap, rasanya tidak buruk juga."Ayah pernah bilang, rumah itu adalah tempat kalian menikah. Kalau kamu ingin menjualnya, jual saja. Aku nggak keberatan."Priya tersenyum."Baik, kita putuskan begitu saja. Setelah aku keluar dari rumah sakit baru kita urus. Uang dari penjualan itu nanti dibagi dua untuk Meidy dan Daisy."Sambil menutup kotak makan, Lunara berkata santai, "Istri baru Zavian juga sedang hamil."Priya melambaikan tangannya."Aku nggak

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 200

    Setelah pulang kerja, Lunara membawa Daisy pergi ke rumah sakit. Dia membawa termos makanan berisi masakan untuk Priya.Saat mereka tiba, Priya baru saja membuka makan malam yang disiapkan oleh perawat. Ketika melihat Lunara dan Daisy masuk, wajahnya penuh senyum, tetapi mulutnya tetap mengomel."Aku juga punya makanan, kok. Kenapa kalian harus repot-repot datang segala. Apa kalian terlalu banyak waktu luang?" Walaupun berkata begitu, tangannya dengan cekatan menutup kotak makan itu, lalu mengambil termos makanan dari tangan Lunara.Lunara membuka kotak makan.Di dalamnya ada seporsi sayur hijau, udang rebus sederhana, tumis edamame dengan daging cincang, dan seporsi nasi. Tidak bisa dibilang istimewa, tapi juga tidak buruk.Lunara mengambil kotak makan itu. "Ini sudah dibeli, aku makan yang ini saja. Kamu makan yang aku bawa."Priya memegang sendok sambil memasang wajah galak. "Kamu sendiri nggak makan di rumah?""Sudah makan. Ini cuma lapar lagi. Kotak makanmu kelihatannya enak, aku

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 199

    "Lunara, datang ke kantorku sebentar."Gaia bahkan belum sempat memasang ekspresi "semoga beruntung" ketika Kayden sudah menyebut nama Gaia dan juga Eirene. Akhirnya, ketiga orang itu berdiri bersama di dalam kantor Kayden."Di laporan kuartal lalu, kinerja beberapa tim kalian semua menunjukkan sedikit penurunan. Rangkum penyebabnya dalam beberapa hari ini dan laporkan ke atasan masing-masing. Lunara tetap di sini. Eirene dan Gaia boleh pergi. Tutup pintunya."Begitu mendengar ucapannya, Eirene dan Gaia langsung melarikan diri terbirit-birit. Takut sekali kalau sampai ditahan Kayden lalu ditanya lebih banyak lagi. Mereka bahkan tidak sempat saling memberi kode dengan Lunara.Benar saja, seberapa pun tampannya seorang kapitalis, tetap saja dia kapitalis!Kayden mendengar suara pintu ditutup, lalu jarinya mengetuk ringan permukaan meja."Duduk."Ketika terdengar suara sofa lembut yang sedikit berderak, Kayden tetap tidak mengangkat kepala. "Di laci meja ada permen. Teh merah itu baru saj

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 198

    Model klasik dengan potongan yang sangat pas.Saat dipakai Kayden, mantel yang seharusnya panjang sampai melewati lutut itu malah terlihat hanya sampai sedikit di atas lutut. Wajahnya yang dingin dan tegas juga jadi terlihat sedikit lebih lembut, menambah kesan elegan dan berwibawa.Di luar sweter kasmirnya, tergantung sebuah kalung sweter, dengan gantungan boneka plester kecil di ujungnya. Tidak terlihat jelas apa bentuknya.Namun karena aura Kayden sangat istimewa, bahkan jika gantungan itu tidak berbentuk apa pun, tetap terlihat seperti aksesori mahal dari merek kelas atas. Seolah-olah boneka plester itu memang aksesori yang memang seharusnya dipasangkan dengan mantel itu.Gaia berbisik pelan, "Pak Kayden memang beda ya. Mantel seperti ini dulu juga pernah aku belikan untuk suamiku, tapi waktu dipakai dia malah terlihat seperti hobbit."Mantel panjang memang sangat menuntut bentuk tubuh.Suami Gaia juga sebenarnya cukup tampan, berkulit putih, terlihat seperti dosen di universitas.

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 197

    Hanya Lunara, si putri kaya yang tidak tahu betapa sulitnya mencari uang, yang akan membeli pakaian semahal itu. Ucapan itu sangat tidak enak didengar. Ada juga yang meragukan apakah uang Keluarga Angkasa halal atau tidak.Hanya Osmar yang tahu latar belakang keluarga Kayden. Dia melepas earphone-nya lalu menegur dengan nada kesal."Kalian ini ngomongnya seolah-olah tahu segalanya. Menurutku, kalian cuma iri karena berharap ada cewek cantik yang mau menghabiskan uang buat kalian. Mental kalian langsung runtuh ya? Berhenti menyebar gosip, sana belajar."Baru setelah itu mereka semua menutup mulut.Namun setelah itu, setiap kali Kayden memegang mantel itu, dia selalu merasakan tatapan aneh dari orang-orang di sekitarnya. Ada ejekan, ada sindiran, ada rasa penasaran, dan juga kecemburuan yang terang-terangan.Kayden tidak pernah memakai mantel itu dan membawanya pulang ke rumah. Dia membuka lemari pakaian dan mencari cukup lama. Benar saja, di sudut lemari masih tergantung sebuah mantel p

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 48

    Ignas berpikir sejenak. Lunara memang kandidat yang cukup baik. Cantik, cekatan dalam bekerja, jarang bicara, dan tidak kepo.Dia juga cukup mengenal klien. Dua rekan kerja sama itu memang belum pernah berhubungan langsung dengannya, tetapi proyek-proyek sebelumnya juga pernah ditangani oleh Lunara.

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 47

    Lunara juga tidak menyadari bahwa dirinya melamar ke anak perusahaan Grup Narasoma.Kebetulan akun HR tersebut sedang dikelola oleh Ignas. Saat dibuka, terlihat bahwa waktu terakhir Lunara aktif di aplikasi pencari kerja adalah setengah jam yang lalu.Wajah Kayden terlihat sangat masam. Dia mengusap

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 49

    "Kenapa nggak minum? Kamu dari perusahaan mana?"Sambil berbicara, tangan pria itu mengarah ke punggung Lunara yang terbuka. Belum sempat menyentuh, seluruh tubuh Lunara sudah merinding.Dia segera menghindar ke samping. Setelah berhasil menghindar, sambil memegang sampanye, dia berkata, "Aku dari d

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 51

    Wajahnya memerah sesaat, menahan detak jantung yang bergejolak. "Tapi ...."Kayden tidak sabar. "Toh bukannya aku nggak pernah lihat juga. Anggap saja ini pembayaranmu untuk gaun itu."Meski Lunara membelakanginya untuk melepas pakaian yang dikenakan, tetap saja dia harus berbalik badan untuk mengam

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status